
Yoga terbangun di pagi hari dan melihat tak ada siapapun di Apartemen itu.
"Apa Kelvin sudah ke kampus ya," batin Yoga melihat jam di tangannya "Ini masih sangat pagi",
Yoga mengambil ponsel dan menelepon Kelvin namun Kelvin tak mengangkat panggilannya.
Yoga kemudian berjalan menghampiri kamar Kelvin, mengetuk pintu itu namun Kelvin masih tak menjawabnya.
Yoga memutar gagang pintu dan pintu pun terbuka,
Perlahan Yoga membuka dan melihat kondisi kamar itu masih sama seperti semalam, masih sangat berantakan.
Yoga memeriksa kamar mandi, Kelvin juga tak ada di sana,
"Apa semalam Anak itu tidak tidur disini," batin Yoga mulai memperhatikan barang-barang yang berantakan itu,
Semua itu bukanlah barang-barang Kelvin, Semua barang itu sangat berbeda dengan apa yang selama ini sering Kelvin pakai.
Yoga mengangkat satu baju dan melihat ukurannya dan benar saja baju itu sedikit lebih kecil dari ukuran Kelvin.
"Aku yakin ini adalah milik Zaky," gumam Yoga kemudian ia berjalan keluar untuk mencari kedua bocah itu.
Sepanjang perjalanan Yoga terus mencoba menghubungi Kelvin namun hasilnya tetap sama, sambungan terhubung namun tak dijawab oleh Kelvin.
Yoga mendatangi kampus Kelvin, namun Kelvin tak ada di sana. Yoga juga mendatangi kantor namun mereka mengatakan Jika Kelvin belum datang hari ini.
"Kemana sebenarnya anak ini, apa dia sengaja menghindari ku," gumam Yoga.
Yoga mendapat telepon dari kantor jika ada pekerjaan yang harus dikerjakannya,
Yoga sudah mencarinya ke beberapa tempat namun Ia tetap tak menemukan kedua anak itu.
Yoga menyuruh orang mengawasi Kelvin kemudian ia memutuskan untuk kembali. Masih banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakannya.
Pagi hari Zaky terbangun dan melihat Kelvin masih tertidur, semalam ia minum sangat banyak.
Zaky keluar membeli makanan untuk mereka dan saat pulang Kelvin masih tidur.
Zaky menyimpan makanan untuk Kelvin di meja yang ada di kamar itu kemudian ia keluar kamar. Hari sudah siang, dia berjalan keluar sambil terus melihat ponselnya. Ia masih ragu ingin menelpon Papanya atau tidak.
Zaky memberanikan diri menekan tombol kontak Randy Papanya,
Suara Randy terdengar di seberang telepon,
"Halo ini siapa" tanya Randy,
"Halo Pah Ini Zaky!" ucap Zaky,
"Zaky Kamu kemana aja nak ?"tanya Randy terdengar jelas jika Papanya Itu sangat senang mendapat telepon darinya.
"Zaky baik-baik saja Pah, Maaf ya Zaky sudah pergi dan membuat Papa dalam kesulitan. Zaky janji akan segera pulang," ucap Zaky.
"Pulanglah nak kami sangat merindukanmu, kita lupakan saja semua yang telah terjadi dan kembali seperti dulu lagi," ucap Papa Randy.
__ADS_1
"Beri waktu Zaky sebulan lagi ya pah, Zaky akan kembali berkumpul bersama kalian," ucap Zaky.
Zaky yang melihat Kelvin keluar kamar, langsung mengakhiri panggilan nya,
"Pah udah dulu ya," ucap Zaky mematikan teleponnya.
"Apa kau sudah makan?"tanya Zaky,
"Hmmm," jawab Kelvin.
"Apa kita akan pulang,?"
"Kita lihat situasi di sana dulu." jawab Kelvin.
Mereka sengaja menggunakan mobil lain ke Apartemen, tak ingin Yoga mengenali mobil mereka.
Kelvin melihat panggilan Yoga di ponsel yang cukup banyak.
Kelvin mendapat telepon dari kantor, mengabarkan jika pak Yoga datang ke kantor mencarinya.
Kelvin mengendarai mobil ke kantor, ia bisa melihat Om Yoga keluar dari kantor.
Mereka mengikuti ke mana Yoga akan pergi,
"Sepertinya Om Yoga Akan pulang,"ucap Kelvin saat melihat mobil yang membawa Yoga mengarah ke bandara.
Dan benar saja, Yoga kebandara dan akan kembali ke kota X.
Arya merasa senang karena kemarin Yoga tak datang ke kantor namun tidak dengan hari ini.
Saat di lobby Arya yang akan keluar melihat Yoga berjalan kearahnya. Arya langsung masuk ke ruangan yang ada di dekatnya, membuka dan menutup dengan cepat pintu ruangan itu.
"Ia tak tahu ruangan apa yang ia masuki, walaupun ia bekerja di sana tapi ia tidak tahu semua ruangan yang ada di kantor itu.
Arya bisa melihat Yoga dari balik jendela pembatasan.
"Aku juga harus menghindari Om Yoga untuk saat ini," gumam Arya kemudian berbalik.
Arya terkejut saat melihat semua karyawan di sana berdiri dan menatapnya penuh tanya.
Ini pertama kalinya Arya masuk ke ruangan ini.
"Apa ada masalah dengan pekerjaan mereka," itulah yang ada dalam pikiran mereka masing-masing.
"Lanjutkan pekerjaan kalian, aku hanya sebentar disini ," ucap Arya pada mereka semua.
"Iya Pak," ucap Mereka kompak kemudian kembali mengerjakan pekerjaannya.
Sesekali karyawan wanita terus melirik bos tampan mereka.
Merupakan kesempatan yang langkah bagi mereka bisa melihat bos mereka itu.
Sambil menunggu Yoga lewat, Arya bersandar di pintu dan memainkan ponselnya.
__ADS_1
Membuat ia semakin tampan untuk di lihat.
Salah satu karyawan ingin masuk ke ruangan itu, namun Arya menahan pintu nya, karena bertepatan dengan Yoga berjalan di depan pintu itu.
Mereka saling dorong, Arya berusaha agar pintu itu tak terbuka.
Karyawan itu mendorong pintu dengan sekuat tenaga, ia berpikir temannya lah yang mengerjainya.
Karyawan lain yang ada di dalam saling lihat saat melihat teman merekalah yang mendorong pintu tersebut.
"Ada apa?" tanya Yoga pada karyawan itu saat lewat di dekatnya.
"Tak apa-apa Pak ," ucap karyawan itu menghentikan mendorong pintu itu.
Yoga hanya mengangguk lalu berlalu meninggalkan karyawan itu.
Arya yang melihat Yoga sudah menjauh membuka pintu tersebut,
"Kau boleh masuk," ucap Arya pada karyawan yang tadi aduh dorong dengannya.
Karyawan itu melongo, ia tak menyangka jika orang yang tadi adu kekuatan dengannya adalah Arya, pemimpin perusahaan tempatnya bekerja.
"Maaf pak, saya tak tau kalau yang di dalam tadi adalah bapak," ucap karyawan tersebut gelagapan.
"Tak apa, santai saja. Lanjutkan pekerjaanmu," ucap Arya dengan cepat berlalu dari tempat itu.
Ia tak ingin bertemu dengan Yoga untuk saat ini, karena bisa dipastikan nya omnya itu pasti akan bertanya masalah Kelvin dan Zaky padanya.
Arya berencana memperkenalkan Zaky kepada keluarga besarnya. Ia ingin berbicara kepada kakek dan neneknya terlebih dahulu secara pelan-pelan.
Walau Zaky tidak akan tinggal bersama mereka namun Arya ingin kebenaran Zaky juga diketahui oleh semua keluarga. Jika ia adalah salah satu anak Papa.
Mungkin dengan begitu akan sedikit menghilangkan rasa kekecewaan Zaky terhadap Papanya.
ini mungkin akan sangat sulit diterima oleh seluruh keluarga besar nya, namun Arya ingin mencoba apapun keputusan mereka nantinya.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
tetap beri dukungannya ya, dengan memberi
LIKE, VOTE, dan KOMENNYA ❤️❤️
bisa mampir ke karya terbaruku My Papa My Boss 🙏🙏🙏
ditunggu ya 🤗
salam dariku
author m anha ❤️❤️
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
__ADS_1