
Sonia sedang bersenang-senang di negara P.Ia menghambur-hamburkan uangnya di berbagai klub malam.
Niken sengaja memberinya uang yang banyak agar usaha Sonia berhasil.
ia tau ini akan sangat sulit.
Yoga mendapat kabar dari orang kepercayaannya kalau Sonia di tangkap oleh kepolisian di sebuah klub malam,,,
"karena kasus apa?"tanya Yoga.
"sepertinya dia sudah menjadi buronan internasional."jawab orang tersebut.
"terus awasi wanita itu."ucap Bram menutup sambungan teleponnya.
Bram menggunakan koneksi nya untuk mencari Sonia secara legal dan melibatkan pihak kepolisian di berbagai negara,,
Sonia sadar siapa orang yang di hadapinya,ia sudah mempersiapkan segala kemungkinannya.
Saat polisi membawanya ke kantor,di perjalanan rekan Sonia mencegat mobil polisi .Mereka membebaalskan Sonia dan melukai beberapa polisi.
Situasi itu justru semakin mempersulitnya.
Sonia,terus dicari oleh kepolisian.
Berhasil lolos dari polisi namun tidak dengan orang-orang suruhan Yoga.
Orang-orang suruhan Yoga langsung bergerak cepat saat mendengar Sonia berhasil kabur dari kepolisian.
Mereka menemukan kelompok Sonia dan langsung mendatangai kelompok tersebut.
Perkelahian pun tak bisa di hindarkan,adu pukul dan tembakan terjadi di sana.
Sonia yang panik Karana keributan di luar,melarikan diri dengan mobil.
Saling kejar-kejaran pun terjadi,karena tak mengenal lokasi, ia mengendarai ke sembarang arah hingga ia tak sadar berkendara ke arah jurang.
Sonia ketakutan dan terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi,hingga ia menabrak papan peringatan dan mobilnya terjun ke dalam jurang.
Orang suruhan Yoga menelfon Yoga saat melihat mobil yang di kendarai Sonia terjun bebas ke dalam jurang .
Mereka hanya di perintahkan mencari dan menangkap Sonia, namun takdir berkata lain.
"Baiklah, terimakasih bantuannya."ucap Yoga menyudahi pembicaraannya.
Zahra kembali ke Batam,ia sudah lebih tenang.
Zahra sangat sibuk di butik,ia sudah lama meninggalkan pekerjaannya itu.
Randy yang mengetahui Zahra sudah ada di Batam langsung menemuinya,
"sayang,kamu ko ga bilang kalau sudah ada di sini?"
"maaf ya Ran,aku sibuk banget,kamu lihat sendiri pekerjaan aku numpuk,"jawab Zahra memperlihatkan pekerjaannya.
"kamu ko ga pernah angkat telfon aku?,apa masalah sudah selesai?"tanya Randy.
"maaf,"hanya itu yang keluar dari mulut Zahra.
Randy mendekat dan memegang tangan Zahra,
__ADS_1
"ada masalah apa hemm?"tanya Randy lembut
Zahra hanya tersenyum menutupi kesedihannya.
"kita makan ya,"ajak Randy,
"maaf Randy,aku benar-benar sibuk saat ini."tolak Zahra.
Zahra terus menolak ajakan Randy,dan menghindarinya.Ia merasa tidak pantas lagi mendampingi Randy.
Hubungan mereka mulai renggang, Zahra selalu membesar-besarkan masalah yang tidak penting membuat Randy hilang kesabaran dan mereka selalu bertengkar.
Zahra sengaja melakukan semua itu agar Randy meninggalkannya.
Di kantor.
Rapat pagi ini membahas kemajuan perusahaan mereka baik dalam atau luar negeri,,,
Bram sangat puas dengan laporan yang ada di tangannya, perusahaan semakin maju begitu juga beberapa cabang nya.
Bram menaikkan gaji karyawannya dan memberikan bonus 2 bulan kedepan.
Bram pulang lebih awal,hari ini tak ada rapat lagi.
Saat sampai di rumah Bram langsung ke ruang kerjanya,ada beberapa berkas yang harus di tandatangani nya.
Bram mendapatkan kabar dari polisi kalau Sonia berhasil kabur saat dilakukan penangkapan.
Bram meminta mereka agar tetap mencarinya.
Hanya Yoga dan orang-orang nya yang mengetahui kalau Sonia masuk ke dalam jurang.
Kamar Bram,kamar anak dan ruang kerjanya saling terhubung,hanya terhalang sebuah pintu yang di biarkan terbuka.
Gavin tiba-tiba menangis sambil memengai perutnya,
"unda atit,"ucap Gavin mendekati bundanya sambil berpura-pura sakit perut.
"mana yang sakit sayang,sini coba bunda lihat,"ucap Mikaila menghampiri Gavin.
Gavin menunjuk perutnya.
"mana yang sakit ha,,,"ucap Bram mengangkat Gavin ke kasur dan mencium perut Gavin, membuat sang anak kegelian dan terus tertawa.Kelvin yang melihatnya ikut tertawa.
"mas titip anak-anak ya,aku mau kebawah dulu."ucap Mikaila.
"hemm"jawab Bram mengiyakan.
Bram bermain bersama anak-anak nya,ia mengangkat Kelvin ke pundaknya lalu bermain kejar-kejaran.
Mikaila turun kebawah melihat persiapan acara barbeque,malam ini mereka akan makan malam di halaman rumah.
Mikaila juga meminta para pekerja di rumahnya memanggil keluarga mereka,termasuk satpam yang berjaga di luar rumah.
Malam hari.
Mikaila duduk beralaskan tikar ala piknik,ia memangku Gavin dan Bram duduk di dekat mereka.
Mereka melihat keseruan para pekerja bersama keluarga mereka, bersama-sama menyediakan makanan.
__ADS_1
Mereka bercanda sambil membolak-balik daging yang ada di panggangan.
Arya dan Gavin ikut bermain bersama anak-anak mereka.
Bram selalu mengajarkan kepada anak-anak untuk tidak membedakan orang berdasarkan perekonomian mereka.
Kelvin hanya bisa melihat kakak dan adik nya bermain karena kaki nya masih sakit.
Mikaila bersandar di bahu Bram, sambil mengelus rambut Kelvin yang tertawa melihat saudara kembarnya kepanasan saat Siti memasukkan potongan daging ke mulutnya.
Cup,,,Bram mengecup pipi Kaila,
"apaan sih mas,malu tau."Ucap Mikaila memukul dada Bram.
Bram justru memeluknya erat dan terus menghujaninya dengan kecupan.
Kelvin tertawa melihat mereka.
Tak lama kemudian bi Yanti datang memberikan mereka daging yang sudah matang dan sangat wangi,membuat Kelvin langsung meminta di suapin.
Bram meniup daging tersebut lalu memasukkan kedalam mulut putranya,ia juga melakukan hal yang sama pada istinya.
Bram makan sambil menyuapi Mikaila dan Kelvin.
"alhamdu,,"ucap Mikaila.
"lillah,,"Kelvin meneruskan ucapan bundanya.
"pinter anak bunda,"mencium pipi Kelvin.
Mikaila selalu mengajarkan anak-anak nya bersyukur atas nikmat yang di berikan oleh Allah SWT.
"semua datang kan?"tanya Bram.
"iya mas,senang ya bisa buat orang lain bahagia."ucap Mikaila melihat kebahagiaan orang orang yang selama ini membantunya dalam kehidupan sehari-hari.
Bram hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya dan terus menyuapi mereka.
Bram membersihkan saos yang menempel di bibir Mikaila dan memakannya.
"kamu kalau makan masih kaya anak kecil, belepotan."ucap Bram yang membuat Mikaila manyun.
"unda bobo,"ucap Kelvin yang sudah menguap sedari tadi.
"ya udah,kita ke kamar ya,"
Bram menggendong Kelvin masuk ke kamar mereka,sebelum masuk Mikaila memberi kode dengan tangannya ke pada Siti,ia memberitahu kalau ia akan masuk.
Yang di balas anggukkan oleh Siti.
Begitu sampai di kasur Kelvin langsung tertidur,mungkin efek dari obat yang diminum nya.
Mikaila menghampiri Bram yang ada di balkon kamarnya melihat kegiatan di halaman
"mas,tidur yuk,"ucap Mikaila mengalungkan tangannya di leher Bram.
Bram mengerti maksud istrinya,ia langsung mengangkat tubuh Mikaila dan masuk ke kamar.
Makasih sudah mampir 💗💗
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya 💗