Pilihan Ku

Pilihan Ku
Awal yang Indah


__ADS_3

Pagi yang indah Mikaila terbangun dari tidurnya ,ia mendapat pesan dari Bram.


"selamat pagi cantik 😘"


"pagi juga mas"


"kiss nya mana sayang,"


"😜😜"


"ko gitu sih,"


"mas lagi apa ,,"mengalihkan topik.


"mas lagi siap-siap ke kantor ni,sayang mas mau ke Prancis kamu mau ikut ga?"


"mau banget mas,tapi pasti ga di bolehin sama ibu"


"ya udah,nanti kalau kita dah nikah bulan madunya ke Prancis aja.udah dulu ya mas mau ke kantor ada rapat pagi,"


"iya mas hati-hati ya,"


"iya sayang,Miss you."


Bram berangkat ke kantor dengan hati yang gembira dan Mikaila memulai harinya dengan senyum ceria.


Mereka melalui hari-hari dengan sangat bahagia hingga tak terasa waktu menjelang pernikahan pun semakin dekat.


Bram terbangun dari tidurnya,ia bermimpi bertemu Inanti,dalam mimpinya itu ia melihat istri dan anaknya tersenyum padanya sambil melambaikan tangan dan berbalik berjalan meninggalkannya,sesekali mereka berbalik melihat Bram dan tersenyum hingga menghilang.Bram terbangun dari tidurnya.


Bram mengambil foto ia dan istrinya yang menggendong seorang gadis cantik yang tersenyum manis,Bram mengusap foto tersebut,


"mas ga akan pernah lupain kamu,,kamu akan tetep menjadi bagian dari hidup mas,kalian akan selalu ada di hatiku,"


Bram meraih ponselnya dan menelfon Yoga.


"mas tolong Carikan rumah baru untuk aku dan Mikaila nanti,"


"kamu mau yang seperti apa?"


"nanti aku tanya Kaila dulu,dia maunya seperti apa,"


Mereka mengakhiri pembicaraannya,Bram masuk ke kamar almarhum anaknya ia melihat foto-foto yang masih tersusun rapi di tempatnya,ia menatapnya satu persatu,mengusap dan meletakkannya di dadanya,papa sayang sama Tasya.Tasya akan selalu jadi anak papa.Setetes air mata jatuh membasahi pipinya, walaupun kejadian itu sudah lama namun Bram tak mengubah apapun yang ada di rumahnya,termasuk barang-barang milik almarhum anak dan istrinya.


Ting,satu pesan masuk dari Yoga ,itu adalah beberapa gambar rumah lengkap dengan lokasinya.Bram melihat-lihat nya kemudian ia mengirim beberapa yang di anggapnya paling bagus dan tempatnya strategis kepada Mikaila.


Ting satu pesan masuk di ponsel Mikaila,


"kamu pilih salah satu rumah ini, setelah kita nikah bisa langsung pindah ke rumah kita "


Mikaila menutup mulutnya melihat gambar rumah yang Bram kirim.

__ADS_1


"ibu,,ibu,," teriak Mikaila.


"ada apa sih dek ko teriak kaya gitu,"


"ini Bu,mas Bram mau beliin rumah kayanya,"


"terus,"


"iya,ade disuruh milih,"


"ya udah pilih aja ,nanti kan kamu yang akan tinggal di sana,$


"pilih yang mana ya Bu,sambil memperlihatkan gambar yang di kirim Bram,"


"ini beneran di suruh milih rumah besar ini,,"melihat Mikaila meminta jawaban dan Mikaila hanya mengangguk.


"memangnya calon kamu ini sekaya apa si dek...?"


Mikaila hanya mengangkat bahunya.


"bukanya dia itu duda ya,,?"


Mikaila mengangguk,


*sudah punya rumah sendiri juga?"


lagi-lagi ia mengangguk.


Mikaila mengangkat bahunya lagi tanda iapun tak tau.


"emang dia ga pernah ngajak kamu kerumahnya??"


"nggak Bu,Ade hanya pernah ke rumah ibunya.rumahnya lebih besar malah dari yang di sini,"menunjuk ponselnya.


"Oya,"kata ibu singkat sambil melihat-lihat gambar di ponsel Mikaila.


"yang ini aja ,ini halamannya luas nanti kamu bisa berkebun di sini,"


"ihh ibu masa sih di rumah mewah kaya gini Ade berkebun,nanam cabe dan sayuran gitu Bu,"


"ya kali aja tetangga kamu ada yang mau beli sayuran segar,kan lumayan,"kata ibu menggoda Mikaila.


"ibu ya,Ade tanyanya serius ni Bu.ade ga mau salah pilih inikan harganya pasti mahal,"


"yang ini aja,ga terlalu mewah tapi kayaknya nyaman,kamu bisa menanam bunga biar kamu ga bosan di rumah kalau Bram pergi bekerja,kamu juga bisa buat taman bermain untuk anak-anak kamu nanti,"


Mendengar kata anak Mikaila menghela nafasnya,


"Bu Ade bisa jadi istri dan ibu yang baik ga ya buat mas Bram..?!"


"dia sudah memilih kamu jadi istrinya,jadi dia pasti bisa menerima kamu,baik buruknya kamu nanti nya,asal kamu mau berusaha dan belajar menjadi istri yang,"

__ADS_1


"ya udah Bu ,Ade pilih yang ini sama ini aja ya,"Mikaila memilih 2 gambar dan mengirim nya ke pada Bram.


"mas aku suka yang ini sama yang ini,"mengirim 2 gambar,


"mas pilih yang mas suka aja,Kaila ikut aja,"


"ya udah kita beli yang ini aja,lebih dekat dari kantor mas , gimana???"tanya Bram dan mengirim kembali salah satu gambar yang dipilih oleh Mikaila tadi.


Ting pesan dari Bram.


"Bu mas Bram pilih yang ini,,katanya lebih dekat dari kantor nya,*


"ia,yang itu aja,ada kolam renang nya"


"hihi,iya Bu jadi ga usah bayar kalau mau renang,"


"kaya pintar renang aja kamu dek,"Jabbar ikut gabung dengan ibu..ia baru pulang kerja,selain membantu ayahnya di kebun Jabbar juga membuka bengkel kecil.


Jabbar hanya beda 3 tahun dengan Mikaila.ia juga hanya lulusan SMA.


"kan bisa minta di ajarin sama mas Bram nantinya,iya kan Bu,"


ibunya hanya tersenyum, menanggapi kedua anaknya.


Mikaila mengirim pesan ke Bram kalau ia setuju dengan rumah itu.


"Oya dek,di kampung sebelah ada pasar malam,kita ke sana yuk.sekalian perpisahan,"


"iya mau kak,"


Kaila dan kakaknya pergi ke pasar malam dengan mengendarai motor,saat di jalan Jabbar merasa ada yang mengikutinya, tapi iya menepisnya.Namun saat di area pasar malam lagi-lagi 2 orang yang mengenakan pakaian hitam dan memakai topi serta masker itu terus mengikutinya.merasa ada yang janggal dan mengingat penculikan yang pernah adiknya alami ,Jabbar mengajak Mikaila pulang,ia tidak mengatakan kalau ada yang mengikuti mereka,ia tidak ingin adik nya itu merasa takut.


Tanpa bertanya Mikaila hanya menurut saja.walaupun sebenarnya ia masih ingin menikmati wahana yang ada di sana.Saat di jalan lagi-lagi ia melihat mobil yang sama yang mengikuti mereka saat datang tadi.Jabbar menambah laju motornya,karena jaraknya tidak terlalu jauh Mereka pun cepat sampai ke rumah.Saat akan menutup pintu rumahnya,ia melihat mobil tersebut berhenti tak jauh dari rumahnya dan putar balik.


Ia merasa tidak tenang,ia meminta nomor ponsel Bram kepada Mikaila.


"dek ,kakak minta nomor mas Bram , "kata Jabbar menyodorkan ponselnya.


"untuk apa kak?? "Tanya Mikaila sambil mengambil ponsel dan memasukkan nomor Bram ke kontak kakak nya.


"urusan laki-laki,"jawabnya singkat.


Jabbar menelfon Bram dan menceritakan kejadian yang di alaminya saat ke pasar malam.


Bram menjelaskan kalau yang mengikutinya itu orang suruhannya untuk mengawasi adiknya,Jabbar merasa lega.


Ia senang karena pilihan adiknya tidak salah, calon adiknya sangat mencintai adik kecilnya itu.


bersambung ☺️


terimakasih jangan lupa like dan votenya

__ADS_1


__ADS_2