Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Rujak Romantis


__ADS_3

Gavin yang sudah pernah memanjat pohon mangga itu sebelumnya, kali ini dengan mudah ia sudah ada di atas pohon mangga dan mulai menjatuhkan buah mangga satu demi satu.


Buah mangga jatuh ke tanah, Gavin terus menggerutu di atas pohon sambil memetik buahnya. "Kok malah jadi aku sih yang ada di atas pohon, harus nya kan si Ilham itu yang nangkring di sini."


"Ularnya masih ada di sini nggak ya!, mudah-mudahan ularnya jantan, kalau betina pasti bakal jatuh hati dengan ketampanan gue," lirih Gavin melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan kan dia tidak mengganggu ular tersebut.


"Gimana? Udah cukup?!" teriak Gavin dari atas pohon.


"Dikit lagi, ini belum cukup. Ponakan kamu juga pengen," Arya balas meneriaki Gavin, sejak tadi Arya menahan tawanya, Arya sudah membaca pikiran adiknya itu. Arya yakin Gavin membahas pohon mangga ini untuk mengerjai Ustaz Ilham. Namun, ternyata dia lah yang harus memanjatnya.


Gavin akhirnya naik semakin tinggi, disekitarnya tersisa mangga yang masih sangat kecil. "Mereka yang mencetak kenapa aku yang rapot," gerutu Gavin terus mencoba mencari buah mangga yang lebih besar. Gavin belum sempat mengambil satu buah mangga lagi, ia dengan cepat turun, saat melihat penghuni pohon itu menatapnya dengan tajam seolah mengenalnya. Ular itu seolah menyimpan dendam padanya. Seolah mengenalinya jika ia yang telah mengganggunya beberapa bulan yang lalu.


Arya tertawa terbahak-bahak melihat Gavin turun dengan sangat cepat.


"Kamu kenapa dek?" tanya Arya masih tertawa.


"Ada penggemar yang minat tanda tangan," canda Gavin. "Kak dapat salam dari penghuni di atas," ucap Gavin kemudian mereka berdua tertawa.


"Penghuni? Penghuni apa?" tanya Syana tak mengerti apa yang sedang dibahas oleh adik kakak itu.


"Bukan apa-apa, Kak! nggak usah di kasi tahu, nanti kakak ngidam lagi pengen diambilin itu," canda Gavin yang semakin membuat Arya tertawa. Arya tak membayangkan bagaimana jadinya jika Syana benar-benar menginginkan ular itu.


Mereka telah selesai memungut buah mangga dan kemudian mereka kembali masuk ke dalam rumah. Syana terlihat sangat senang melihat mangga muda itu.


Dengan cepat mereka mengupas dan membuat bumbu.


Rujak mangga muda ala bunda Mikaila sudah jadi, di saat semua makan dengan lahap, Syana justru hanya melihat suaminya makan.


"Kamu kenapa nggak makan? Bukannya tadi kamu yang mau makan mangga," tanya Ustadz Ilham.


"Enggak, ah! aku mau liatin Kakak aja makan mangganya," ucap Syana menyangga wajahnya dengan kedua tangannya diatas meja. Melihat suaminya itu memakan rujak mangga muda.


Ilham hanya tersenyum melihat Syana yang terus memperhatikannya. istrinya itu terlihat menggemaskan.


Sambil makan, sesekali ustadz Ilham menyuapi isterinya itu. Syana memakan rujak yang diberikan oleh suaminya tanpa merubah posisinya. Syana terus mengagumi wajah tampan llham sambil terus mengunyah rujak yang ada di mulutnya.


Arya yang melihat mereka begitu romantis tak mau kalah, Ia juga duduk di samping Raina dan mulai menyuapi Raina dengan rujak miliknya dan sesekali mengusap perut Raina.


Bram tak mau kalah dengan mereka, Ia juga menarik Mikaila duduk di dekatnya, ikut menyuapi Mikaila dengan rujak miliknya.


Mikaila juga mengikuti apa yang Bram lakukan, mereka juga ikut bersikap romantis.


Gavin dan Arsy saling pandang melihat ketiga pasang suami istri dihadapan mereka yang menurutnya terlihat sangat lebay.


Gavin tanpa kata melengos pergi dari sana, ia memilih melangkah ke ruang tv sambil membawa rujak ditangan nya, diikuti oleh Arsy yang juga lebih memilih menonton acara kesukaannya daripada melihat kebucinan ke tiga pasang suami istri itu.


"Kak, Kakak Kenapa nggak nikah kayak kak Arya?" tanya Arsy duduk di dekat Gavin sambil ikut memakan rujak milik Gavin.


"Kakak belum ada yang cocok, bidadari yang kakak tunggu belum datang," jawab Gavin memiliki channel TV.


"Emang Kakak sukanya yang kayak siapa?" tanya Arsy menoleh ke arah Gavin.

__ADS_1


"Kakak, maunya yang kayak Bunda dan Arsy," ucap Gavin mencubit hidung adiknya.


"Enggak boleh, Bunda dan Arsy punya Papa," ucap Arsy pindah duduk dan mengambil remote TV, mengganti ke channel kesukaannya.


Ponsel Gavin berdering dan itu panggilan video dari Kelvin.


"Hay kak, apa kabar," sapa Gavin.


Arsy yang mendengar sapaan Gavin pada kelvin langsung kembali duduk di samping Gavin.


"Hay, Kak!" sapa Arsy melambaikan tangan pada Kelvin yang juga melambaikan tangan pada mereka.


"Kakak kok, jarang sih nelfon Arsy? Kakak nggak kangen ya sama Arsy?" protes Arsy yang sering menelpon Kelvin, tapi kelvin tak mengangkat telepon darinya.


"Maaf ya, akhir-akhir Ini kakak lagi sibuk, doain ya biar Kakak cepat selesai dan bisa berkumpul dengan kalian lagi. Kakak sangat merindukan kalian," ucap Kelvin.


"Kakak, Kakak ada di mana?" tanya Arsy yang mendengar suara ribut di tempat Kakaknya.


"Kakak di rumah kok, memangnya kenapa?"


"Arsy seperti mendengar suara anak-anak?" tanya Arsy?


Kelvin memanggil Clara dan memperkenalkannya kepada Arsy.


"Arsy ini Clara, Clara ini Arsy ucap Kelvin memperkenalkan mereka berdua.


Keduanya saling menyapa,


"Ini anak Bibi yang selalu bersih-bersih di rumah ini."


"Oh ... Kirain," Gavin hanya ber oh mendengar penjelasan dari Kelvin.


"Maksud kamu kirain, kirain apa ha!" tanya Kelvin.


"Kirain anaknya kakak," jawab Gavin tertawa.


"Kakak kesini untuk belajar, bukan buat anak.


Bunda dan Papa mana? Dari tadi aku nelpon bunda tapi nggak diangkat," ucap Kelvin.


Gavin mengarahkan kameranya pada Ketiga pasang suami istri yang masih Asyik bermesraan di meja makan.


"Itu dia, 3 pasang suami istri yang tak tahu posisi, udah tahu ada jomblo di sini, masih pamer kemesraan." gerutu Gavin. Kelvin hanya bisa tertawa mendengar celoteh adiknya itu.


Gavin tak sengaja melihat seorang gadis berjalan di belakang Kelvin.


"Kak, tadi kayaknya di belakang Kakak ada cewek deh, itu siapa?!"


"Oh ... itu kakaknya Clara, namanya Diandra. Jika ia libur bekerja Diandra akan membantu mamanya bekerja di sini," jawab Kelvin.


"Mereka orang Indonesia ya Kak?"

__ADS_1


"Iya. Mereka orang Indonesia, tapi mereka sudah lama tinggal di sini."


"Kenalin dong kak, sama Diandra," pinta Gavin.


"Dia anak baik-baik, nggak usah kamu ngerecokin dia."


"Kakak pikir aku ini bukan anak baik-baik juga. Ayo dong, Kak. Minta nomor ponselnya."


"Kamu godain cewek lain aja," tolak Kelvin.


"Ih ... Kakak pelit, nomor cewek aja nggak mau dibagi" kesal Gavin.


"Nomor cewek siapa sih yang kalian mau bagi-bagi?" tanya Mikaila yang ikut bergabung dengan mereka.


"Ini bunda, kak Kelvin bawa cewek ke Apartemennya."


Mendengar apa yang dikatakan Gavin, Mikaila langsung mengambil ponsel Gavin.


"Kelvin, kamu bawa cewek ke Apartemen kamu?"


"Enggak. Itu anak yang suka bersih-bersih di sini, dia punya 2 anak. Kelvin nggak sengaja ketemu ibunya, namanya Ibu Sulastri. Dia janda dan kehilangan pekerjaannya, makanya aku ajak Ia bekerja di sini. Anak cewe nya namanya Diandra.Dia juga sering datang membantu pekerjaan mamanya jika ia lagi ga bekerja," jelas Kelvin.


"Bunda pikir kamu bawa cewek ke Apartemen kamu. Bunda nggak suka kalau kamu main sama cewek. Apa lagi kamu bawa sampai ke Apartemen mu."


"Enggak lah Bunda, enggak pernah aku bawa cewe ke Apartemen," jawab kelvin.


"Bunda, udah dulu ya, aku ingin berangkat ke kampus. Hari ini banyak jadwal pelajaran. Maaf ya, kalau selama ini Kelvin jarang nelpon bunda, Kelvin lagi sibuk bunda, biar cepat selesai."


"Iya, nggak apa-apa sayang, kamu fokus aja sama kuliah kamu."


"Aku matiin ya Bunda. Da' Arsy," ucap Kelvin melambaikan tangan kemudian mematikan panggilannya.


"Cantik juga, ya! cewek yang di Apartemen kakak kamu," ucap Mikaila yang sempat melihat seorang gadis berjalan mondar-mandir di belakang Kelvin, sepertinya ia sedang membersihkan lantai yang ada di belakang Kelvin.


Gavin mengangguk mengiyakan perkataan bundanya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membaca πŸ™


Maaf ya jika agak telat up-nya πŸ™


Mohon beri dukungan kalian ya kak,,bisa like dan komen di setiap babnyaπŸ™ komen kalian sangat membantu, selain untuk penyemangat, juga bisa menambah popularitas karyaπŸ₯°


Salam dariku πŸ€—


Author m Anha❀️


love you all πŸ’•πŸ’•


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2