
David sangat sibuk di kantor,ia harus mengurus semua pekerjaan yang di tinggalkan Bram, sementara Yoga sibuk mencari Sonia bersama Alex.
Arandita menemui kakak nya di rumah sakit,mereka membahas Bram.
"kak gimana kabar Mikaila?"tanya Aran.
"kata Isabela, Mikaila masih marah dengan Bram."jawab Anindita.
"emang sih pasti sakit mengetahui suami kita punya anak dari wanita lain,tapi aku yakin Mikaila pasti bisa memaafkan Bram."ucap Aran.
"di sini salahnya Bram,seandainya ia memberitahu kan Mikaila sejak awal mungkin Mikaila akan menerima kesalahan Bram yang tak ia sengaja bukan malah menyembunyikan dan membohongi istrinya."ucap Anindita menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.
"semoga saja rumah tangga mereka bisa kembali rukun."Ucap Arandita.
Di kampung.
Bram duduk bersama Mikaila di ruang keluarga,mereka menemani anak-anak bermain Lego.
Ibu menghampiri mereka,
"kalian sampai kapan akan seperti ini?"ucap ibu memperhatikan mereka.
Bram dan Mikaila hanya saling pandang.
"dek,suamimu sudah minta maaf,ia sudah mengaku salah sudah menutup-nutupi kesalahannya.Tak baik kalian terus-menerus tak saling tegur sapa seperti ini, setiap rumah tangga punya masalah masing-masing jadikan ini sebagai pelajaran untuk saling terbuka dan jujur dalam segala hal.Memaafkan jauh lebih baik dari pada menyimpan semua beban.Cobalah untuk memulai memperbaiki hubungan kalian, jangan sampai muncul masalah baru yang akan kalian sesali nantinya."ucap ibu kepada Mikaila dan Bram.
Mikaila menatap Bram yang juga menatapnya.
"lihat anak-anak kalian,mereka masih sangat membutuhkan kalian.Anggap masalah ini tak pernah ada,Toh Zaky akan tetap menjadi anak Randy dan Zahra tak akan ada yang berubah."tambah ibu.
"aku butuh waktu Bu,"ucap Mikaila.
Bram menggenggam tangan Mikaila.
"butuh waktu untuk apa?"tanya ayah yang tiba-tiba muncul dari dalam kamar dan ikut bergabung dengan mereka.
Ibu menatap Mikaila dan sedikit menggeleng, sebagai tanda tak menjawab pertanyaan ayahnya.
Bram hanya melihat ayah menghampiri mereka dan duduk di dekat Mikaila.
Mikaila langsung memeluk ayahnya,menyandarkan kepalanya di dada sang ayah.
"ada masalah apa?"tanya ayah merangkul dan mengusap lengan putrinya.
ibu dan Bram terlihat tegang,ia takut Mikaila akan mengatakan yang sebenarnya kepada ayahnya.
Jabbar yang baru masuk ikut bergabung dengan mereka.ia ingin mendengar jawaban apa yang akan di berikan adiknya itu.
"Ga ada masalah apa-apa yah,"jawab Mikaila.
"kamu jangan bohong,ayah tau kalau saat ini putri ayah ini sedang berbohong."ucap ayah menepuk-nepuk pundak Mikaila.
"aku hanya kangen aja sama ayah,"jawab Mikaila singkat.
"kamu yakin tak ada yang mau kamu ceritakan ke ayah sayang?"tanya ayah penuh penekanan.
__ADS_1
Mikaila terdiam,ia melihat ke arah ibu,Bram dan kakaknya dan semua kompak menggeleng samar.
Mikaila baru akan berbicara Namum Kelvin dan Gavin kembali saling berebut mainan,membuat Gavin menagis dan berlari mengadukan Kelvin ke bundanya.
"bundaaaa kakak ambil mainan Gavin,"ucap Gavin berurai air mata.
"ini aku duluan bunda yang ambil,"protes Kelvin tak terima ucapan Gavin.
"sini,sini, cucunya kakek yang tampan.Kita main sama sama ya,"ucap ayah Mikaila membawa kedua cucunya duduk di karpet.
Bram bernafas lega,ia tau kalau mertua laki-laki itu sangat sayang kepada putrinya,dan ayah Mikaila pernah mengatakan kepada Bram kalau sampai Bram menyakiti putrinya ia akan mengambil putri nya kembali dari Bram.
Di kamar Mikaila merenungi apa yang terjadi,apa yang di katakan ibunya benar disini suaminya hanya korban.
Setelah berada di kampung halamannya dan di kelilingi orang-orang yang menyayanginya, Mikaila menjadi lebih tenang.
Bram masuk dan duduk di samping Mikaila.
"mas anak-anak sudah tidur?"tanya Mikaila.
"iya, mereka baru saja tertidur.,"jawab Bram.
"mas maafin aku ya,selama ini udah cuekin mas dan tak menjalankan tugasku sebagai seorang istri dengan baik,"ucap Mikaila tertunduk.
"ini semua salah mas sayang,mas pantas menerimanya.Mas sudah menyakiti hati kamu."ucap Bram mengecup kedua punggung tangan Mikaila.
Mikaila hanya menatap wajah Bram.
"kita lupakan semua yang sudah terjadi ya,mas janji tak akan mengulanginya lagi"ucap Bram membawa Mikaila ke pelukannya.
"mas jangan pernah bohongin aku lagi ya,"ucap Mikaila masih dalam pelukan Bram.
"pasti sayang,"mengecup puncak kepala Mikaila.
"mas jangan pernah hianati pernikahan kita ya,"pinta Mikaila lagi.
"tidak akan sayang."ucap Bram mempererat pelukannya.
lama mereka dalam posisi itu.
"Mas udah lama gak ke kantor, bagaimana pekerjaan mas?tanya Mikaila mendongak menatap Bram.
"jangankan pekerjaan,dunia ini pun akan mas tinggalkan demi kamu sayang."ucap Bram.
Mikaila menutup mulut Bram,
"aku udah maafin kamu mas,jangan pernah ucapin itu lagi.Jangan pernah ninggalin aku."
"aku akan selalu menemani kamu dan anak-anak,aku janji."ucap Bram tersenyum mendengar ucapan Mikaila.
Hati Bram terasa sangat lega, mendapat maaf yang tulus dari Mikaila.
Bram tau hati istrinya pasti masih sakit,ia menyerahkan semuanya pada waktu.Biarlah waktu yang akan mengembalikan keharmonisan keluarga kecilnya.
Hari Bram perlahan kembali, kehangatan Mikaila sudah dapat di rasakan nya walau tak sehangat dulu.
__ADS_1
Malam hari di kamar.
"mas hari Senin ini Arya akan ulangan semester,pihak sekolah mengharuskan Arya hadir di sekolah."ucap Mikaila bersandar di dada Bram.
"kita bisa pulang besok kok sayang,!!!"ucap Bram penuh semangat ,
Sebenarnya ia sendiri ingin mengajak Mikaila pulang,karena ada urusan kantor yang tak bisa di tangani oleh David dan Yoga.Tapi ia ragu mengatakannya,hubungan mereka baru saja membaik.
"tapi besok ada teman aku yang mau nikah mas,dan aku terlanjur janji akan menghadirinya."ucap Mikaila cemberut.
"terus gimana dong?"tanya Bram.
"entahlah,"ucap Mikaila menaikkan kancing baju Bram.
"baiklah,begini saja.Besok aku akan pulang bersama Arya,nanti kalau acara pernikahan teman kamu itu sudah selesai minta Jabbar mengantar mu pulang,mas ga mau kalau kamu pulang sendirian."ucap Bram mengecup kening Mikaila.
"iya mas,makasih ya,"Mikaila memeluk tubuh Bram.
Bram berdiri di balkon kamarnya,ia menelfon Yoga untuk mengatur kepulangannya dan mengatur penjagaan Mikaila selama di kampung.
Bram ragu untuk meninggalkan Mikaila, tapi ia juga harus pulang dan begitu juga dengan Arya.
Bram menemui Jabbar dan menceritakan situasinya sekarang.
Jika ada yang berniat jahat kepada keluarganya.Ia menitipkan Mikaila dan sikembar dan mengatakan akan ada yang membantunya mengawasi mereka.
"mas tenaga saja,setelah acara pernikahan nya selasai aku akan langsung mengantar kan Mikaila pulang.
"kau tinggalkan hubungi aku, biar aku yang mengatur keberangkatan kalian."
"iya mas,"jawab Jabbar.
Pagi hari mereka mengantar Bram dan Arya ke bandara,
Bram dan Arya berpamitan kepada semua,
"mas pergi dulu ya,"ucap Bram mengecup kening Mikaila.
"hati hati ya mas,hubungi aku setelah sampai rumah."ucap Mikaila kembali memeluk Bram,entah mengapa hatinya merasa tak rela melepaskan kepergian suaminya.
"dah papa,"ucap si kembar melambaikan tangan ke arah papa dan kakaknya.
Mikaila memegang dadanya,
"ada apa ini,kenapa perasaan ini kurasakan lagi."gumam Mikaila.
Perasaan saat melepas kepergian Bram keluar negeri waktu itu kembali di rasakan nya.
"ada apa nak?"tanya ibu yang melihat perubahan raut wajah Mikaila.
"ga apa-apa Bu,"jawab Mikaila berusaha tersenyum.
"ya Allah lindungilah anak dan suamiku,"doa Mikaila menyertai kepergian suami dan anaknya.
Terimakasih sudah membaca 💗🙏
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komennya ya 🙏💗🙏.