Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] HARI BAHAGIA


__ADS_3

Pernikahan adalah suatu hubungan ikatan lahir dan batin antara seorang wanita dan pria untuk hidup dari keturunan dan dilangsungkan menurut syariat Islam.


Ketika dua orang sudah memantapkan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, keduanya berarti sudah yakin satu sama lain.


Semua orang tentu ingin menjalankan yang namanya kehidupan berumahtangga, hidup bahagia dengan ikatan janji suci pernikahan dengan orang yang kita sayangi.


Ikatan yang menyatukan mereka dalam hubungan yang halal secara agama.


Saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing dan bersyukur atas jodoh yang dipilihkan Allah SWT untuk kita.


Syana sangat bersyukur ia di pertemukan dengan sosok ustadz Ilham walau dengan jalan perjodohan. Setiap orang tua pasti menginginkan kebahagiaan pada anak-anak mereka, mencarikan pasangan yang dapat menggantikan mereka dalam menjaga, menyayangi dan membimbing anak-anak nya. Salah satunya dengan mencarikan jodoh yang terbaik untuk anak-anak mereka.


Dalam hitungan jam Syana sebentar lagi akan menjadi istri dari seorang Ustadz dan ia yakin suaminya kelak akan membahagiakan nya dunia dan akhirat.


Syana berjalan keluar di dampingi oleh ibunya dan Mikaila, banyak yang mengira pengantin yang sedang berjalan di hadapan mereka bukannya Syana. Syana yang mereka kenal jauh berbeda dengan Syana yang sekarang.


Syana tampil dengan sangat cantik dan anggun, senyum terus terpancar di wajahnya,


Ustaz Ilham pun terpukau melihat Syana yang begitu cantik dengan balutan gaun pengantin.


Baru kali ini semau melihat Syana ya begitu cantik dengan memakai hijab.


Cantik dan Soleha, itulah yang ada dalam pikiran mereka semua, saat melihat Syana.


Semua tersenyum melihat Syana berjalan menuju ke tempat ijab Kabul, di sana sudah ada ustadz Ilham yang duduk menunggunya. Mereka mendudukkan Syana di samping ustadz Ilham yang sudah menunggunya sedari tadi dan penghulu yang sudah siap menikahkan mereka.


Jantung Syana semakin berdetak kencang saat ia sudah duduk di samping ustadz Ilham, ia juga terlihat lebih tampan hari ini. Syana bahkan bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri.


Sebelum meninggalkan Syana Anindita yang tau putrinya sedang sangat gugup mencoba mengusap punggungnya,


Syana yang merasakan usapan ibunya mendongak dan berusaha untuk tetap tenang.


"Santai saja ya, Semua akan baik-baik saja. Bismillah," bisik Ibu.


Syana merasa lebih lega, hatinya lebih tenang mendengar ucapan ibunya.


Semua mata berpusat kepada mereka, Penghulu mulai menjabat tangan ustad Ilham, Walau iya adalah seorang ustadz. Namun, Ia tetap merasa gugup saat akan mengucapkan ijab Kabul.


Ustaz Ilham melafalkan ijab kabul dengan sangat lancar dan disambut kata sah dari para saksi.


Syana bernafas lega, sekarang ia sudah resmi menjadi istri seorang Ustadz Ilham, semua mendoakan kebahagiaan mereka.


Inti acara yang mereka nantikan pun telah selesai, semua ketegangan yang mereka alami kini telah berakhir, khususnya kedua mempelai. Rasa takut dan deg-degan kini berganti rasa bahagia.

__ADS_1


Acara kemudian dilanjutkan dengan perjamuan para tamu.


Raina mulai sibuk membantu yang lainnya untuk menjamu tamu, berbagai macam menu sudah di hidangkan, sudah tersaji tersusun rapi. Mereka tinggal memilih menu apa yang mereka inginkan.


Raina membuka penutup makanan yang ada di hadapannya, begitu ia membukanya aroma makanan menyeruak menusuk ke Indra penciumannya terasa hingga ke ulu hatinya, membuat perasaan aneh di perutnya. Raina merasa sangat mual mencium aroma itu. Ia menutup hidungnya agar aroma makanan itu tak tercium lagi olehnya.Namun, perutnya seolah dikocok dan rasa mual itu terus menderanya, dengan cepat Raina berlari masuk kedalam rumah.


Arya yang berdiri tak jauh dari Raina, melihat istrinya itu berlari masuk kedalam rumah. Arya yang merasa khawatir pun menyusul Raina.


Arya tak melihat dimana Raina,


"Raina kamu di mana," teriak Arya terus mencari Raina di setiap ruangan yang ada di rumah itu.Namun, Arya tetap tak ditemukannya.


Arya menghentikan langkahnya saat mendengar suara seseorang sedang muntah dari dalam kamar mandi.


Perlahan Arya menghampiri kamar mandi tersebut dan mencoba memastikan pendengarannya. Ia lagi-lagi mendengar suara seseorang sedang muntah.


Arya mengetuk pintu kamar mandi, "Raina apakah itu kau?" tanya Arya khawatir.


Suara seseorang sedang muntah masih jelas terdengar olehnya, Ia pun menghentikan ketukannya sembari menunggu.


Begitu ia tak lagi mendengar suara muntah dari dalam dan mendengar suara keran air yang dinyalakan, Arya kembali mengetuk pintu "Raina apa itu kau?" tanya Arya memastikan jika yang di dalam itu memang adalah istrinya.


Arya kembali menghentikan ketukannya saat melihat gagang pintu terputar dan pintu pun terbuka. Arya terkejut saat melihat wajah Raina yang begitu pucat.


"Kau kenapa?" tanya Arya.


Arya mengambil tisu dan menyeka keringat yang ada di wajah istrinya. Raina terus muntah, perutnya sudah kosong hanya tersisa cairan saja yang ia muntah kan.


Arya membuka hijab Raina dan melihat baju Raina sudah basah oleh keringat nya.


"Ada apa, apa kau baik-baik saja?" tanya Arya melihat Raina yang semakin pucat.


"Enggak tau juga Kak, tiba-tiba perutku sangat mual, kepalaku juga pusing," ucap Raina ia kembali ingin muntah.Namun, sudah tak ada lagi yang keluar, Perutnya sudah kosong.


"Sebentar ya, Kak ambilkan air minum dulu," ucap Arya. Raina hanya mengangguk dan terus mencoba untuk muntah.


Arya berlari keluar mengambil air minum untuk Raina.


Mikaila yang melihat Arya terburu-buru menghampirinya "Ada apa ?" tanya bundanya.


"Raina Sakit Bunda, aku mau membawakan air untuk nya," ucap Arya yang sudah memegang sebotol air mineral dan kembali berlari menuju ke tempat Raina.


Mikaila yang khawatir melihat kepanikan putranya ikut berlari menyusul Arya.

__ADS_1


"Raina," Pekik Arya saat membuka kamar mandi dan melihat Raina sudah terbaring di lantai kamar mandi dan terlihat ada luka di keningnya.


Raina terbentuk saat ia pingsan.


Arya dengan cepat mengangkat Raina.


dan membawanya keluar dari kamar mandi.


"Ada apa dengan Raina?" tanya Mikaila tak kalah terkejutnya.


Mikaila yang melihat Arya mengangkat Raina tanpa hijabnya masuk ke kamar mandi dan mengambil hijab Raina yang tergantung di sana dan air mineral yang tadi di bawa Arya, kemudian ikut berlari menyusul putranya.


Bunda Mikaila membukakan pintu kamar agar Arya bisa masuk dan membaringkannya di atas kasur.


"Raina bangun," ucap Arya mencoba membangunkan Raina.


Mikaila membuka tutup botol air mineral itu dengan tangan yang bergetar, ia sangat syok melihat keadaan Raina, dengan cepat ia memercikkan air ke wajah Raina, membuat Raina tersadar dari pingsannya.


"Arya mengambil air dan segera meminumkannya pada Raina."


"Kau tak apa-apa kan, mana yang sakit?" tanya Arya khawatir.


"Kepalaku sakit kak," ucap Raina memegang luka yang ada di keningnya.


Mikaila dengan cepat mengambil ponselnya dan menelpon Anindita, kakak iparnya. Ia sangat khawatir melihat kondisi Raina, terlebih lagi ada luka di keningnya.


"Sebenarnya kau sakiti apa?" tanya Mikaila memijat tangan Raina yang masih berbaring lemah.


Anindita yang mendapat telepon dari Mikaila dengan cepat menghampiri mereka.


"Ada apa ini? kenapa kau bisa terluka," tanya Anindita mulai mengobati luka yang ada di kening Raina.


"Tadi Raina muntah, makanya aku pergi untuk mengambilkan air dan saat aku kembali Raina sudah pingsan di kamar mandi Tante," jelas Arya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa like, vote dan komennya 🙏


Salam dariku 🤗


Author m anha ❤️

__ADS_1


love you all 💕💕💕💕


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2