
Pagi hari Bram dan kedua anaknya bersiap-siap untuk mengikuti lomba, Kelvin dan Gavin berganti mengikuti perlombaan,Bram hanya bisa menemani satu anak setiap perlombaan.
Jika lomba adu kekuatan seperti lomba tarik tambang dan lomba lari Bram akan bermain dengan Kelvin,dan jika lomba adu kekompakan Gavin akan maju,misalnya lomba makan kerupuk dengan menggendong anak masing-masing,lomba mengisi air di botol dan masih banyak lagi ..
Saat lomba mengenal alam,mereka diminta mencari berbagai jenis tumbuhan,dan mereka harus memotret nya.
Bagi yang memiliki dua anak bisa saling bekerja sama dan di anggap memiliki poin yang sama setiap anak.
Bukan hanya Kelvin dan Gavin yang kembar saat itu,ada beberapa anak lagi yang juga kembar.
Kerena terlalu bersemangat mengambil gambar pohon, Bram dan Sikembar tak sadar sudah terlalu jauh dari tempat kemping mereka.
Saat pulang kedua anaknya tak kuat berjalan lagi,mengharuskan Bram menggendong mereka berdua kembali ke tempat kemping yang jaraknya lumayan menguras tenaga.
Bram ambruk saat telah sampai di tenda mereka.
"minum,papa mau minum,"ucap Bram yang sudah tepar karena kelelahan.
"ini papa,"ucap Kelvin menyerahkan segelas air putih,
Gavin dengan setia mengipas papanya dengan buku catatannya.
"papa capek,"tanya Gavin.
"hemmm,"jawab Bram.
"kamu sih minta gendong,papa jadi capek kan,"ucap Gavin kepada kakaknya.
"kamu kaya ga minta gendong aja,"ucap Kelvin ikut berbaring di samping papanya...
"ambilin Kakak minum dong,"ucap Kelvin pada Gavin.
Gavin mengambil Kelvin air sambil menggerutu tak jelas ...
"papa lapar,"ucap Gavin setelah melihat papanya duduk dan terlihat tak lelah lagi..
"sebentar lagi dek, makanannya belum ada,"ucap Kelvin masih berbaring dia berbicara tanpa membuka matanya.
Pihak sekolah yang mempersiapkan sarapan,makan siang dan makan malam hari ini.
"papa"rengek Gavin.
"kayanya bunda bawain kita mi instan,,,tunggu ya,papa seduh dulu...
Bram mengambil mi instan dan meminta pihak ketring menyiapkannya untuk mereka...
Bukan hanya Gavin yang lapar, perut Bram juga sudah keroncong.
Hari ini cukup untuk lombanya,mereka menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya.
Bram mengawasi anaknya dari dalam tenda nya sambil menelfon Mikaila.
"sayang kamu bisa bawa mobil sendiri kesini?"tanya Bram.
"bisa kok sayang.kami datangnya agak sore ya,ga apa-apa kan."jawab Mikaila.
"iya, pelan-pelan aja jalannya.,"ucap Bram mengakhiri panggilannya.
Keluarga mereka di izinkan ikut menginap malam ini,acara kemping berakhir siang besok.
Mikaila kembali menyiapkan bekal untuk mereka makan malam ini,,,walau sudah ada jatah makan dari sekolah namun ia tetap membawa banyak bekal, ia hanya takut anak dan suaminya masih kekurangan makanan.
"ini siap, ini juga,"gumam Mikaila menyiapkan barang bawaannya di bantu oleh bi Yanti dan mba Siti.
__ADS_1
"ini ga kebanyakan non?"ucap bi Yanti.
"engga lah bi,,kan bisa di bagi ke teman-teman mereka disana,"balas Mikaila.
Sifat berbagi Bram menular padanya,ia selalu berbagi kapanpun dan di manapun.
Memiliki banyak harta tak membuat nya menjadi pribadi yang lupa diri, justru dengan banyaknya rezeki yang Allah SWT berikan kepada nya membuatnya semakin banyak berbagi kepada sekitar nya....
Sore hari.
"bunda,,"teriak Gavin menghampiri bundanya.
"wah anak bunda sudah jago ya tidur di alam,"ucap Mikaila memeluk gemes Gavin.
Arya langsung berlari bergabung bersama ayahnya dan Kelvin di dalam tenda.
"astagfirullahhalazim,"ucap Mikaila saat masuk dan melihat kondisi di dalam tenda mereka.
"duduk sayang,"ucap Bram menyingkirkan barang-barang mereka agar Mikaila bisa istirahat.
"mas,,ko berantakan banget sih,"ucap Mikaila.
"ini ulah Gavin bunda, tadi papa sudah beresin tapi di bongkar lagi."lapor Kelvin.
"aku kan sudah besar,mau cari baju sendiri."ucap Gavin membela dirinya.
Setelah mengikuti lomba siang tadi,Bram terlebih dahulu memandikan Gavin kemudian Kelvin dan dirinya.
Begitu Bram dan Kelvin kembali mereka melihat keadaan tenda sudah layaknya kapal pecah.
Gavin membongkar semua isi tasnya mencari baju yang di inginkan nya.
"sebentar lagi bunda datangan,biar bunda yang beresin,"ucap Bram sudah sangat lelah dan memilih untuk tidur siang.
"iya bunda maaf,"ucap Gavin ikut membantu bundanya.
"kan kasian mba Siti yang setia hari beresin pakaian Gavin, jika cara cari bajunya kaya gini."ucap Mikaila yang mengingat mba Siti setiap hari membereskan lemari Gavin.
Bram sudah kembali tertidur pulas,Arya dan Kelvin bermain bersama anak-anak yang lainnya..
Kegiatan sekolah sudah di tutup sore tadi,malam ini menjadi kegiatan berkumpul bersama keluarga..
Mikaila sengaja menyiapkan tenda yang berukuran besar,tahun lalu karena Bram membawa tenda yang ukuran kecil membuat ia dan Bram tidur di luar tenda Karena terlalu sempit jika mereka ikut bergabung di dalam tenda bersama anak-anak nya.
Di dalam tenda mereka bermain seru-seruan,Bram dan Mikaila ikut larut dalam permainan anak-anak mereka hingga tak sadar sudah lewat tengah malam.
"sudah,kita tidur sekarang ya,ini sudah larut malam."ucap Bram membereskan tempat mereka tidur .
"papa nanti aja,,kita masih ingin bermain."protes Arya
"sudah ya sayang,dengerin kata papa."ucap Mikaila membantu merapikan tempat tidur mereka...
Mereka tidur dengan nyenyak,,Gavin kali ini tidur sangat nyenyak sambil memeluk bundanya...
Pagi hari, semua bersiap untuk pulang,Bram masukkan semua barang mereka ke bagasi mobil,,,barang bawaan mereka cukup banyak.
Bram memberikan tenda mereka kepada pengurus tempat tersebut,, siapa tau aja ada yang kemping disana nantinya.
Mobil sudah sangat penuh sudah tak ada tempat untuk tenda mereka.
Perjalan pulang tak kalah seru, anak-anak bernyanyi di dalam mobil, Kaila dan Bram sesekali ikut bernyanyi.
__ADS_1
"kita mampir ke kantor dulu ya,"ucap Bram.
"oke papa,"ucap ketiga nya kompak.
"papa nanti kita makan eskrim dulu ya baru pulang ,"ucap Gavin.
"oke,"jawab Bram.
"papa cuma ambil berkas di resepsionis,tunggu di mobil aja."ucap Bram memarkirkan mobilnya di depan kantor.
Bram memarkirkan mobilnya di bahu jalan, ia hanya sebentar jadi tak masuk ke parkiran kantor.
Bram sedikit berlari menuju kantor.
Resepsionis yang melihat Bram masuk langsung mengambil berikan dan memberikan nya kepada Bram.
"apa ada yang lain lagi?"tanya Bram memeriksa berkasnya.
"tidak ada pak,hanya itu saja,"ucap sang resepsionis.
Bram mengambil berkasnya lalu berjalan cepat keluar,ia tak ingin membuat anak dan istrinya kelamaan menunggu nya di jalanan..
"tiiitiiiii,,"klakson mobil truk terus berbunyi,,,
sang supir mengisyaratkan agar tak menghalangi jalan nya,mobilnya tidak dalam keadaan baik.
"tiiitiiiii,"
"minggir,,,remnya blong,minggir."teriak sang supir melambaikan tangannya meminta kendaraan di depannya memberikan jalan....
Bram melihat mobil truk tersebut melaju dengan sangat kencang ke arah mobil yang berisi keluarga nya,,,
Bram memarkirkan mobilnya persis di tempat Inanti dulu juga memarkirkan mobilnya saat kecelakaan...
Bram menjatuhkan berkas di tangannya.
Tubuh kaku,Nyawanya seakan melayang, pandang matanya bergantian menatap mobilnya dan truk yang melaju kencang.
Bram tak bisa mendengar apa-apa,ingatan kecelakaan yang merenggut nyawa istri dan anaknya terbayang jelas di ingatannya...
Brakk....
Bunyi tembakan terdengar cukup keras.
"Tasyaaaaa,"terik Bram.
Melihat apa yang terjadi di depannya,membuat Ingatan masa lalu nya kembali,,,, tersusun dangan sangat rapi.
Ingatan saat Tasya melambaikan tangannya,ingatan saat melihat anak dan istrinya berlumuran darah,ingatan saat menguburkan mereka,ingatan rasa sakit yang di alami karena kehilangan.
Hingga ingatan pertemuannya dengan Mikaila,mengingat saat mengucapkan janji suci pernikahan dengan Mikaila, ingatan tangis Arya saat baru lahir,ingatan saat menemani Mikaila di ruang operasi dan menggendong dua bayi,tawa anak dan istrinya terus terbayang jelas di otaknya,ingatan saat dirinya tertembak membuat ia merasakan sakit yang sama saat malam itu,,Bram memegang kepalanya ia jatuh berlutut.Kepalanya terasa sangat sakit,dengan susah ia menajamkan penglihatannya pada apa yang terjadi di depannya,,,dadanya sesak saat mengingat ia terjatuh kelautan dan air laut mulai mengisi pernafasannya.
Bram jatuh pingsan bertepatan saat ingatannya sampai pada ia menutup matanya di lautan malam itu.
Semua penghuni kantor berlarian keluar, begitu juga dengan Yoga , David dan Dimas yang sedang rapat dan mendapat kabar kecelakaan itu.
Mereka segera berlari keluar.
Terimakasih sudah membaca 💗💗💗🙏
Like like like 🙏
Vote dan komennya 💗🙏👍😘💗
__ADS_1
Selamat pagi,siang, sore dan malam 😘😍