
Kelvin kembali ke kota X dan mulai kembali melakukan aktivitasnya. Lebih fokus pada pekerjaannya dan hubungannya dengan Natali. Kelvin menyerahkan semua urusan Diandra pada Alex dan salah dari temannya yang ada di sana.
Hubungan Kelvin dan Natali sudah semakin membaik. Natali mengerti jika Kelvin tak ada niat untuk mengkhianati cinta mereka, ia percaya jika semua itu adalah ketidak sengajaan Kelvin dan murni pengaruh alkohol.
Mereka sepakat akan menerima apapun yang akan terjadi kedepannya, jika suatu saat mereka menemukan Diandra.
Kelvin sudah berusaha mencari Diandra. Namun, tak juga ditemukan. Hari ini Kelvin dan Natali kembali menghabiskan waktu bersama sepulang kerja.
Kelvin mengajak Natali ke bioskop. Mereka menonton film kesukaan Natali.
Walau Kelvin tak terlalu menyukai film yang sedang ia tonton. Namun, Ia terus berusaha menemani Natali. Kelvin lebih fokus melihat Natali yang terus tersenyum menonton adegan demi adegan romantis dari film yang ditontonnya. Menurut Kelvin melihat Natali lebih menarik daripada melihat layar bioskop.
Natali yang merasa Kelvin memperhatikannya, ia menoleh ke arah Kelvin. Benar saja Kelvin dengan serius memperhatikan wajahnya bukannya menghadap ke arah layar.
Natali mendekat pada Kelvin, "Kenapa? kamu nggak suka dengan filmnya?" tanya Natali berbisik di telinga Kelvin.
"Aku lebih suka melihatmu, Malam ini kamu terlihat sangat cantik," balas Kelvin berbisik di telinga Natali.
Natali merona mendengar ucapan Kelvin, beruntung di ruang bioskop tersebut sangat gelap sehingga Natali bisa menyembunyikan pipi merahnyanya dari Kelvin yang tak pernah melepas pandangnya.
Mereka terus berbisik saat berbicara, tak ingin mengganggu orang lain yang sedang asyik menonton film.
Natali juga sudah tidak fokus menonton, Ia lebih fokus pada pembahasannya dengan Kelvin dan saling berbisik. Mereka terus berisik, membahas apa saja, bahkan hal-hal yang tak penting. Mereka saling berbisik sambil tangan mereka terus saling bergenggaman.
"Kita keluar aja, yuk!" bisik Kelvin.
"Tapi filmnya belum selesai," jawab Natali.
"Sedari tadi kamu juga nggak memperhatikan filmnya 'kan!"
Natali menatap Kelvin, memang benar dari tadi ia tak memperhatikan alur cerita film tersebut membuat ia jadi bingung dengan alur yang sekarang.
"Ya sudah, kita keluar aja, aku nontonnya lain kali saja. Saat tak berduaan denganmu,"
"Kenapa kamu tak mau nonton denganku? Kamu mau nonton sama siapa?"
"Nggak, Ah! nonton sama kamu buat aku nggak fokus. Aku mau ajak Raina aja,"
"Kita keluar," ajak Kelvin menarik tangan Natali keluar bioskop. Mereka pun keluar dan menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan bersama.
Malam ini mereka sangat bahagia dan melupakan masalahnya dengan Diandra. Natali sudah kembali menjadi sosok Natali yang dulu, Natali yang periang.
Sikap Kelvin yang dingin dan cuek berhasil diruntuhkan oleh sikap cerewet dan periang Natali. Membuat mereka terlihat sangat serasi berjalan bergandengan tangan, pria tampan dan wanita yang cantik sungguh pasangan yang sangat serasi. Itulah yang dipikirkan orang-orang yang melihat mereka.
__ADS_1
Kelvin sangat menyayangi Natali. Terlihat dari caranya memperlakukan Natali. Banyak hal-hal kecil yang dilakukan Kelvin yang membuat Natali semakin mencintai nya. Mungkin itu hal biasa bagi seorang Kelvin, tapi Natali menganggap itu hal yang romantis. Membukakan botol air minum, membersihkan mulutnya yang belepotan karena makanan yang di makannya, menarik kursi saat ia akan duduk, membukakan pintu mobil dan memastikan nya tetap aman, memberikan jasnya saat udara terasa dingin. Semua itu hal biasa buat Kelvin, tapi sangat berkesan bagi seorang Natali.
Setelah lelah berjalan, mereka memilih mampir ke sebuah Kafe.
Natali menatap lekat pada pria yang sedari tadi menggenggam tangan nya.
"Ada apa?" Kelvin mengecup punggung tangan Natali.
Natali menggigit bibir bawahnya, ia meresa ragu untuk menanyakan pertanyaannya.
"Katakan apa yang ingin kau tanyakan?" Kelvin mengerti jika Natali ingin menanyakan sesuatu.
"Bagaimana jika suatu hari nanti kau menemukan Diandra? Apa yang akan kau lakukan?"
"Aku menemukan Diandra atau tidak, aku akan tetap bersamamu. Aku takkan pernah meninggalkanmu," jawab Kelvin.
"Bagaimana jika Diandra menuntut tanggung jawab mu atas perbuatan yang telah kau lakukan padanya?"
Kelvin menghela nafasnya, memijat keningnya,
"Entahlah, aku tak tahu harus berbuat apa, kita tunggu saja hari itu datang. Namun, satu yang pasti. Aku takkan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi nantinya. Aku mohon jangan pernah meninggalkan ku," lirih Kelvin.
"Bagaimana jika Papamu memaksa agar kau harus menikahi Diandra, jika ia mengetahui jika kau pernah … Bagaimana jika kita dipisahkan, dan kau harus ...?" Natali mulai berkaca-kaca. Ia sangat kecewa dengan kekasihnya itu. Namun ia sangat mencintai Kelvin, hatinya terasa sakit saat mengingat jika Kelvin telah berhubungan badan dengan Diandra. Dia juga seorang wanita, ia bisa mengerti perasaan Diandra. Gadis itu pasti sangat hancur.
"Apapun yang terjadi, siapapun yang memintaku meninggalkanmu, aku takkan pernah meninggalkanmu walau itu perintah Papa sekalipun," tegas Kelvin memperat genggam nya.
"Percaya padaku, percaya pada cinta kita. Aku akan memperjuangkan Cinta Kita," ucap Kelvin menatap dalam mata Natali, mencoba meyakinkan gadis pujaan hatinya yang terlihat jelas jika Natali mulai meragukan hubungan mereka.
Natali hanya terdiam, ia sangat percaya pada cinta Kelvin padanya, tapi ia juga tak bisa mengabaikan masalah yang sedang mereka hadapi, Natali tau seperti apa sosok Abraham Wijaya, ia pria yang sangat bertanggung jawab. Melihat bagaimana Bram bertanggung jawab atas kehadiran Zaky, walau semua itu bukan murni kesalahanya.
"Tunggulah beberapa saat lagi, saat masalah ini semua sudah selesai, aku akan segera melamar mu, kita akan hidup bersama."
Tak terasa air mata yang sedari tadi coba disembunyikan Natali, kini menetas sudah. Natali terus menatap Kelvin tanpa berkata apa-apa, hatinya merasa senang saat Kelvin mengatakan jika ia ingin melamarnya. Namun, hatinya juga kecewa dengan masalah yang tengah Kelvin hadapi saat ini, Natali merasa takut akan kehilangan sosok kelvin. Ia takut berharap banyak pada hubungan mereka.
"Kamu percayakan sama aku?" Kelvin berpindah duduk di samping Natali, menghapus air mata yang terus membasahi wajah cantik nya.
Natali mengangguk saraya tersenyum.
Walau hatinya sakit ia tetap mencoba mempercayai hubungan mereka.
"Ini sudah malam, aku antar pulang, ya!"
Natali melihat jam di pergelangan tangannya, Kelvin benar, ini sudah malam. Bahkan sudah larut malam. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
__ADS_1
"Ini bukan malam lagi, ini sudah sangat malam," Natali tertawa ringan, ia tak menyangka jika sekarang sudah larut malam.
"Saat bersama denganmu waktu seolah berlalu dengan sangat cepat." Kelvin memegang kedua pipi Natali dengan kedua tangannya, ingin rasanya ia mengecup bibir yang sangat menggoda birahinya, tapi ia tau batasan dari hubungan mereka.
Kelvin mengantar Natali hingga ke Apartemennya.
"Kamu nggak masuk dulu?" tawar Natali.
"Ini sudah sangat larut malam, sebaiknya aku pulang, kita ketemu lagi besok di kantor," ucap Kelvin.
Kelvin hanya mengantar Natali hingga depan pintu Apartemen.
Begitu sampai di mobil, Kelvin kembali menghubungi temannya.
"Bagaimana, apa ada kabar?" tanya Kelvin.
"Maaf. Sampai sekarang aku belum dapat kabar apa-apa. Aku akan segera meneleponmu jika mendapat kabar tentang Diandra."
"Baiklah, aku mohon tetaplah mencarinya. Aku sangat membutuhkan bantuanmu,"
"Aku akan terus mencarinya, tapi aku tak bisa menjanjikan banyak hal."
Kelvin menyandarkan bahunya, ia masih tetap berada di parkiran Apartemen Natali. Menatap kearah jendela Natali yang masih nampak terang. Ia merasa sangat menyesal pernah mengenal yang namanya Alkohol.
Sementara di luar negeri, Gavin sedang berdandan, ia membuat rambut sedemikian rupa agar wajahnya semakin tampan.
"Aku datang My baby, Aku pasti bisa menaklukkan hatimu dengan ketampanannya," gumam Gavin mengagumi wajahnya sendiri di cermin.
"Gavin mengapa engkau sangat tampan," gumam Gavin kembali merapikan pakaiannya dan menambahkan parfum ke pakaiannya.
"Aku Siap."
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
semoga menghibur☺️
mohon dukungannya ya kak, dengan memberikan like, vote, dan komennya 🙏
salam dariku 🤗
Author m anha ❤️
__ADS_1
Love you all 💕💕💕💕
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖