
Hari ini jadwal pemeriksaan Arandita,ia datang ke klinik ditemani Yoga dan Ayasa.
Karena sudah berpengalaman dalam hal kehamilan, Arandita lebih santai salam menjaga kehamilannya kali ini,ia masih tetap bekerja.
Arandita di bantu oleh Yoga naik ke atas tempat pemeriksaan.Ia akan melakukan USG, untuk melihat kondisi janinnya.
"apa jenis kelamin nya bisa di lihat?"tanya Yoga saat Anin mulai melakukan pemeriksaannya.
"wah,selamat ya Ayasa adik kamu laki-laki."ucap Anin
Di usia kandungan yang sudah memasuki 9 bulan,mereka baru bisa mengetahui jenis kelamin sang bayi.
"Alhamdulillah"ucap yoga.ia memang sangat mengharapkan bayi laki-laki,berbeda dengan Ayasa yang mengharapkan bayi perempuan.
"Ayasa sayang,kok wajahnya cemberut"tanya Arandita yang melihat ekspresi. putrinya.
"ga apa-apa mah,aku sih maunya bayi perempuan.Tapi aku senang ko walaupun bayinya laki-laki."
"gitu dong, laki-laki atau perempuan dia kan adik kamu."
Semenjak tau bayi laki-laki. Yoga menjadi sangat protektif, bahkan ia melarang Arabela untuk pergi ke butik hingga persalinan.
Suasana di rumah Bram saat ini sangat berantakan.Mba Lala yang bertugas sebagai tukang bersih-bersih sangat kuwalahan membereskan mainan anak-anak.Baru 5 menit ia bernafas lega melihat rumah dalam ke adaan bersih sudah menjadi berantakan kembali Karana ulah ke 3 balita penghuni rumah itu.
Kelvin dan Gavin yang sudah bisa berlarian terus saja menghambur-hamburkan mainannya.Belum lagi jika mereka bertiga bermain bola di dalam ruangan,keramik dan guci serta pajangan lain akan menjadi korban ke nakalan mereka.
Saat pak Wawan sedang menyiram tanaman Arya dan si kembar menghampirinya.
"pa Wawan lagi apa?"tanya Arya yang sudah lancar berbicara.
"ini den,lagi nyiram bunga bundanya den Arya.Biar bunganya makin besar,"ucap pak Wawan.
"Arya bantuin ya pak,"ucap Arya menawarkan diri.
"memangnya sen Arya bisa nyiram bunganya.?"
"bisa,"
Arya mengambil selang untuk menyiram tanaman,awalnya berjalan lancar.
Arya menyiram bunga sebagai mana mestinya.namun saat pak Wawan pergi ke gudang untuk mengambil gunting rumput Arya justru menyemprotkan air ke adik-adiknya.
Jadilah mereka bertiga bermain air disana.
"aduh gimana ini,"pak Wawan menjatuhkan guntingnya saat melihat keadaan anak-anak yang di titipkan padanya.
Siti yang sedang ke kamar mandi menitipkan anak-anak ke pak Wawan.
Arya dan kedua adiknya karena asyik bermain air sambil kejar-kejaran tak sengaja menyenggol bunga kesayangan Mikaila,bunga yang di belinya dengan harga yang cukup mahal karena langkah dan sedang viral,pot nya pecah dan tanahnya berhamburan.Takut kena marah,meraka menyembunyikan bunga itu,mereka juga menyingkirkan pecahan pot yang terbuat dari tanah liat.
__ADS_1
Tak lupa mereka memunguti tanah bekas bunga dengan tangan-tangan kecilnya.
membuat mereka menjadi sangat kotor.
"ya Allah ini anak-anak kenapa bisa kaya gini pak Wawan?"tanya bi Sumi pada pak Wawan yang hanya berdiri mematung melihat ulah ketiga bocil di depannya.
"tadi saya cuma tinggal sebentar untuk mengambil gunting,eh pulangnya udah pada cemong-cemong gini ni bocah."
"mba Siti mana pak Wawan ko nggak jagain anak-anak?"tanya bi Sumi berjalan mendekati anak-anak asuhnya itu.
"lagi ke kamar mandi bi,tadi di titipin kesaya."jawab pak Wawan dengan suara nyaris tidak terdengar.
Saat bi Sumi mendekat, anak-anak justru berlarian masuk ke rumah dengan kondisi mereka yang basah dan kotor.
Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan,mba Lala menepuk jidatnya saat melihat jejak kaki-kaki kecil memenuhi lantai satu rumah itu.
Bi Yanti dan bi Sumi yang sudah tua kuwalahan mengejar anak-anak yang berlari kesana-kemari dengan lincah.
"aduh gimana ini,cepat di tangkap Bu anak-anaknya ko malah duduk," keluh mba Lala yang melihat ke2 wanita paru baya itu duduk di kursi sambil ngos-ngosan.
"capek Lala," ucap mba Yanti.
Siti yang baru selesai dengan urusan kamar mandi nya terkejut melihat kondisi rumah yang kotor dan berantakan.
"ini ada apa,ko jadi kotor begini."tanya Siti pada bi Sumi sesama pengasuh di rumah ini.
"tuh, anak-anak pada kotor semua,"ucap bi Sumi masih mengatur nafasnya.
"nih,mandiin bi,"memberikan Gavin kepada bi Sumi,
"ayo mba kita berburu bocil lagi"ucap Siti melihat Arya dan Kelvin.
Mikaila yang mendengar kegaduhan dibawah turun dan melihat Gavin yang masih duduk di pangkuan bi Sumi tertawa riang melihat kakaknya di kejar-kejar oleh mba Siti dan mba Lala.
"Gavin ko bisa kotor begini sayang,"ucap Mikaila menghampiri Gavin.
"Adi apin tilam unga unda"Ucap mejelaskan
"nyiram bunga"
"iya,"mengangguk.
"kok,Ade sampai basah dan kotor gini?"
"Adi unga unda datuh telus di uang tata Aya."
"bunga apa bi yang di maksud?"
"ga tau bu,"ucap bi Sumi.
__ADS_1
Gavin menarik bundanya dan membawa ke tempat mereka menyembunyikan nya tadi.
Arya dan Kelvin yang melihat Gavin keluar bersama bunda ikut berlari keluar.
Mikaila menghela nafas saat melihat nasib bunga kesayangan nya yang sudah tak berbentuk lagi.
Ia melihat ke arah anak-anaknya yang tersenyum semanis mungkin agar tak kena marah.
Bram yang baru datang tertawa melihat wajah tampan anak-anaknya dipenuhi dengan tanah.
"ini kenapa?"tanyanya.
"mas bunga aku,"keluhnya.
"nanti mas beliin yang lebih bagus."
"janji ya mas,"
"iya,ayo kita mandi,"menggendong si kembar dengan kedua tangannya sedangkan Arya bergelantungan di punggungnya.
Mikaila ikut berjalan di belakang Bram memegang Arya agar tidak terjatuh.
"semangat ya Bi,"ucap Kaila saat akan naik ke tangga melihat bi Lala yang menggaruk kepalanya melihat kondisi lantai yang di pastikan ia akan lembur untuk membersihkan kekacauan hari ini.
Bram mandi bersama anak-anak nya,sedangkan Mikaila menyiapkan pakaian untuk mereka berempat.
Mba Lala mulai membersihkan lantai bawah di bantu Siti dan Wawan,sedangkan Bi Yanti dan bi Sumi menyiapkan makan malam mereka.
Pak slamat yang sedang mengelap kaca mobil juga mendapat tugas membersihkan kekacauan di liar rumah.
Bram dan keluarga kecilnya turun untuk makan malam.
Mikaila masuk ke dapur sedangkan Bram mengajak anak-anak menonton Tv sambil menunggu hidangan di siapkan.
"wah sudah bersih ya bi"goda Mikaila pada bi Lala yang baru saya menyimpan kain pel nya.
"iya Bu,Kitakan tim cepat kilat,"ucap bi Lala yang membuat mereka yang ada di dapur tertawa.
Mikaila sangat baik kepada para pekerja di rumahnya,sehingga mereka sangat betah bekerja di sana.
Mereka makan malam bersama di meja makan.Gavin di bantu oleh bi Sumi sedangkan Kelvin di bantu mba Siti.
Arya yang sudah besar duduk di dekat bundanya,ia belajar untuk makan sendiri,sesekali Mikaila menyuapi Arya yang masih kesusahan memasukkan makanan ke mulut nya.
Bersambung
Terima kasih ya sudah membaca,maaf jika masih banyak kesalahan.
semoga menghibur.
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya 🙏💗