Pilihan Ku

Pilihan Ku
Malam Pertama Yang Tak Terlupakan.


__ADS_3

Acara pesta pernikahan Dimas dan Ayasa berjalan lancar.Tamu undangan sudah mulai sepi, Arandita yang melihat anaknya terlihat lelah meminta Dimas mengajak Ayasa ke kamar.


Dimas membantu ayasa menuju kamar pengantin mereka,Ia memegang gaun pengantin Ayasa yang sangat panjang.


Ayasa adalah Putri satu-satunya seorang desainer terkenal Arandita,ia membuat gaun pengantin yang spesial untuk putrinya walau harus memakan biaya yang cukup banyak..


Acara berlangsung cukup lama sehingga semua keluarga memilih menginap di hotel yang sama tempat diadakannya pesta pernikahan tersebut .


Arabela, Isabela dan Syana menghampiri kamar Mikaila, mereka mengajak Mikaila untuk bergabung menjalankan misi mereka,


"Misa,,,?misi apa?" tanya Mikaila tak tak mengerti apa yang mereka maksud.


Mereka mengobrol di dalam kamar Mikaila. Bram Sadang menidurkan Arsy di tempat tidur sedangkan anak-anak yang lain memilih berbaring di karpe sambil bermain gadget.


Syana menjelaskan apa yang akan merekalakukan kepada Dimas,bram hanya tertawa mendengar ide konyol ponakannya itu .


Tak lama kemudian David menghampiri mereka "Sudah biarkanlah mereka menikmati malam pertamanya," ucap David ikut duduk di samping istrinya.


"Eh nggak boleh, Kak Dimas harus di kerjain dulu baru bisa masuk di keluarga kita."ucap Syana.


"David benar, tidak baik merusak malam pertama orang ,"ucap Jabar .


"Aku setuju ide Syana,"ucap Bram yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka.


"Baiklah, let's go,"ucap Syana bersemangat untuk menghancurkan malam pertama mantan nya itu.


Dimas membantu Ayasa melepas hiasan kepala dan hijabnya, rambut hitam panjang Ayasa tergerai indah membuat Dimas terpesona pada istrinya sendiri.


Malam ini wanita yang dia cintai dan sudah resmi menjadi istrinya terlihat begitu cantik, hanya melihat leher jenjang istrinya nafas Dimas sudah sangat berat.


Ayasa sedikit kesulitan membuka gaun pengantinnya, dengan ragu Dimas menawarkan bantuan,"Biar saya bantu," ucap Dimas berjalan mendekati Ayasa dan mulai membuka kancing belakang baju Ayasa, begitu membuka kancing tersebut terlihat punggung mulus Ayasa membuat Dimas sungguh menggila.


" Kak aku mandi dulu ya, aku gerah ucap,"ucap ayasah yang melihat tatapan Dimas pada dirinya.


"iya,silahkan,"ucap Dimas tersadar dari keterpesonaan nya.


"Oh ya ,pakai ini ya!" ucap Dimas memberikan paper bag kepada Ayasa,


"Apa ini Kak, pakai ya sudah mandi ,"ucap Dimas.


Ayasa melihat isinya dan melihat lingerie warna hitam di sana .


"Iya Kak ,"ucap Ayasa mengerti apa yang di inginkan suaminya itu.


Ayasa kamar mandi, Dimas dengan sabar menunggu Ayasa, di luar ia menabur beberapa bunga mawar di atas ranjang pengantin mereka, bayangan liar sudah bermuncul di kepalanya.


Dimas mondar-mandir menunggu Ayasa yang sudah di tadi tak kunjung keluar.

__ADS_1


"Tipis sekali,ini sama saja aku ga pakai baju,"ucap Ayasa menatap dirinya di cermin dengan lingerie tipis yang melekat di tubuhnya .Walau sedikit malu Ayasa tetap memakainya. Ia berjalan perlahan menghampiri Dimas dan sedikit menutupi bagian depannya dengan kedua tangannya .


Dimas menarik Ayasa duduk di atas kasur ranjang pengantin mereka ,Dimas menyelipkan rambutnya yang menutupi wajahnya.


"Malam ini kamu cantik sekali ,"ucap Dimas mengagumi kecantikan istrinya.


Ayasa hanya diam ,perasaannya sedang berkecamuk di dadanya,senang, takut gugup dan masih banyak lagi main bercampur menjadi satu .


Dimas mendekatkan wajahnya ke wajah Ayasa, bibir seksi Ayasa sedari tadi sudah sangat menggoda nya,Dimas belum juga berhasil mendapatkan bibir itu teleponnya berdering dan dilayar tertera nama big Boss.


"Bentar ya saya angkat telepon dulu!"ucap Dimas mengambil ponselnya.


Ayasa mengerti kalau yang tadi tertera di layar ponsel suaminya itu adalah om Abrahamnya.


Bram menelpon Dimas,Dimas yang melihat nama Bram di layar ponselnya langsung mengangkat ponselnya .


"Ada apa?" tanya Dimas.


"Kamu bisa ke lobby sebentar,ada hal yang penting yang harus aku tanyakan,"ucap Bram.


"Baik aku ke lobby sekarang ,"ucap Dimas.


Begitu Dimas sampai di lobby," kamu sudah mau tidur?"tanya Bram yang melihat Dimas lesu .


"Iya pak,"jawab Dimas.


"Apa maksudnya,"batin Dimas.


Dimas melihat Jabbar dan David berdiri tak jauh dari mereka,"Perasaanku nggak enak ini,* batin Dimas .


Tak lama kemudian Mikaila, Arabela dan Isabellla berjalan melewatinya,"Mereka mau kemana," gumam Dimas saat melihat tiga pasang suami istri itu keluar tanpa membawa anak-anak mereka.


"Jangan bilang mereka..."Dimas berlari dengan cepat ke kamarnya


Saat Dimas kembali ke kamar, kamarnya pengantinnya sudah menjadi panti asuhan.


Syana bermain game online bersama Arya di sofa,


"Ngapain kamu ke sini, pergi sana, keluar sana," ucap Dimas menendang kaki Syana yang diangkat ke sandaran sofa.


"Kak Dimas apaan sih, ganggu aja."sana memperbaiki duduknya,"sana,sana,sana,"usir Syana oada Dimas.


Dimas menepuk jidatnya saat melihat Gavin bersama Queen melompat di atas tempat tidur,membuat bunga mawar yang ada disana berhamburan kemana-mana. Kelvin bermain bersama Arsy di karpet sedangkan Adam anak dari David dan Isabela tertidur di gendongan Ayasa yang sudah mengganti pakaiannya.


Dimas menghembuskan nafasnya kasar, Ia terduduk di lantai menopang dagunya dengan kedua tangannya, sesuatu sudah menegang sejak tadi..


Bram dan yang lainnya pergi berjalan-jalan,

__ADS_1


Saat mereka semua pulang, Mereka melihat anak-anak mereka sudah tertidur pulas.


David menahan tawanya melihat wajah frustasi Dimas, mereka mengambil anak mereka dan membawanya kembali ke kamar tak menghiraukan Dimas yang terus menatap mereka dengan tatapan membunuhnya.


Semua sudah keluar kecuali Arya dan Syana yang sudah tertidur lelap di sofa.


Dimas melihat istrinya"Bangunin mereka,"ucap Dimas .


Ayasa berjalan pelan membangunkan Syana dan Arya namun mereka berdua tak bangun-bangun juga. membuat Dimas mengambil bantal gulingnya dan memukul wajah Ayasa ,walau pelan tapi pukulan Dimas itu mampu membangunkan Syana,"Apaan sih ,"teriak Syana merasa tidurnya terganggu .Ia baru sadar kalau dia masih di kamar pengantin mantannya itu, dengan cepat ya membangunkan kan Arya dengan cara yang sama Dimas membangunkannya.


Dengan seketika Arya langsung terduduk "Bunda, Bunda, kenapa Bunda ,"ucap Arya kaget.


"Sini kakak antar ke bunda,"Syana menarik Arya keluar kamar pengantin Dimas dan Ayasa.


Semua sudah keluar, Dimas menatap di sekeliling kamarnya Sudah sangat berantakan.


"Sudahlah, gini juga nggak apa-apa," ucap Dimas langsung mengangkat Ayasa ke tempat tidur , ingin meneruskan kembali apa yang sempat tertunda tadi.


Dimas menatap wajah cantik istrinya,mengusap bibir Ayasa yang begitu menggoda dengan ibu jarinya, perlahan Dimas mendekatkan bibirnya ke bibir Ayasa namun lagi-lagi suara ketukan pintu terdengar sebelum ia berhasil menyentuh bibir itu.


"Siapa lagi sih ,"ucap Dimas mendengar suara ketukan pintu yang tak berhenti.


"Kak buka dulu, siapa tau penting," ucap Ayasa mendorong dada Dimas yang sudah menindihnya.


Walau malas Dimas tetap berjalan mendekati pintu dan membukanya" Ada apa lagi..? kapan..."Ucap Dimas menggantung saat orang dibalik pintu adalah Yoga dan Arandita.


Sejak tadi Yoga dan Arabela tidak bisa tidur mereka memikirkan kan Bagaimana dengan Putri mereka. Kemudian memutuskan untuk ke kamar pengantin anaknya.


"Ada apa Pak ,"tanya Dimas.


Tanpa menjawab Yoga langsung masuk, iya sedikit terkejut melihat kamar pengantin anaknya itu sangat berantakan namun saat melihat banyak peralatan bayi di sana Yoga mengerti apa yang terjadi di kamar ini sehingga terlihat sangat berantakan.


Arandita tertawa," Jadi tadi mereka dari sini?tanya Arandita berusaha menguasai tawanya.


"Mama ngapain kesini?" tanya Ayasa menghampiri mamanya.


"Mau tidur di sini," ucap Arandita langsung berjalan ke tempat tidur dan membawa Ayasa kepelukannya, Yoga juga langsung berbaring di sofa.


Dimas hanya menghela nafas dan menutup pintunya.Akhirnya ia mengambil bantal dan tidur di karpet bawah."Apes banget sih gue,"Batin Dimas mencoba untuk tidur.


Pagi hari Dimas merasa sakit di sekujur tubuhnya ,walau tak sekaya Bram, tapi Ini pertama kalinya Dimas tidur di lantai.


🙏🙏🙏🙏💖🙏🙏🙏🙏


Terimakasih sudah membaca jangan lupa like dan komennya ya,,, 🙏🙏


Udah mampir belum ke" My Papa My Boss"????Kalau sudah terima kasih ya 🙏💗💗 dan kalau belum mampir yaaaaa🙏🙏💖

__ADS_1


Salam dari ku,, author" m anha".


__ADS_2