
Pagi hari mereka semua bersiap-siap untuk kembali ke kota X, 2 hari di batang merupakan hari yang terberat dalam hidup Bram.
Namun ia legah sudah memberitahu keempat anaknya jika selain mereka ada Zaky anak dari Zahra yang selama ini terus mengganggu pikirannya.
Ketidak sengajaan Zaky hadir di dalam hidupnya terus saja mengganggu pikiran Bram selama ini, membuat Bram tak tenang, ia takut kehadiran Zaky tak bisa diterima oleh anak-anaknya dan dapat merusak kebahagiaan mereka. Ketakutan kehancuran kepercayaan dari anak-anaknya di masa tuanya terus saja menggangu pikirannya.
Namun hari ini ia merasa lega sudah berbicara jujur kepada mereka semua. Mungkin saja pandangan mereka terhadap diri sekarang tak seperti dulu lagi, kekecewaan mungkin saja ada di hati dan pikiran mereka saat ini.
Hal terpenting dalam hidup Bram sekarang hanya Mikaila, wanita yang selalu setia mendampingi nya dan menyayanginya sepenuhnya hati.
Bram Sangat bersyukur telah di pertemuan dengan sosok Istri nya itu.
Keihklasan Bram menerima kehilangan di pernikahan pertamanya mendapat kebahagiaan tiada Tara di pernikaha keduanya.
****
Saat di bandar kota Batam.
Mikaila memeluk dengan sangat erat putranya, ia mengusap luka jahitan dan beberapa luka memar yang masih nampak di wajahnya tampan anaknya itu.
"Kamu yakin akan kembali ke luar negeri?" tanya Bunda Mikaila pada Kelvin.
"Iya bunda, ini nggak apa-apa kok. Ini hanya luka kecil, Kelvin bisa mengatasi semua ini." jawab Kelvin.
Bram mengusap punggung anaknya,
"Maaf ya, kemarin Papa kelepasan ," ucap Bram mengusap luka lebam di sudut bibir kelvin Karena tinjunya.
Mereka akhirnya berpisah di sana. Dandara kota Batam, banyak kebahagiaan yang datang dan banyak pula kebahagiaan yang pergi...
Semua sudah di atur oleh sang pencipta.
Kelvin kembali ke negara tempatnya menuntut ilmu sedangkan keluarga Abraham kembali ke kota asal mereka ke kota X.
Mereka melambaikan tangan saat Kelvin naik ke pasawat yang akan menerbangkannya ke luar negeri.
Setelah Kelvin menghilang di balik awan mereka juga bersiap-siap menaiki pesawat jet pribadi yang akan membawa mereka kembali ke kotanya.
Sebelum Mikaila naik ke pesawat jet pribadinya, ia menatap kembali kota itu. Kota di mana begitu banyak kenangan disana.
Kenangan di mana kota itu adalah kota pertama kali ia mengenal yang namanya bekerja, berpisah dari keluarganya.
Di kota Batam pertama kalinya ia meninggalkan kampung halamannya, kota dimana pertama kali ia merasakan jatuh cinta pada pria yang kini menjadi suaminya. Bertemu dengan pria yang menjadi imamnya dan di kota ini pula Ia mendapat banyak cobaan termasuk hingga saat ini.
__ADS_1
Mikaila sangat mencintai suaminya, ia sangat bersyukur bisa bertemu dengan sosok Abraham Wijaya di kota ini.
Sebuah senyum terukir di bibirnya saat mengingat pertama kali mereka bertemu, pertama kali ia mengagumi sosok Bram yang sama sekali tak ia kenal.
"Sayang ayo kita naik," ucap Bram merangkul bahu Mikaila, ada apa?" tanya Bram mencium pucuk kepala Istri tercintanya.
"Aku hanya bersyukur pernah tinggal di sini dan bisa bertemu denganmu," ucap Mikaila menatap penuh cinta pada suaminya.
"Bram mengecup kening Mikaila lama, Mikaila menutup matanya meresaka ciuman suaminya yang terasa hingga ke relung hati nya.
" I love you, mas akan selalu mencintaimu hingga kapanpun, hanya kamu satu-satunya di dalam hati Mas, Terimakasih atas semua cintamu." ucap Bram.
"Papa,...Bunda,...! cepetan," teriak Arsy berdiri di pintu pesawat.
Arsy yang tak sabar ingin kembali ke kotanya kesal pada Papanya, ia melihat papanya yang tadinya ingin memanggil Bunda agar mereka segera berangkat malah ikut berdiri mematung menatap hamparan Kota Batam.
Bram dan Mikaila berbalik melihat putri kesayangannya itu dan mereka saling menatap penuh rasa syukur memiliki anak-anak yang sangat membanggakan.
Mikaila memiliki 4 anak merupakan kebanggaan tersendiri baginya.
Memiliki 4 anak membuat Bram semakin mencintai istrinya itu.
"Terima kasih sayang, sudah menghadirkan mereka semua dalam hidupku,"
Mereka berdua berjalan bergandengan naik pesawat jet pribadi yang akan terbang membawa mereka kembali ke kota yang penuh kebahagiaan meninggalkan semua kesedihan di kota Batam.
Saat di pesawat Mikaila terus bersandar di dada Bram tangan mereka terus saja bergenggaman, Bram merangkul penuh sayang pada Mikaila, sesekali ia mengecup kepala istrinya itu.
Arya sangat senang melihat pemandangan itu, dua sosok yang sangat dicintainya terlihat begitu saling menyayangi.
Bram dan Mikaila menatap keluar jendela pesawat melihat hamparan awan putih, memberi kebahagiaan kepada suami istri itu.
Bram tak ingin apa-apa lagi saat ini, ia ingin memberikan semua kebahagiaan kepada istrinya.
Dua insan yang sangat berbeda disatukan oleh cinta dan ketulusan. Perbedaan usia mereka yang terpaut cukup jauh namun itu tak menghalangi cinta mereka untuk saling menyayangi dan saling memberi kebahagiaan.
Status sosial mereka bagi bumi dan langit juga tak menjadi hambatan menyatuhnya cinta mereka.
Kalau jodah tak akan kemana, jodoh sudah ada yang mengaturnya.
Arya melihat Gavin dan Arsy yang sedang tertidur, ia juga melihat Raina yang tertidur di bahu nya.
"Akankan aku bisa menjaga kalian semua,"batin Arya, meresa takut tak bisa menjalankan amanah Papa nya untuk menggantikan nya menjaga mereka semua.
__ADS_1
Mereka sampai di kota X dan meningkatkan kota Batam.
Dimana di kota Batam Ada Zaky yang terus merasa kesal melihat semua luka lebam nya.
Kelvin benar-benar menumpahkan semua kekesalannya dan menghajarnya.
Kelvin mematahkan tulang rusuk nya dan memberikan beberapa luka memar di wajah nya.
"Apa sebegitu tak berharga aku di matanya, dia bahkan tak melirikku saat itu,,,?!" kesal Zaky.
"Mah, Kenapa ia membawaku ke dunia ini jika ia tak menginginkan kan ku. Apa sebegitu bencinya ia sama mama sehingga ia juga membenciku, darah dagingnya sendiri? " tanya Zaky pada mamanya penuh rasa kecawa.
Zahra hanya diam,
"Sebenarnya apa yang Mama lakukan sehingga ia sangat membenci mama?"
Zahra hanya diam.
Karena tak mendapat jawaban dari pertanyaan Zaky kembali masuk ke kamarnya.
Hatinya sangat sedih, ia tak ingin apa-apa dari Papa kandungnya, ia hanya ingin mendapat pengakuan saja. Apa itu saja tak bisa.
Ia merasa kelahiranya tak di harapkan, dan meresa terhina. Papa kandungnya tak menginginkan, apa sehina itu dirinya.
Ia tak bisa memilih lahir dari rahim siapa, dari keluarga seperti apa.
Apakah salah ia terlahir kedunia ini.
Zahra meresa sedih melihat tatapan kesedihan di mata anak.
"Sebaiknya aku menceritakan semua nya, aku tak ingin ia berharap bisa diakui oleh Bram, aku tak ingin kejadian ini terulang lagi." ucap Zahra pada suaminya.
"Jika kau menceritakan semua nya, kau harus siap ia membencimu, dan mungkin saja kau akan kehilangannya, Kau paling tau sifat anakmu itu," ucap Randy.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian dengan memberi dukungan kepada karya ini caranya hanya memberi Like, Vote atau meninggalkan komen kalian di kolam komentar 😊😊
Semoga bab ini menghibur 😉😉
salam dariku
Author m anha ❤️❤️
__ADS_1
💖💖💖💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖💖💖