
Sementara di sebuah vila Mikaila menangis sejadi jadinya saat dia terbangun di pagi hari,ia berada di sebuah kamar yang sangat besar dan terdapat beberapa kamera yang menyorotnya.ia juga memakai lingerie seksi berwarna merah yang memperlihatkan lekukan tubuhnya.
Mikaila sangat ketakutan.
"ayah,ibu tolong Kaila,,kakak Kaila takut,"Mikaila terus menangis sambil mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut.
Tak lama kemudian masuk lah beberapa orang,2 orang mengambil alih kamera,seorang lagi membawa masuk beberapa minuman yang sepertinya mengandung alkohol,2 orang lagi menghampiri Mikaila dan langsung menarik selimut nya.
Kaila semakin ketakutan ia menjerit meminta tolong dan terus memohon agar mereka tidak mendekatinya.
"jangan mendekat,,,"pekik Mikaila ia menutupi dadanya dengan kedua tangannya.
"ayolah manis,jangan takut,"kata sala satu pria yang mendekati Mikaila.
*"wisss, cantik banget ni,,kalau gini sih main seharian juga ga akan puas,"menatap Mikaila dengan gairahnya.
"kalian tau ga dia itu masih virgin,"Kata seorang wanita yang masuk membawa gelas.
"Oya ,wah ini sih rejeki nomplok namanya,"
"kalian mau pakai obat ga?"tanya seorang yang membawa segelas wine kepada salah satu pria itu.
"ga usah biar lebih nikmat,"
m
Mereka semua tertawa sedangkan Mikaila sudah gemetaran membayangkan apa yang akan terjadi padanya.
"mas Bram tolang Kaila,,,"Isak tangis Kaila tak di hiraukan oleh mereka.
"kita mulai saja,,gue udah ga sabar tubuh mulusnya.,"
Semua bersiap di tempat masing masing .Kamera di nyalakan dan mulai merekam kedua pria yang berjalan mendekati Mikaila yang hanya mengenakan celana boxernya.salah satunya menarik Mikaila dan melemparnya ke tempat tidur.
Mikaila dengan cepat ingin beranjak namun kakinya di tarik dan pria itu menarik rambut nya,mendekatkan ke wajahnya menghirup wangi tubuh Kaila.
"jangan aku mohon,"Kaila memelas.
"tenang lah kami akan melakukannya dengan hati-hati,"
Pria itu mengambil segelas wine dan menumpahkannya ke kepala Mikaila.
Mikaila terus memberontak,hingga gelas itu terjatuh dan pecah,melihat pecahan dan pegangan pria tadi melemah Mikaila berlari dan mengambil pecahan gelas tadi dan langsung melukai dirinya sendiri,ia lebih baik mati dari pada harus di jamah oleh 2 orang pria.
"Kaila,,teriak Bram saat melihat Mikaila melukai tangannya.
"mas Bram,"lirihnya dan pingsan.
Mereka terkejut dengan kedatangan Bram,namun mereka tak ada jalan untuk melarikan diri.Bram yang melihat situasi di kamar itu mengerti apa yang terjadi,Bram menghajar pria itu hingga babak-belur.
Yoga yang melihat menghentikannya,
__ADS_1
"Bram cukup ini urusan kami,bawa Mikaila ke rumah sakit,"
Bram membuka dasi yang di kenalannya,dan mengikat luka Kaila,sebelum menggendong nya Bram mengambil selimut dan memakaikannya ke tubuh Kaila yang hanya memakai lingerie seksi dan sudah basah dengan minuman.
Bram Masi memakai jas kantornya,sejak kemarin ia sibuk mencari Mikaila,bahkan Bram menghancurkan tempat hiburan malam itu untuk mendapat informasi tentang keberadaan Mikaila.
Ia melajukan mobilnya,nafasnya memburu menahan amarah di dadanya.melihat kondisi gadis yang ia cintai.bukan hanya luka di tangannya tapi juga pakaian dan aroma wine yang ada di tubuhnya serta lebam yang ada di pipi yang ia yakini bekas tamparan.
Sesampainya di rumah sakit, Kaila langsung di bawah ke ruang UGD. Dokter mengobatinya dan mengatakan kalau lukanya tidak serius dan akan sadar beberapa jam lagi.
Bram duduk di samping Mikaila ia menggenggam tangannya,maaf lagi-lagi kau terluka.
Mikaila membuka matanya,dan langsung memeluk Bram dengan sangat erat sambil menangis sekencang-kencangnya,tubuhnya gemetar,Bram mengerti ketakutan gadisnya itu ia membalas pelukan Mikaila tak kalah eratnya.
"tenanglah mas ada di sini,"
"mas Kaila takut,jangan tinggalkan Kaila,"
Bram mengecup puncak kepala Mikaila.
Mikaila terus menangis sampai ia tertidur kembali.
Sementara Yoga benar-benar membereskan orang-orang yang ada di vila itu,mereka menghajarnya dan menyerahkan ke kantor polisi.
Berbeda dengan Yanto,,Yoga menanyakan soal kejadian Inanti.Awalnya Yanto tak mau mengakui Namum lagi lagi yoga menggunakan keluarganya.
Ia pun mengatakan kalau kematian Inanti dan anaknya itu bukan kecelakaan,namun ia di suruh oleh Niken, dengan imbalan apartemen dan menyekolahkan anak-anaknya.
"apa Niken juga yang menyuruhmu menculik mikaila?"
"i iya pak,Ia menyuruh saya menyerahkannya nya kepada pemilik tempat hiburan malam itu,saya tidak tau apa yang di perintahkan ya melalui surat,"
"surat,,surat apa?"Yoga melihat anak buahnya.
"ini bos,"jawab Alex menyerahkan sebuah surat.
Yoga membacanya,rahangnya mengeras,
"bagaimana mungkin ia bisa sekeji ini,,apa motifnya,apa dia menyukai bram,aku pikir dia hanya wanita penggoda yang tak tahu malu,rupanya ia mampu melakukan semua ini.
Sementara Humaira tidak tenang,berbeda dengan Zahra yang merasa senang membayangkan rancangannya dengan Niken berhasil.
kring kring kring bunyi ponsel Mikaila.
"halo pak bagaimana mikaila?"
"Kaila ada bersamaku,dia baik-baik saja sekarang,"
"syukurlah lah pak saya sangat mencemaskan ya,"
"mulai sekarang Mikaila tidak akan bekerja di butik lagi.tolong beritahu bos mu.."
__ADS_1
"baik pak,"
Humaira menutup ponsel dan menemui kak Zahra.
"kak kaila sudah ketemu,"
"Oya,,,bagaiman keadaan nya,"
"kata pak Bram Mikaila baik-baik saja dan mulai sekarang ia tidak bekerja di sini lagi,"
"ya udah kamu keluar sana."
"Bagaimana ini,apa rencana itu berhasil!!"pikirnya dengan gelisah.
Zahra terus mondar-mandir dia bingung apa kah harus menelfon Niken atau tidak.
kring kring kring,suara telfon Zahra,melihat panggilan itu dari Niken Zahra langsung menjawab.
"halo,Niken bagaimana ini ,kenapa mikaila ada sama Bram?"
"rencana kita gagal,Bram berhasil menemukannya.dan dia juga menangkap orang kepercayaan ku.mungkin saja dia akan buka mulut,tapi tenang saja aku tidak akan menyebut namamu, tapi kamu harus terus membantuku,kalau tidak aku akan menyeret mu kalau aku tertangkap,"
"baiklah,"
"nanti kalau aku tertangkap akan ada yang menemuimu,ikuti saja perintahnya,kau mengerti,"
"iya aku mengerti,"
Sambungan telfon terputus.Zahra bernafas lega ia tidak akan di libatkan dalam kasus ini.
"Mikaila kali ini kamu bisa lolos lagi,aku ga akan biarin kamu hidup bahagia dengan bram.lihat saja nanti."guman Zahra.
Bram tidak memberitahukan keadaan Mikaila kepada keluarganya,ia tidak ingin keluarganya khawatir.
Yoga menemui Bram di rumah sakit.
"bagaimana keadaannya,"tanya Yoga,
"dia sudah membaik tapi masih ketakutan,bagaimana dengan mereka,"
"kita bisa bicarakan ini di luar ,"
"hemm,dia baru saja di beri obat,kita ke kafe depan."
Yoga dan Bram pergi ke kafe depan rumah sakit,tapi sebelum pergi Bram menyuruh beberapa anak buahnya berjaga di depan pintu kamar.
"Jangan biarkan siapa pun masuk,perintah Bram."
bersambung βΊοΈ
jangan lupa like dan votenya, makasih ππ
__ADS_1