Pilihan Ku

Pilihan Ku
Pulang.


__ADS_3

Mikaila terbangun dari tidurnya,dengan mata yang masih sedikit bengkak ia melaksanakan shalat subuh,ia ingin membangunkan Bram namun di urungkan nya ia memilih merapikan semua barang-barang nya memasukkan ke koper ia memutuskan mengakhiri bulan madu nya ini.


"untuk apa berbulan madu kalau seperti ini,"gumamnya masih ada sedikit sakit hati yang ia rasakan.


Bram terbangun ia meraba di sampingnya dan tak mendapati Kaila di sana,


dan justru melihat koper meraka sudah tersusun rapi di dekat pintu.


Bram berjalan ke balkon dan melihat istrinya tengah menatap lurus ke depan sambil menopang dagu di kedua tangannya.


Pemandangan yang sangat indah dan lucu di mata bram,ia menghampiri dan memeluknya dari belakang,


"pagi sayang," sambil mencium leher jenjang istrinya.


"wangi banget dah mandi ya?! kok ga bangunin mas sih sayang?"


"mas Kaila mau pulang,"tetap menatap lurus ke depan.


"masih ada 2 Minggu lagi sayang,kamu mau kemana lagi?"mempererat pelukannya.


"aku kangen ibu,mau pulang aja,"jawabnya dengan bibir bergetar menahan tangisnya.


Bram tau kalau istrinya masih marah padanya.


"maaf,menghapus air mata Kaila yang sudah jatuh di pipinya.kamu boleh hukum mas sayang tapi tolong jangan seperti ini, mas ga suka lihat kamu nangis,mas janji ga akan mengulanginya lagi,mas ga maksud nyakitin kamu.


"ia mas Kai juga minta maaf dah merepotkan mas," menghapus air matanya sendiri.


"kamu sama sekali tidak merepotkan mas sayang.sekarang kamu mau kita kemana lagi?" mencium punggung tangan mikaila.


"Kai mau pulang aja,"menunduk.


Bram menarik Kaila ke pelukannya mengusap lembut rambut hitam panjang istrinya.


Kaila kembali terisak di dekapan Bram.


Hening tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka hanya isakan Kaila yang terdengar memilukan di telinga Bram dan mampu menusuk hatinya.


Bram menghela nafasnya sambil terus mempererat pelukannya.


keesokan harinya Bram dan Mikaila bersiap untuk pulang, Mikaila tetap pada pendiriannya ingin pulang dan beristirahat di rumahnya.Bram yang merasa bersalah hanya menurut saja ia tak ingin membuat istrinya semakin membencinya di awal pernikahan mereka.Bram menghubungi Yoga kalau ia akan kembali ia menyuruh untuk menyiapkan rumah mereka.Yoga sedikit heran karena setahunya bulan madu mereka selama 1 bulan namun ini baru 2 Minggu dan mereka sudah akan pulang.tak berani bertanya hanya mengiyakan saja perintahnya sang bos.

__ADS_1


Yoga menyiapkan semuanya dengan sangat baik,ia juga mengundang beberapa tamu untuk syukuran atas rumah baru bosnya termasuk seluruh keluarga.


'kenapa mendadak sekali'. itulah pertanyaan semua keluarga termasuk keluarga Mikaila namun semuanya tetap menurut pada rencana Yoga.


Semua sibuk menyambut kedatangan Bram dan Mikaila di rumah yang Bram beli untuk Mikaila,rumah ini lebih besar dari rumah Bram sebelumnya.


"ini rumah Kaila Bu?"tanya ayah saat memasuki gerbang rumah yang menurut mereka sangat besar dan megah.


"iya yah,bahkan lebih mewah dari gambarnya,"kata ibu berbinar.


Mereka di sambut dengan ramah oleh keluarga Bram yang lebih dulu ada di sana.


Yoga mengatur semuanya sehingga mereka lupa dengan pertanyaan mereka tentang mengapa Bram dan Mikaila cepat pulang.


Bram merasa canggung Mikaila terus mendiaminya selama di perjalanan,ia hanya menjawab seadanya pertanyaan Bram,ia sudah kehabisan akal membujuknya,


"ini lebih sulit dari membujuk Tasya dulu"batinnya mengingat saat anaknya ngambek ia hanya membujuknya dengan sebuah permen dan mengajaknya ke wahana bermain.


Tanpa sadar ia tersenyum mengingat almarhum anaknya dan senyum itu terlihat oleh Kaila.


Kaila melihat Bram dan menaikkan sedikit alisnya seolah bertanya ada apa?!


Bram menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa malu sendiri.


Setelah menempuh perjalanan yang jauh tibalah mereka di sebuah gerbang yang sangat megah,


"mas ini rumah siapa?"


"rumah kita lah sayang,kamu suka ?"mengelus-elus tangan Kaila berharap maaf dari sang istri dengan memberi rumah yang indah.


Mikaila mengangguk,ia bisa melihat kebahagiaan di wajah istrinya itu kembali.


"mas itu ayah,"tunjuk Mikaila pada ayahnya dari balik kaca mobil.


Bram membuka kaca mobil di dekat Kaila.


"iya,yang lainnya juga sudah di dalam"


Kaila kegirangan ia memeluk Bram dangan sangat erat,


"terima kasih mas ucapnya gembira,"

__ADS_1


"iya sayang,jangan ngambek lagi ya,"ucap Bram membalas pelukan istrinya.


"siapa yang ngambek ,"jawabnya melepas pelukannya sambil manyun membuat bram gemes dengan tingkah istrinya itu.


Bram kembali memeluk Kaila dengan gemes menggoyang ke kiri dan kanan.


Pak Slamat supir Bram yang sudah bekerja di keluarga Wijaya sejak lama bahkan ia lah yang mengantar jemput Bram saat masih kanak-kanak sampai menjadi seorang duda dan sampai saat ini tau betul apa yang telah di alami majikan nya itu,suka duka Bram bisa pak slamat rasakan ia bahkan menyayangi Bram seperti anak kandungnya sendiri.Senyum terukir di bibirnya saat melihat dari kaca spionnya Bram yang kembali ceria dan terus menggoda istrinya.


"semoga kalian selalu bahagia "batin pak slamat.


Saat masuk kerumahnya Mikaila melihat semua keluarga ada di sana ia sangat bahagia,ia menatap sekeliling ruangan yang ia lewati ia sangat takjub ia tak pernah membayangkan akan tinggal di rumah besar ini.semua keluarga menghampiri dan bergantian memeluknya memberikan selamat atas rumah baru nya.


"kamu pasti lelah kan istirahat dulu sana,"ibu mengelus pipi putri kecilnya.


"iya Bu,"kembali memeluk ibunya.


Bram mengajak Mikaila ke kamar mereka di lantai dua rumah itu setelah menyalami semua keluarga.


"mas rumahnya bagus banget Kaila suka,"


"syukurlah kalau kamu suka sayang,itu kamar kita ,"tunjuk nya pada pintu besar yang ada di depannya.


Saat membuka pintu Kaila lagi-lagi merasa takjub melihat kamarnya,sangat luas bahkan lebih luas dari kamar yang ada di rumah ibunya.


dikamar itu sudah tersedia semua kebutuhan mereka dari pakaian alat makeup bahkan peralatan yang ada di kamar mandi telah Bram siapkan sebelum pernikahan mereka.


"mau mandi,"tanya Bram pada Kaila yang berjalan menuju kamar mandi,


"iya mas badan aku lengket banget,"


Bram ikut masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya.


"mas mau mandi juga,"tanya Kaila sedikit terkejut saat melihat Bram ikut masuk ke kamar mandi.


"mas kangen kamu,"jawabnya berjalan menuju Kaila dengan senyum jahilnya.


Mereka pun mandi bersama,mereka di kamar mandi cukup lama karena tidak hanya mandi mereka melakukan hal lainnya.


Kaila sangat bahagia ia bahkan melupakan apa yang membuat hatinya terluka.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2