Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Rahasia putra Abraham.


__ADS_3

Gavin dengan santai naik ke lantai teratas Apartemen itu, di sanalah tempat Apartemen Kelvin berada.


Begitu pintu lift terbuka Gavin keluar sambil sesekali bersiul, ia sudah mengetahui kode sandi nomor pintu Kelvin, sehingga tak perlu lagi menekan bel.


Gavin masukkan nomor sandi tersebut dan langsung membuka pintu dan masuk, sesekali ia masih bersiul berjalan masuk sambil membawa rendang dan tas kantornya di kedua tangannya.


Namun begitu masuk ia melihat Zaky ada di meja makan, ia makan bersama dengan Kelvin.


Gavin menghentikan langkahnya dan menjatuhkan rendang serta tas kerja dan di pegangnya.


Kelvin dan Zaky yang mendengar suara benda jatuh langsung menengok kearah Gavin yang berdiri dan kemudian mereka kembali saling pandang dan kembali melihat Gavin yang masih terlihat terkejut melihat mereka berdua, khusus Zaky.


"Ngapain kamu di sini," tunjuk Gavin pada Zaky.


Gavin yang masih kesal dengan anak dari Papanya itu langsung berjalan cepat menuju ke arah Zaky.


Kelvin langsung menghalangi langkah Gavin untuk mendekati Zaky.


"Kamu mau ngapain?" tanya Kelvin.


"Kakak ngapain anak ini sini?" tanya Gavin


yang tak percaya Jika ia baru saja melihat kakaknya sedang makan bersama orang yang telah memukulinya dan menghina Papanya.


"Nanti kakak jelasin, Kita makan dulu," ucap Kelvin menarik Gavin untuk duduk di sebelah nya, menjauhkannya dari Zaky.


Kelvin dan Gavin kembali duduk dan menyuruh Zaky melanjutkan makannya.


Gavin yang masih bingung dengan apa yang terjadi di sini terus menatap Zaky dan Kelvin bergantian. Namun rasa laparnya mengalahkan rasa ingin tahunya.


Gavin akhirnya berdiri dan berjalan mengambil rendang yang di bawahnya dan juga tas kantor yang tadi terjatuh. Gavin menyimpan tas kantornya di sofa dan membawa rendang titipan bundanya untuk Kelvin itu di meja makan, meletakkannya di depan Kelvin.


"Itu apa?!" tanya Kelvin melihat apa yang di bawa Gavin.


"Lihat aja sendiri ," ucap Gavin masih kesal duduk di dekat Zaky.


Kelvin mengambil kotak bekal yang di bawa Gavin dan membuka, Kelvin sangat senang saat tau jika itu adalah rendah makanan kesukaannya, terlebih lagi itu adalah buatan Bundanya. Kelvin sudah sangat merindukan sosok bundanya.


Gavin yang kesal langsung mengambil makanan yang ada di meja itu dan mulai makannya sambil terus melihat kearah Zaky.


Zaky hanya cuek saja mendapat tatapan tajam dari Gavin.


"Kakak jelasin, Kenapa anak ini bisa ada di sini?" tanya Gavin yang sudah tak sabar ingin mengetahui kebenarannya sambil terus melihat ke arah Zaky.


Kelvin menyendok kan rendang itu ke piring nya kemudian memberikan kepada Zaky dan tak lupa Ia juga memberi ke piring Gavin, agar Gavin tak semakin marah.


"Nanti saja Kakak ceritakan, sekarang kita makan saja dulu, kakak ingin makan rendang buatan Bunda. Zaky cobalah, rendang buatan bundaku sangat enak," ucap Kelvin membanggakan masakan bundanya.


Mereka pun makan dengan lahap makanan yang di kirim bunda Mikaila.

__ADS_1


Seperti biasa Bundanya membuat sendiri rendang dan rasanya sangatlah enak di mulut semua keluarga.


Kelvin yang sudah lama tak makan rendang buatan Bundanya terus menambah rendang itu ke piringnya walau lauk lainnya sudah habis.


Mereka membereskan tempat makan mereka masing-masing seperti cuci piring masing-masing kemudian mereka duduk di ruang tengah.


Gavin langsung duduk didekat Kelvin menunggu penjelasan yang sedari tadi membuat nya penasaran.


"Kak Arya yang membawanya ke sini," ucap Kelvin.


"Kenapa?"


"Mana aku tahu?!"


"Kok kamu nggak tahu sih?, Kalian kan tinggal bersama." kekeh Gavin.


"Ya emang kakak nggak tahu. Gini ya, Kak Arya membawa dia ke sini dan hanya menyuruhku untuk menjaga dan mengajarinya bekerja, itu saja. Apapun tujuan dan rancana kak Arya aku sendiri tak tahu dan malas mencari tahu.


Jika kau ingin mencari tahu, tanya sendiri kepada kak Arya.," Jelas Kelvin yang melihat ekspresi wajah saudara kembarnya itu yang terlihat kebingungan .


"Baiklah aku tanya sendiri Sama kak Arya," ucap Gavin mengambil ponselnya.


Namun ia menyimpannya kembali sebelum melakukan panggilan kepada Arya.


Tak mungkin Ia melakukan panggilan itu, sedangkan ia sedang ada di kediaman Kelvin.


Jika ia menanyakan tentang Zaky pada kakaknya bisa di pastikan Arya akan tau kalau ia ada di Apartemen itu.


"Nggak Apa-apa," ucap Gavin menatap layar ponselnya.


"Kenapa Kakak ku membawa mu kesini?" tanya Gavin pada Zaky.


"Kalau Kelvin saja tidak tau, mana mungkin aku bisa tahu, waktu itu aku hanya menurut saat dia mau membawaku ke mana!" jawab Zaky.


Kelvin baru melihat pesan yang dikirim bundanya ke WA keluarga.


"Gavin ini beneran kak Arya mau menikah?"


" Iya tapi nggak disetujuin sama Papa, disuruh kerja dulu.," jawab Gavin.


"Tapi Bunda bilang Papa sudah setuju," memperlihatkan postingan bunda di ponselnya.


"Gavin langsung mengambil kembali ponselnya dan melihat grup WhatsApp Keluarga, di sana sudah ramai semua bersemangat membahas masalah pernikahan Arya dan Raina khususnya para tante-tante nya.


Arandita bahkan sudah bersedia menjadi desainer untuk baju pernikahan mereka .


"Sepertinya kak Arya benar, walau Papa nggak setuju tapi kalau Bunda sudah setuju semua pasti disetujui oleh Papa," ucap Gavin mengingat kata-kata kakaknya waktu itu.


Kelvin tertawa mengingat kepolosan bundanya,

__ADS_1


"Bunda apa kabar,"


"Baik, mama kamu aja yang suka buat hati bundaku jadi sedih," ucap Gavin menatap tak suka pada Zaky.


"Maaf," ucap Zaky mengerti apa maksud Gavin.


"Sudah, jangan bahas itu lagi. Bunda juga sudah memaafkannya kan!," ucap Kelvin.


Kelvin langsung melakukan panggilan video kepada Bundanya,


"Kamu mau ngapain?" tanya Gavin melihat Kelvin.


"Aku kangen sama bunda mau video call," jawab Kelvin.


"Jangan dulu, nggak ada yang tahu kalau aku ke sini entar papa lihat lagi aku di sini," ucap Gavin mematikan panggilan Kelvin.


"Maksudnya kamu ke sini diam-diam?, terus kamu izin sama siapa ke sini nya?" tanya Kelvin melihat Gavin.


"Aku izin sama Bunda, makanya Bunda nitipin rendang itu buat kamu," jawabnya.


"Kamu emangnya ngapain ke sini, sampai ga izin Papa?" tanya Kelvin.


Gavin yang sudah tahu kakaknya pasti akan menanyakan hal itu sudah menyiapkan jawabannya.


"Aku ke sini ada janji dengan pacarku, hari ini ulang tahunnya makanya aku datang menghampirinya," ucap Gavin santai karena ia yakin kakaknya itu pasti akan percaya jika alasannya adalah kekasihnya.


"Oh ," Kelvin hanya tak meneruskan membahas alasan kedatangan Gavin lagi setelah mendengar jawaban adiknya itu.


"Bukannya waktu itu kalian tidak akur, tapi kenapa kalian jadi aku begini,?" tanya Gavin masih bingung dengan kedekatan Kelvin dan Zaky.


"Apa salah Kalau kami dekat?" tanya Zaky.


"Nggak salah sih, tapi aneh aja kalian kan waktu itu sampai berkelahi, kok sekarang jadi akrab begini," ucap Gavin


"Tunggu jangan bilang kalian juga merahasiakan keberadaan Zaky di sini dari semua orang ?" tebak Gavin melihat penuh selidik pada Kakaknya.


"Kamu benar, tak ada yang tau jika Zaky di sini. Hanya kami dan kak Arya. Makanya pulang dari sini kamu jaga mulut kamu itu, jangan memberitahu siapa pun kalau Zaky ada di disini," ucap Kelvin memperingatkan saudara kembarnya yang tak bisa menjaga rahasia itu.


"Apa om Yoga juga tak tau?"tanya Gavin.


"Sepertinya Om Yoga sudah mencurigai kami," jawab Kelvin.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Mohon dukungannya ya dengan memberi


LIKE VOTE KOMENNYA 🙏

__ADS_1


Salam dariku Author m anha ❤️


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2