
Karena nila setitik rusak susu sebelanga, ternyata bukanlah sekedar peribahasa semata. Karena perbuatan jahat sekecil apapun itu akan menodai beribu-ribu kebaikan yang telah kita lakukan selama ini dan mungkin juga kebaikan yang akan kita lakukan di masa depan.
Kesalahan di masa lalu akan selalu diingat, walau itu sudah bertahun-tahun lamanya akan teringat jelas hingga saat ini. Namun kebaikan hari ini yang kita lakukan mungkin saja akan mereka lupa esok hari. Kebaikan sangat mudah dilupakan.
Setiap perbuatan pasti ada balasannya, Apa yang kau tebar itu pula yang kau tuai.
Penyesalan selalu datang belakangan maka dari itu berpikirlah secara matang sebelum mengambil keputusan.
Begitu pula yang di alami Zahra ia sudah mencoba memperbaiki kesalahan di masa lalunya. Tapi tetap saja itu belum cukup untuk memperbaiki semua yang telah di perbuatanya.
Zahra berbuat kesalahan di masa lalu, kesalahan yang dapat merusak kebahagiaan sebuah keutuhan keluarga dan kini setalah bertahun-tahun Keutuhan keluarga nya lah yang terancam rusak.
Merusak rumah tangga seseorang, tak akan menyakiti satu atau dua orang saja, tapi seluruh anggota keluarga akan mendapat imbasnya, khusus nya apabila ada seorang anak di dalamnya.
Berpikir dua kali sebelum bertindak agar engkau Tak menyesal.
Walau Zahra sudah menyesal dan mendapat Maaf dari Abraham Wijaya dan Mikaila itu tidak bisa memperbaiki semuanya kekacauan yang telah ia ciptakan dan semua itu seakan menjadi bom waktu yang akan memporak-poranda kan keutuhan rumah tangga nya.
Hubungan tanpa status hanya akan merugikan keduanya, terlebih jika ada benih yang menjadi saksi dari kesalahan itu.
Bayi yang lahir tanpa dosa harus menerima akibat dari perbuatan yang tidak ia lakukan.
Zaky hanya bisa memendam rasa kecewa di hatinya, ia ingin marah tapi tak tahu marah pada siapa.
Kebahagiaan selalu menghampiri orang-orang yang selalu bersabar dalam menjalani segala ujian dan cobaan.
Allah subhanahu wa taala menguji umatnya sesuai dengan kemampuannya.
Ketabahan dan kesabaran Mikaila dalam membangun dan menjaga keutuhan rumah tangganya tak sia-sia,
Hari-harinya kini di penuhi kebahagiaan dari suami yang sangat mencintainya dan anak-anak yang sangat menyayanginya.
Di saat kebahagiaan kembali hadir di keluarga Abraham Wijaya, badai justru menghampiri keluarga Randy.
Zaky yang terus merasa bahwa semua ini tak adil untuknya memutuskan untuk menemui Bram, Ia hanya ingin meminta pengakuan darinya Papa kandungnya, Zaky mengemasi barang-barangnya.
"Zaky, Kau mau ke mana?" tanya Zahra melihat Zaky memasukkan beberapa pakaian ke dalam tasnya.
Zaky tak menjawab dan terus memasukkan beberapa pasang baju kedalam tas tanpa memperdulikan keberadaan Mamanya.
__ADS_1
"Zaky, jawab Mama. Apa yang kau lakukan, Kau mau ke mana dengan barang-barang ini ?" tanya Zahra mengambil tas Zaky dan mengeluarkan barang-barang yang sudah dimasukkan nya.
"Apa yang Mama lakukan ," bentak Zaky tanpa sadar.
Zahra terkejut mendengar bentakan dari anaknya.
"Kau membentak Mama?" tanya Zahra.
Zaky kembali tak menjawab, ia kembali mengambil tas yang masih ada di pegangan mamanya dan kembali memasukkan baju yang sudah dikeluarkan oleh mamanya tadi
"Zaky, ada apa denganmu? Kenapa kamu bertindak seperti ini! tahukah kau ini menyakiti mama," ucap Zahra.
Zaky menghentikan aktivitasnya memasukkan
beberapa barang yang akan di bawahnya.
"Apa aku menyakiti Mama?, apa diamku tadi menyakiti Mama?," Tanya Zaky dengan tatapan tajam kepada mamanya.
"Apa maksud kamu Zaky?" tanya Zahra, ia seperti tak mengenal sosok Zaky yang ada di hadapannya.
"Aku hanya tak menjawab beberapa pertanyaan mama, mama merasa sakit 'kan. Bagaimana dengan ku, saat Mama tak menjawab pertanyaanku selama ini, aku hanya ingin tahu mengapa Papa kandung ku tidak mengakui ku, mengapa Abraham Wijaya itu tak pernah menemui ku, bahkan saat ia ada di depanku mengapa tak sekalipun Ia menyambutku sebagai seorang Putra." terang Zaky.
"Mama tanya 'kan Zaky mau kemana, mengapa Zaky memasukkan barang-barang ini.Aku akan jawab. Aku akan menemui Papa kandungku, aku akan ke kota X.
"Tidak, tidak boleh. Kau tidak boleh ke sana," ucap Zahra Panik.
"Kenapa?"
Zahra terdiam
"Tak bisa 'kan, Mama tak bisa menjawab pertanyaanku,"
Zahra masih terdiam dan hanya bisa menatap memohon pada anaknya.
Jika mama tak bisa menjawabnya, aku akan bertanya pada Papa, Papa kandungku." ucap Zaky menekankan kata Papa kandungku.
"Mama bilang kau tak boleh pergi dari sini, kau tak boleh mene menemui papa,"
"Jika aku tak boleh menemui Papa kandungku katakan kepadaku ma, apa sebenarnya alasan Papa kandungku itu berbuat seperti ini pada kita?, jangan kan menjenguk, menanyakan kabar ku saja tak pernah." kesal Arya.
__ADS_1
Zahra sangat ingin menjelaskannya, namun ia tidak tahu harus mulai dari mana. Harus berbicara seperti apa. Perbuatannya itu sangat memalukan, jangankan orang lain dirinya sendiri saja malu saat mengingat perbuatannya itu.
"Zaky Mama mohon kita lupakan semuanya, Mama janji tidak akan membahas atau memaksamu lagi menerima pemberian papa kandungan mu, mari kita mulai kehidupan kita tanpa sangkut-pautnya dengan keluarga Wijaya. Kita punya Papa, Papa Rendy. Papa Randy sangat menyayangimu, Papa Randy sudah menganggapmu sebagai anaknya. Apa itu tak cukup?!" ucap Zahra.
"Itu lebih dari cukup, itu sangat cukup. Aku sangat bersyukur saat Papa kandung ku tak menyayangi ku, tak mengharapkan ku ada Papa Randy yang sangat menyayangiku seperti anak kandungnya sendiri, tapi itu saja tidak cukup. Aku tak akan mengganggu keluarga mereka, tak akan menuntut apa-apa. Aku hanya ingin mendapat sedikit pengakuan darinya, itu saja?"
"Kau takkan mendapatkannya," ucap Zahra
"Kenapa?!"
"Karena semua ini salah Mama,"
"Apa kesalahan mama"
"Zaky Mama mohon lupakan semua ini lupakan Kita pernah mengenal mereka,"
"Kesalahan apa yang Mama lakukan hingga Papa kandung ku tak mau maafkan mama??"
Zaky terus mendesak Zahra.
"Zaky, jangan paksa Mama mu, tolong berikan mama waktu untuk memikirkan nya, dia akan memberitahumu suatu saat nanti," ucap Randy tiba-tiba menghampiri mereka di dalam kamar Zaky.
Zahra tertunduk ia tak bisa menahan air matanya, ia kecewa pada dirinya sendiri. Kesalahan di masalalunya sungguh sangat fatal hingga akibatnya Masi terasa hingga saat ini.
Zaky yang melihat mamanya menangis memilih keluar dari kamar itu, ia mengambil sepeda motornya berlalu keluar pintu gerbang,. Walau dengan luka yang belum sembuh Zaky memacu motornya dengan kecepatan tinggi meluapkan semua amarah di hatinya.
ππππππππππππππ
Terimakasih selalu membaca ππJangan lupa tetap mendukung "Pilihan Ku" yaπ
Udah update banyak kok dukungannya malah berkurang.ππππ
Saran nya dong kakak,,,
sambil menunggu update terbaru bisa mampir ke karya pertamaku "PILIHAN KU,"
Makasih kak
Salam dariku Author m anha
__ADS_1
πππππππππππππ