Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Menumpang.


__ADS_3

Zunairah telah mendapat izin dari neneknya untuk kembali ke rumah Papa dan Mamanya.


Saat sarapan,


Mereka duduk di meja dan memulai sarapannya.


"Bagaimana kabar Zaky,? tanya papa Randy,


"Masih sama Pah, belum ada kabar sama sekali yang menunjukkan dimana dia sekarang," jawab Randy.


"Aku dengar Beberapa orang Abraham Wijaya juga ikut mencari nya?" tanya Papa,


"Iya Pah, mereka juga ikut membantu pencairan Zaky, Randy yang meminta bantuan pada mereka, sampai sekarang kami masih terus mencarinya," jawab Randy.


"Semoga dia baik-baik saja dimanapun ia berada, Ibu sangat khawatir memikirkan anak itu," ucap Mama Randy,


Walau mereka sudah tahu jika Zaky bukanlah cucu kandung mereka, namun mereka sudah sangat menyayangi Zaky. Zaky sudah mendapatkan tempat tersendiri di hati mereka berdua.


Zunaira kembali ke rumah Mamanya, Zahra sangat bahagia melihat anaknya kembali ke rumah dan meminta maaf kepadanya.


"Terima kasih ya nak, kamu mau maafkan mama," ucap Zahra memeluk dan mencium pipi anaknya.


"Maaf ya Mah, Zunaira yang salah, aku sudah membuat mama menjadi bersedih,"


"Kamu nggak salah nak, Semua ini memang salah Mama, kesalahan di masa lalu mama. Mama tidak akan menyalahkan kalian semua dalam ini, karena semua berawal dari kesalahan Mama," ucap Zahra menghapus air matanya dan air mata anaknya.


Dua bulan kini telah berlalu, kesedihan Zahra sedikit berkurang karena kehadiran Zunaira yang selalu menghiburnya.


Sementara Randy masih tetap mencari Zaky, walau tak ada tanda-tanda sedikit pun tentang keberadaan Zaky, namun Randy terus mencari putranya itu.


Di Negara lain.


Seorang remaja yang berdiri di balik jendela yang begitu besar dari lantai Apartemen tertinggi gedung itu, menatap luasnya pemandangan di depannya, melihat penuh kekaguman gedung-gedung pencakar langit, melihat dari ketinggian tempat ia berada saat ini. Iya tak pernah menduga akan sampai di tempat ini dimana ia sekarang berdiri .


Dengan ragu ia mengambil ponsel dan menekan nomor di sana menyimpannya dengan nama kontak Mama,


Kemudian ia menulis pesan


"Aku udah maafin Mama, aku baik-baik saja tak usah mencemaskan ku. Aku masih butuh waktu, suatu saat nanti aku akan kembali pada mama," isi pesan tersebut,


Ia terus mempertimbangkannya apakah akan mengirim nya atau tidak.


Setelah lama mempertimbangkan ia kemudian memutuskan untuk mengirim pesan tersebut.


Pesan terkirim, ia bisa melihat jika pesan yang dikirim nya sudah dibaca oleh si penerima pesan.


Tak butuh waktu lama, satu balasan masuk di ponselnya, "Mama akan selalu menunggumu nak, Mama sangat menyayangimu, Cepatlah kembali mama sangat merindukanmu," isi pesan balasan tersebut.


Ia menatap ponselnya, membaca pesan yang di kirim mamanya, sekarang ia lebih tenang dan berusaha menerima keadaan dirinya.

__ADS_1


Ia kemudian mengeluarkan SIM card dan mengganti nomor ponsel dengan yang baru.


Zahra Yang Sedang membereskan tempat tidurnya melihat pesan masuk di ponselnya, ia menghentikan aktivitasnya dan mengambil ponsel tersebut.


Ia membuka satu pesan, dari nomor kontak yang tak tersimpan di ponselnya.


"Pesan siapa ini," batin Zahra kemudian menekan pesan tersebut, pesan terbuka, Zahra melihat pesan tersebut dari nomor tak dikenal, Zahra sangat senang membaca isi pesan itu. Ia yakin pesan itu adalah pesan dari putranya.


Dengan cepat dan tangan bergetar, ia membalas pesan itu kemudian, melihat jika pesan tersebut sudah di baca.


Zahra sangat senang ia berlari keluar menghampiri Randy yang sedang berkumpul di ruang tengah bersama anak dan ibunya.


"Coba lihat pesan ini, ini pesan dari kakakmu kan !" ucap Zahra memperlihatkan pesan tersebut kepada Zunaira.


Zunaira yang mendengarnya langsung mendekati mamanya dan mengambil ponsel mamanya itu, membaca pesan tersebut .


"Ia mah, sepertinya ini pesan dari kakak," ucap Zunaira berbinar.


Randy pun ikut mendekat dan membaca pesan tersebut,


Begitu juga dengan Mama Zahra, mereka semua sangat senang mendengar itu, setidaknya pesan tersebut mengabarkan pada mereka jika Zaky sekarang baik-baik saja dan berada di suatu tempat.


"Ini nomor dari luar negeri," ucap Randy memperhatikan nomor pengirim pesan tersebut.


Randy langsung memberitahu Alex tentang pesan tersebut.


Tak butuh waktu lama Alex sudah mendapat informasi jika nomor tersebut dari negeri A.


Alex langsung mendatangi Yoga ke kantor dan memberitahu tentang apa yang ia ketahui,


Alex memberi Secarik kertas kepada Yoga berisi informasi lokasi Pengiriman pesan di ponsel Zahra yang mereka yakini itu adalah pesan dari Zaky.


"Bukankah ini negara tempat Kelvin kuliah?" ucap Yoga setelah melihat nama negara yang diperlihatkan oleh Alex,


"Iya, itu negara tempat Kelvin kuliah. Bukan hanya negaranya saja yang sama, namun lokasi tempat tinggalnya juga sama!" jawab Alex.


Mereka berdua saling menatap dengan pikiran mereka masing-masing.


"Apa kau memikirkan apa yang aku pikirkan?" tanya yoga pada Alex.


"Hemmm, Aku akan mencoba mencari tahu Sendiri kebenarannya" jawab Alex.


"Untung saja waktu itu aku tak memberi tahu Bram, Ku dengan dari pak Surya jika Bram memilih penyakit jantung." ucap Yoga.


"Apa itu sebabnya ia berhenti berkantor?"


"Sepertinya memang seperti itu." jawab Yoga.


*****

__ADS_1


Zaky memijat kepalanya yang terasa pusing, ia duduk di sofa dan semalaman ia mengerjakan banyak pekerjaan yang ada di meja depannya .


Disana masih banyak pekerjaan yang belum ia selesaikan.


Zaky terkejut saat beberapa tumpukan berkas kembali dilempar ke hadapannya,


"Tak ada yang gratis di dunia ini, kau sudah tinggal di sini berbulan-bulan makan, minum dan tidur di sini secara Cuma-cuma, kerjakan itu semua." ucap seseorang yang melempar berkas tersebut.


Zaky memandang tumpukan berkas itu kemudian memandang pria yang berdiri di depannya nya,


"Kenapa kamu gak mau ?" tanya orang itu,


Dengan pasrah Zaky mengambil dan mulai mengerjakan beberapa berkas itu.


Orang itu duduk didepan Zaky.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu yang kemarin" tanyanya kemudian menaikkan kaki 1 ke kaki yang lainnya.


Zaky memberikan berkas tersebut di hadapan orang itu.


Orang itu mengambil dan mulai membacanya,


" Payah, apa hanya segini kemampuanmu, ini semua salah. Kerjakan kembali," ucapnya kemudian melempar berkas itu kembali depan Zaky kemudian berlalu meninggalkan Zaky dengan tumpukan berkas-berkas yang harus segera ia kerjakan.


Orang tersebut berlalu meninggalkan Zaky, setelah menutup pintu pria itu menggeleng sambil tersenyum.


Zaky mengacak-acak rambutnya, Ia sudah bersusah payah mengerjakan semalaman namun orang tersebut sama sekali tidak menghargai kerja kerasnya.


Zaky tak banyak protes, dan mencoba kembali mengerjakan semuanya.


Pria itu sebenarnya sangat puas dengan hasil kerja Zaky, tapi masih ada beberapa yang harus diperbaiki lagi. Namun untuk usia Zaky pekerjaan itu sudah sangat luar biasa, Ia pun saat dulu tak mampu mengerjakan itu.


Walau lahir dari wanita yang berbeda namun kemampuan bisnis mereka tetap sama,


Kemampuan bisnis mereka sama-sama diwariskan dari Papa mereka..


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Terima kasih sudah membaca 💗


jangan lupa memberi dukungan, 💗


dengan memberi like dan komen nya 💗


Terima kasih Salam dariku 💗


Author m anha ❤️


,💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2