Pilihan Ku

Pilihan Ku
Program Kehamilan.


__ADS_3

Hari ini Arandita dan Yoga mendatangi klinik Anindita,


"mba apa ga masalah aku hamil lagi di usia sekarang?"


"ya ga apa-apa dong dek,ibu aja usianya jauh di atas kamu saat hamil Bela.


"Sebaiknya kamu mulai konsumsi makanan yang sehat dan untuk menyuburkan kandungan, nanti mba resepkan beberapa vitamin yang bagus untuk kandungan kamu,"


"mba aku mau program bayi laki-laki ya,"


"iya,nanti kita cek dulu kondisi kalian berdua."


Mereka menjalani beberapa pemeriksaan,untuk program bayi laki-laki.


Arabela mengikuti semua arahan dari Anindita,begitu juga dengan Yoga.


Setelah 3 bulan rutin kontrol ke Anindita akhirnya usaha mereka membuahkan hasil,


Arandita dinyatakan positif hamil.


Mereka sangat senang terutama Ayasa,ia bahkan memamerkan foto USG adiknya ke teman-teman nya.


"Bu,Ayasa udah mau punya adik,aku kapan?"tanya Syana merajuk.


"ibu sudah tua,udah ga bisa kasih kamu adik,minta sana sama kakak kamu!!"


"emang kak Isya bisa kasih aku bayi,diakan belum nikah Bu,!!"


"ya justru itu,kamu minta kakak kamu itu bawa pacarnya ke sini,kenalin sama ayah dan ibu."


"emang kakak punya pacar?"


"punya kali!!"


Isabela berjalan ke ruang makan tempat Syana dan ibunya duduk berbincang-bincang sambil makan gorengan.


"kakak sudah punya pacar"tanya Syana.


"sudah dong,"jawab Isabela bangga.


"Ko kamu ga pernah kenalin ke ibu isya?"tanya ibu.


"ibu udah kenal kok,"jawab isya.


"siapa kak"tanya Syana.


Isabela lalu mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Jabbar.


"nih,ganteng kan,"ucapnya sambil kembali menatap foto Jabbar penuh kagum.


"itukan omnya Arya."ucap Syana memakan gorengnya.


"kamu pacaran sama Jabbar?"tanya ibu.


"maunya sih Bu,"jawab Isabela tersenyum malu.

__ADS_1


"yeah,,kakak kirain beneran.Kalau sama Jabbar ibu juga setuju,"


"kalau gitu ibu jodohkan Isya dengan kak Jabbar aja Bu,"


"ihhh, enggak ah!!!kamu usaha sendiri aja deketin dia.Ibu bantu doa aja."


"ibu ga seru nih,"ikut makan gorengan


"kakak, buatin aku bayi dong"ucap Syana yang membuat kakaknya itu tersendat.


"enak aja minta bayi,kamu pikir buat bayi sama kaya buat gorengan."


"ya siapa tau ada bisa,"ucap Syana cuek sambil terus memasukkan gorengan ke mulutnya.


"Bu,Tante Aran katanya udah hamil ya?tanya Isabela antusias.


"Alhamdulillah, usia kandungannya baru 5 Minggu,"


"mba Bela mengeluh terus di grup,katanya om Bram dan om Yoga jarang masuk kantor.Akhirnya semua kerjaan di serahkan ke David,mereka bahkan kadang sampai lembur.


Mereka jadi ga punya waktu untuk kencan romantis."


"maklum aja, Yoga sibuk ngurusin bumil,Bram ngurusin anak-anaknya.Anggap aja David latihan sebelum menjadi keluarga Wijaya."


Yoga terus memijat kepalanya saat rapat sedang berlangsung.


"mas lagi sakit?"tanya Bram


"aku lagi ga enak badan dari semalam,aku istirahat dulu,"ucap Yoga berdiri dan keluar ruangan membawa beberapa berkas-berkas di tangannya.


Semenjak istrinya hamil,Yoga sering merasa mual dan pusing,ia bahkan muntah-muntah saat selesai sarapan.


Misalnya pagi ini,ia sangat ingin makan bubur ayam,Arabela sampai menunggu tukang bubur ayam yang selalu lewat di depan rumah nya.Namun baru sesendok masuk ke mulutnya ia sudah memuntahkan semua isi perutnya.


Arabela yang sedang hamil justru tak merasakan adanya gejala-gejala tersebut.


ia makan dengan lahap dan tetap bekerja di butik,meski sekarang ia menggunakan jasa seorang supir untuk mengantarnya.


David mengajak Arabela untuk bertemu ibunya,Arabela sangat senang.Ia membeli beberapa barang untuk di berikan kepada ibu dari kekasihnya itu agar mendapat kesan baik di mata calon ibu mertuanya.


Sepulang kantor mereka pulang bersama dan akan menemui ibu David.


"kita naik mobil aku aja ya,?"tanya David.


"iya,nanti aku minta tolong supir kantor nganterin ke rumah.


David melajukan mobilnya membela kemacetan jalan.


Arabela sedikit bingung saat David memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit.


"sayang ko kita ke rumah sakit?"tanya Bela.


"ibu di rawat di sini."jawab David singkat.


Tak ada pertanyaan lagi dari Arabela.Ia mengikuti kemana David berjalan hingga masuk ke salah satu kamar perawatan.

__ADS_1


Arabela melihat wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik walau sedang sakit.


"Bu kenalin ini Arabela pacar David,"ucap David memperkenalkan Arabela kepada ibunya.


"Arabela "ucap Arabela mencium punggung tangan ibu David.


"cantik,"hanya kata itu yang keluar dari bibirnya dengan senyuman. walau pelan tapi Arabela masih bisa mendengarkannya.


"ibu jangan banyak pikiran ya,biar ibu cepat sembuh."


ibu David hanya bisa mengangguk.


"kapan ibu bisa pulang nak?"


"kalau ibu sudah sembuh kita akan pulang kerumah Bu,"


"ibu hanya tak mau merepotkan mu nak.


pasti biaya rumah sakit ini sangat mahal,kamu harus mulai memikirkan masa depan mu,dan gadis cantik ini,"memegang tangan Arabela.


"ibu akan sembuh dan kita akan pulang kerumah dan membawa Arabela bersama kita."ucap David memegang tangan ibu dan kekasihnya.


Ibu David sudah di rawat di rumah sakit selama 5 bulan,selama ini David selalu menginap di rumah sakit sepulang kerja menemani ibunya.


David sangat menyayangi ibunya,ibu adalah keluarga satu-satunya yang ia ketahui selain ayahnya.


David selalu menjaga ibunya ia bahkan melawan ayahnya sendiri yang selalu menyiksa ibunya saat mereka masih tinggal di Amerika.


Setelah cukup lama berbincang-bincang David izin kepada ibunya untuk mengantarkan Arabela pulang.


"sayang kamu kenapa ga cerita kalau ibu kamu sakit,?"


"aku hanya ga mau membebani kamu,"


"kita bisa minta ke mas Bram agar lebih banyak waktu mengurus ibu,"


"ga usah sayang,itu sudah kewajiban aku.aku ga mau karena urusan pribadi aku menjadikan urusan kantor jadi berantakan."


"ya udah, mulai sekarang kita ga usah lembur lagi,kita temani aja ibu di rumah sakit.ia pasti senang kalau kita sering menemaninya."


Sejak saat itu Arabela dan David pulang lebih awal dan langsung ke rumah sakit,Bram memberi izin karena alasannya untuk menemani ibu David di rumah sakit.


Arabela dengan setia merawat ibu David di rumah sakit.


David sangat senang melihat ibunya semakin akrab dengan kekasihnya itu.


Arabela bahkan memindahkan ibu David ke rumah sakit milik keluarganya dan menempatkannya di kamar khusus keluarga.


Walau awalnya David menolak namun karena Arabela terus bersikeras untuk memindahkannya akhirnya ia mengalah.


Semenjak pindah kesana Anindita dan suaminya sering mengunjungi ibu David,begitu juga dengan ibu Arabela.


Kedua keluarga menjadi lebih akrab.


terimakasih sudah membaca, jangan lupa like nya ya 🙏.

__ADS_1


__ADS_2