Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Gavin Pembuat Masalah.


__ADS_3

Waktu mereka semakin hari semakin berkurang, rasanya sangat cepat siang berganti malam, makan menjadi pagi.


Mereka harus bekerja lembur untuk mempersiapkan semuanya.


Karena pernikahan dadakan ini. Semua keluarga Wijaya sedang sibuk, termasuk Bram.


Walau pun Bram tak turun langsung menyiapkan semuanya, namun Bram tetap ikut memantau persiapan pernikahan anak sulungnya, pernikahan pertama di keluarganya.


Begitu juga dengan Arya, ia juga sangat sibuk mengerjakan tugasnya, Arya ingin menyelesaikannya secepat mungkin agar ia bisa lebih bersantai setelah pernikahan nya.


Karena terlalu sibuk hingga tak ada yang sadar jika Gavin sudah 2 hari ini tak pulang ke rumah, dan sudah 2kali pula ia tak ikut sarapan bersama mereka.


Walau mereka sudah jarang makan bersama saat makan siang dan makan malam, namun mereka di haruskan ikut sarapan.


Bunda Mikaila yang biasanya selalu memperhatikan anak-anaknya juga, bersikap santai, ia tak khawatir sama sekali, bersikap biasa saja. Karena ia tahu anaknya itu berada di luar negeri bersama kakaknya.


Di luar negeri.


Gavin yang merasa betah tinggal di sana karena adanya Zaky yang selalu menemani nya pergi keluar menjelajahi negri itu.


Hingga ia tanpa sadar sudah meninggalkan rumah selama 2 hari. Rencana awalnya ia hanya akan menyelesaikan pekerjaannya lalu pulang, ia tak ingin ada yang tau jika ia pergi keluar negri.


Zaky jika di lihat dari luarnya, ia memang memiliki sikap yang sangat mirip dengan Kelvin. Sombong, dan dingin.


Tapi ternyata sifatnya sangat berbeda jika kita sudah mengenal aslinya. Sifat nya sangat mirip dengan Gavin, periang dan sangat suka bercanda.


Dan yang paling membuat mereka semakin akrab adalah kesamaan mereka tentang wanita.


Mereka menganggap wanita keharusan dalam kehidupan mereka. Suka menggoda wanita dan pamer ketampanan serta memiliki banyak kekasih. Kecocokan yang satu itu membuat mereka semakin akrab.


Gavin bahkan tidur sekamar dengan Zaky selama menginap di Apartemen Kelvin.


Pagi hari Kelvin terbangun dan tak melihat mereka berdua. Biasanya mereka berdua lah yang paling berisik di pagi hari bahkan sebelum kelvin bangun mereka berdua sudah membuat kerusuhan di dapur. Saat membuat sarapan bersama.


"Sepi sekali," ucap Kelvin baru keluar dari kamar sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil, ia baru saja selesai mandi, ada mata kuliahnya pagi ini.


Kelvin mencari kedua adiknya itu dengan pandangannya.


Mencari ke setiap ruangan namun mereka tetap tak ada.


"Apa mereka masih tidur," gumam Kelvin berjalan ke arah kamar mereka.


Kelvin mengetuk pintu beberapa kali namun tak ada jawaban dari dalam, Kelvin terus mengetuk semakin keras dan sesekali ia memanggil nama mereka berdua namun mereka tetap tak menjawab.


Kelvin memutar gagang pintu dan melihat ke dalam, tak ada siapapun.


"Apa mereka sudah keluar sepagi ini," gumam Kelvin berjalan masuk memeriksa Kamar mandi.


"Mungkin mereka memang sedang ada urusan di luar," ucap Kelvin ingin keluar tapi ia merasa ada yang aneh di kamar ini.


Kelvin melihat keseluruhan kamar, mencari tau apa yang aneh. Kamar itu terlihat sangat rapi dan bersih.

__ADS_1


Kelvin tak melihat ransel mereka, dengan cepat ia berjalan ke arah lemari dan memeriksanya.


Tak ada apapun di sana, pakaian Gavin dan Zaky tak ada satupun di lemari itu.


Kelvin dengan cepat menghubungi kontak mereka berdua secara bergantian, namun keduanya tak aktif.


"Kemana anak ini," batin Kelvin mulai khawatir, Adik kembarnya selalu membuat masalah.


Kelvin menelfon Arya namun Arya tak mengangkat.


"Aku akan mencari mereka setelah kuliah, semoga saja Gavin tak membawa Zaky dalam masalah." gumam Kelvin keluar dari Apartemennya dan ke kampus.


***


Pagi hari saat sarapan Bram baru menyadari jika ada yang kurang di antara mereka.


Ia baru menyadari jika sudah beberapa hari ini Gavin tidak ikut sarapan dengan mereka juga tak pernah melihat anaknya itu.


"Kaila mana Gavin?" tanya Bram pada Mikaila yang sedang membuatkan kopi untuknya di dapur.


Mikaila pura-pura tak mendengar pertanyaan suaminya itu.


"Iya ya, sudah 2 hari ini Gavin tak ikut sarapan," ucap Arya yang juga baru menyadari ketidak hadiran adiknya itu.


"Bukan hanya sarapan kak, kak Gavin juga tak pernah pulang," ucap Arsy.


"Benarkah?, kemana anak itu," ucap Bram.


"Bagaimana ini, Kenapa Gavin belum pulang. Aku harus jawab apa ya !" batin Mikaila.


"Iya bunda?" jawab Gavin.


"Katanya kamu udah di jalan pulang, kok belum nyampai?" tanya Bunda.


Semalam Mikaila meminta Gavin untuk pulang malam itu juga. Karena dari semalam Bram menanyakan anaknya itu.


"Ini bentar lagi bunda, mungkin sejam lagi."


"Emangnya kamu kemana lagi,"


"Tadi aku ketemu teman dulu, ini juga lagi jalan pulang ko bunda." ucap Gavin.


"Cepat ya?!"


"Iya bunda," jawab Gavin mengakhiri panggilannya.


Mikaila berjalan menuju meja makan sambil membawa secangkir kopi untuk Bram.


"Bunda Gavin mana?" tanya Arya.


Mikaila hanya diam.

__ADS_1


"Sayang Gavin mana?, sudah beberapa hari ini mas ga ngeliat dia?" tanya Bram.


Mikaila tak mungkin berbohong pada suaminya, awalnya ia hanya diam dan mencoba mengalihkan pembicaraan. Namun itu membuat Suami dan anaknya semakin curiga padanya.


"Dimana Gavin?" tegas Bram.


"Gavin ke Kelvin," ucap Mikaila pelan?


Arya yang mendengar jawaban Bundanya langsung terbatuk-batuk.


"Kemana bunda?" tanya Arya ingin memperjelas pendengarannya.


"Gavin izin ke negara Kelvin, katanya ada urusan penting." jawan Bunda Mikaila.


"Permisi sebentar," ucap Arya berdiri dari duduknya dan berjalan menjauh dari meja makan. Ia menelepon Kelvin.


"Iya kak?"jawab kelvin mengangkat panggilan dari Arya.


"Apa Gavin ada di sana?" tanya Arya langsung pada intinya.


"Iya, sudah 2 hari ini ia menginap disini." jawab Kelvin.


"Zaky?, dimana Anak itu, apa Gavin melihatnya?"


"Tentu saja, mereka bahkan tidur di kamar yang sama."jawab Kelvin.


"Dimana mereka sekarang?"tanya Arya.


"Itulah Yang aku tak tau, mereka berdua tak ada di kamar pagi ini, aku sudah mencari mereka namun aku tak menemukannya. Bahkan barangnya juga tak ada".


Mereka masih berbincang, Arya melihat dari balik jendela Jika Gavin baru saja datang dengan mobil sport nya.


"Sepertinya Gavin baru saja pulang," ucap Arya.


"Apa Gavin sudah pulang, jangan bilang ia juga membawa pulang Zaky?" tanya Kelvin.


"Apa maksud mu?" tanya Arya.


"Barang-barang Zaky juga tak ada disini, seperti nya ia pulang bersama Gavin," jawab kelvin mulai cemas.


Arya langsung mematikan teleponnya dan menghampiri Gavin, memastikan adiknya itu tak membawa Zaky pulang bersamanya.


Tak membuat masalah di saat seperti ini.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membaca πŸ™πŸ’—


Jangan lupa untuk memberi LIKE VOTE KOMENNYA πŸ™


πŸ€—Salam darikuπŸ€—

__ADS_1


πŸ’Author m anhaπŸ’


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2