
Seperti biasa Mikaila bangunan sebelum anak dan suaminya bangun,ia mengecek anak-anaknya dan membangunkan Bram untuk sholat subuh bersama, menyiapkan pakaian kerja Bram dan langsung ke dapur menyiapkan sarapan untuk mereka.
Mikaila merasa sangat bersyukur ibunya mengajar kan cara memasak sejak ia masih. Sekarang ilmu itu sangat berguna baginya, suami dan anak-anak nya.
Setelah sarapan Bram berangkat bekerja, di antara oleh anak-anak dan istri tercintanya hingga teras rumah, melambaikan tangan saat mobil mulai bergerak hingga hilang di balik pintu gerbang yang menjulang tinggi.
Saat di kantor Bram Yoga dan Arabela membahas masalah saham yang mereka miliki,,
David mengetuk pintu dan masuk saat terdengar suara Bram mempersilahkannya untuk masuk.
"Ada apa?"tanya Arabela.
"saya mau izin pulang lebih dulu,"
"mau kemana?"tanya nya lagi.
"aku dapat telfon dari rumah sakit, kata nya kondisi ibu drop lagi."jawab David.
"tunggu ya,aku ambil tas dulu,kita berangkat bareng,"berlari ke ruangannya mengambil tas dan ponselnya.
"kalau perlu sesuatu bisa hubungi kami,"ucap Bram menepuk pundak David.
"makasih pak,"jawab David.
"tak usah sungkan, sebaiknya kalian cepat ke rumah sakit,"
Mereka sampai di rumah sakit,dan melihat dokter memeriksa kondisi ibu David.
"bagaimana kondisi ibu saya dok,"tanya David.
"silahkan ikut keruangan saya pak,"
"sayang,aku titip ibu dulu ya,"ucap David kepada Arabela.
David mengikuti Dokter yang selama ini menangani ibunya.
"maaf pak,kondisi ibu anda sudah sangat memprihatikan.sekarang tubuhnya bahkan sudah menolak obat-obatan yang kami berikan.Kami sudah melakukan semua yang kami mampu,kita serahkan saja semua kepada sang pencipta."ucap Dokter menjelaskan kondisi ibu nya saat ini.
"terimah Kasih dok sudah merawat ibu saya selama ini,"ucap David tulus.
David sadar kondisi ibu nya memang sudah tidak akan bertahan lama,ia sudah menyiapkan dirinya untuk menerima apa yang akan terjadi.Namun saat mendengar keterangan Dokter, hatinya tetap sedih.
Ibu adalah satu-satunya yang ia miliki.
"nak,ibu titip David ya,tolong tetap berada di sampingnya,menemaninya,menjaganya.
Ibu tahu,dia sangat mencintai kamu nak,"ucap ibu David terbata-bata,mencoba menyelesaikan kata-katanya.
David menghampiri ibunya,menggenggam dan menciumi seluruh punggungnya tangan ibunya.
"Bu,maafin semua kesalahan David Bu,maaf David belum bisa buat ibu bahagia."ucap David dengan mata yang berkaca-kaca.
"David,ibu sangat bahagia bisa melahirkan dan membesarkan kamu, ibu sangat bahagia nak."ucap ibu mencoba menggapai wajah David.
Dengan tangan yang bergetar ibu mengusap wajah putranya dan tersenyum.
"semoga kalian selalu bahagia."
Arabela mendekat,ia mencium punggung tangan ibu David.
Air matanya sedari tadi sudah mengalir dari mata indahnya.
__ADS_1
Ibu David terus tersenyum menatap anak semata wayangnya.
David terus menggenggam tangan ibunya,menciuminya, mengusapnya.
Arabela dengan setia menemani kekasihnya itu,sesekali ia mengusap-usap punggungnya.
Setelah hampir 5 jam,ibu David menghembuskan nafas terakhirnya.
David mengeluarkan tangisnya saat perawat melepas semua alat bantu ibunya ia menagis tersedu-sedu.ia mengeluarkan semua kesedihannya yang sedari tadi ia tahan.
Arabela memeluk David mencoba menenangkannya,walau ia pun tak kuasa menahan tangisnya.
Arabela menghubungi keluarganya,mengabarkan bahwa ibu David telah meninggal dunia.
Mereka langsung ke rumah sakit membantu mengurus kepulangan jazad ibu David.
Bram dan Yoga mengurus semua yang di butuhkan untuk pemakaman.
David masih berjongkok di samping pusara ibunya,tak ada lagi air mata yang keluar.
Semua pelayat sudah pulang begitu juga dengan keluarga Wijaya,kecuali Arabela.
"kamu pulang aja,aku masih ingin menemani ibu disini"ucap David menggenggam tangan Arabela.
"nggak apa-apa sayang,aku nemenin kamu aja di sini."
"aku mohon,aku ga mau kamu sampai sakit,sejak kemarin kamu ga pernah istirahat sayang.Aku sebentar lagi pulang kok,nanti aku pasti hubungin kamu."ucap David
"aku pulang dulu,jangan lupa telfon aku ya,"
"pasti,"
Arabela kembali ke rumah,meninggalkan David yang kembali menangisi kepergian ibunya .
Walau sudah mengikhlaskan namun tetap memberi rasa perih di dadanya,ia merasa sediri di dunia ini,David dari kecil hingga dewasa selalu menemani kemanapun ibunya pergi.
David kembali ke apartemen nya,mengemasi barang-barang milik almarhum ibunya.
Ia memasukkan satu-persatu pakaian ke dalam tas,menghirup aroma ibunya yang melekat di sana.
David berencana menyumbangkan barang-barang ibunya itu.
David duduk terdiam di sofa ruang tengah apartemen nya,matanya melihat ke arah mini bar yang sudah lama ia tak kunjungi,dulu mini bar ini adalah tempat favorit nya saat berada di apartemen nya.Menghabiskan beberapa botol minuman beralkohol, membawa kebiasaan buruknya dari Amerika.
Namun semenjak bertemu dengan Arabela ia tak pernah lagi menyentuh minuman beralkohol itu.
David berjalan menuju mini barnya,mengabsen setiap botol yang tertata rapi di sana dengan jari telunjuknya.
Tangannya berhenti di botol favoritnya dan mengambil minuman keras tersebut.
"kau mau menemaniku?"tanyanya pada botol yang di pegang nya.
"aku rasa beberapa gelas tak masalah,iyakan?kembali bertanya kepada botol yang ia bawa.
David mulai mengambil gelas dan mulai meminum nya, awalnya ia hanya ingin meminum beberapa gelas saja, namun ia terus mengambil botol berikutnya saat ia menuangkan botol yang sudah kosong hingga David benar benar mabuk di buatnya.
David yang sudah mabuk berjalan sempoyongan menuju kasur empuknya.
Arabela yang merasa cemas, karena sedari dari ia tak mendapat telfon dari David.
Arabela memutuskan untuk mendatangi apartemen David.
__ADS_1
"David"panggil Arabela masuk ke dalam apartemen itu.
Arabela melihat ada banyak botol minuman berserakan di lantai,dan ada tas besar di atas sofa.
Arabela meletakkan tasnya di sofa dan melihat isi tas besar yang ada di sana.
"oww pakaian ibu."Batinnya.
"David kamu di mana?"
Tak ada jawaban,Arabela mengambil tempat sampah dan memasukkan semua botol kosong yang ada di sana.
Arabela melihat salah satu pintu kamar terbuka.
"David kamu ada di dalam,"berjalan menuju kamar.
Saat masuk ke kamar Arabela David tertidur di atas kasur tanpa memakai baju.
Ia mengambil selimut lalu menyelimutinya.
Arabela mengusap rambut David yang membuat David terbangun dan langsung menarik tangan Arabela hingga menindih tubuh David.
Arabela bisa mencium aroma alkohol dari mulut David.
"David aku masak ya buat kamu,"mencoba melepaskan diri dari pelukan David.
"sebentar saja sayang,"ucap David lemah.
Arabela membiarkan David memeluknya,namun saat Arabela akan melepaskan tangan David,David justru membalik tubuh mereka sehingga Arabela berada di bawah tubuh kekarnya.
Arabela mulai ketakutan melihat tatapan dari David yang penuh nafsu dan bau alkohol yang sangat menyengat dari mulut David.
"David jangan begini,"ucap Arabela memelas dan berusaha menahan tubuh David yang semakin menghimpitnya.
David benar-benar di kuasai alkohol dan nafsunya,ia mulai menciumi bibir Arabela dengan sangat kasar, karena Arabela terus meronta berusaha melepaskan diri.
Namun usahanya sia-sia David semakin menjadi-jadi ia bahkan sudah membuka pakaian Arabela dengan sangat kasar.
Arabela terus memohon kepada David agar melepaskannya.
"David ,aku mohon jangan lakukan ini,"Arabela sangat ketakutan,ia terus menangis.
David yang sudah di kuasai nafsunya tak menghiraukan tangisan Arabela,Bela hanya bisa pasrah saat merasa sesuatu yang sangat perih di bagian bawahnya,ia mencengkram bahu David dengan sangat keras,meninggalkan beberapa goresan disana.
David terus melakukannya dengan sangat kasar hingga ia ambruk saat telah mencapai pelepasannya.
David kembali tertidur setelah merenggut hal yang sangat berharga dari seorang wanita, membuat luka di hati orang yang sangat di cintai nya.
Arabela menagis sambil memungut pakaiannya yang di buang ke sembarang tempat oleh David.
Ia berjalan tertatih-tatih menahan perih di area sensitifnya meninggalkan apartemen itu dengan hati yang kecewa.
Pria yang sangat di cintai nya tega merenggut dengan paksa apa yang selama ini di jaganya.
Arabela terus menagis sepanjang perjalanan pulang.Ia benar-benar tidak percaya David tega melakukan semua ini padanya.
Arabela masuk ke kamarnya dan kembali menangisi apa yang telah ia alami.
terimah Kasih sudah membaca.
Like dan komennya di tunggu.😘
__ADS_1