Pilihan Ku

Pilihan Ku
[2S] SAUDARA KEMBAR KU.


__ADS_3

"Kak. Apa masalah kakak dan Diandra sudah selesai?" tanya Natali ragu.


"Semoga saja masalahnya sudah selesai, kamu lihat sendiri 'kan tadi Gavin sepertinya sangat mencintai Diandra dan bisa membahagiakannya."


"Iya, Kak. Aku juga bisa melihat kebahagiaan di wajah Diandra." Natali kembali mengingat senyum yang menghiasi wajah Diandra sepanjang bersama dengan Gavin.


Kelvin dan Natali berjalan menyusuri trotoar, mereka memilih berjalan keluar dari mall, tak ingin mengganggu acara kencan Gavin dan Diandra dengan kehadiran mereka.


"Kapan mereka akan bertunangan?" tanya Natali mendongak menatap Kelvin yang jauh lebih tinggi darinya.


Kelvin melepas jaketnya kemudian memakaikannya pada Natali.


Kelvin Kembali menggenggam tangan Natali dan berjalan beriringan.


"Mungkin beberapa hari lagi, aku tak terlalu tahu  banyak tentang pertunangan mereka, semenjak pindah ke Apartemen, aku banyak tau tentang kehidupan di rumah, tak ada yang mau berkomunikasi dengan ku," lirih Kelvin membawa genggaman tangan mereka ke dadanya, menghembuskan nafasnya kasar. " Terima kasih karena kamu sudah selalu menemaniku, mau menerima kesalahan yang sudah kuperbuat," ucap Kelvin mengecup punggung tangan Natali.


Natali hanya tersenyum menatap Kelvin..


Kelvin meraih kedua tangan Natali dan mengecupnya bergantian, "Terima kasih ya untuk tetap disisiku," lanjut Kelvin menatap dalam mata Natali.


"Awalnya aku juga marah, tapi entah mengapa aku tak bisa pergi darimu! Aku tahu kamu tak sengaja melakukannya, mungkin itulah yang membuatku tetap bertahan. Kelvin, jangan pernah melakukan kesalahan itu lagi ya, dengan sengaja atau tanpa disengaja lagi, jangan pernah mengkhianatiku," lirih pelan Natali.


"Aku berjanji, aku tak akan menyentuh alkohol lagi, aku tak akan membiarkan alkohol menghilangkan kesadaran ku lagi, sudah cukup aku melakukan kesalahan dan tak akan lagi melakukan kesalahan yang sama," jawab kelvin yakin.


"Semoga masalah ini cepat berlalu," ucap Natali kemudian mereka kembali berjalan menyusuri jalan yang ramai, Natali berjalan dengan sesekali memperhatikan  beberapa muda-mudi yang juga sedang bergandengan tangan bersama pasangan mereka, ada juga yang duduk dan menikmati pemandangan bersama pasangan mereka.


"Aku dengar, tadi bunda datang ke kantor?" Natali merangkul tangan Kelvin dan menyandarkan kepalanya di lengan kekar Kelvin. "Kamu bertemu dengan Bunda?" tanya Natali yang tahu jika Kelvin sangat merindukan sosok bundanya.


"Iya, bunda sudah memaafkan ku. Aku merasa sangat lega sekarang, tinggal bagaimana cara aku minta maaf pada Gavin dan Diandra."


"Biarkan waktu yang menyembuhkan luka mereka, aku yakin Gavin dan Diandra akan memaafkan mu." Mendongak memasang wajah menggemaskan, membuat Kelvin ingin menggigit kekasihnya itu.


Tanpa terasa mereka sudah sangat jauh berjalan, Kelvin menoleh ke belakang dan melihat jarak antara mereka dan mobilnya sungguh sangat jauh.


Mereka saling pandang dan tertawa, tadinya mereka hanya ingin berjalan-jalan di sekitaran Mall. Sepertinya mereka keasyikan berbicara dan berjalan cukup jauh.


"Kak, gimana ini? Aku udah pegel!" Natali menahan tawanya melihat ekspresi Kelvin.


"Ya udah, kamu tunggu di sini aku ambil mobil dulu."


Natali mengangguk dan memilih duduk di salah satu bangku yang ada di tepi jalan.


Baru beberapa langkah Kelvin meninggalkan Natali, beberapa preman terlihat ingin berjalan menghampiri Natali, beruntung Kelvin melihatnya dan dengan cepat ia kembali.


"Ada apa?" tanya Natali yang melihat Kelvin kembali lagi.


"Kamu ikut saja, disini berbahaya," ucap Kelvin menunjuk preman itu dengan pandangannya.

__ADS_1


Natali berbalik dan melihat beberapa preman melihat ke arah mereka.


Kelvin menghentikan taksi,


"Kita naik taksi aja, jaraknya terlalu jauh," ucap Kelvin membukakan pintu untuk Natali dan ia juga ikut naik.


Kelvin tak bisa membayangkan Jika sesuatu terjadi pada Natali, akankah ia bisa menerimanya. Tiba-tiba pertanyaan itu terlintas di pikirannya. Akankah ia bisa memaafkan orang yang telah menyakiti orang yang dicintainya. Seketika Kelvin teringat pada sosok Gavin.


Ucapan neneknya ternyata benar, walau terdengar egois memang itulah yang banyak terjadi. Beberapa pria menganggap wanita baik-baik jika mereka masih suci saat menjadi miliknya dan mungkin saja perasaan mereka menghilang saat mengetahui jika wanitanya setelah disentuh oleh pria lain.


Kelvin dan Natali mengendarai taksi menuju ke parkiran Mall, saat keluar dari taksi tanpa sengaja mereka bertemu dengan Gavin dan Diandra.


Diandra yang sudah lebih tenang dan menerima keadaannya, sudah bisa mengendalikan dirinya saat bertemu dengan Kelvin, walau masih ada rasa takut. Namun, ia tak setakut sebelumnya.


Diandra yang melihat Kelvin langsung menarik tangan Gavin dan menggenggamnya dengan erat. Gavin mengerti jika masih ada rasa takut yang dirasakan oleh Diandra saat bertemu dengan Kelvin.


Permisi, Kak!" ucap Gavin melanjutkan langkahnya.


"Gavin, sebentar," panggil Kelvin menghampiri Gavin dan Diandra. Diandra  sedikit memundurkan tubuhnya di belakang Gavin dan menunduk, tak berani menatap mata Kelvin.


Natali bisa melihat raut ketakutan di wajah Diandra.


"Kalian sudah makan?" tanya Natali mencoba mendekati Diandra dan mengalihkan perhatian.


Diandra menggeleng pelan,


"Kami juga belum makan, kita makan di restoran sana, yuk!" Ajak Natali menunjuk pada salah satu restoran yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Mereka semua melihat ke arah restoran yang ditunjuk oleh Natali, itulah restoran seafood.


Tanpa menunggu jawaban dari keduanya Natali langsung merangkul tangan Diandra dan berjalan lebih dulu meninggalkan Gavin dan Kelvin di parkiran Mall.


Mereka jalan lebih dulu menuju ke restoran tersebut.


Gavin kamu masih marah sama kakak?" tanya Kelvin. Mereka berjalan pelan mengikuti dua wanita yang mereka cintai.


"Nggak kok, Kak," jawab Gavin singkat.


"Tapi, kenapa selama ini kamu mengacuhkan kakak? kakak merasa kesepian. Kakak, Papa, Bunda tak ada satupun yang mau menghubungi kakak," Kelvin menjeda kalimatnya, dia merasa ada sayatan kecil menggores hatinya, meninggalkan rasa perih disana.


"Kakak sangat merindukanmu," Lirih Kelvin menatap lurus ke depan sambil terus berjalan pelan.


Gavin sebenarnya selama ini juga sangat merindukan sosok Kelvin, walau bagaimanapun selama ini mereka selalu bersama, mereka saudara kembar. Mereka bisa merasakan perasaan yang sama, sewaktu kecil saat Kelvin sakit, Gavin juga akan ikut sakit. Begitu pula sebaliknya. Walau mereka langsung dipisahkan saat ada salah satu dari mereka yang sedang sakit, tetap saja mereka akan sama-sama sakit. Begitulah mereka saling terikat satu sama lain.


"Tak bisakah kau memaafkan Kakak? Kakak benar-benar menyesali perbuatan Kakak," tambah Kelvin.


"Gavin juga minta maaf, Kak. Selama ini Gavin terus mengacuhkan kakak, menjaga jarak. Aku hanya kecewa, tak bermaksud memusuhi kakak!" 


"Aku bangga sama kamu, perasaanmu pada Diandra begitu besar, walau …

__ADS_1


Kamu pria yang hebat, Kakak salut sama kamu!" Ucap kelvin menepuk pundak adiknya.


Mereka sudah sampai di depan Restoran, Gavin memeluk kakaknya, mereka saling berpelukan dan memaafkan. Mereka sudah sangat merindukan satu sama lain. Namun, mereka hanya mengikuti ego mereka dan saling mendiamkan satu sama lain.


"Ayo kita masuk, jagalah Diandra dia gadis yang sangat baik," ucap Kelvin yang tahu betul sifat Diandra, mereka cukup lama bersama, Kelvin sudah menganggap Diandra dan Clara seperti Adiknya sendiri terlepas dari kejadian yang telah terjadi.


Mereka masuk dalam restoran dan melihat beberapa menu seafood sudah dituangkan ke meja, mereka tak menggunakan piring untuk menyajikan. Namun, langsung dituangkan ke atas meja, tentu saja mejanya sudah bersih.


Di sana terhidang beberapa macam seafood mulai dari udang, kepiting, kerang, dan beberapa tambahan lainnya.


Awalnya mereka masih sedikit canggung. Namun, Natali berusaha untuk mencairkan suasana. Mereka pun menikmati hidangan tersebut dengan gembira.


Di tengah acara makan, Kelvin mengupas lobster yang ukurannya lumayan besar dan memberikannya kepada Diandra.


Diandra sedikit ragu untuk mengambil apa yang Kelvin berikan.


"Ambillah," Kelvin kembali menyodorkan lobster tersebut.


Diandra menatap Gavin, Gavin tersenyum dan mengangguk. Dengan ragu Diandra pun mengulurkan tangannya mengambil lobster tersebut.


"Terima kasih, Kak," lirih Diandra pelan.


"Iya, sama-sama. Makanlah rasanya sangat enak," ucap Kelvin mencoba bersikap biasa pada Diandra.


Sepanjang mereka makan ketiganya berusaha menghibur Diandra dan Kelvin sesekali mencoba berinteraksi dengan Diandra. Walau awalnya canggung. Namun, lama-kelamaan Diandra menjadi lebih nyaman menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan Kelvin padanya…


Setelah mereka selesai makan.Mereka pun kembali ke tujuan mereka masing-masing, Gavin dan Diandra kembali ke kediaman orang tuanya, sedangkan Kelvin mengantar Natali ke Apartemennya, kemudian ia kembali Apartemen Dika.


Malam ini Kelvin merasa jauh lebih tenang, semenjak malam itu malam-malamnya selalu saja dihantui rasa bersalah pada Diandra.


💖💖💖💖💗💗💗💗💗💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca🤗🙏


Jangan lupa beli dukungannya ya Kak, dengan memberi vote, like, dan komennya.


Sambil menunggu up terbaru boleh mampir ke karya lainnya, 💃🤗



Salam dariku💖💖


Author m anha💗


Love you all💕💕💕


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2