
Sore hari ibu dan Arabela mengantar Arya dan Kelvin pulang,,,
Ibu menghampiri Mikaila yang duduk di kasurnya.
Ada luka sayatan di pahanya dan mendapat beberapa jahitan.
Dokter melarang Mikaila banyak berjalan untuk saat ini .
"bagaimana keadaan kamu nak?"tanya ibu menggenggam tangan Mikaila.
"sudah mendingan Bu,,,hanya masih pusing dan sedikit mual aja..."jawab Mikaila.
"banyak istirahat dulu ya,jangan mikir yang lain.Bram bisa mengurus dirinya sendiri dan anak-anaknya."ucap ibu...
Ibu mengusap punggung cucunya yang tertidur sambil memeluk Mikaila,,, hatinya sedih melihat banyak luka di tubuh cucu kesayangannya.
"bagaimana dengan Gavin?"tanya ibu melihat Mikaila.
"masih suka nangis Bu,,katanya perih,"jawab Mikaila ikut mengusap rambut putranya.
"aku ga bisa bayangin Bu,,kalau aku telat sedikit saja memundurkan mobil saat itu,, mungkin kami ga akan selamat,"ucap Mikaila lagi membayangkan kembali saat dimana mobil truk itu berguling ke arahnya.
"jangan di ingat lagi,,kalau itu terjadi ibu tak kehilangan kalian saja,mungkin ibu juga akan kehilangan putra ibu."ucap ibu mengusap air matanya yang sudah menetes.
Mikaila mengusap tangan mertuanya,ia mengerti apa maksud dari perkataan ibu suaminya itu.
Bram menemani anak-anak nya di lantai bawah bermain bersama Queen anak Arabela dan David..
Ia tak ingin mereka mengganggu tidur Gavin.
,
,
Malam hari mereka makan malam di kamar, lagi-lagi Mikaila meminta mi instan untuk makan malamnya,,,
Awalnya Bram melarang,baginya makanan instan tak sehat dan lebih baik makan masakan rumah.
Mikaila terus memaksa dan akhirnya menu makan malam mereka adalah mi instan,,Bi Yanti juga menyimpan daging suwir dan telur sebagai pelengkap.
Mikaila melongo saat melihat Bram yang sedari tadi melarang mereka makan justru ialah yang makan paling lahap mi instan tersebut tanpa menambahkan daging ataupun telur ...
Mikaila hanya makan daging dan telur,ia menjadi kenyang melihat suaminya makan dengan lahap.
Begitu juga dengan anak-anak yang jarang makan mi instan, mereka makan dengan sangat lahap ....
,
,
,
Semua anak-anak ingin tidur dengan bundanya,namun kondisi Gavin saat ini tak memungkinkan mereka tidur bersama,,
Dengan segala bujuk rayu Bram akhirnya berhasil membuat Arya dan Kelvin tidur di kamar mereka namun Bram harus tidur bersama mereka juga di sana
Mikaila tak bisa tidur, perut nya lapar dan juga sangat merindukan pelukan hangat dari suaminya.
Mikaila mengambil ponselnya dan menelfon Bram.
"mas,aku lapar,"ucap Mikaila dari balik telfon.
__ADS_1
Bram datang setelah anaknya tertidur.
"kita makan di bawah aja."ucap Bram.
Bram mengangkat Mikaila ke meja makan di lantai bawah.
"mau makan apa,"tanya Bram.
"roti aja mas,"ucap Mikaila memijat kepalanya yang terasa pusing.
"kepala kamu sakit?"tanya Bram sambil mengoleskan selai coklat pada roti.
"iya mas,,, mungkin pengaruh terbentur,"jawab Mikaila pelan.
Bram memberikan roti pada Mikaila dan mengangkatnya ke sofa ruang Tv.
Mikaila makan sambil menonton dan bersandar di dada Bram.
Bram mengecup kening Mikaila,terlihat jelas luka memar di kening istrinya yang tak tertutup plester.
Mikaila mendapat jahit juga di keningnya, Untung saat kecelakaan ia menutup wajahnya sehingga hanya lengannya yang penuh luka sayatan kaca.
"masih sakit,"ucap Bram mengusap luka di kepala Mikaila.
"iya mas,,,pusing dan mual juga."ucap Mikaila masih betah bersandar di dada Bram.
Bram mendekap erat tubuh Mikaila,ia tak membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika ia kembali kehilangan anak dan istrinya.Bram yakin ia tak akan bisa bertahan hidup dengan rasa sakit kehilangan lagi...
Bayangan Inanti dan Tasya kembali muncul di ingatan nya,,,setetes air mata keluar dari pelupuk matanya,,,
Sekuat apapun ia tak akan mampu jika harus kehilangan lagi....
"mas,kita kembali ke kamar yuk,Gavin sendiri nanti dia bangun."ucap Mikaila setelah menghabiskan roti dan susunya.
"hmmm,"Bram mengangkat Mikaila kembali ke kamar mereka...
"besok kalau masih pusing kita ke rumah sakit ya,"ucap Bram membaringkan Mikaila.
"iya mas,,tidur di sini ya."pinta Mikaila.
"iya,,,"sebenarnya Bram juga sangat merindukan pelukan istrinya...
Mereka tidur bertiga dan Arya tidur bersama Kelvin di kamar nya.
,
,
Pagi hari
"hari ini mas ke kantor ya,,ada rapat penting,mas sudah telfon ibu untuk menemani kalian."ucap Bram mengusap rambut panjang istrinya yang masih betah di dalam selimut....
"iya mas,, hati-hati dan kalau rapatnya udah selesai langsung pulang ya,"ucap Mikaila tanpa membuka matanya.
"iya,"jawab Bram mengecup gemes istri cantik nya itu.
Hal yang baru di alami Bram selama menikah dengan Mikaila,ia berpamitan pada istrinya di kamar dan dengan istri yang mengantarkan kepergian sambil bergumam tanpa melihat nya....
"mas berangkat ya?"ucap Bram lagi mengecup pipi Mikaila.
Tak ada jawaban, Mikaila sudah kembali ke alam mimpinya.
__ADS_1
Gavin hanya bisa duduk melihat kakaknya bermain dengan mba Siti yang menyuapinya.
"papa ke kantor dulu ya,jangan nakal,"ucap Bram pamit dan mencium anak-anak satu persatu.
Arya dan Kelvin tak kesekolah dengan alasan masih sakit....
Saat di jalan Bram mampir ke toko bunga,membeli bunga kesukaan istri pertamanya dan mampir ke makan Inanti.
"maaf baru mengunjungi kalian."ucap Bram meletakkan bunga di makam Inanti....
mengirim doa untuk mereka....
,
,
,
Di kantor,,,
Sebelum rapat Yoga, David dan Dimas berkumpul di ruangan Bram.
Bram meminta Dimas memijatnya,kepalanya terasa pusing dan ia juga merasa mual.
"mas, bagian dengan supir truk itu?"tanya Bram sambil menikmati pijatan Dimas.
"sudah ku selidiki dengan teliti dan itu murni kecelakaan."jawab Yoga,ia tak ingin kejadian Inanti terulang lagi,saat itu mereka tak mencari tahu sendiri kebenaran tentang supir truk itu dan menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.
"Minta Alex menemui ku."ucap Bram lagi.
Yoga sedikit terkejut mendengar permintaan Bram,ia tak tau jika ingatan Bram sudah kembali.
Mengingat Alex berarti mengingat masa lalunya.
"baik,"ucap Yoga.
Rapat berlangsung,,,
Selama Dimas berpacaran dengan Syana hubungan mereka menjadi lebih dekat,Dimas seolah sudah menjadi keluarga mereka...
Bram dan Yoga bahkan mempercayakan urusan kantor kepada David dan Dimas.
Mereka sibuk dengan urusan pribadi mereka sehingga membutuhkan bantuan mereka berdua.
Bram sibuk mengurus istri dan anak-anaknya,sedangkan Yoga sibuk bolak-balik ke luar negeri mengunjungi Ayasa putri kesayangannya.
Namun mereka tetap memantau,Yoga sangat puas dengan pekerjaan Dimas,,,ia tak menyangka Dimas yang selalu bercanda ternyata mempunyai kemampuan bisnisnya tak kalah dari David...
Dimas menjadi orang kepercayaan Yoga di kantor.
Syana sudah tak pernah lagi datang ke kantor,Dimas sangat sibuk dan selalu mengabaikannya.Banyak pekerjaan selalu menjadi alasan.
Syana mengerti karena melihat langsung kesibukan Dimas dan David,tak jarang mereka lembur untuk menyelesaikan tugas yang di berikan Bram.
David kagum dengan cara kerja Bram, tak heran ia di segani di kalangan para pebisnis.
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita Abraham dam Mikaila,, semoga menghibur 💗💗🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan komen sebanyak-banyaknya...😊🌹🙏💖
Salam hangat.🥰🥰🥰🥰
__ADS_1