Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Manghindari Om Yoga.


__ADS_3

Yoga memanggil Kelvin untuk duduk di ruang tengah.


"Apa kau tahu sesuatu tentang Zaky?" tanya Yoga langsung pada tujuannya.


"Zaky, kenapa dengan Zaky Om?" tanya Kelvin pura-pura tak tahu apa yang di maksud Omnya itu.


"Sudah beberapa bulan ini Zaky menghilang, kami sudah mencarinya ke beberapa tempat tapi kami tetap tidak menemukan nya.


kami curiga anak itu berada di negara ini, apa kau pernah melihatnya ?" tanya Yoga menatap penuh selidik pada Kelvin.


Kelvin tak menjawab, iya sibuk membereskan berkas-berkas yang ada di meja.


"Om tanya sekali lagi, tolong kamu jujur apa kau tahu Zaky di mana?" tanya Yoga penuh penekanan di setiap katanya.


Kelvin tak ingin bohong kepada Yoga, tapi dia juga tak ingin melanggar perintah kakaknya agar tak memberitahu siapapun keberadaan Zaky.


"Kelvin, Apa kau tahu sesuatu?" desak Yoga.


"Sebenarnya...!"


Baru saja Kelvin ingin menjawab pertanyaan dari Yoga, telepon Yoga berdering ia melihat nama Bram di layar ponselnya.


"Papa mu menelepon," ucap Yoga lalu berdiri meninggalkan Kelvin, ia mengangkat teleponnya di balkon Apartemen itu.


Melihat Yoga yang sedang menelpon Kelvin langsung berlari ke kamarnya dan menguncinya.


Setelah menelpon Yoga kembali masuk dan tak melihat kelvin di tempatnya,


"Kemana anak itu," gumam Yoga kemudian berjalan menghampiri kamar Kelvin, mengetuk beberapa kali dan memanggilnya namun Kelvin tak menjawab atau membuka pintu.


"Kelvin, om tau kau ada di dalam, cepat buka pintunya ada yang ingin Om ditanyakan," ucap Yoga mengetuk pintu kamar kelvin namun tetap saja tak ada jawaban dari dalam kamar itu.


Yoga yang merasa lelah, akhirnya memilih untuk pergi ke kamar dan beristirahat.


"Ya sudah, besok saja Aku mencari tahu keberadaan Zaky, hari ini terlalu banyak masalah, aku sangat lelah," lirih Yoga kemudian tertidur.


Malam ini Kelvin dan Zaky tidur di kamar yang sama,


Zaky menatap ponselnya. Sudah ada 3 kontak di sana, mama, papa dan Kelvin.


Zaky sangat ingin menelpon Papanya, namun dia juga ragu.


"Kamu kenapa?" tanya Kelvin duduk di dekat Zaky disudut kasur.


"Aku merasa bersalah tak mengabari Papa, Papa Randy sangat menyayangiku apa aku salah melakukan semua ini. Apa aku terlalu egois tak memikirkan perasaan orang yang selama ini menganggapku sebagai anak kandungnya sendiri?" tanya Zaky.


"Papamu pasti mengerti situasi mu saat ini dan sepertinya Om Yoga juga sudah tahu jika kau ada di sini. Apa kau ingin pulang?" tanya Kelvin.


Zaky hanya diam.

__ADS_1


"Kak Arya bilang kau boleh pulang kapan saja jika kau mau, dan mulai mengurus perusahaan yang diberikan Papa olehmu. kak Arya sangat berharap kau mau menerima perusahaan itu, Om Yoga akan membantu menjalankannya sampai kau benar-benar mampu untuk menjalankannya sendiri," ucap Kelvin.


"Kenapa Papamu sangat ingin memberikan perusahaan itu padaku, selama ini aku tak pernah meminta apapun darinya,"


"Papa hanya tak ingin terbebani dengan semua ini, kau sudah besar kau sudah tahu pasti alasan Papa mengapa selama ini dia tak menjenguk mu. Kau juga sudah tahu kan alasannya?" tanya Kelvin.


"Aku tahu, semua ini karena salah mamaku.


kenapa kau tak marah padaku padahal aku sudah menghina papamu saat itu?".


"Kak Arya benar, kita memiliki Papa yang sama. semua itu bukan salahmu kenapa kita harus saling membenci, masalah Papa tak menemui mu, itu karena Papa sangat menyayangi bundaku Papa tak mau Bunda merasa sakit hati karena berurusan dengan kalian lagi."


"Aku mengerti, aku minta maaf selama ini aku selalu sudah salah paham pada kalian," ucap Zaky.


"Jangan dibahas lagi, semua sudah berlalu,"


"Apa kalian masih marah dengan mamaku?" tanya Zaky menatap Kelvin.


"Tentu saja, sampai sekarang pun Bunda masih merasa sakit hati karena ulah mamamu itu,"


"Maaf," ucap Zaky.


"Kenapa kau harus minta maaf, itu bukan salahmu.


Lagipula Bundaku sudah memaafkan mama mu, hanya saja mungkin Bunda terlalu menyayangi Papa sehingga terlalu sensitif dalam hal ini."


"Aku akan menelpon kak Arya," ucap Kelvin lalu mengambil ponsel menekan nomor Arya.


"Halo ada apa?" tanya Arya.


"Kak di sini ada Om Yoga, Sepertinya om Yoga sudah tahu jika Zaky ada disini," jelas Zaky.


"Benarkah kenapa dia bisa tahu kalau Zaky ada di sana?"


"Aku juga tidak tahu," ucap Kelvin.


"Aku habis mengirim pesan pada Mama," ucap Zaky yang masih mendengar pembahasan mereka.


"Sepertinya Om Alex melacak keberadaan mu melalui pesan itu,"


"Sepertinya memang begitu, Kak kami harus apa sekarang. Om Yoga sepertinya sudah tidur di kamar, dia belum tahu jika Zaky ada disini Apartemen ini." ucap kelvin.


"Kalian menghindar saja dulu, beri Kakak waktu sebulan untuk menyelesaikan masalah ini, kemudian kembalilah ke sini?" ucap Arya.


Zaky dan Kelvin mengendap-endap keluar Apartemen, mereka harus menghindari Om Yoga untuk saat ini itulah yang diminta dari Arya.


"Kita mau ke mana?" Tanya Zaky saat mereka sudah berada di luar di kawasan parkir.


"Kita pergi saja dulu," ucap Kelvin kemudian mereka masuk ke mobil dan mereka berlalu meninggalkan Apartemen itu.

__ADS_1


Lama mereka berkendara tanpa tujuan,


"Apa kau pernah ke Bar?" tanya Kelvin.


"Pernah beberapa kali, saat acara dengan salah satu teman ku. memangnya kenapa?" tanya Zaky.


"Kita ke Bar," ucap Kelvin kemudian mengarahkan mobilnya ke sebuah Bar terbesar di kota itu.


Begitu masuk ke sana mereka disuguhkan dengan suara musik yang begitu memekakkan telinga, Kelvin dengan santainya masuk dan seperti ia sudah sering kesana, beberapa bartender dan pelanggan di sana menyapanya.


Kelvin hanya mengangkat tangan membalas sapaan mereka. Zaky hanya mengikuti kemana Kelvin pergi.


Mereka duduk di salah satu ruangan yang tersedia di sudut Bar itu.


"Apa kau minum alkohol?" tanya Kelvin.


"Tidak, aku belum pernah sekalipun meminum alkohol!"ucap Zaky.


"Tunggu di sini," ucap Kelvin meninggalkan Zaky.


Tak lama kemudian Kelvin datang membawa beberapa botol minuman beralkohol dan minuman kaleng yang tak beralkohol.


"Malam ini kita di sini saja dulu,"ucap Kelvin memberikan kan pada Zaky minuman kaleng dan membuka tutup botol minuman beralkohol untuk dirinya.


"Kau suka minum?" tanya Zaky,


"Hanya sesekali," ucap Kelvin.


Beberapa wanita penghibur datang menghampiri mereka namun Kelvin terus menolak.


Kelvin terus meminum minuman beralkohol itu.


"Kau bilang hanya sesekali tapi Sepertinya kau sudah sering meminum minuman itu?" tanya Zaky melihat Kelvin sudah minum beberapa gelas Namun sepertinya ia masih tetap sepenuhnya sadar.


"Awalnya aku hanya coba-coba saja, aku hanya minum ini saat bertemu dengan rekan bisnis. Namun sekarang rasanya ada yang kurang jika aku tak meminumnya. Jangan bilang-bilang pada siapapun ya, kalau aku suka minum ini khususnya Bunda dan Gavin," ucap Kelvin.


Zaky hanya mengangguk dan meminum minuman tak beralkohol miliknya dan memakan cemilannya.


Setelah Kelvin merasa sedikit mabuk, Ia pun keluar dari Bar itu, malam ini mereka menginap di sebuah hotel.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Maaf Sedikit telat☺️☺️☺️


Terima kasih ya sudah tetap membacaπŸ™πŸ’–πŸ™


Jangan lupa ya Beri LIKE VOTE KOMENNYA πŸ™πŸ’—πŸ™


Salam dariku

__ADS_1


Author m anha ❀️


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2