
Mereka membagi-bagikan mainan kepada setiap anak,Arya dan si kembar juga tak mau kalah mereka dengan antusias ikut membagi-bagin mainan tersebut.
Arya melihat seorang gadis kecil yang melihat mainan di tangannya dari balik pintu.
Saat Arya mendekat dengan maksud ingin memberikan boneka beruang yang berukuran sedang yang tengah di pegang ya itu,gadis itu malah berlari menjauh,Arya yang melihat itu mengejarnya.
"hai kamu,tunggu jangan lari,"teriak Arya terus berlari mengejar anak itu.
Gadis kecil itu terus saja berlari dan bersembunyi disudut kamarnya.
"kamu dimana,ini buat kamu,"teriak Arya yang tidak melihat gadis yang dikejarnya.
"den Arya lagi apa disini?"tanya mba Siti yang sedari tadi mengikutinya.
"itu mba,,,"jawab Arya bingung harus bilang apa.
"Aden cari gadis kecil yang lari tadi,"ucap mba Siti yang di jawab anggukkan oleh Arya.
"sini kita cari di sana,"mba Siti mengajak Arya ke kamar yang ada di semping mereka.
Siti sempat melihat anak itu masuk ke sana.
Dan benar saja,anak itu ada di sana,ia sedang duduk di sudut tempat tidur.
"halo cantik namanya siapa?"tanya mba Siti tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya sambil berjongkok mendekatinya.
Anak itu menyambut uluran tangan dari mba Siti.
"Raina,"jawabnya dengan sedikit ketakutan.
"Raina kenalkan ini Arya,"mba Siti menarik Arya agar mendekat.
"Arya,"ucap Arya mengulurkan tangannya.
Raina berdiri menyambut uluran tangan dari Arya.
"Raina,"ucapnya menatap boneka beruang yang masih ada di tangan Arya.
"ini untuk kamu,"ucap Arya memberi boneka kepada Raina.
"terimakasih,"ucapnya tersenyum dan langsung mengambil boneka dari tangan Arya.
"kamu suka coklat?"tanya Arya
Raina mengangguk.
"ayo ikut aku punya banyak coklat,"Arya menarik tangan Raina dan berlari ke tempat dimana bundanya sedang membagi-bagikan coklat kepada anak-anak di bantu Kelvin.
Mikaila tersenyum saat melihat Arya berlari ke arah nya sambil memegang tangan seorang gadis kecil.
"Hai cantik,"ucap Mikaila saat mereka sampai.
Raina tersenyum pada Mikaila.
"bunda aku mau coklat,"ucap Arya
Mikaila memberi 2 batang coklat kepada Arya.
"ini untuk kamu,"ucap Arya memberikan kedua nya kepada Raina.
__ADS_1
"terimah Kasih,"
Raina langsung berlari dengan membawa boneka dan coklat di tangannya.
Arya yang melihat Raina pergi cemberut dan melihat ibunya.
"ayo kejar,main sama-sama ya,"ucap Mikaila memberi 2 batang coklat lagi.
"makasih bunda,"ucap Arya mencium pipi bundanya dan ikut berlari menuju ke tempat Raina.
Meraka bermain bersama.
"wiih,udah dapat gebetan aja anak papa,"ucap Bram yang melihat Arya sedanga asyik bermain bersama seorang gadis cantik.
"apaan sih mas,"ucap Mikaila melemparkan coklat kepada Bram.
Mereka duduk sambil melihat anak-anak bermain,Sikembar juga ikut bermain bersama Arya.
"itu namanya Raina,ia baru pindah ke sini kemarin."ucap ibu panti.
"orang tuanya sudah ga ada Bu?"tanya Mikaila.
"iya, orang tua meninggal karena kecelakaan dan ia dirawat oleh nenek nya,namun kemarin neneknya juga meninggal dan tak ada Keluarga lain yang mau merewatnya.Maka dari itu tetangga mereka menitipkan ke panti ini."penjelasan ibu panti.
"ko ada tega sekali ya keluarganya ,engga ada yang mau merawat anak sekecil itu."ucap Kaila prihatin.
"ya begitulah Bu,semua orang memiliki sifat yang berbeda.saya senang dia sudah bisa tersenyum kembali.dari kemarin dia hanya terus menangis ingin pulang ke rumah nenek nya."
"kasihan sekali ya Bu,semoga akan ada keluarga yang baik dan menyayanginya yang mengadopsi."doa Mikaila.
"aminn,Bu."ucap ibu panti mengaminkan doa Mikaila.
Arya melambaikan tangan ke pada Rania saat mobil sudah menjauhi panti.
Rania tersenyum dan memeluk boneka beruang nya.
"kita masuk ya sayang,"ucap ibu panti menuntun Rania masuk dan bergabung dengan anak panti lainnya.
David sudah kembali bekerja di kantor Bram seperti biasa,meski ada kecanggungan di antara mereka namun tak mempengaruhi pekerjaannya.
Arabela menyuruh David mengambil kannya buah mangga yang ada di halaman rumah Bram.
"sayang,kita beli aja ya,"ucap David dari balik telfon.
"aku udah ada di rumah mas Bram,kamu pulang kantor langsung ke sini aja."Arabela langsung mematikan ponselnya.
David hanya bisa pasrah dengan apa yang di perintahkan oleh istrinya itu,apalagi Arabela selalu menjadikan bayinya sebagai alasan.
Bram heran melihat mobil David masuk ke gerbang rumah nya.
"ada apa?"tanya Bram saat David keluar dari mobilnya.
"Bela ada di dalam mas,"jawab David.
"oww,masuk,"Bram masuk di ikuti oleh David.
Bram langsung naik ke kamarnya bersama Mikaila.
David yang melihat Arabela di dapur bersama bi Yanti ikut masuk ke dapur.
__ADS_1
"sayang kamu lagi masak apa?"tanya David berjalan melihat apa yang istrinya dan bi Yanti lakukan.
"aku lagi mau buat rujak,kamu ambilin mangga di sana ya,"
"disana dimana?"tanyanya tidak mengarti maksud perkataan Arabela.
"tanya aja sama pak slamat,"jawab Arabela.
David menemui pak slamat dan menanyakan soal mangga yang di maksud istrinya.
"sana pak,"tunjuk pak slamat pada pohon mangga.
"baru mau di petik pak,"tanya David.
"iya pak,"jawab pak slamat.
"ada tangga nggak pak?"
"ada,sebenter saya ambilkan."
David dan pak slamat memikul tangga menuju pohon mangga,
"wah,,ini tinggi banget pak?"ucap David mendongak melihat pohon mangga.
"iya,lumayan,"jawab pak slamat.
"mau saya bantu,"tawar pak slamat lagi yang melihat David kebingungan.
"nggak usah pak,biar saya ambil sendiri,"
David berpikir pak slamat sudah tua,tidak mungkin meminta bantuan darinya.
padahal pak slamat sudah sering memanjat pohon mangga itu bahkan tanpa bantuan tangga,berbeda dengan David yang merupakan pengalaman pertama baginya.
Walau kesusahan David tetap berusaha memanjat dan mengambil buah mangga.
Bram yang sedari tadi memperhatikan nya di balkon kamarnya terus tertawa.
"mas lagi ketawain apa sih?"tanya Mikaila membawakan secangkir kopi untuk Bram.
"David,lagi petik mangga,"ucap Bram mengambil kopi dari istrinya.
Mikaila ikut tertawa saat David terjatuh dari tangga,
"dosa lho mas,kita ketawa di atas penderita David."ucap Mikaila melihat David berjalan tertatih-tatih.
David memberikan mangga kepada Arabela.
"sayang kamu kenapa?"tanya Arabela yang melihat pakaian David kotor.
"tadi jatuh di tangga,pak slamat sih pegangnya tangganya engga bener,"Keluh David menyalahkan pak slamat.
"maaf pak,lain kali di pegang baik-baik tangganya."ucap pak slamat meletakkan sebagian mangga yang di bawa nya.
"udah nggak ada lain kali pak,"ucap David.
bersambung, βΊοΈ
Jangan lupa like dan komennya πππ
__ADS_1