
Zaky dijemput oleh Zahra dan Randy di Bandara, begitu Zahra melihat Zaky, Zahra langsung memeluk anaknya itu, "Kamu nggak apa-apa kan, Mama khawatir sama Kamu," ucap Zahra mencium pipi putranya.
"Mah malu ah dilihat sama orang-orang," ucap Zaky saat beberapa orang melihat ke arah mereka.
Zahra melihat sekelilingnya, dan benar saja beberapa orang melihat ke arah mereka.
"Ayo kita pulang, di rumah aja kangen-Kangenan nya," ucap Randy.
Mereka pun pulang ke rumah.
Begitu mereka sampai di rumah Zaky langsung menyerahkan undangan yang diberikan oleh Bunda Mikaila kepadanya pada Mama nya.
"Ini undangan apa?" tanya Zahra saat mengambil undangan tersebut dan membuka isinya.
Ia terkejut saat melihat di sana tertulis jelas Jika nama mempelai pria adalah Arya Wiguna Putra Wijaya.
"Apakah ini undangan Arya, apa Arya akan menikah dengan Raina gadis bercadar itu?" tanya Zahra.
"Iya Mah, dan mereka ingin kita datang," ucap Zaky menghampiri neneknya dan memberi salam.
"Siapa yang mengundang kita, apa Mikaila sendiri yang memberikan undangan itu ?" tanya Nenek.
"Iya Nak, tante Mikaila juga mengundang Nenek ke acara kak Arya. Mereka sangat berharap kita semua bisa datang." ucap Zaky memberikan satu undangan lagi kepada Neneknya.
"Tentu saja kita akan datang, mereka orang-orang yang baik. Walau kita sudah membuat kesalahan, mereka tetap memaafkan kita dan mau mengundang kita ke acara bahagia mereka," ucap Nenek mengelus punggung cucunya.
"Aku sepertinya nggak bisa datang Bu, Zahra malu. Mereka pasti menyalahkan ku atas semua yang telah terjadi. Aku nggak berani ketemu dengan mbak Arandita," ucap Zahra.
"Bukankah kita sudah sepakat untuk tak mengungkit masalah itu lagi, Kita diundang oleh mereka sudah sepatutnya kita datang," ucap Rendy menggenggam tangan istrinya.
"Suamimu benar, kita jangan menambah jarak yang sudah ada semakin jauh, sebaiknya kita menghadiri pernikahan itu," ucap Ibu Zahra.
Walau ragu akhirnya Zahra mengangguk, ia berharap dengan mereka datang ke acara Pernikahan Arya, semua masa lalu kelam yang selama ini terus membayangi kebahagiaan mereka benar-benar selesai.
Sementara itu di Kediaman Abraham Wijaya. Acara akad akan dilaksanakan di rumah Abraham Wijaya sendiri, sedangkan resepsinya barulah mereka akan mengadakannya di sebuah gedung yang sudah disiapkan oleh Yoga.
Mereka semua berkumpul di rumah Bram di malam sebelum pernikahan Raina dan Arya.
Mikaila meminta Raina untuk menginap di sana agar lebih memudahkan mereka dalam persiapan proses si akadnya besok.
Kelvin yang melihat Raina dan Natali sudah datang langsung menghampiri mereka lebih tepatnya menghampiri Natali.
Raina yang mengerti jika mereka butuh Waktu berdua pun memisahkan diri.
Raina melihat Arya dan Arsy sedang duduk di ruang tengah, Ia pun ikut bergabung bersama dengan mereka. Sementara yang lainnya sedang sibuk di dapur mempersiapkan makan malam untuk mereka semua.
__ADS_1
Kelvin mengajak Natali ke taman belakang.
"Bagaimana kuliahmu?" tanya Natali.
"Semua lancar, Aku tak ingin membuang-buang waktu lagi, mungkin beberapa bulan lagi aku sudah selesai," jawab Kelvin.
Mereka duduk disebuah bangku taman.
Mereka berbincang-bincang dan sesekali tertawa melepaskan rasa rindu yang mereka rasakan.
Walau selama ini komunikasi mereka tak pernah terputus, Namun beda rasanya saat bertemu langsung dengan orang yang mereka cintai.
Saat Kelvin dan Natali sedang asyik berbincang-bincang, Queen tak sengaja melihat mereka.
Tadinya Queen ia ingin ke taman belakang di mana tempat Kelvin dan Natali berada.
Taman itu memang sangat disukai oleh Queen saat mengerjakan tugas-tugasnya saat ada di rumah Arya.
Queen berjalan sambil bersenandung namun ia langsung menghentikan langkahnya saat melihat mereka, pandangannya bertemu dengan pandangan mata Kelvin, ia dengan cepat langsung pergi dari sana.
"Kenapa anak itu ?" gumam Kelvin.
"Mungkin dia ingin menemui mu," ucap Natal.
"Kalau ingin menemui ku Kenapa dia lari saat melihat Kita, seharusnya dia bisa ikut bergabung dengan kita," ucap Kelvin masih heran dengan sikap adik sepupunya itu.
"Sudahlah mungkin dia ada keperluan lain," ucap Kelvin.
Mereka menghabiskan waktu di sana
hingga ponsel Natali berdering, itu pesan dari Kak Jessica, yang mengatakan jika mereka sudah akan kembali ke Apartemen mereka.
"Aku pulang dulu ya, sepertinya Kakak sudah mau pulang. Lagian ini sudah larut malam," ucap Natali melihat jam tangan yang ada di pergelangan.
"Ya sudah, hati-hati ya. Kita ketemu lagi besok, aku harap setelah acara pernikahan Kak Arya kita juga akan menyusul, Kau dan Aku." goda Kelvin.
"Apaan sih, nggak lucu tahu. Udah ah, Aku mau pulang," ucap Natali berlalu meninggalkan Kelvin.
Kelvin tertawa melihat Natali yang berjalan cepat meninggalkannya, namun saat ia berbalik ia melihat jika Queen melihatnya dari balik jendela.
Saat Queen menyadari jika Kelvin melihat kehadirannya, ia langsung menutup gorden jendela tersebut dan pergi dari sana.
"Ada apa dengan Queen, kenapa aku merasa dia selalu menghindari ku," batin Kelvin berjalan ingin mencari Queen.
Kelvin mencari keberadaan Queen namun ia tak menemukannya, ia kemudian masuk ke kamar Gavin.
__ADS_1
"Kamu lagi ngapain?" tanya Kelvin yang masuk dan melihat Gavin sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya.
"Tidak ada, aku hanya mengerjakan beberapa pekerjaan kantor saja, takut pekerjaannya bisa menumpuk," ucap Gavin.
"Queen kenapa ya?" tanya Kelvin.
"Queen, emangnya ada apa dengan Queen?!" tanya balik Gavin menutup laptopnya.
"Entahlah, aku merasa dia menghindari ku Sejak kemarin. Dari kemari aku belum pernah bertemu dengannya, Kau tahu sendiri kan Queen itu seperti apa, ia bahkan tak mau melepaskan ku walau sedetik pun saat kita bertemu," ucap Kelvin mengingat kelakuan adik sepupunya itu.
"Kau itu tidak peka sekali sih," ucap Gavin.
"Maksudnya?" tanya Kelvin tak mengerti apa yang dimaksud adik kembarnya itu.
"Queen itu bukan gadis kecil seperti dulu lagi, dia itu sudah dewasa sekarang."
"Emangnya apa hubungannya Queen itu masih kecil atau sudah besar, dia akan tetap Queen," ucap Kelvin.
"Maksud aku Queen itu menyukaimu.," ucap Gavin.
"Kamu kalau ngomong jangan sembarangan ya, masa iya dia menyukai ku," ucap Kelvin tak percaya.
"Tadinya Aku juga nggak percaya, tapi Aku tahunya dari Gibran. Queen itu marah sama kamu,dia itu sakit hati kamu itu aktif chat dengan Natali, tapi kamu malah memblokirnya," ucap Gavin.
"Oh masalah itu, hari itu aku nggak sengaja memblokir dia, Hari itu aku sedang benar-benar sibuk, dan dia itu mengganggu ku terus. Eh aku malah lupa kalau sudah memblokir dia. Terus saat aku hubungin nomornya kembali sudah tidak aktif. Sepertinya dia balas memblokir nomorku, soalnya kalau aku coba menghubungi nya dengan nomor lain nomornya nyambung tapi dia tetap saja tak mengangkat nya. Dia beneran ngambek, kaya anak TK aja," jelas Kelvin.
"Itu bukan ngambek Kak tapi cemburu, patah Hati tu anak sama kamu," ledek Gavin.
"Semoga saja itu tidak benar," gumam Kelvin berbaring di kasur Gavin.
"Dia beneran suka deh kayaknya sama kakak," gumam Gavin mencoba mengingat tingkah Queen saat bersama Kelvin.
"Enggak ah, nggak mungkin." ucap Kelvin.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏🙏
Jangan lupa untuk memberi like vote dan komennya 💗
Semoga menghibur 😉
Salam dariku ❤️
Author m anha ❤️❤️
__ADS_1
Love you all 💕💕
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖