Pilihan Ku

Pilihan Ku
Menjelang Hari pernikahan


__ADS_3

2 hari sebelum pernikahan keluarga Wijaya berangkat ke kampung Mikaila.Disana mereka di sambut dengan hangat oleh seluruh warga,mereka menginap di salah satu rumah warga yang di tua kan di kampung tersebut yang bernama pak Kasman dan Bu Salma meskipun sederhana tapi tetap nyaman.


Beberapa keluarga lainnya menginap di hotel yang letaknya lumayan jauh.


Bram menginap di rumah pak Kasman yang jaraknya hanya 2 rumah dari rumah Mikaila.


"dek seperti nya keluarga calon suami kamu dah datang?!,"tanya kakak sepupu Mikaila yang bernama Ayu.


Mereka mengintip dari balik jendela kamar Mikaila.


"iya kak,itu keluarga mas Bram,"


"kok cuman dikit sih dek,?"


"yang lainnya menginap di hotel katanya,"


"yang mana calon kamu??" tanya Tante Mikaila ibu dari Ayu yang juga ikut penasaran.


"itu Tante yang baju hitam,pake celana jeans,yang lagi salaman sama pak kasman,"jawabnya sambil menunjuk Bram.


"oww itu to orangnya.."kata Tante.


"kakak kira calon kamu tu bos bos yang perutnya buncit dan kumisan,ehh taunya ganteng banget walaupun duda,"goda Ayu.


"katanya anak dan istrinya meninggal karena kecelakaan ya? "tanya Tante.


"iya Tante,"


"beda loh katanya duda karena cerai dan duda di tinggal mati,"


"maksud nya bu?"tanya Ayu.


"iya,katanya sih biasanya kalau duda di tinggal mati itu masi ada rasa sayang sama almarhum istrinya,dan kadang membanding-bandingkan istri barunya dengan istri lamanya,"


"masa si Bu,?!" kata ayu.


"iya,jadi kamu harus lebih sabar nantinya kalau menghadapi suami kamu,harus menjadi istri yang lebih baik dari istri nya sebelumnya agar ia bisa melupakan almarhum istrinya itu,"


Mikaila hanya diam mendengar ucapan tantenya itu,entah kenapa ada perasaan aneh di dadanya saat mendengar orang yang ia cintai dan akan menjadi suaminya mencintai wanita lain walaupun itu adalah almarhum istrinya.


Ibu datang menghampiri mereka,


"Dek calon keluarga suami kamu udah datang ibu mau menyapa mereka dulu,kamu di sini aja sama Ayu ya.ayo mba kita kesana."ajak ibu pada kakaknya.


"iya ayo,kakak juga mau kenalan sama calon besan."


Mereka pun berjalan menuju rumah pak Kasman untuk menyapa keluarga calon mantu nya.


Mikaila duduk di meja riasnya,ia melihat wajahnya di cermin.

__ADS_1


"istri mas Bram jauh lebih cantik dari aku,dia juga pasti berpendidikan,dari keluarga yang setara dengannya,"


"emang kamu pernah liat ?!"


"masi ada di profil nya mas Bram,"


"udahlah kamu jangan pikirkan hal yang aneh-aneh,2 hari lagi di akan sah jadi suami kamu,"


Saat malam hari Mikaila tidur dengan ibunya,


"Bu apa pilihan ku ini sudah tepat,?"


"kamu ko ngomong kaya gitu sih dek,"


"Ade cuma takut aja ga bisa menjadi istri yang baik untuk mas Bram,,ga bisa lebih baik dari almarhum istrinya,"


"kamu dan almarhum istrinya itu orang yang berbeda,,jadi ga mungkin sama, kamu ga usah pikiran hal yang seperti itu, kamu hanya perlu jadi diri sendiri dan melayani suami kamu lahir dan batin,"


"iya Bu,Ade akan berusaha buat mas Bram bahagia,"


Mereka berbincang-bincang cukup lama ,banyak nasehat yang ibu berikan kepada Mikaila hingga mereka tertidur dan saling berpelukan.


Bram menatap ponselnya,dari tadi ia menelfon Mikaila dan mengirim banyak pesan tapi tak satupun di jawab,dan sekarang ponselnya sudah tidak aktif.


Ia duduk di teras rumah bersama keluarga yang lain berbincang-bincang dengan penduduk sekitar.sekali kali ia melirik ke arah rumah Mikaila berharap bisa melihat gadis yang sangat di rindukannya, Namum itu pun tak ada hasil.karna sudah larut malam Bram dan yang lainnya memutusakan untuk beristirahat,mereka sangat lelah karena perjalanan.


Pagi harinya Bram ,Yoga dan pak Surya suami dari kakak Anindita,mereka berjalan-jalan menyusuri perkampungan itu.Mereka melihat perkebunan dan persawahan,ada yang sedang menanam padi,ada yang membersihkan rumput ,dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.Bram mengajak mereka ke kebun ayah Mikaila,disana ada Jabbar yang sedang memetik beberapa jenis sayuran.


"pagi mas,,"


"lagi apa??"


"ini di suruh ibu ngambil sayuran,"


"ini siap yang nanam?"


"aku sama ayah yang nanam mas,terus ayah yang merawatnya.,kalau ga lagi banyak kerjaan biasanya aku ikut bantu ayah.


"emang kamu kerja di mana,?"


"aku buka bengkel kecil-kecilan


di kota mas, lumayan buat bantu-bantu ayah.


Mereka berbincang banyak hal.sementara Yoga asyik memetik cabai dan tomat.Sedangkan pak Surya berjalan-jalan melihat perkebunan di sekitar sana.


Di rumah pak Kasman sudah ramai karena anak-anak yang menginap di hotel ikut bergabung di rumah pak kasman.mereka sibuk menyiapkan seserahan dan keperluan lainnya.Isabela dan Isyana yang menyiapkan seserahan berupa keperluan pengantin wanita dari pakaian,keperluan mandi, makeup dan keperluan lainnya yang berjumlah 12 kotak.Bram ikut bergabung bersama mereka.


"ga ada yang ketinggalan kan?"tanya Bram sambil duduk dan melihat-lihat barang seserahan itu.

__ADS_1


"ini bagus nggak ka??"tanya bela memperlihatkan lingerie seksi kepada Bram.


"kurang seksi,"jawab Bram.


"kalau ini seksi nggak om?tanya Isabela mengangkat bra berenda yang transparan berwarna marun.


Bram hanya mengangkat jempolnya..


yang membuat bela dan Isabela tertawa .


"Bagaimana persiapan di hotel?"tanya bram pada Yoga,


"semuanya sudah beres."jawab Yoga singkat.


Awalnya keluarga Mikaila ingin akad nikahnya di adakan di rumah aja namun karena permintaan pihak laki-laki yang ingin di adakan di hotel, akhirnya mereka setuju mengingat rumah mereka juga cukup kecil.


keluarga Wijaya yang menanggung semua biaya resepsi dan biaya transportasi bahkan untuk warga yang ingin menghadiri pernikahan anak mereka,Bram menyediakan beberapa bus yang akan mengantarkan mereka ke tempat acara..


Saat malam hari Humaira datang ke rumah Mikaila dan menemui Mikaila di kamarnya.Meraka berpelukan.


"makasih ya Ra kamu dah mau datang,,padahal kamu pasti lagi sibuk banget,"


"iya kai,masa sahabatku mau nikah aku ga datang,*


"ka Zahra juga datang??"tanya Mikaila ragu.


"Engga kai,"Humaira menutup pintu dan mendekati Mikaila.


"kak Zahra sekarang dah balik ke Batam,"ucap Maira pelan


"kok bisa,butik yang di kota x gimana?"


"iya,yang di sana aku yang kelola sekarang.kayanya kak Zahra takut sama pak Bram,"


"maksudnya?"tanya Mikaila heran.


"kamu ingat ga waktu penculikan kamu di butik waktu itu??"


Mikaila mengangguk.


"waktu itu aku panik saat kamu ga pulang dan meninggalkan ponselmu,jadi waktu itu aku menghubungi pak Bram dan menceritakan semuanya termasuk kak Zahra yang memukuli kamu,,kayaknya kak Zahra takut kalau pak Bram akan membalas perbuatannya padamu seperti apa yang Bram lakukan pada penculik itu,"


"gitu ya,"


"kai maafin kak Zahra ya soal waktu itu,kak Zahra benar-benar ga bermaksud nyakitin kamu,dia katanya melakukan itu karena dia sudah menyukai pak Bram sejak lama,dia ga terima kalau pak Bram memilih kamu bukan dia,"


"iya aku ngerti Ra,aku dah maafin kak Zahra kok,"mereka berpelukan melepas kerinduan mereka.


Tak ada yang tau kalau Zahra juga ada di balik penculikan itu, termasuk Bram dan Yoga.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2