
Kelvin yang sedari tadi mengepal tangannya berusaha menahan amarah yang ada di dadanya namun saat Zaky terus menjelek-jelek kan dan menghina pria kebanggaannya, kelvin sudah tak tahan lagi bahkan Zaky seakan menghina kakak yang selama ini menjadi panutannya.
Kelvin yang sudah dikuasai amarah langsung menghampiri Zaky, menggebrak meja dan menatap tajam pada Zaky, namun Zaky semakin menambah emosinya. Emosi Kelvin kian memuncak hingga ia lepas kontrol dan memberi tinjunya ke wajah Zaky.
Arya yang melihat itu langsung menahan Kelvin.
"Dengar ya, aku yakin Papa aku tidak bersalah atas kelahiran mu, justru mamamu lah yang wanita murahan yang menggoda suami orang" ucap kelvin memicu amarah Zaky.
"Jangan pernah menghina mamaku," ucap Zaky.
"Kalau mamamu wanita baik-baik, ia tak akan menggoda suami orang, ia tidak akan mengganggu milik orang lain tidak seperti mamamu," ucap Kevin semakin menggebu-gebu, nafasnya sudah memburu namun Arya terus menahan nya.
Zaky tak terima mamanya dihina, ia melangkah maju dan menarik Kelvin, memberikan balasan atas tinju yang diberikan padanya.
Zaky mendaratkan pukulan ya ke wajah Kelvin, Kelvin menyingkirkan Arya yang sudah dari tadi menahan nya dan kemudian membalas pukulan Zaky.
Randy langsung menghampiri mereka namun mereka berdua yang sudah dikuasai amarahnya dan tak bisa dihentikan.
Raina dan Zahra terus menjerit meminta agar seseorang memisahkan mereka namun tak ada yang berani melakukan nya.
Mereka terus saling pukul.Arya dan Randy kualahan memisahkan mereka.
Raina yang panik langsung menelpon Bunda Mikaila.
"halo bunda, ini Raina.
"Iya Raina ada apa!" tanya Mikaila yang masih bergabung dengan yang lain di restoran.
Mereka telah selesai makan, namun mereka masih berbincang-bincang di sana sembari meminum kopi dan menghabiskan makanan penutup.
"Raina ada apa, kenapa kamu terdengar sangat paniknya," tanya Mikaila yang ikut panik.
"Bunda, Bunda Kelvin, kelvin memukuli Zaky," ucap Raina panik.
"Apa maksudmu kelvin mukulin Zaky," ucap Mikaila berdiri dari duduknya.
Semua ikut berdiri mendengar ucapan Mikaila dan Bram langsung ambilkan mengambil ponsel Mikaila.
"Halo Raina Ada apa ?" tanya Bram,
"Papa Aku dan kak Arya bertemu Zaky di kafe,
kemudian Kelvin tiba-tiba datang dan memukuli Zaky, sampai sekarang mereka masih saling pukul Pah, Arya dan Om Randy tak bisa memisahkan mereka, Papa cepat ke sini, Raina takut Kelvin akan melukai Zaky," ucap Raina yang melihat Kelvin lebih unggul dalam perkelahian itu.
Bram tak berkata apa-apa, ia langsung berlari keluar hotel itu begitu juga dengan yang lainnya.
Bram langsung masuk ke mobil yang sudah mereka siapkan untuk berjalan-jalan mengelilingi kota Batam hari ini, dan mengambil alih kemudi. Mikaila juga langsung masuk bersama dengan Alex, sementara Jessica dan Natali serta Arsy menghentikan taksi dan mengikuti mereka.
Sementara Gavin sudah tak tau entah Kemana ia membawa Vanessa.
Suasana di kafe menjadi kacau akibat perkelahian mereka. Para tamu berdiri menghindari perkelahian mereka. Kursi dan meja tak luput dari perkelahian mereka.
Zaky dan Kelvin benar-benar sudah tidak terkendali lagi, amarah sudah menguasai mereka nerdua.
"Kelvin hentikan," Arya Bahkan sudah mendapat pukulan dari Kelvin karena terus menahan nya. Begitu juga dengan Randy, Kelvin memukul siapa saja yang menahan dirinya, tak peduli itu Randy ataupun Arya, ia terus membabi buta memukul Zaky.
__ADS_1
Kelvin yang memang lebih unggul dalam hal ini membuat Zaky tak bisa lagi melawannya, kelvin memukuli Zaky hingga babak belur.
Bram dan Alex langsung berlari masuk saat mereka sudah sampai di parkiran kafe, ia memarkirkan mobilnya asal.
Bram datang dan mencoba menghentikan Kelvin.
"Kelvin hentikan," ucap Bram mencoba memisahkan mereka. Namun Kelvin terus-menerus memukulinya, Kelvin juga menepis Yoga yang mencoba menjauhkan Zaky darinya.
Begitu juga dengan Bram, Zaky yang tak terkendali menepis tangan Bram yang coba memisahkannya dari Zaky yang sudah tak melawan.
Bram yang melihat Zaky sudah tak berdaya langsung menarik Kelvin dan memberikan tinjunya kepada kelvin. Kelvin yang mendapat pukulan keras dari Bram jatuh tersungkur dan terbentur pada meja, hingga keningnya berdarah.
"Massss," teriak Mikaila saat melihat Bram memukul putranya.
Mikaila berlari menghampiri Kelvin dan melihat darah mulai mengalir keningnya.
Mikaila mengambil saputangan yang ada di meja dan menekan luka Kelvin. Mikaila memegang luka Kevin yang semakin mengeluarkan darah, Kelvin menekan lukanya dengan sapu tangan yang diberikan Bundanya.
"Kamu ini apa-apaan mas, kenapa kamu mukul kelvin hanya karena dia, hanya karena anak mas dangan Zahra, mas menyakiti anakku," Bentak Mikaila.
Bram tersentak melihat tatapan penuh amarah dan kebencian dari Mikaila kepadanya, bahkan kata-kata Mikaila mampu menusuk melukai hatinya.
"Dengar ya mas, jangan sekali-kali kau memukul anak-anakku aku takkan pernah memaafkanmu jika kau mengulanginya lagi," ancam Mikaila kemudian beralih kepada Kelvin, membantunya berdiri.
Gavin yang baru tiba, langsung membantu Kelvin berdiri.
****
Natali langsung menghubungi Gavin saat di dalam mobil dan mengatakan kejadian nya dan mengirim lokasi nya.
****
Gavin tak tahu apa yang terjadi, saat ia datang ia melihat jika Kelvin sudah terjatuh dan mengeluarkan darah di keningnya.
"Bunda kita bawa ke rumah sakit," ucap Gavin panik saat melihat darahnya tak berhenti mengalir.
Mereka pun membawa Kelvin pergi dari sana tanpa mempedulikan Bram yang mematung, ia masih tidak menyangka istri yang begitu lembut berubah menjadi seperti itu hanya karena ia memukuli Kelvin.
Bram menyadari jika Mikaila Sudah meninggalkan nya, Ia pun mengejar Istrinya itu. "Kayla tunggu," ucap Bram menarik tangan Mikaila. Namun,
"Plakk."
Mikaila menampar pipi Bram, ia tanpa sadar melakukannya. Mikaila terkejut sendiri dengan tindakan nya.
Mikaila melihat Zahra dan Zaky, ia menatap penuh amarah pada mereka berdua.
"Mas aku bisa mengurus anakku, sebaiknya kau urus anakmu itu ," ucap Mikaila menunjuk Zaky dengan tatapannya dan berlalu meninggalkan Bram yang masih memegang pipinya. Bram tak menyangkan jika Mikaila menampar nya, Ia benar-benar melihat sisi lain dari istrinya itu. Istrinya yang dulu sangat lembut dan manja.
Bram hanya terdiam melihat Mikaila menghentikan taksi dan mereka naik, Arsy yang dari tadi melihat pertengkaran Mereka ikut berlari mengejar Bundanya dan langsung naik ke dalam taksi.
Arya mengusap wajahnya kasar, semua ini karena dirinya. karenanya yang memaksa untuk bertemu dengan Zaky, Ini pertama kalinya Arya melihat Papa dan Bundanya bertengkar.
Zaky juga mengalami luka, Zahra dan Randy langsung membantu Zaky. Mereka juga membawa Zaky pergi dari sana untuk di obati.
"Tinggallah Bram , Alex dan Arya di tengah cafe yang berantakan itu, Jessica dan Natali juga menyusul mereka ke rumah sakit.
__ADS_1
Bram menendang semua meja yang ada di dekatnya, membanting apa saja yang ada di disana. Ia sangat marah, benci dan kesal pada dirinya sendiri, bagaimana mungkin ia bisa memukul Kelvin, selama ini ia tak sekalipun menggunakan tangan dalam mendidik anak-anaknya.
Arya dan Alex hanya diam melihatnya. Melihat Bram dan amarahnya.
Bram memegang dadanya dan bertumpu pada sebuah meja, Arya dan Alex langsung berlari menghampiri Bram.
"Kamu tak apa-apa?!" tanya Alex cepat.
"Papa kenapa, Papa baik-baik saja," ucap Arya saat melihat Papanya seperti menahan kesakitan.
"Tidak, Papa tidak apa-apa, cepat kita susul bunda mu," ucap Bram .
"Baik Pah," jawab Arya.
Alex dan Arya memapah Bram naik ke mobil dan Mereka pun menyusul yang lainnya ke rumah sakit.
Mikaila sangat panik, ia saat ketakutan melihat darah Kelvin yang semakin banyak, menetes hingga ke bajunya.
"Bunda, jangan menangis, bunda aku tidak apa-apa tenanglah," ucap kelvin memegang kening nya agar darahnya tak terus keluar.
"Pak cepatlah," ucap Mikaila menyuruh supir itu untuk melajukan mobilnya lebih cepat lagi .
"ya Bu," ucap sang sopir menambah laju mobilnya.
Begitu sampai di rumah sakit Mikaila bergegas turun dan memanggil dokter.
Gavin membantu Kelvin turun dari mobil dan memegangi nya berjalan masuk ke rumah sakit . Beberapa perawat langsung menghampiri kelvin membawa kursi roda untuknya dan mendorongnya ke ruang.
Kelvin langsung mendapat perawatan. Dokter penjahitan keningnya, Ia mendapat luka yang cukup dalam karena terbentur sudut meja saat Bram memukul nya dengan sangat kuat, bukan hanya luka di keningnya, ada beberapa luka lainnya juga yang ikut diobati termasuk luka bekas pukulan bram yang membiru.
Mungkin benar apa yang dikatakan orang, wanita bisa menjadi seekor kelinci yang lembut imut dan menggemaskan tetapi ia juga bisa menjadi singa yang menyeramkan apabila engkau menyakiti orang-orang yang disayanginya.
Kasih sayang seorang ibu sangatlah besar ia tak akan rela jika anaknya disakiti walaupun itu adalah suaminya sendiri.
Seorang ibu bertaruh nyawa demi melahirkan seorang anak ke dunia ini, ia menahan sakit yang teramat sangat.
Menjaga dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang tak peduli apapun yang ia rasakan.
Ayah dan ibu punya cara tersendiri menyayangi anak-anaknya.
Ibu dengan air susunya,
Ayah dengan tetesan keringat nya.
πππππππππππππππ
Terima kasih sudah membaca
jangan lupa like vote dan komennya π
Salam dariku
Author m anha β€οΈ
ππππππππ₯Ίπ₯Ίπππππππ
__ADS_1