
Semua keluarga Wijaya dihebohkan oleh kabar pernikahan antara Arya dan Raina.
Hari itu juga berita itu sudah menghebohkan Grup WA keluarga mereka.
Mereka semakin heboh saat membaca salah satu pesan yang di kirim oleh kontak yang bernama "Ayah". Ayah menulis tanggal pernikahan yang telah ia pilih, bertepatan dengan ulang tahun nya.
"Yang benar saja, ini berarti 25 hari lagi," protes mereka.
Setelah mengirim pesan itu, Ayah langsung tak aktif, ayah sengaja melakukannya. Ia tak ingin mendengar protes dari mereka semua atas keputusan mendadaknya. Ayah bahkan menonaktifkan ponsel nya.
Mereka semua sibuk setelah membaca pesan ayah.
Arandita dan Syana langsung bekerja sama membuat baju untuk pernikahan mereka, yang awalnya mereka saling berebut untuk membuat gaun yang akan mereka pakai di hari H menjadi bekerjasama saat mendengar pernikahan mereka akan dilakukan di awal bulan depan.
David dan Yoga juga tak kalah sibuk Meraka langsung mencari tempat, tak gampang menemukan tempat yang bagus dalam waktu yang sesingkat. Ini adalah pernikahan Sang Pewaris, mereka tak mungkin menyediakan pesta yang biasa-biasa saja.
Arya merupakan pewaris dari Keluarga Wijaya, pernikahan pertama anak dari seorang Abraham Wijaya.
Dalam beberapa jam saja kabar pernikahan mereka sudah menjadi topik perbincangan di penjuru kota.
Ada yang menyambut gembira dan mendoakan kedua calon mempelai, namun ada juga segelintir orang yang menganggap pernikahan dadakan mereka karena sesuatu hal.
Berita itu juga sudah tersebar di kantor, banyak karyawan di kantor mencibir Raina calon istri dari seorang Arya Wiguna Putra Wijaya.
Pemimpin perusahaan mereka menikah dengan gadis biasa, itulah topik gosip mereka.
Selama ini tak ada yang mengetahui jika Arya dan Raina menjalin hubungan, mereka hanya mengira hubungan mereka hanyalah sebatas hubungan pekerjaan saja.
Arya dan Raina yang tak pernah mengumbar kemesraan di depan orang walau hanya bergandengan tangan. Membuat orang tak pernah berpikir sampai ke sana Jika mereka adalah sepasang kekasih.
Saat karyawan kantor mengetahui jika Raina gadis bercadar adalah calon istri dari bos mereka dan acara tersebut dilaksanakan secara mendadak, kabar-kabar miring pun mulai tersebar membuat telinga Raina dan Natali memanas.
"Pasti dia menggoda bos kita,"
"Bercadar kok akhlaknya kayak gitu,"
"Apa dia sudah hamil ya,"
"Sok suci, sok alim,"
Dan masih banyak lagi cibiran yang keluar dari mulut mereka. Mereka tak sungkan-sungkan mengatakan semua itu secara langsung kepada Raina, saat Raina dan Natali berjalan di sekitar mereka.
Natali selalu ingin membalas mereka, namun Raina tak ingin memperkeruh suasana dan hanya membiarkannya saja.
Ucapan mereka semakin menjadi-jadi membuat Raina memutuskan untuk tak datang lagi ke kantor.
__ADS_1
Raina bukanlah orang yang suka mengadu, walau Ia sudah dihina dan dijadikan bahan gosip di kantor namun ia tidak pernah mengadukannya kepada Arya.
"Toh semua tudingan mereka itu tidak benar,"pikir Raina.
Namun tidak dengan Natali. Natali yang masih bekerja dan setiap hari ke kantor terus mendengar gosip mereka.
Saat sampai di rumah Natali akan memarahi Raina karena gemes dengan kebaikan dan kesabaran sahabat nya itu.
"Raina kamu kok diam aja sih digituin, kalau aku ya aku sudah ngelaporin tuh mereka semua ke kak Arya, biar mereka semua dipecat baru tahu rasa," geram Natali.
"Sudahlah biarkan saja, selama mereka tidak bermain fisik, kita tak usah menghiraukan mereka." ucap Raina santai.
"Iya, mereka memang tidak bermain fisik tapi mulut mereka itu sangat menyakitkan. Mereka bekerja di kantor dan berpendidikan namun kelakuannya mereka seperti tidak memiliki pendidikan. Sok tau padahal mereka juga mendengar kabar dari orang lain yang belum tentukan kebenarannya. Mengkritik akhlak orang, padahal dia sendiri belum tentu baik, heran deh," kesal Natali.
"Biarkan sajalah, kita hanya punya dua tangan kita tidak bisa menutup mulut mereka semua, tapi kita bisa menutup kedua telinga kita untuk tidak mendengar ocehan mereka. Jika mereka mengatakan hal hal buruk tentang kita, mereka sendiri yang merugi." ucap Raina.
"Iya aku tahu, tapi aku tuh geram mendengarnya," kesal Natali menunju bantal sofa membayangkan ia sedang meninju mereka semua.
Natali merasa gemas dengan temannya itu, ia sudah dihina, difitnah namun ia tetap tenang dan seperti tak terjadi apa-apa.
"Emang kenapa sih kalian nikahnya mendadak gitu?, kan gini akhirnya kamu jadi bahan gosip di kantor?!" tanya Natali memandang Raina.
"Mana aku tahu, aku juga kalau ditanyain kapan maunya aku, aku pasti jawab nikahnya tahun depan bukan bulan depan ," ucap Raina yang juga Frustasi mendengar dari Arya jika keluarganya memutuskan untuk mereka menikah di awal bulan depan.
Raina ingin menolak, tapi semua sudah menyetujui tanggal yang mereka tetapkan.
"Ini pasti usul Arya, tu anak kebelet banget sih pingin nikahin kamu?!" ucapan Natali.
"Ini bukan usul kak Arya kok, kak Arya aja pusing. Lagi banyak kerjaan bulan ini katanya," ucap Raina.
"Terus siapa dong?, bukannya Papanya juga enggak setuju ya' awalnya, apa itu usul bunda ya?!"
"Bukan, katanya sih ini Itu usul dari kakek Arya, semua keluarga sedang sibuk sekarang menyiapkan persiapan pesta," jawab Raina.
"Mereka juga mengeluh dengan waktu yang tersisa." tambah Raina.
"Kamu sudah siap menikah,?" tanya Natali menatap jail Raina dan menaik turun kan alisnya.
"Enggak," jawab Raina cepat.
Di kantor,
Arya sangat sibuk, ia mengerjakan pekerjaannya secepat mungkin, setelah mendengar kabar pernikahannya akan di gelar sebentar lagi.
Arya memang berharap ia dan Raina secepatnya menikah, tapi tidak secepat ini.
__ADS_1
Arya sudah merencanakan ia akan mengajak Raina berkeliling dunia setelah menikah nanti.
Namun sepertinya rancananya terancam gagal.
Arya melihat tumpukan berkas yang harus di selesaikan nya bulan ini, belum lagi jika ia ingin
mewujudkan impian ia harus mengerjakan pekerjaan bulan depan.
"Hufff, seperti aku akan berbulan madu di kantor bersama tumpukan berkas ini." lirih Arya yang sudah tak sanggup lagi meneruskan pekerjaannya.
Arya melihat jam di pergelangan tangannya, sudah jam 12 malam.Ia masih berkutat dengan pekerjaan di kantornya.
Terlalu lelah Arya memutuskan untuk menginap di kantor malam ini.
***
TANDA ANAK KURANG BERUNTUNG
Bila seorang anak senantiasa mendapat uluran tangan dari orang tua untuk menutupi kebutuhannya, maka ia laksana ikan kecil yang hidup di akuarium yang bening dan jernih.
Di mana ia tumbuh dan berkeliaran tanpa mengetahui kemana ia menuju untuk mengarahkan tujuan hidupnya.
(Zainal Abidin Syamsudin)
***
Walau Arya adalah Pewaris dari perusahaan Wijaya Group, namun Abraham tak pernah mendidiknya untuk bersikap manja dan hanya menikmati apa yang ia miliki.
Bram selalu mendidik anak-anaknya untuk selalu bertanggung Jawab dengan apa yang ia kerjakan.
Tak hanya mengandalkan harta yang sudah dihasilkan oleh orang tuanya.
Jika memungkinkan Bram bahkan ingin anak-anaknya memulai dari bawah, tanpa bantuan dirinya sedikit pun.
Agar mereka memiliki banyak pengalaman hidup, cara mencapai sebuah tujuan.
💖💖💖💖🙏💖💖💖💖🙏💖💖💖🙏💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian dengan memberi
LIKE VOTE KOMENNYA 🙏
Salam dariku
__ADS_1
Author m anha ❤️
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖