
Hari ini Bram dan Mikaila ke rumah sakit,Pak Surya dan Anindita sudah menunggu mereka di rumah sakit....
Bram melakukan beberapa terapi untuk memulihkan ingatannya..
Hasil nya tetap sama,Bram tak mengingat sedikitpun iya hanya mengingat nama Mikaila saja.
Mikaila dan Anindita menunggu di ruangan lain.
"Mba apa ga ada cara lain agar ingatan mas Bram cepat kembali,"tanya Mikaila pada Anin.
"ini sudah cara yang terbaik,kita berdoa saja semoga ingatan Bram cepat pulih."jawab Anindita.
"mba kalau amnesia bisa mempengaruhi kepribadian seseorang juga ga sih,"tanya Mikaila lagi.
"terkadang,emang kenapa? apa ada yang aneh dengan Bram?"tanya Anindita.
"engga ko mba,cuma nanya aja."jawab Mikaila cepat.
Bram mengantar Mikaila pulang dan ia kembali ke kantor.
"mas yakin mau ke kantor lagi,"tanya Mikaila saat sudah sampai.
"iya,masih banyak pekerjaan yang harus mas pelajari,"jawab Bram singkat dan kembali melajukan mobilnya.
Mikaila sebenarnya ingin menghabiskan waktu berdua dengan Bram, anak-anak mereka sedang kesekolah.
Mikaila kekamarnya,iya mencari informasi tentang penyuka sesama jenis.
Banyak artikel yang muncul di layar ponselnya, Mikaila membaca beberapa artikel dan ia membuang ponsel ke kasur.
"apa-apa ini,masa Bram lebih tertarik sama Dimas dari pada aku."kesal Mikaila.
Mikaila kesal,ia memilih pergi menjemput Anak-anaknya di sekolah.
Malam hari Bram kembali menghabiskan waktunya di ruang kerja.
Seperti biasa Mikaila membawa kan Bram kopi untuk menemaninya bekerja.
Bram terlihat sedang berdiri di balkon dan menelfon Seseorang,Mikaila mendengar Bram menyebutkan nama Dimas.
"Juna aku minta nomor ponsel Isabela dong,"ucap Dimas dari balik telfon.
"kamu minta aja sendiri,aku ga punya,"jawab Bram.
"istri kamu pasti punya"desak Dimas lagi.
"eh Dimas,walau istri aku punya ga akan aku berikan."jawab Bram mengakhiri panggilannya.
Bram berbalik dan melihat Mikaila berdiri di belakangnya,
"siapa mas?"tanya Mikaila.
"bukan siapa-siapa,"jawab Bram.
"ini kopinya,"ucap Mikaila.
"makasih ya,"ucap Bram tersenyum pada Mikaila.
"iya mas,jangan terlalu capek ya,"
"hemmm.,"jawab Bram yang sudah kembali fokus pada pekerjaannya.
Mikaila kembali ke kamar,ia melihat-lihat foto lamanya dengan Bram.
"Apa mas Bram juga melupakan cinta kita,"batin Mikaila.
Mikaila melihat grup WA nya, Isabela mengganti nama grup mereka menjadi "Rumpi".
__ADS_1
Isabela dan Arabela sedang aktif dan membahas tentang hubungan Isabela dengan Jabbar.
"kapan dia ngelamar kamu,ga capek pacaran terus,"ledek Arabela.
"ngapain capek,orang kita ga jalan kaki,ga lari."jawab Isabela membela diri nya.
Mikaila terus membaca cat mereka.
"eh Tante gimana om Bram,apa sudah ada kemajuan?"tanya Isabela mengalihkan topik dan melihat Mikaila sedang online.
"nggak ada,kesel deh ,"balas Mikaila.
"kesel kenapa?"balas cepat Arabela.
"cerita dong Tante"kepo Isabela.
"kayanya mas Bram ga tertarik sama aku lagi deh,"tulis Mikaila.
"maksudnya?"tanya Arabela.
Mikaila curhat masalah Bram dan Dimas,mereka merumpi di WA, banyak saran dari Arabela yang sudah berpengalaman dalam hal ini, Isabela hanya menyimak obrolan mereka.
Ting, notifikasi pesan masuk di ponsel Bram.
"Kirimin aku nomor Isabela,kalau nggak aku kirim foto ini ke istri lho."tulis Dimas bersama sebuah foto, Bram yang sedang mengepang rambut panjangnya,mereka taruhan bermain game online dan saat itu Bram kalah.
"ya tunggu dulu,istriku masih bangun dan sedang memakai ponselnya."jawab Bram yang melihat Mikaila sedang bermain ponsel di kasurnya.
"ok ,,di tunggu,"jawab Dimas.
"awas ya lho Dimas."geram Bram.Apa jadinya kalau Mikaila melihat fotonya ia sendiri saja geli melihatnya.
Bram kembali bekerja, walau ia tak mengingat masa lalu nya namun jiwa pekerjaannya tetap abadi, mungkin itulah sebabnya ia menjadi pengusaha sukses memiliki banyak harta di banding dengan keluarganya yang lain.
Mikaila yang lelah menunggu Bram memutuskan untuk tidur lebih dulu.
Perlahan Bram menghampiri Mikaila persis seperti maling yang mengincar ponsel Mikaila.
Setelah berhasil mendapatkan ponsel istrinya Bram duduk di pinggiran kasur samping Mikaila.
"syukurlah tidak ada sandinya,"batin Bram saat ponsel berhasil di bukannya.
Bram langsung mencari nomor Isabela,sesekali ia melihat Mikaila yang sedang tertidur pulas.
"ketemu,"dengan cepat Bram mengirim nomor ponsel Isabela ke Dimas.
Bram melihat banyak pesan chat yang belum terbaca,Bram membukanya.
"owww mereka punya grup Rumpi."gumam Bram melihat siapa saja anggota grup tersebut tanpa tertarik melihat isi percakapan mereka.
Bram lebih tertarik melihat chat dari seseorang yang bernama Raihan.
Bram teringat pria yang selalu mendekati Mikaila saat itu.
Bram membaca satu persatu pesan tersebut,hatinya sedikit memanas saat semua isi chat itu merayu dan memberi perhatian pada istrinya.
Namun Bram tak melihat ada chat balasan dari Mikaila.
"aku ga pernah membalas chat nya,"ucap Mikaila yang sudah bangun dan ikut melihat apa yang di lihat Bram.
Awalnya ia khawatir saat membuka mata ia melihat Bram sedang memegang ponselnya, Mikaila takut kalau Bram membaca chat di grup WAnya yang membahas dirinya.
Bram terkejut tiba-tiba Mikaila bersuara dan duduk di dekatnya.
Bram memegang dadanya,,
"maaf mas,aku ngagetin ya,"ucap Mikaila yang melihat Bram sangat terkejut melihat nya.
__ADS_1
Bram tak bisa berkata-kata saking terkejutnya,ia hanya menggunakan isyarat tangan bahwa ia tak apa-apa.
"mas itu chat dari Raihan,ia terus mendekatiku saat tau mas Bram menghilang,tapi aku ga pernah memberinya harapan kok,aku selalu menghindari nya."jelas Mikaila yang takut jika Bram salah paham dengan chat nya.
"mas ngerti kok,mas percaya sama kamu.Makasih ya sudah menunggu mas kembali,"ucap Bram mengusap rambut Mikaila.
Mikaila memeluk erat tubuh Bram,ia sungguh sangat merindukan sentuhan Bram sebagai seorang suami.
Bram membalas pelukan istrinya,
"Tidurlah,maaf sudah membangunkan mu."ucap Bram yang masih memeluk Mikaila.
"mas juga tidur,"rengek Mikaila tak mau melepas pelukannya.
"ya udah kita tidur.,"ucap Bram ikut berbaring.
Mikaila terus memeluk Bram saat tidur,yang justru membuat Bram tak bisa tidur.
"besok akan aku coba saran Arabela,"batin Mikaila mempererat pelukannya.
Keesokan harinya Bram sedang mandi.
Tok,tok tok,
Mikaila terus menggedor pintu kamar mandi,
"mas buka dulu,aku kebelet nih,"ucap Mikaila dari balik pintu.
Bram yang masih mandi memakai handuk dan membuka pintu.
Mikaila langsung masuk dan tanpa malu pipis di depan Bram.
Bram hanya melongo melihat apa yang di lakukan Mikaila.
"Mas aku buru-buru,aku ada janji dengan Isabela,"ucap Mikaila sambil membuka pakaian dan mulai mandi.
Menguyur tubuhnya di bawah shower,ia mengikuti saran Arabela,..
Dengan sengaja Mikaila memperlihatkan bagian-bagian tertentu tubuhnya.
Bram berdiri mematung,dengan susah ia menelan Saliva nya.
Mikaila mengambil handuk dan menyudahi acara mandinya dan dengan santainya ia keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
Bram masih berdiri mematung di tempatnya melihat Mikaila berjalan keluar dan menghilang di balik pintu kemudian melihat bagian bawahnya.
Mikaila buru-buru memakai pakaiannya dan turun ke bawah menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya.
"sarapan mas,"ucap Mikaila saat Bram menghampir meja makan, anak-anaknya sudah lebih dulu memulai sarapannya.
Bram kali ini agak lama turun untuk sarapan .
"mas aku ada janji shopping dengan Isabela dan Arabela,mas mau nitip sesuatu ,"tanya Mikaila.
"ga ada,"jawab Bram singkat memulai sarapannya.
Bram mengantar anak-anak ke sekolah dan langsung ke kantor.
Sedangkan Mikaila langsung menuju Mall, Arabela dan Isabela sudah menunggunya di sana.
Hari ini mereka akan shopping dan nyalon....
Terimakasih sudah membaca 💗💗💗💗
Tinggalkan jejak dengan like vote dan komennya 🙏🙏🙏🙏👍💖💖💖🤗
Selamat memulai aktivitas.💖💗💖
__ADS_1