
Pagi hari Gavin keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka semua yang sudah duduk di meja makan. Semua menatap kepada anak itu,
"Ada apa, apa aku terlihat tampan pagi ini," ucap Gavin memperbaiki tatanan rambutnya.
"Wah sepertinya Papa harus sering-sering nih memberikannya tumpukan berkas, sepertinya pekerjaan kemarin sudah memberinya kesadaran betapa pentingnya mengurus pekerjaan kantor," canda Arya.
Pagi ini Gavin turun dengan penampilan yang tak biasa, Ia memakai kemeja lengkap dengan dasinya. Dengan setelan jas terlihat sangat berwibawa.
Gavin tak menghiraukan candaan Arya, ia langsung duduk di meja makan.
"Aku sangat lapar bunda, Aku ingin makan banyak hari ini," ucap Gavin.
Mikaila pun memberikan roti dan susu kepada putranya itu,
"Pagi ini makan roti dan susu saja ya, semalam kau sudah makan banyak. Takutnya perut buncit mu itu kembali lagi," ucap Mikaila.
Semua tertawa mendengar ucapan bundanya.
Bram masih ingat bagaimana dia terus mengajak Gavin berolahraga, ia tak ingin melihat anaknya itu terus bersedih karena terus dibully oleh teman-temannya di karenakan perut buncit nya.
Sementara di Apartemen Raina.
Jessica disibukan dengan status barunya sebagai seorang istri, ia bangun di pagi hari dan langsung menyiapkan sarapan untuk Alex dan menyiapkan baju kerja untuk suaminya itu.
Pagi ini mereka sarapan bersama.
"Hari ini aku akan berangkat ke luar negeri, ada urusan yang harus aku kerjakan," ucap Alex pada Jessica.
"Sebenarnya Apa pekerjaanmu?" tanya Jessica yang memang belum terlalu mengenal Alex.
"Aku hanya menjalankan perintah Bram, aku tidak bekerja di kantor. Aku hanya mengerjakan hal-hal di luar pekerjaan kantor.," jawab Alex.
"Pekerjaan seperti apa itu?" tanya Natali.
"Aku hanya mengurus agar semua pekerjaan kantor berjalan lancar," Natali memiringkan kepalanya mencoba mencari tahu apa yang dimaksud dengan Alex. "kau tidak usah tahu." tambah Alex.
"Jika kau ada kesulitan dengan pekerjaanmu, kau bisa menghubungi ku. Aku akan mencoba membantumu," ucap Alex
"Maksudnya Om Alex bekerja di bagian lapangan, begitu kah?" tanya Raina.
"Mungkin bisa dibilang seperti itu," jawab Alex.
Ketiganya hanya mengangguk mencoba mempercayai jika Alex memang bekerja di bagian lapangan di perusahaan Abraham Wijaya.
Natali dan Raina pun pamit, hari ini mereka akan langsung ke kantor.
__ADS_1
Saat di lobby kantor mereka bertemu dengan Arya dan Gavin yang juga baru sampai.
"Wah sepertinya ada yang mengubah penampilannya nih ," ucapan Natali yang melihat Gavin berpakaian setelan jas lengkap. Yang biasanya Ia hanya memakai seperti apa yang digunakan Alex.
Memakai pakaian casual dilengkapi dengan jas.
"Kau jangan jatuh cinta ya, aku sudah banyak pacar. Aku tak bisa menambah satu lagi, aku sudah menutup pendaftarannya ," ucap Gavin berlalu meninggalkan mereka menuju lift.
Mereka semuanya tertawa mendengar ucapan Gavin dan ikut masuk ke dalam lift, saat pintu lift akan menutup,
"Tunggu aku," teriak seseorang. Gavin langsung menahan pintu lift dan mempersilahkan wanita itu masuk.
"Apakah anda karyawan baru?" tanya Gavin yang melihat wanita itu. Wanita cantik berambut cokelat, memakai rok mini dan dan pakaian yang seksi, high heels yang tinggi membuat kaki jenjangnya semakin terlihat jenjang.
"Enggak, aku enggak kerja di sini, aku hanya ingin menemui seorang teman."Jawab nya.
Natali terang-terangan memperhatikan dada wanita itu, bagian leher bajunya sungguh sangat terbuka.
Raina memukul dengan Natali agar menghentikan kan apa yang dia lakukan. Natali hanya melihat Raina dan kembali melihat ke arah wanita itu.
Wanita itu melihat Natali dan hanya sedikit memperbaiki pakaiannya.
"Kenalkan namaku Gavin, aku pemilik perusahaan ini," ucap Gavin memperkenalkan diri.
Wanita itu yang tadinya terlihat tak mempedulikan Gavin langsung menoleh pada Gavin dan memasang senyum menggoda, "Benarkah kau pemilik Perusahaan ini?" tanyanya.
"Iya , senang berkenalan denganmu nona....? Ucap Gavin menggantung.
Wanita tersebut mengeluarkan tangannya menyambut uluran tangan Gavin,
"Aku Vanessa, Senang berkenalan denganmu..?"
"Gavin," ucap Gavin memperkenalkan diri.
"Senang berkenalan denganmu nona Vanessa," ucapkan Gavin mengecup punggung tangan Vanessa, yang disambut senyuman manis Vanessa.
Gavin tanpa kata langsung menyerahkan ponselnya, Vanessa mengerti apa yang di maksud Gavin dan langsung mengambil ponsel Gavin dan menekan nomor kontaknya.
Pintu lift terbuka, Vanessa memberikan kembali ponsel Gavin dan berjalan keluar dari lift itu. Sebelum lift tertutup Vanessa mengisyaratkan tanda agar Kevin menelponnya .
Gavin membalas isyarat tersebut dengan membentuk lingkaran dengan jarinya dan melemparnya ciuman pada wanita itu.
Natali masih melongo melihat kelakuan Gavin, Ia memang tahu jika Gavin memiliki banyak pacar tapi ia tidak tahu jika Gavin bisa secepat itu menggoda seorang wanita.
Arya hanya menggeleng lihat kelakuan adiknya itu.
__ADS_1
Baru saja ia berfikir jika Gavin sudah serius dalam bekerja dan melupakan kebiasaannya menggoda para gadis. Namun ternyata dugaannya salah, ia masih saja mencari mangsa.
Yoga menelepon Bram mengabarkan Jika ia sudah mengatur waktu pertemuannya dengan Randy.
"Baiklah kita akan menemuinya malam ini," ucap Bram.
Randy yang kebetulan sedang ada kunjungan kerja di kota X langsung menerima tawaran Yoga untuk bertemu dengannya malam ini.
Mereka akan bertemu di sebuah restoran bintang lima, Randy dan Yoga sudah menunggu di restoran tersebut. Tak lama kemudian Bram datang Ia hanya datang seorang diri.
Begitu Bram datang keduanya langsung berdiri dan menyambut.
Mereka berjabat tangan,
"Senang bertemu denganmu Randy," ucap Bram.
"Sama-sama Pak. Terima kasih atas undangannya," ucap Randy pada Bram.
"Silahkan duduk," ucap Bram mempersilahkan dinas duduk.
Memang tak sembarang orang yang bisa bertemu dengan Bram, butuh janji dan alasan yang tepat tepat untu bertemu dengan nya.
"Aku pernah menemui Zaky," ucap Bram tanpa basa-basi.
"Zaky sudah menceritakannya padaku tentang pertemuan anda dan tentang buku tabungan itu." jawab Randy.
"Bagaimana menurutmu??" tanya Bram menatap mata Randy.
"Aku sangat tahu bagaimana Sifat Zaky, sebaiknya Anda menuruti permintaannya. Dia orangnya sangat keras dan berpegang teguh pada pendiriannya Jika ia memang tak menginginkan apa-apa dari Anda aku yakin takkan mudah untuk membujuknya agar bisa menerima apa yang anda berikan".
Aku tahu, dia memang berwatak keras saat pertama kali berbicara dengannya.
Selain uang yang selama ini ku transfer aku juga sudah menyiapkan perusahaan untuknya. Aku harap kau mau membujuknya menerima nya. Aku hanya tak ingin merasa bersalah dan marasa terbebani. Aku tak punya tujuan lain, tolong jelaskan padanya,"
"Baik Pak , akan saya usahakan." jawab Randy.
Mereka pun terus berbincang-bincang, bukan hanya masalah Zaky, Randy juga memanfaatkan kesempatan itu untuk membahas pekerjaan mereka.
💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖💖
LIKE VOTE DAN KOMENNYA ❤️
Author m anha, ❤️
🙏🙏🙏🙏🙏🙏💖💖💖💖💖💖💖.
__ADS_1