Pilihan Ku

Pilihan Ku
Siapa Cepat Dia Dapat.


__ADS_3

Mikaila membantu Bram bersiap-siap ke kantor,,,walau masih mual ia tetap harus ke kantor hari ini,ada rapat penting yang harus di hadirnya...


"Mas yakin mau kekantor?"tanya Mikaila yang khawatir melihat kondisi suaminya.


"Harus sayang,,,nanti di sana mas istirahat lagi.."jawab Bram...


"Mas di anterin pak Slamet aja ya mas,,,"ucap Mikaila merapikan dasi Bram.


"Dika sudah bisa bawa mobil,,,mas ikut Dika aja kekantor."jawab Bram.


Semenjak Bram sakit mau tak mau Dika harus berangkat sendiri ke kantor,,pak slamat yang mengantar Dika sedikit-sedikit mengajarinya.


Dengan lemas Bram berangkat ke kantor...


,


,


Di apartemen Dimas,,,


Semalam orang tua Dimas datang dari kampung,, mereka membawa makanan kesukaan Dimas yaitu semur jengkol,,Dimas makan dengan lahap,sudah sangat lama ia tak menikmati lezatnya semur jengkol buatan mamanya..


Ponsel Dimas berdering,panggilan Vc dan tertera nama Gesrekku.


"Malam sayang,"ucap Dimas dengan mulut penuh makanan.


"Kamu lagi ngapain?"tanya Syana yang melihat tangan dan mulut Dimas belepotan.


"Lagi makan,kamu udah makan?"tanya Dimas sok perhatian.


"Udah kok,,kamu lagi makan apa kok lahap banget "


"Makan masakan mama,enak banget sayang."jawab Dimas.


"Mama kamu ada di sana?"tanya Syana.


"Iya,,bapak dan mamaku ada di sini,besok malam kita jalan ya? aku kenalin kamu sama orang tua aku. "ucap Dimas kepada Syana.


"Iya, mau"jawab Syana.


Pagi hari Dimas kembali sarapan dengan sisa semurnya.


Ia menggosok gigi dan makan permen,sepanjang jalan ia terus memastikan kalau mulutnya sudah tak bau lagi.


Dimas lupa kalau hari ini ia akan ikut rapat dengan klien penting.


Bram datang dan melihat Yoga, David dan Dimas sudah ada di ruang rapat bersama beberapa klien mereka.


Rapat di mulai,,, Semula rapat berlangsung lancar hingga tiba saatnya Dimas mempresentasikan proyek mereka.,,,


David yang duduk di dekatnya langsung pindah menjauh mencium aroma nafas Dimas.


Bau jengkol dari Dimas sungguh sangat menggangu mereka semua yang ada di ruang rapat.,,,namun tidak dengan Bram,,,ia justru menyukai aroma itu.


Melihat tak ada tanggapan dari sang pemimpin perusahaan mengenai bau mulutnya Dimas tetap melanjutkan presentasinya walau ia melihat semuanya merasa gelisah dan sesekali mengusap hidung nya.


Tak ada yang berani protes ,semua berusaha fokus pada materi rapat mereka.


"Makan thu jengkol,"batin Dimas.


Tiba-tiba di tengah presentasi perutnya mulas...


"Mampus gue,,,kayanya jengkol mama mau meledak ini,"batin Dimas...


Dengan susah payah ia menahannya.


Rapat selesai,Bram yang merasa kembali pusing meninggalkan ruang rapat dan menyerahkan sisanya kepada Yoga.


Setelah Bram keluar Dimas yang sedari tadi menahan sesuatu bernafas lega setelah berhasil mengeluarkannya tanpa suara...


Aroma menyengat memenuhi ruang rapat,,,Dimas tetap mengerjakan pekerjaannya dengan santai seperti tak berbuat salah...


Tanpa kata Yoga langsung meninggalkan ruangan itu disusul oleh David dan peserta rapat lainnya..

__ADS_1


"kampret lho Dimas,"batin David...


Melihat semua keluar Dimas juga menyusul keluar...


Bram beristirahat di kamar yang ada di ruangannya.


Satu pesan masuk.


"Sayang gimana,masih pusing?"tanya Mikaila.


"Masih sedikit pusing,mas makan siang di rumah ya,,, buatin nasi goreng seafood ya,,,"balas Bram.


"Oke mas,"jawab Mikaila...


,


,


Malam hari.


Syana pamit pada Ayahnya,


"Yah,,aku di ajak Dimas ke Apartemennya,,"ucap Syana.


"wah,,wahh ada yang udah main sampai ke Apartemen pacarnya ini."ucap Isabela langsung memotong pembicaraan Syana.


"ih kakak,aku mau di kenalin sama orang tua nya ,,mereka datang dari kampung kemarin."ucap Syana menjelaskan...


"oww,,,emang kamu serius sama Dimas?"tanya Isabela.


"Mungkin, kita lihat aja nanti,,,"jawab Syana santai...


Dimas datang dan izin pada Pak Surya Ayah Syana.


Mama Dimas sibuk menyiapkan makan malam,,,


Beberapa saat kemudian datanglah Dimas membawa Syana.


"Ya Allah cantik nya ,"ucap mama Dimas saat melihat Syana.


"Jangan panggil Tante,panggil mama aja,"ucap mama Dimas.


"Iya Tante eh maksud saya mama,"ucap Syana canggung.


"Kamu yakin Dim, ga salah bawa pacar orang,,ini mah ga pantes jadi istri kamu terlalu cantik,"bisik bapak Dimas saat mereka berjalan menuju meja makan...


"bapak ada-ada aja,,masa Dimas bawa pacar orang,"protes Dimas tak terima di bilang tak pantas,,


Mama Dimas terus mengajak Syana mengobrol sambil makan,,,Syana yang memang periang dan cerewet langsung akrab dengan mama Dimas.


Setelah makan Syana membantu mama Dimas membereskan dapur..


"Nak,,Dimas memang suka bercanda dan seperti itu adanya,,tapi dia orang baik dan sangat bertanggung jawab dan ibu harap kamu adalah wanita terakhir dalam hidupnya dan akan ke jenjang yang lebih serius dengan Dimas."ucap mama Dimas.


"Iya mah,,,kak Dimas orangnya sangat baik,"ucap Syana...


"Kami memang dari keluarga sederhana,tapi mama yakin Dimas pasti berusaha untuk membahagiakan kamu nantinya.."ucap ibu lagi.


Meraka berbincang lama di dapur,banyak harapan yang diharapkan mama pada hubungan mereka,,,mama Dimas juga bercerita banyak tentang kepribadian Dimas.


"Mama ini sudah malam,,Syana pamit ya,,,"ucap Syana melihat jam di tangannya.


"Iya sayang,,,padahal mama masih ingin berbincang dengan kamu,"ucap mama Dimas...


Dimas mengantar Syana pulang...


,


,


Keesokan harinya Dimas mengantar kedua orang tuanya ke terminal..


"Nak jaga hubungan kalian ya,,,ibu suka dengan pacar kamu itu.Jangan lama-lama cepat di halalkan nanti di ambil orang lagi."ucap mama menasehati anaknya.

__ADS_1


"Iya mah,,,doakan saja."jawab Dimas...


Setelah mengantar orang tua nya Dimas langsung ke kantor,,


"Ternyata mobil Arjuna berguna banget,"ucap Dimas mengusap body mobil nya.


,


,


Malam hari di kediaman Pak Surya.


Reza datang bertamu tanpa mengatakannya pada Syana terlebih dahulu...


Pak Surya dan Anindita yang sudah mengenal Dimas menyambut dangan hangat...


Reza di ajak makan bersama...


Pak Surya,Anindita, Jabbar, Isabela, Syana dan Reza makan malam bersama...


Isabela dan Syana sesekali saling pandang,,, mendengar Ayah mereka sangat akrab dan terus memuji Reza...


Makan malam selesai,,,mereka melanjutkan ngobrol di ruang keluarga....


Syana hanya duduk mendengarkan obrolan Reza dan Orang tuanya serta Isabela yang sesekali ikut ngobrol.


Mereka membahas masalah pasien,obat-obatan dan lainnya yang berhubungan dengan kedokteran.


Syana sama sekali tidak mengerti apa yang sedang mereka bahas,ia memiliki sibuk membalas chat dari Dimas...


Reza sudah pulang,,Syana langsung naik ke kamarnya...


"Dek,,, sebenarnya kamu pacaran sama siapa sih? Dimas atau Reza,"tanya Isabela.


"Ya Dimas lah kak,,"jawab Syana menunjukkan jika ia sedang chat dengan Dimas ..


"Tapi kok Reza seperti dekan dengan kamu?"tanya Isabela lagi...


"hemmm kami memang dekat,Dimas pacar aku Reza teman jalan aku,"jawab Syana santai...


"maksudnya?"tanya Isabela semakin bingung...


"kakak,,, pacaran itu kita harus senang-senang,,Kak Dimas sibuk terus jika di ajak jalan,,jadi aku ajak Reza deh,"jawab Syana.


"kalau mereka berdua serius sama kamu bagaimana?"tanya Isabela menghela nafasnya mendengar jawaban aneh dari adik nya itu.


"Siapa cepat dia dapat,"ucap Syana di iringi gelak tawanya.


Isabela melempar batal pada Syana,,,,


Isabela jadi teringat saat dulu ia berpacaran dengan Jabbar tapi sering jalan dengan Dimas...


"ini lebih parah dari aku,"batin Isabela memilih keluar dan menemani suaminya di kamar daripada mendengarkan Syana.


"Kenapa sayang,"tanya Jabbar yang melihat raut wajah istrinya ketika baru masuk.


"Sebel aja sama Syana,,tau ga dia bilang apa"ucap Isabela duduk di pangkuan Jabbar.


"apa"tanya Jabbar mengecup pipi istrinya.


"Pacaran sama Dimas dan jalan sama Reza,"ucap Isabela.


"Sama kaya kamu dong,,,pacaran sama aku jalannya sama Dimas,"ucap Jabbar menahan tawanya.


"Ihh sayang,jangan ungkit itu lagi,"ucap Isabela memukul dada Jabbar...


"iya,iya,"ucap Jabbar memeluk erat tubuh Isabela.


"Terus dia juga bilang siapa cepat dia dapat,,apa maksudnya coba,"Ucap Isabela bersandar di dada Jabbar.


"Untuk aku cepat melamar kamu,,ga kalah cepat sama si Dimas,"bisik Jabbar.


Isabela menatap wajah suaminya dan baru menyadari apa maksud dari perkataan adiknya.

__ADS_1


🙏💗💗💗💗💗🌹💗💗💗💗🙏


Selamat membaca,,, semoga menghibur jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberi like,vote dan komennya 💗💗💗🌹


__ADS_2