Pilihan Ku

Pilihan Ku
Wedding Day..


__ADS_3

Mereka kembali ke kota X,Bram dan Mikaila menyiapkan segala keperluan untuk acara lamaran.


Seminggu kemudian Acara lamaran di adakan secara sederhana, Jabbar dan keluarganya mendatangi kediaman Pak Surya.


Acara berlangsung Lanjar dan sesuai kesepakatan hari pernikahan akan di adakan dua minggu kemudian...Pak Surya tak ingin menunda-nunda waktu lagi, menurut nya lebih cepat lebih baik.


Jabbar tak kembali lagi ke kampung begitu juga dengan kedua orangtuanya, mereka menyiapkan semuanya keperluan pesta.


Bram memperkenalkan Dimas kepada Jabbar, awal nya Jabbar merasa tak senang saat Dimas ikut membantu menyiapkan acara nya,namun setelah mengenal lebih dekat dan Dimas minta maaf sudah mendekati calon istrinya Jabbar menjadi lebih akrab.


Mereka menyiapkan bersama-sama,Dimas banyak memberi masukan... Mikaila dan ibunya sibuk menyiapkan seserahan dan keperluan lainnya.


Kehadiran Dika sangat membantu,kini anak-anak lebih senang menghabiskan waktunya bersama Dika..


Ayah Mikaila,pak slamat dan kakek Dika lebih senang menghabiskan waktu di taman belakang.


Kakek yang merasa tak punya kegiatan meminta Bram membuatkannya kebun buah.


Kakek memilih bercocok tanam,menanam beberapa buah-buahan bersama pak Slamet adalah kegiatan mereka sekarang.


Tak terasa waktu cepat berlalu,Acara pernikahan telah tiba.


keluarga Bram dan Yoga menjadi pihak laki-laki,Dimas dan keluarga kecil Bayu juga ada bersama mereka.


Jabbar merasa sedikit gugup,ia terus mengulang kalimat ijab Kabul yang akan ia ucapkan nanti di depan penghulu...


Tak kalah gugupnya dengan Isabela, jantung nya berdetak kencang saat rombongan Jabbar sudah datang....


Acara di adakan di sebuah hotel mewah,hotel Milik Wijaya grup.


Arabela,Syana dan Ayasa menemani Isabela di ruang tunggu khusus untuk mempelai wanita.


"dek,, gimana penampilan kakak,"tanya Isabela menanyakan pada adiknya.


"cantik kak,,,"ucap Syana yang sudah merasa bosan di tanya terus,entah sudah berapa kali Isabela di menanyakan pertanyaan yang sama pada ketiga nya,ia benar-benar gugup...


Mikaila ikut bergabung dengan mereka.


"wisss kakak ipar ku cantik banget,"goda Mikaila.


"Tante nanti kak Isya panggil Tante mba dong?"tanya Syana.


Pasalnya kakak nya menikah dengan kakak tantenya.


"Tante dong,, Tante kan lebih dulu nikah sama om kalian."jawab Mikaila tak mau memanggil Isabela dengan sebutan mba.


"iya Tanta iya,,adik ipar ku."ucap Isabela tertawa...


"kakak ayo keluar,ijab Kabul akan dimulai,"ucap Anindita ibu Isabela yang baru masuk.


"Bu aku gugup banget,"ucap Isabela menggenggam tangan ibunya,,,


"udah,ga apa-apa.Ibu temani,"ucap Anin yang bisa merasakan kegugupan putri sulungnya.


Isabela berjalan di dampingi ibu dan adiknya...


Jabbar tersenyum saat matanya bertemu dengan mata Isabela,ia begitu cantik hari ini.Jantung keduanya berdetak sangat kencang, Jabbar menarik nafas dan menghembuskan.

__ADS_1


Ayah yang duduk di sampingnya menepuk-nepuk pundak agar lebih tenang.


Disaat semua mata tertuju pada Isabela mata Dimas justru tertuju pada Syana,gadis yang tak kalah cantik dengan Isabela.


Syana dan Ayasa kini berusia 19 tahun.Ayasa sebenarnya lebih cantik dari Syana namun banyak yang lebih suka dengan Syana karena sikap ramah dan humoris berbeda dengan Ayasa yang cuek dan sedikit galak pada cowok yang mendekatinya.


Jabbar melafalkan ijab Kabul dengan sangat lancar dan dia pun sah menjadikan Isabela istrinya.


Jabbar mencium kening Isabela, Isabela menggenggam erat ujung kebayanya.Ini pernah kalinya Jabbar mencium nya, walaupun hanya keningnya namun membuat jantungnya seakan melompat keluar.


Jabbar selalu bersikap sopan pada Isabela selama mereka berpacaran, mereka hanya sebatas berpegangan tangan saja.


Semua keluarga memberikan selamat,acara akan di lanjutkan malam hari,semua kembali ke kamar hotel yang sudah di siapkan...


Isabela hanya beristirahat sebentar dan kembali di dandani untuk acara malam nanti...


Dimas kembali meneror Bram meminta nomor ponsel Syana...


Kali ini Bram meminta langsung ke Mikaila.


"apa kamu punya nomor ponsel Syana?,"tanya Bram pada Mikaila yang baru keluar dari kamar mandi.


"ada untuk apa mas?"tanya Mikaila.


"untuk Dimas,"Jawab Bram.


Mikaila memasukkan Bram ke WA keluarga,ia lupa kalau Bram memakai nomor baru sekarang.


"mas,aku mau kamu panggil sayang lagi ke aku mas,"ucap Mikaila duduk di pangkuan dan mengalungkan tangannya ke leher Bram.


"iya sayang,"ucap Bram menarik pinggang Mikaila yang masih memakai handuk.


Bram mencium bibir Mikaila dan **********.


Sejak malam itu ia tak lagi sungkan menyentuh tubuh istrinya.


"mas sudah ya,,nanti kita telat lagi."ucap Mikaila mendorong dada Bram yang sudah tak terkendali.


"Sekali saja sayang"ucap Bram yang sudah di kuasai nafsunya.


Mikaila hanya pasrah saja membiarkan apa yang di inginkan suaminya.


Semua sudah hadir di pesta Jabbar dan Isabela tamu undangan sudah berdatangan dan memberi mereka selamat...


Isabela mengundang semua teman-teman dokternya.


Ibu Mikaila mencari-cari putrinya,,


"ayah Mikaila belum datang?"tanya ibu pada ayah.


"belum kayaknya,coba ibu susul ke kamarnya."ucap ayah.


keluarga mereka dari kampung juga sudah berdatangan dan menanyakan Mikaila dan Bram .


Ibu berjalan ke arah kamar Mikaila namun ia menghentikan langkahnya saat mengingat kejadian di kamar waktu itu.


Ibu bergidik dan kembali ke tempat acara berlangsung...

__ADS_1


Saat Semua sedang menikmati pesta Dimas naik ke panggung dan membawakan sebuah lagu sambil bermain gitar.


..."ku tak bahagia,melihat kau dengan nya....


...aku terluka tak bisa dapatkan kau sepenuhnya....


...aku terluka melihat kau bermesraan dengannya....


...ku tak bahagia melihat kau bahagia....


...Harusnya aku yang disana, dampingi mu dan bukannya dia....


...harusnya aku yang kau cinta dan bukannya dia....


...seharusnya kau tau bahwa cintaku lebih darinya....


...seharusnya aku yang kau pilih bukan dia....


Semua bertepuk tangan saat lagu berakhir termasuk Jabbar..


Dimas membungkuk memberi hormat dan melempar ciuman pada Isabela.


Isabela memegang erat lengan Jabbar,takut kalau pria yang telah menjadi suaminya itu marah padanya.


Jabbar mengelus tangan Isabela yang melingkar di lengannya, mengisyaratkan ia tak masalah dengan itu..


Dimas sudah meminta izin kepada Jabbar sebelumnya,ia hanya ingin menggoda Isabela...


Bram dan Mikaila ikut bergabung,


"kamu kemana aja?"tanya ibu.


Mikaila hanya tersenyum malu menanggapi pertanyaan ibunya...


Bram tak hanya melakukan nya sekali tapi berkali-kali...Seakan malam ini adalah malam pertama mereka.


"ibu anak-anak mana,?"tanya Mikaila yang tak melihat anak-anak.


"ada sama Dika,"jawab ibu menarik Mikaila bergabung dengan keluarga mereka dari kampung yang sejak tadi menanyakan keberadaannya...


Bram ikut bergabung dengan ayah dan mertuanya.


Acara berlangsung sangat meriah.



🙏🙏🙏🙏💖💖🙏🙏🙏🙏


🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧


🤵👰💐💐💐💐💐💐💐💐


Terimakasih sudah membaca 💗💗💗💗🙏


Beri dukungan nya ya 🙏🙏🙏


Like vote dan komennya 💗.

__ADS_1


Semangat 💪💪💖


__ADS_2