
Selama prosesi pemakaman Arya terus memperhatikan Zaky, ia bisa melihat jika Zaky sesekali melirik kepada Papanya begitu pula sebaliknya.
"Apa sebenarnya hubungan mereka, apa Ia memang bagian dari kami," batin Arya...
Zaky sudah tumbuh menjadi pemuda yang tampan. Dan terlihat semakin mirip dengannya mereka.
Prosesi pemakaman selesai mereka kembali ke rumah kakek.
Sepanjang prosesi pemakaman mereka semua saling mengawasi dalam diam. Baik Bram, Mikaila, Zahra, Randy ,Arya ,Zaky , ibu Mikaila dan ibu Zahra.
Arya bisa melihat aktivitas Zaky dari lantai 2 kamarnya, terlihat sangat jelas dari sana.
Malam hari di kamar Mikaila dan ibunya sedang duduk menatap ke arah rumah Zahra, Mikaila melihat Zaky sedang duduk di teras rumah bersama dengan adik nya.
"Ibu sepertinya Zaky sudah tahu kalau mas Bram adalah Papanya ,"ucap Mikaila memperhatikan Zaky yang terus menatap dengan tatapan yang sulit diartikan nya pada Bram sepanjang prosesi pemakaman kakeknya.
"Iya, Kau benar, Ibu dengar dari mamanya Zahra jika Zaky memang sudah tahu jika Randy bukankah Papa kandungnya." ucap ibu yang juga melihat Zaky dari balik jendela.
"Benarkah? Apa tanggapan Zaky mengetahui itu semua?" tanya Mikaila melihat ibunya.
"Ibu juga tak begitu tahu, tapi menurut yang Ibu dengar dari mama Zahra, awalnya Zaky sangat marah kepada Zahra dan Randy karena merahasiakan itu semua darinya, dia bahkan pergi meninggalkan rumah mereka saat itu selama beberapa hari.," terang ibu .
"Tapi sepertinya hubungan mereka sudah kembali baik. Zaky juga sudah bersikap baik kepada mereka!" ucap Mikaila.
"Sepertinya memang begitu, apa Bram pernah membahas masalah Zaky pada anak-anak kalian?" tanya ibu Mikaila.
"Selama ini Mas Bram tidak pernah membahasnya, dan akupun tak pernah menanyakannya, aku harap tak ada masalah saat anak-anak tau kebenarannya," lirih Mikaila.
"Zaky anaknya sangat baik, ibu pernah sekali bertemu dengannya saat mengunjungi ia neneknya, anaknya juga sangat dewasa dan terlihat jelas jika ia sangat menyayangi nenek dan kakeknya. Tak jarang Ia datang menjenguk mereka sendiri tanpa mama dan Papanya."
Disaat Mikaila dan ibunya Sedang membahas Zaky, Raina dan Arya tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Mikaila tertegun saat melihat Arya yang menatap penuh tanya padanya.
"Arya, Raina Sejak kapan kalian disana?" tanya Mikaila menatap kaget pada mereka.
"Sejak tadi, kami mendengar semua pembahasan Bunda mengenai siapa Zaki," ucap Arya berjalan masuk mendekati bunda dan neneknya.
"Arya...." Mikaila tak tau harus berkata apa,
"Bunda apa Zaky adalah saudara kami? tanya Arya menatap penuh tanya padanya bundanya.
"Maaf, Bunda tak maksud merahasiakan semua ini dari kalian, bunda hanya...."Mikaila tak bisa meneruskan kata-katanya melihat tatapan Arya.
"Bunda jawab pertanyaan Arya, apa Zaky adalah anak Papa juga?" tanya Arya memperjelas pertanyaannya, memberikan penekanan pada kata anak Papa.
Mikaila hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaan anaknya itu.
"Bunda pasti bohong kan, Papa tak menghianati Bunda?!" ucap Arya.
__ADS_1
Mikaila menghampiri Arya dan menariknya duduk di dekatnya, mencoba mencari kata agar anaknya tak salah paham pada Papanya.
"Dengar kan bunda, semua ini bukan kesalahan Papa, Papa sangat mencintai Bunda. Ini hanya sebuah kesalahpahaman saja,"jelas Mikaila.
Mikaila pun menceritakan semua yang terjadi antara Papanya dan Zahra. Bagaimana Zaky bisa hadir diantara mereka.
Arya mengepal tangannya, ia tak tahu harus marah pada siapa, yang jelas dia sangat kecewa mengetahui jika Papanya memiliki anak dari wanita lain.
"Arya dengar kan Bunda, itu bukan masalah lagi sekarang. Bunda sudah menerima semuanya, bunda sudah menerima kenyataan jika Zaky adalah anak Papa. Bunda mohon jangan pernah menanyakan hal ini pada Papa, biarkanlah Papa sendiri yang mengatakannya kepada kalian," ucap Mikaila menggenggam tangan Arya.
Arya mengangguk,
"Arya mengerti Bunda, Aku akan coba menahan nya untuk tidak menanyakan semua ini pada Papa," ucap nya.
"Tolong jangan beritahu adik-adikmu, Bunda takut mereka tak bisa bersikap dewasa," tambah Mikaila.
Arya kembali mengangguk
"Iya bunda, Arya akan menunggu sampai Papa sendiri yang memberi tahu kepada mereka." jawab Arya.
Siang hari Zaky yang baru pertama kali melihat secara langsung Papa kandungnya meminta bertemu dengannya.
Zaky pernah sekali mencari informasi tentang Bram dan mengetahui siapa saja yang ada di keluarga papanya itu, dan tau jika Papanya orang yang sangat di hormati di kota nya.
Zaky meminta bertemu di sebuah kafe di kota.
Bram masuk ke cafe yang dimaksud Zaky, Bram bisa melihat Zaky yang sedang menunggunya di salah satu meja cafe di sudut ruangan.
Tanpa bicara Zaky langsung mengeluarkan buku tabungan dari dalam tasnya dan menyodorkannya di depan Bram.
Bram hanya melihat buku tabungan itu dan melihat Zaky.
"Apa ini ?" tanya Bram.
"Aku sudah tahu semua dari Mama, jika anda adalah Papa kandung ku, aku juga tahu jika selama ini anda membiayai semua kebutuhan hidupku. Tapi terima kasih untuk semuanya, saya mohon ambil kembali semua uang anda. Saya tidak membutuhkannya, saya bisa menghidupi diri saya sendiri," ucap Zaky.
Bram kembali menyodorkan buku tabungan itu di depan Zaky.
"Ini adalah hakmu, pakailah," ucap Bram.
Zaky tersenyum sinis,
"Aku tidak akan meminta apapun dari anda, walau Anda adalah Papa kandungku," ucap Zaky.
Bram menyandarkan bahunya di sandaran kursi menatap Zaky,
"Apa yang ingin kau katakan sebenarnya?" tanya Bram bisa membaca Pikiran anak muda di depannya itu.
__ADS_1
"Aku sudah bilang, aku tidak menginginkan apa-apa, aku tahu jika semua ini adalah kesalahan mamaku. Tapi semua sudah terjadi
Aku tak akan meminta apapun dari orang yang tidak menganggapku ada. Anggap saja kita tidak pernah bertemu dan memang aku bukanlah bagian dari anda, aku merasa nyaman dengan kehidupanku sekarang."
Tak ada pembicaraan selanjutnya, Bram tak berkata apa-apa,
"Awalnya aku memang kecewa kepada mama dan papa, tapi aku bisa mengerti posisi mereka mengapa mereka merahasiakan ini semua dariku," ucap Zaky kembali menyerahkankan buku tabungan itu pada Bram.
"Aku mohon jangan menghinaku dengan semua ini, aku bisa membiayai hidupku sendiri walau tanpa bantuan anda.," sambung Zaky.
Bram hanya terus menatap Zaki menunggu apa lagi yang akan dibicarakan oleh anak itu.
"Aku hanya ingin mengatakan itu, aku permisi. Senang bisa bertemu dengan Anda, Aku harap kita takkan pernah bertemu lagi," ucap Zaky pamit berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari kafe.
Bram hanya melihat anak itu mengambil buku tabungan yang ada di depannya dan melihatnya, Bram bisa melihat jika tak sepeserpun uang yang digunakan dari buku tabungan tersebut.
****
Saat itu keuangan Randy sedang dalam masalah, perusahaannya sedang dalam masalah keuangan dan terlilit hutang.
"Kita pakai saja uang Zaky, setelah kita memiliki uang kita bisa menggantinya," ucap Zahra.
"Tidak, aku akan berusaha mencari pinjaman lain. itu adalah uangnya kita tidak berhak atas uang itu,"
"Aku tahu apa yang kau maksud. Tapi kita tidak mengambilnya, kita hanya meminjamnya. Bram mengirimkan banyak uang kepada Zaky tiap bulannya, sejak Ia lahir hingga sekarang. Jumlah tabungan Zaky sungguh sangat banyak, memakai setengahnya saja sudah bisa memulihkan perusahaanmu. Setelah semuanya pulih kita akan mengembalikannya,"
"Siapa Bram?" tanya Zaky masuk menghampiri Zahra dan Randy.
"Uang apa yang Mama dan Papa bicarakan?"
Saat itu Zaky masih remaja, Zahra masih belum memberikan buku tabungan padanya.
Zaky melihat buku tabungan atas nama dirinya dengan jumlah saldo sangat banyak,
"Uang dari mana ini mama?" desak Zaky.
Zahra pun menceritakan semuanya, Jika dia bukan lah anak kandung dari Randy. Dia adalah anak dari pengusaha bernama Abraham Wijaya, dan selama ini Papa kandungnya sudah memberikan uang bulanan kepadanya dan semua uang itu adalah miliknya yang diberikan oleh Papa kandungnya.
Awalnya Zaky sangat marah mendengar kenyataan itu, ia bukanlah anak dari orang yang selama ini ia anggap sebagai Papanya, ia tak menduga jika Randy bukankah Papa kandungnya. Randy sangat menyanginya, dia tidak pernah membedakan Iya dan adiknya.
Zaky sangat marah, ia sampai meninggalkan rumah. Namun setelah berhari-hari Ia berpikir bahwa tindakannya salah, ini sudah terjadi walau Randy bukanlah Papa kandungnya tapi Randy selama ini menyayanginya.
Zaky tidak ingin membuat Randy kecewa dengan tindakannya. Zaky pun kembali kerumah dan bertekad tidak akan memakai uang dari Bram sepeserpun.
ππππππππππππππππ
LIKE, VOTE, KOMENNYA ππ
__ADS_1
Salam dariku Author m anhaπ€
ππππππππππππππππ