
Mikaila mendapat telfon dari Humaira jika iya akan segera menikah,
"wah selamat ya,"ucap Mikaila
"janji ya kamu harus datang, pokok nya kalau kamu enggak datang awas aja"ancam Humaira.
"iya aku usahain,soalnya mas Bram kayanya sedang banyak kerjaan,"
"pokoknya aku nggak mau tau, kamu harus datang,"kata Humaira ngembek.
"kenapa ga minta di sini aja sih acara nikahannya?keluh Mikaila.
"aku sih maunya disini aja,tapi ini maunya ibu."jawab Humaira.
"iya deh, insya Allah di usahakan"ucap Mikaila mengakhiri panggilannya.
Mikaila mendatangi Bram di ruang kerjanya,
"mas, Humaira mau nikah.tapi acaranya di kampung,kita ke sana boleh mas?"tanya Mikaila hati-hati.
"acara kapan?"tanya Bram masih menatap layar laptop nya.
"bulan depan mas,"jawab Mikaila cepat.
"nanti mas atur jadwal mas dulu ya,"ucap Bram masih fokus pada pekerjaannya.
"di usahain ya mas,"tambah Mikaila.
"hemm"jawab Bram tanpa melihat Mikaila.
"mas ih, aku nggak suka di cuekin,"ucap Mikaila dengan nada protes meninggal ruang kerja Bram.
"mas,ga ,"ucap Bram menggantung saat melihat istrinya sudah hilang di balik pintu.
Bram menghela nafas menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya,,kemudian berjalan mencari istrinya.
Mikaila sedang membuat susu untuk anak-anaknya di dapur.
"sayang maafin mas ya,mas ga maksud cuekin kamu.perkerjaan mas lagi numpuk banget."ucap Bram memeluk Mikaila dari belakang, mengecup kepala yang tertutup hijab nya.
"sana kerja aja mas,aku mau buat susu."ucap Mikaila ketus.
Bram membalikkan badan Mikaila dan mendudukkannya di meja, kedua tangannya bertumpu di meja membuat wajahnya mendekat ke Mikaila.
Mikaila bahkan memundurkan wajahnya.
"kamu menggoda mas ya,"ucap Bram.
Mikaila bisa mencium aroma mint dari mulut Bram,aroma yang sejak dulu mampu menggetarkan hati.
"cup" Mikaila dengan gercap mengecup bibir seksi Bram yang sangat menggoda.
Bram tersenyum dan memajukan wajahnya seolah ingin mencium bibir Mikaila.Mikaila refleks menutup matanya bersiap menerima kelembutan bibir Bram.
"cup,"Bram mengecup pipi Kaila.
"katanya mau buat susu, gimana caranya buat susu sambil merem,"canda Bram menahan tawanya.
Mikaila membuka matanya dan memukul dada Bram.
Membuat Bram tertawa.Mikaila menarik kera baju Bram,ia benar-benar menginginkan ciuman suaminya itu.
"mas aku ingin di cium,"rengek Mikaila terus berusaha mendapatkan bibir Bram, namun Bram terus menghindarinya.
__ADS_1
"bunda susunya mana,"tanya Gavin yang tiba-tiba muncul.
Mikaila menghentikan kelakuannya,
"bentar ya sayang,dikit lagi jadi."ucap Mikaila terkejut.
Gavin mengangguk dan kembali ke ruang TV.
"mas turunin aku,"ucap Mikaila mencoba turun dari meja.
Bram menarik tengkuk Kaila dan memberikan apa yang di inginkan istri cantiknya itu.
Permainan bibir Bram membuat Mikaila melupakan dimana mereka sekarang,ia mengalungkan tangannya di leher Bram menikmati setiap sentuhan lembut Bram.
"bunda mana susunya,"ucap Gavin tepat di samping kaki Bram.
Mikaila mendorong dada Bram saat mendengar suara Gavin, menyudahi ciuman tak tau tempat mereka.
"Gavin kita tunggu susunya sambil nonton aja ya"ucap Bram menggendong Gavin mengalihkan perhatian Gavin yang sepertinya berpikir tentang apa yang baru saja di lihatnya.
"papa kenapa gigit bunda,"tanya Gavin menatap wajah papanya menuntut jawaban.
"ini susunya sudah jadi,"ucap Mikaila menunjuk susu yang memang sudah jadi sejak tadi.
"ayo kita minum susu,"ucap Bram menurunkan Mikaila dari meja dan berjalan ke ruang TV tanpa berniat menjawab pertanyaan anak montok nya itu.
Mikaila mengikuti mereka dengan membawa empat gelas susu,satu lagi untuk dirinya.
Mereka berangkat ke kampung Mikaila,ibu sangat senang melihat cucu-cucu tampannya.Mikaila sengaja tak memberi tahu ibunya kalau mereka akan datang,hanya Jabbar yang mereka hubungi saat sudah tiba di bandara.
Anak-anak langsung berlarian menghampiri kakek dan nenek mereka.
Malam hari setelah mereka makan,mereka berkumpul di ruang tv,mereka menonton acara tv sesuai yang Gavin inginkan.
"cucu kakek lagi lihat apa?"tanya ayah Mikaila ikut duduk di lantai.
"ini siapa kakek,"tunjuk Kelvin pada foto gadis kecil yang gendut mirip Gavin pikirnya.
"ini bunda kalian,"jawab ayah Mikaila.
"kok gendut kaya Gavin,"ucap Kelvin melihat adiknya.
Ayah Mikaila hanya tertawa mendengar ucapan Kelvin.
Merasa namanya di sebut Gavin ikut mendekat melihat apa yang kakak dan kakeknya lihat.
"ini bunda Gavin,"tunjuk ayah Mikaila pada foto Mikaila kecil.
"bunda gendut,"ucap Gavin menertawai bundanya.
"kamu juga gendut,"ucap Kelvin santai kembali membalikkan lembaran foto.
Gavin yang mendengar ucapan Kelvin menghentikan tawanya dan cemberut.
Ayah hanya mengelus rambut cucunya itu.
Hatinya sangat terharu,gadis kecil yang selalu bermanja-manja kepadanya kini memberinya tiga cucu yang sangat lucu..Ada yang bilang sesayang-sayangnya seorang ayah pada putrinya ia lebih sayang lagi pada cucunya.
Bram ikut bergabung bersama mereka,melihat-lihat foto jadul Mikaila.
Bram tersenyum melihat foto Mikaila sewaktu duduk di bangku sekolah,ia berpakaian putih abu-abu lengkap dengan hijab putihnya.sungguh sangat manis menurutnya.
Bram mengambil foto itu yang kebetulan berukuran kecil dan menyelipkan di dompetnya.
__ADS_1
"lihat apa "tanya Mikaila ikut duduk di bawah.
Mikaila langsung mengambil album foto saat melihat fotonya lah yang mereka tertawai.
Sewaktu kecil Mikaila juga bertubuh gemuk bahkan sampai ia duduk di bangku SMP.
Arya yang baru datang bersama Jabbar ikut duduk di sana,Arya membawa toples kecil yang di sembunyikan di belakangnya.
Kelvin melihat itu dan mendekat.
"ini apa,"tanya Kelvin pelan.
"ini katak,kita kerjain Gavin."ucap Arya perlihatkan katak yang di sembunyikan nya.
Ibu dan Mikaila pergi ke rumah Humaira,sedangkan Bram mengerjakan pekerjaan nya di ruangan lain.
Jabbar sibuk membalas chat Isabela di kamarnya,ayah Mikaila duduk-duduk di teras sambil menikmati kopinya melihat ke arah rumah Humaira yang sudah ramai.
Gavin , Kelvin dan Arya masih di ruangan itu menonton kartun kesukaan mereka.
Melihat situasi aman Arya mengambil katak nya dan mendekati Gavin diam-diam.
Kelvin tersenyum melihat ulah kakak sulungnya itu.
Arya meletakkan katak di dekat Gavin dan pergi di dekat Kelvin,pura-pura serius melihat acara tv.
"bundaaaaaa"teriak histeris Gavin saat katak itu melompat ke pangkuannya,Gavin menagis sekencang-kencangnya saat katak itu berpindah di tangannya,Gavin mematung karena ketakutan.
Arya dan Kelvin tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan adiknya.
Bram, Jabbar dan ayah Mikaila berlari keruang dimana ada anak-anak,Bram langsung mengambil katak itu dan menggendong Gavin.
"sudah,itu cuman katak.ngga usah takut."ucap Bram mengelus-elus punggung Gavin mencoba menenangkan nya.
Gavin melihat katak itu melompat lompat ia mulai tenang dan menghapus air matanya,saking takutnya ia menangis hingga sesegukan.
Jabbar melihat Arya dan memelototinya,dia lah yang menangkapkannya katak,tapi bukan untuk menakut-nakuti Gavin tapi hanya untuk mereka lihat saja dari dalam toples.
Arya hanya tersenyum menanggapi tatapan omnya itu.
Gavin tertawa saat katak itu melompat tinggi dan mendarat di kepala Arya,Arya menepisnya dan katak itu melompat ke badan Kelvin.
Sekarang giliran Gavin yang menertawai kakak-kakak nya yang menjerit-jerit sambil melompat-lompat menghindari katak tadi.
Pagi hari acara pernikahan Humaira, Mikaila sibuk menyiapkan pakaian anak-anak dan suaminya,,
"Mas aku pergi ke rumah Humaira dulu ya, pakaian anak-anak dan pakaian mas sudah aku siapkan,"ucap Mikaila pada Bram yang baru selesai shalat subuh.
"kamu mau pergi sekarang,"tanya Bram.
"iya mas,ini tu di kampung,nggak pake ketering yang ada ibu-ibu saling bantu masak makanan pesta.Nanti aku balik kesini lagi buat ganti baju,mas siapin anak-anak nanti ga keburu kalau nunggu aku datang."ucap Mikaila sambil memasang jilbab instan agar mudah saat bantu-bantu di rumah pengantin.
"iya,"jawab Bram berjalan ke balkon memegang secangkir kopi.
Suasana perkampungan sangat berbeda dengan di kotanya,udara masih sangat segar di tambah kicauan burung di pagi hari,Bram menikmati paginya di balkon lantai dua kamarnya.
Bram bisa melihat kesibukan Mikaila dirumah Humairah karena bersebelahan dengan rumahnya,dan Bram sekarang ada di lantai dua.Tanpa sengaja Bram melihat Zahra sedang menggendong bayi,
"apa bayi itu adalah anak Zahra"Bram bertanya-tanya dalam hati.
Bram melihat Randy menghampiri mereka,bercanda bersama bayi yang di gendong Zahra.Mereka terlihat sangat bahagia,Bram meminum kopi nya dan masuk ke dalam membangunkan anak anaknya.
Terimakasih sudah membaca 💗
__ADS_1
Jangan lupa like Vote dan komennya 🙏💗🙏