
Yoga yang mendapat kabar dari Alex jika Zaky kemungkinan besar ada di Apartemen kelvin langsung menuju ke negara tersebut.
Yoga langsung menyambangi Apartemen Kelvin tanpa memberitahunya terlebih dahulu Jika ia akan datang ke sana, ia sampai di negara itu saat malam,
Yoga mencet bel,,,
Zaky yang sedang sibuk dengan tumpukan berkas nya tak menghiraukan suara bel yang sedari tadi berbunyi, ia masih fokus mengerjakan pekerjaannya.
Kelvin yang terus mendengar suara bel tersebut akhirnya keluar dari kamarnya,
"Zaky, kamu nggak dengar suara bel itu," kesal Kelvin.
"Dengar," jawab kelvin.
"Terus kenapa kamu nggak buka pintu," tanya Kelvin.
"Dia pasti mencari mu, jadi kamu saja yang buka pintu. Ini kan rumahmu?" jawab Zaky masih tetap fokus pada layar laptopnya, tak menatap sedikitpun kepada kelvin yang Samakin kesal mendengar jawabannya.
Kelvin yang tak mau berdebat akhirnya berjalan menuju pintu dengan santai,
"Siap sih malam-malam datang," gumam Kelvin.
Selama ini tak ada yang bertamu ke Apartemen nya kecuali keluarga nya dan kurir yang mengantarkan makanan nya.
Kelvin melihat di layar jika orang yang sedari tadi mencet bel adalah Yoga, ia sangat terkejut.
Kelvin dengan cepat berlari kembali menghampiri Zaky,
"Cepat ngumpet," ucap kelvin panik.
"Ngapain ngumpet?" tanya Zaky bingun melihat Kelvin panik.
"Om Yoga datang, cepat ngumpet jangan banyak nanya!!"
"Aku ngumpet di mana?" tanya Zaky yang ikut panik melihat kelvin panik dan mendengar tamu itu adalah Yoga.
"Terserah, terserah. Aku mau buka pintu kamu ngumpet di mana saja,"
"Ya udah, aku ke kamar saja,"
" Jangan ini sudah malam, om Yoga pasti akan menginap di sini,"
"Tapi barang-barang ku aku ada di sana," ucap Zaky.
"Ya ampun," ucap kelvin menepuk jidatnya, ia yang baru ingat jika semua barang-barang Zaky ada disana.
Mereka berdua langsung berlari membereskan kamar, barang-barang Zaky yang ada di kamar itu mereka pindahkan ke kamar Kelvin.
Walau Apartemen itu sangat mewah namun hanya terdapat dua kamar saja.
Saking terburu-buru nya mereka sampai bertabrakan saat berlalu lalang memindahkan barang-barang Zaky.
"Kamu ngumpet di kamar aku aja," ucap Kelvin berlari menuju pintu.
Zaky dengan cepat masuk ke kamar Kelvin dan mencari tempat bersembunyi di kamar itu.
Kelvin mengatur nafasnya dan mencoba setenang Mungkin, ia menghembuskan nafasnya kemudian memasang sedikit senyum.
Melihat kembali ke dalam memastikan Zaky sudah di tempat yang aman.
Kelvin memutar gagang pintu dan melihat Yoga di sana, memasang wajah kesal karena terlalu lama menunggu.
"Malam om,," sapa kelvin,
__ADS_1
"Malam," ucap Yoga langsung masuk.
"Kok nggak bilang-bilang om mau datang?" tanya kelvin.
"Emang kenapa?, kamu nggak suka ya kalau om datang tiba-tiba ?!"tanya Yoga.
"Enggak kayak gitu juga Om, kan kalau aku tau om akan datang bisa di siapkan sesuatu buat om."
"Enggak usah, om hanya ingin bicara denganmu ," ucap Yoga,
"Mau bicara apa Om ?"
"Kamu sama siapa di sini?" tanya Yoga melihat dua gelas berisi minuman,
"Sendiri Om ,"
"Sendiri?, kok gelasnya ada dua ?"tanya Yoga sambil melihat ke semua tempat, ia ingin mencari tahu apakah benar Zaky ada di sana atau tidak.
"sendiri kok Om!"
"Kamu yakin sendiri ?" tanya Yoga yang kini berjalan menuju ke dapur seperti sedang mencari sesuatu,
"Iya, yakin sendiri kok Om, Om butuh sesuatu?" tanya Kelvin terus mengikuti Yoga.
Yoga mengambil air minum di dalam kulkas dan melihat banyak sekali bahan makanan dalamnya.
"Kamu masak,?" melihat Kelvin,
Kelvin mengangguk,
"Sejak kapan kamu mengisi kulkas kamu seperti ini?" tanya Yoga Yang tahu betul seperti apa tempat keponakannya itu.
"Iya Om aku mau belajar masak!"
"Emang kamu bisa?,
"Masak, bisa dong Om!"
"Coba buatin Om makanan, Om belum makan," ucap yoga ingin mengetahui apakah benar yang ponakannya itu katakan.
"Kita beli aja ya, aku lagi males masak. Nanti bajuku bau Om," alasannya Kelvin.
"Terserah kau saja," ucap Yoga ,
Kelvin kemudian memesan makanan untuk mereka.
Yoga membuka penutup makanan yang ada di meja makan, di sana juga terhidang banyak makan.
"Ini banyak makanan, ngapain kamu pesan lagi!"
"Ya udah om, Aku batalkan lagi ," jawab Kelvin.
"Kenapa ini makanannya banyak sekali, kamu kan cuma sendiri."
"Oh ini cuman buat coba-coba resep baru om,"
Yoga mencicipinya,
"Lumayan, rasanya enak."
Yoga kembali berjalan mengitari rumah itu, membuka satu persatu ruangan yang ada di sana. Membuka ruang gym, ruang kerja dan dan beberapa ruangan yang lainnya.
Hanya satu ruangan yang belum ia periksa yaitu kamar Kelvin. Kelvin terus saja mengikuti kemana Yoga pergi dan bersikap aneh membuat Yoga semakin curiga.
__ADS_1
"Kamu ngapain ikutin om dari tadi?!"
"Enggak ko Om, Pingin disini aja", Kelvin.
Yoga melihat kamar Kelvin.
Kelvin melihat apa yang dilihat oleh Yoga,
"Mampus, jangan bilang Om Yoga juga akan memeriksa kamarku," batin Kelvin.
Dan benar saja, Yoga berjalan menuju ke kamar Kelvin, dengan cepat Kelvin menghalanginya.
"Om mau kemana?" tanya Kelvin.
"Om hanya ingin melihat kamarmu,"
"Untuk apa Om?,"
"Cama mau lihat saja, minggir," ucap Yoga mencoba menyingkirkan Kelvin yang terus menghalangi agar ia tak masuk ke kamarnya, ia merentangkan kedua tangannya di depan pintu.
"Kamu ini kenapa, Om cuma mau lihat kamar kamu,"
"Jangan om, kamar aku berantakan, belum dibersihkan."
"Enggak apa-apa, Om cuma mau lihat saja."
Kelvin terus saja menghalangi, namun Yoga tetap memaksa masuk. Pintu terbuka, Yoga terkejut melihat barang-barang di dalam sangatlah berantakan.
Tadi Kelvin dan Zaky sangat panik, sehingga mereka langsung melemparkan barang-barang Zaky masuk tanpa menyusun atau meletakkan ya ke tempat yang benar.
Yoga perlahan masuk,
"Kamar kamu kenapa begin?" tanya Yoga.
"Kelvin kan udah bilang, jangan masuk kamar Kelvin om, lagi berantakan. Kelvin lagi mencari sesuatu nggak tahu nyimpannya di mana makanya waktu mencari jadi berantakan seperti ini," alasan Kelvin.
Yoga tetap melihat dan memeriksa dengan matanya di setiap sudut kamar, memeriksa di bawah kolong tempat tidur, di dalam lemari dan di dalam kamar mandi. Namun ia tak menemukan apa-apa, Kelvin pun ikut bingung di mana Zaky bersembunyi.
"Zaky ngumpet nya dimana ya," batin Kelvin juga ikut mencari dengan pandangannya.
"Om lagi cari apa sih?," tanya Kelvin mulai curiga jika keberadaan Zaky ada bersamanya sebenarnya sudah diketahui oleh Om nya itu.
"Enggak, enggak apa-apa," ucap Yoga kemudian keluar dari kamar itu disusul oleh Kelvin.
Zaky yang mendengar suara pintu tertutup bernafas lega, kemudian ia perlahan membuka kancing resleting koper dan mendorong penutup nya ke atas. Ia bernafas lega sedari tadi ia bersembunyi di dalam koper yang ada di sudut ruangan itu.
Zaky memaksakan dirinya masuk ke sana membuat seluruh tubuhnya sakit dan berkeringat.
Zaky kemudian berdiri dan menatap kembali koper tempat ia bersembunyi tadi,
"Kok aku bisa muat ya ," gumam Zaky menggaruk kepalanya.
Zaky mendekatkan kupingnya di pintu, mencoba mendengar apa yang di bicarakan oleh Yoga dan Kelvin.
💖💖💖💖💐💖💖💖💖💐💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca
LIKE, VOTE, KOMENNYA 🙏💗🙏
Salam dariku Author m anha.🤗
💖💖💖💖🙏💖💖💖🙏💖💖💖🙏💖💖💖
__ADS_1