Pilihan Ku

Pilihan Ku
Dimas Mulai Beraksi.


__ADS_3

Arya, Kelvin dan Gavin menunggu jemputan mereka.


Raihan menghampiri mereka bertiga.


"ayo biar om yang antar kalian pulang,"ucap Raihan,


Gavin langsung berdiri.


"ga usah om,kami nunggu jemputan saja sebentar lagi sampai kok,iya kan mba siti"ucap Kelvin membuat Gavin duduk kembali.


"iya,"jawab Siti .


"kalau gitu om duluan,"ucap Raihan,Syakila sudah memanggilnya.


"aku ga suka sama ayahnya Syakila,"ucap Kelvin setelah Raihan menjauh.


Arya hanya tersenyum menanggapi ucapan Kelvin, semenjak kepergian papanya Arya menjadi lebih pendiam,ia hanya berbicara seadanya.


"papa ko lama banget pulangnya ya,,mba Siti kapan papa pulang?"ucap Gavin mulai berkaca-kaca,ia sangat merindukan papanya dan selalu menanyakan keberadaan papanya.


Arya dan Kelvin tak pernah menanyakan papanya,ia tak ingin melihat bundanya bersedih,mereka hanya diam walau hati mereka juga sangat merindukan papanya,


Gavin yang tak tau apa-apa,saat menanyakan papanya semua menjawab papanya sedang keluar kota untuk bekerja.


Berbeda dengan Arya dan Kelvin,mereka mengira papanya sudah meninggal di lautan.


Mba Siti hanya mengelus kepala Gavin setiap ia mendapat pertanyaan seperti itu.


Kelvin melihat teman-teman di jemput oleh kedua orang tua mereka,hatinya perih.


Ia menghapus kasar air matanya yang berhasil lolos dari pelupuk nya.


Mikaila menghampiri mereka.


"maaf ya bunda terlambat,,,,udah capek ya nunggunya?"tanya Mikaila mencium satu persatu anaknya


"enggak ko bunda,"jawab Kelvin.


"bunda papa mana sih,"ucap Gavin melipat kedua tangannya di dada.


Mikaila mengusap pipi Gavin,


"kita doakan ya papa cepat pulang,"ucap Mikaila hatinya masih sedih saat mengingat Bram.


"bunda aku ga suka bunda dekat dengan ayahnya syakila,"Kelvin ikut melipat kedua tangannya di dada.


"iya,,,kita pulang yuk."ucap Mikaila menuntun anak-anaknya ke mobil.


"bunda kita beli eskrim ya,"ucap Arya yang sedari tadi diam ,saat Mikaila mulai menjalankan mobilnya.


"iya sayang,"ucap Mikaila mencubit sayang hidung Arya.


"yeee eskrim,"sorak Gavin.


"aku rasa coklat ya bunda,"ucap Kelvin ikut senang mendengar kata eskrim.


Arya sengaja meminta eskrim,ia tau kalau adiknya akan kembali senang jika di beri eskrim.


Arya sempat melihat kelvin mengusap air matanya tadi.

__ADS_1


Mereka membeli eskrim dan makan di taman.


Walau sibuk, Mikaila tetap menomor satukan anak-anaknya.


Di kontrakan.


Dimas berdandan semaksimal mungkin,ia menyemprotkan parfum yang lumayan banyak membuat Bram terbangun mencium aroma yang sangat menyengat.


Semalam Bram bekerja lembur sehingga ia bangun kesiangan.


"kamu mau kemana Dimas?"tanya Bram atau Arjuna.


"aku mau ketemu gebetan baru,"ucap Dimas masih asyik di depan cermin.


"yakin di ga akan muntah nyium bau kamu,"ucap Bram berjalan mengambil handuk dan kekamar mandi.


Dimas yang mendengar ucapan Bram langsung menciumi aromanya sendiri.


"kebanyakan ya,"gumamnya yang merasa aromanya sangat menyengat.


Mereka sarapan bersama,walau pecicilan tapi Dimas jago dalam hal masak,salah satu tugasnya di rumah ini adalah menjadi koki dan di bebas tugaskan dari pekerjaan bersih-bersih.


Bayu yang sudah duduk di meja makan berbalik saat Dimas keluar kamar.


"wissss jualan parfum Dim?"tanya Bayu.


Bram dan Dimas ikut duduk,mereka hanya tersenyum menanggapi candaan Bayu.


"untuk hari ini saja,kamu jangan macam-macam.aku ga mau mereka membatalkan kerjasama kita hanya karena ulah konyol kamu."ucap Bayu mewanti-wanti Dimas dalam bersikap saat rapat nanti.


"siap mas,"jawab Dimas santai.


Bayu, Dimas dan CEO perusahaan mereka sedang menunggu kedatangan Yoga,David dan Mikaila tentunya.


Jantung Bayu langsung berdegup kencang saat Mikaila memasuki restoran,seakan musik terdengar di telinganya dan bunga bertebaran di setiap langkah Mikaila.


Hari ini Mikaila tampil sangat cantik,warna navy sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih, Mikaila lebih suka memakai pakaian polos, kalaupun ada hanya motif yang kecilm


Bukan hanya Dimas,Bayu dan CEO nya juga terpesona melihat senyuman lembut Mikaila.


Mereka duduk dan saling tegur sapa.


Tanpa basa-basi Yoga minta rancangan mereka.


Bukannya mempresentasikan pekerjaannya Dimas malah sibuk tebar pesona kepada Mikaila.


"maaf Bu,hari ini itu cantik sekali."ucap Dimas tiba-tiba.


Jrengggg,,Dimas mulai beraksi,membuat jantung Bayu berdegup kencang.


Semua langsung menatap Dimas dengan tajam,dengan pikiran mereka masing-masing.


"terima kasih pak?"tanya Mikaila.


"panggil saja mas Dimas."ucap Dimas dengan pedenya..


Bayu langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan Dimas,ia bisa melihat ekspresi berbeda dari Yoga dan David melihat Dimas.


Bayu langsung mengalihkan topik,ia mulai membahas tentang tema rapat mereka.

__ADS_1


Saat rapat sedang berlangsung bisa bisanya Dimas meminta nomor ponsel Mikaila.


Yoga yang sedari tadi menahan diri melihat tingkah Dimas yang terus menggoda Mikaila berdehem cukup keras.


Membuat mereka semua menegang terutama Bayu.


"boleh,"ucap Mikaila santai.


Entah mengapa Mikaila merasa senang mendengar gombalan Dimas, mungkin karena Dimas sudah profesional dalam hal ini atau Karena ia tulus mengucapkannya


Mikaila sedikit melupakan kesedihannya yang selama ini ia pendam sendiri.


Mikaila mengambil ponsel Dimas yang di sodorkan kepadanya dan mulai menekan nomornya.


"Bolehkan kalau mas telfon di luar pekerjaan kantor"ucap Dimas.


"boleh mas Dimas,"ucap Mikaila membuat Dimas melayang mendengar Mikaila memanggilnya dengan sebutan mas.


Yoga yang tadinya ingin merah mencoba menahan,ia melonggarkan dasinya dan membuka kancing atas kemejanya.


David hanya menggeleng melihat mahluk di depannya.


CEO perusahaan Dimas sudah mengepal tangannya di bawah meja.


Bagaimana dengan Bayu,,,


Ia sudah melayangkan beberapa tinjunya melalui pandangan dan akan mewujudkan nya saat di rumah nanti.


Sifat jail Mikaila tiba-tiba muncul,bukan menekan nomornya, ia justru menekan nomor Yoga di ponsel Dimas.


Dimas langsung menyimpannya dengan kontak "my honey".


Beruntung Yoga terlanjur menyukainya konsep mereka sehingga rapat berjalan lancar,,Bayu terus berusaha mengalihkan perhatian mereka pada rancangan yang di buatnya.


Rapat selesai,mereka mencapai kesepakatan dan sangat menguntungkan bagi pihak Bayu.


Yoga dan David kembali ke kantor, sedangkan Mikaila ingin kembali ke rumah.


CEO perusahaan Bayu juga sudah pulang dengan supirnya.


Bayu langsung ke mobil Bram saat melihat mobil Bram sudah ada di parkiran menunggunya dan Dimas.


Mereka sudah janjian akan berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka di kontrakan.


Saat di parkiran Dimas kembali menyapa Mikaila,yang akan masuk ke mobilnya.


Mikaila yang memang ramah balas menyapa Dimas.


Mereka berbincang-bincang,tak lupa Dimas melontarkan beberapa gombalan recehnya membuat Mikaila terus tersenyum bahkan tertawa.


Bram melihat Dimas sedang berbicara dengan wanita cantik,entah mengapa jantung berdetak kencang,hatinya menghangat melihat senyuman dan tawa di wajah cantik wanita itu.


"itu CEO yang di maksud Dimas."ucap Bayu melihat Bram yang menatap serius pada Dimas dan Mikaila.


"cantik,"satu kata keluar dari mulut Bram menggambarkan kekaguman pada Mikaila..


Terimakasih sudah membaca 💗💗💗💗


Like like like like 🙏😚💖

__ADS_1


Vote dan komennya.😍🥰


__ADS_2