
Mereka menikmati eskrim bersama di lantai bawah,,
Sementara di lantai atas Mikaila menggulung tubuhnya di selimut,,,ia sangat mengantuk tapi pikirannya terus memikirkan ikan bakar pesanannya.
Bram berjalan melewati meja makan,ia mencium aroma ikan bakar yang membuat perut nya keroncongan.
"wahhh bi Yanti memang selalu mengerti apa yang aku inginkan,,"Bram dengan lahap memakan ikan bakar tersebut.
Bi Yanti sengaja memilih ikan yang berukuran besar dan membakar dua ekor ikan untuk berjaga-jaga siapa tau ada yang juga ingin menu ikan bakar..
Bram makan ikan tanpa nasi dan lauk lainnya hanya ikan saja yang di cocol dengan sambal mata favoritnya,membuat ia menghabiskan kedua ikan tersebut.
"Alhamdulillah kenyang,,"ucap Bram berdiri mencuci tangannya.
Salah satu kebiasaan buruk Bram yaitu tetap menyimpan piring ikan bakar yang tersisa hanya tulangnya saja di dalam tempat makanan yang ada di meja,,,tertutup dengan cantik seakan makanan tersebut masih menunggu di santap..
Bram langsung masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya..
Bram berjalan mendekati Mikaila yang sedari tadi berguling ke kiri dan kanan.
"sayang kenapa sih?"tanya Bram yang ikut capek melihat tingkah istrinya.
"mas aku ngantuk,"ucap Mikaila setelah berhasil keluar dari lilitan selimut dengan susah payah,,jangan di tanya lagi seperti apa rambut panjangnya saat ini mungkin kalau Gavin melihatnya ia akan lari terbirit-birit sambil berteriak"ada hantuuuu"!!!.
"ya tidur dong sayang,,"ucap Bram mencoba merapikan rambut Istri tercintanya.
"tapi aku lapar mas,,,bi Yanti Udah belum ya bakar ikannya ,"ucap Mikaila menelan air liur membayangkan ikan bakar yang di taburi sambal mata yang sedikit asam.
"kamu minta di bikinin ikan bakar sayang?"tanya Bram cepat.
"iya,,,aku pingin banget mas.rasanya udah terasa di mulutku"ucap Mikaila merapikan rambutnya dan dengan segara kembali memakai hijabnya dan turun kebawah..
"mampus,,,moga aja bi Yanti masih punya ikan bakar lagu di dapur,"batin Bram mengingat ikan pesanan istrinya sudah habis ia makan
"bundaaa,"Gavin menghampiri bundanya.
"jangan banyak-banyak ya makan eskrim nya,"ucap Mikaila pada ketiga putranya.
"iya bunda,"ucap mereka bersamaan.
"mas udah makan?"tanya Mikaila,biasanya Bram pulang sore dan makan di kantor.
"udah kok,,,"ucap Bram pelan."anak-anak kita ganti baju dulu ya,,baru makan sama bunda."sambung Bram menghampiri mereka.
Bram dan anak-anaknya naik ke kamar dan Mikaila menuju meja makan..
Bi Yanti yang melihat Mikaila duduk di meja makan langsung menghampirinya.
"mau makan sekarang non?"tanya bi Yanti mulai membuka satu persatu tutup makanan yang ada di meja.
"iya Bi, ikannya udah jadi bi?"tanya Mikaila tak sabar ingin mencicipinya.
"uuuudaahhh"ucap bi Yanti saat membuka penutup ikan bakarnya dan melihat nasib ikannya yang hanya sisa tulang saja.
"bibiiii,"ucap Mikaila saat melihat apa yang ada di meja...
"aku maunya ikan bakar bi,,bukan tulang ikan bakar,"ucapnya lagi dan kini ia sudah cemberut.
"tadi perasaan ikannya utuh kenapa sekarang hanya tinggal tulang,,"batin bi Yanti.
__ADS_1
Bi Yanti sampai berjongkok melihat di bawah meja siapa tau aja ada kucing yang masuk di rumah mereka.
Bram datang bersama anak-anak nya.
"ada apa sayang,"tanya Bram pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.
"ikannya hilang mas,"tunjuk Mikaila pada tulang ikan yang ada di meja.
Semua melihat yang di tunjuk Mikaila.
"bi menu makan siangnya tulang ikan?"tanya Arya yang melihat dua tulang ikan besar di meja makan mereka.
"bukan den,"ucap bi Yanti cepat,,
Gavin merangkak naik ke meja makan dan mengangkat tulang ikan tersebut ..
Kelvin mencicipi sambal ikan yang masih tersisa di piring.
"enak,,asem, manis, sedikit pedas."ucap Kelvin..
Gavin yang penasaran dengan rasa yang di sebutkan saudara kembarnya menjilati kepala ikan yang masih utuh di tangannya.
"iya enak,"ucap Gavin mengangguk mengiyakan rasa yang di sebutkan Kelvin.
Bram menggaruk kepalanya melihat tingkah anak-anaknya.
"saya buatin yang baru ya non,"ucap bi Yanti merasa bersalah...
"Ga usah bi,,,makan yang ada aja.,"ucap Mikaila duduk dan mengambil lauk yang yang ada dimeja.
Begitu juga dengan yang lainnya...
Drama di meja makan selesai, Mikaila dan Bram berjalan-jalan ke kebun kakek Dika di halaman belakang rumah,,pohon stoberinya sudah mulai berbuah.
Anak-anak kembali keruang dimana freezer eskrim itu berada.
"dek,,ko papa beliin kamu eskrim?tanya Arya penasaran.
"biar aku mau bobo di kamar sama kakak lagi."ucap Gavin menjilati eskraimnya.
"itu aja,"tanya Kelvin penasaran,,mereka biasanya harus membuat papa mereka bangga sebelum permintaan mereka di Kabul kan,,misalnya harus dapat nilai 100 saat di sekolah.
"iya,,itu aja,"jawab Gavin.
Arya dan Kelvin saling pandang dan senyuman licik terbit dari bibir mereka, entah apa yang mereka rencanakan.
Bi Yanti masih penasaran dengan ikan bakarnya,,,ia mengecek kembali jumlah ikan yang masih tersisa di kulkas,dan jumlahnya sudah benar,,ia sudah membakar dua ekor ikan yang paling besar ..
Bi Yanti mengecek seluruh dapur,ia berfikir mungkin saja ada kucing yang bersembunyi di sudut dapurnya,namun tak ada.
"Ga mungkin kucing,,ikannya kan tertutup rapat di atas meja,"gumam bi Yanti dan melihat ke arah pak Wahyu dan pak Wawan yang baru masuk untuk makan siang...
Pak Wahyu dan pak Wawan hanya tersenyum mengangguk melihat tatapan curiga bi Yanti kepada mereka...
Anak-anak ikut bermain di kebun, mereka memasukkan tanah kedalam pot dan memasukkan bibit yang sudah di taman oleh kakek sebelumnya di wadah lain..
"kakek ini punya Gavin ya,"ucap Gavin menyerahkan potnya pada kakek dan tak lupa ia menulis namanya di pot itu.
Arya melakukan hal yang sama,,ia juga menulis nama mereka dan menyimpan di rak yang sudah di sediakan oleh kakek..
__ADS_1
"Kakek kapan stoberinya bisa di makan?"tanya Kelvin melihat buah stroberi yang masih kecil.
"tak lama lagi,,, sekitar 2 Minggu lagi."jawab kakek.
"wahh,jadi ingat Raina saat kita ke kebun stroberi dulu,"ucap Gavin.
Arya yang mendengar nama Raina hanya tersenyum saat matanya bertemu dengan bundanya.
Mereka membantu kakek berkebun sore itu,, Mikaila dan Bram hanya duduk melihat mereka berkebun,lebih tepatnya mereka bermain tanah....
Malam hari...
Gavin sesuai perjanjian dengan papanya,,ia mengambil bantal kesayangannya di kamar Bundanya dan kekamarnya sendiri.
"gitu dong,,"ucap Bram menepuk pantat Gavin.
Arya sedang mengerjakan pr-nya di meja belajar,sedangkan Kelvin membaca buku di atas tempat tidur nya.
Gavin yang sudah beberapa hari tak kesekolah bebas dari tugas sekolah,,,ia langsung naik ke kasur dan langsung tidur,,ia sangat lelah.
Arya dan Kelvin yang mendengar suara dengkuran halus Gavin,mereka saling pandang.
Mereka membuka pintu penghubung kamar mereka dan kamar papanya.
"masih terbuka."ucap Arya.
Mereka langsung berlari masuk dan melihat bundanya sedang bermain ponsel di atas tempat tidur.
"bunda kami tidur di sini ya,,"ucap Arya.
"iya bunda,,masa Gavin aja yang tidur dengan bunda"protes Kelvin yang sudah tidur di pangkuan bundanya.
"boleh,,"ucap Mikaila memeluk mereka.
"ga boleh,"ucap Bram yang baru masuk dari ruang kerjanya .
Arya dan Kelvin langsung masuk kedalam selimut dan memeluk erat bundanya.
Bram menarik kaki Arya dan menggendongnya kembali ke kamar nya dan kembali menarik Kelvin dari dalam selimut.
Saat Bram menggendong yang satu yang satunya kembali masuk ke dalam selimut dan kembali memeluk bundanya..
Begitu berulang-ulang,Bram bahkan menggendong mereka bersamaan namun usahanya sia-sia,,
Mikaila terus tertawa melihat tingkah laku suami dan anak-anak nya.
"oke, kalian tidur di kamar kalian nanti papa kabulkan satu permintaan kalian."ucap Bram menyerahkan dan tidur terlentang di atas kasur nya .
"eskrim yang banyak,"ucap mereka bersamaan.
eskrim Gavin tinggal sedikit,,Gavin bahkan menjualnya ke mba Lala dan pak Wawan untuk di bawa pulang walau Mikaila yang membayar eskrim tersebut...
"oke besok papa beliin,"ucap Bram, jangan kan dua freezer eskrim perusahaan eskrim akan ia belikan agar malam ini ia bisa bersama sang istri tercinta yang sudah menjadi candu buatnya.
Bersambung terimakasih atas dukungannya 🙏🙏🙏💖
Like vote dan komennya sebanyak-banyaknya...😍😍
Kalian emang terbaikku.💐💐
__ADS_1