
Danu mengumumkan kalau tim basket dari Wijaya school akan menyandang sekolah mereka, yang disambut teriakan histeris dari para murid perempuan para penggemar Arya yang ada di sekolah itu.
Hampir di semua sekolah nama Arya populer, siapa yang tidak mengenalnya kapten basket dari tim sekolah elit Wijaya school. Selain kelihaiannya dalam bermain bola basket Arya juga sangat tampan dan bukan hanya itu semua orang tahu jika ia adalah pewaris dari Wijaya group.
Ini untuk kedua kalinya Arya dan teman-teman datang ke sekolah itu. tahun lalu mereka juga diundang ke sekolah itu, dalam pertandingan basket tim Arya selalu keluar sebagai pemenang.
Saat itu,walau tim Arya berada di sekolah tim lawan, Namun semua murid perempuan memberi semangat kepada tim mereka.
Saat mobil sport Arya masuk ke halaman sekolah semua mata tertuju padanya, khususnya para murid perempuan.
Banyak dari mereka yang belum pernah melihat langsung seorang Arya Wiguna namun ketenarannya sering mereka dengar. berbeda dengan anak kelas 10, anak kelas 11 dan 12 sudah memadati area parkiran hanya untuk melihat area keluar dari mobilnya.
Anak kelas 10,hanya ingin tau saja,tak seperti Kakak kelas mereka yang sangat excited menyambut kedatangan Sosok Arya.
Termasuk Raina dan teman-temannya.
"Ada apa sih,"tanya Raina pada Dinda.
"Arya kapten tim basket dari Wijaya school sudah datang."jawab Fani,
"Arya,"ulang Raina.
"Iya,Arya.kita ke sana yuk."ajak Fani lagi menarik kedua tangan sahabatnya itu.
Saat Arya keluar dan menyambut mereka dengan senyumannya, semua histeris dibuatnya.
Semua tim Arya sudah datang, mereka pun menuju ke lapangan basket.Beberapa anak dari sekolah Wijaya sudah datang untuk mendukung tim basket mereka.
Pertandingan basket berlangsung,Arya lebih unggul dari tim sekolah Danu.Namun tim danu tak mau menyerah dan terus melakukan perlawanan.
Pertandingan ini hanyalah pertandingan persahabatan antar sekolah,untuk mempererat hubungan para pelajar.
Di Lapangan basket sangat sesak,,Raina dan kedua temannya datang terlambat sehingga mereka tak kebagian tempat.
Mereka akhirnya menonton dari lantai dua sekolah mereka bersama beberapa murid lainnya.
Saat akan melempar bola Arya melihat Raina di lantai atas sedang menyaksikan pertandingannya,
"Apa di sekolah disini,"batin Arya terus melihat ke arah Raina.
Beberapa murid lainnya melambaikan tangan mereka saat idolanya melihat ke arah mereka.
"Kamu nggak apa-apa,?tanya Fatih yang melihat Arya tak jadi melempar bola dan justru melihat ke arah lain.
"Enggak, nggak apa-apa.Aku hanya melihat seseorang yang aku kenal,"ucap Arya kembali bermain.
"Apa itu kak Arya,"batin Raina melihat Arya,,mereka sudah sangat lama tak bertemu dan waktu itu Raina masih sangat kecil.Raina hanya mengingat wajah Arya samar-samar.
Mengetahui gadis bercadar itu menyaksikan pertandingannya Arya menjadi lebih semangat dalam pertandingannya,babak pertama di menangkan nya dengan sangat mudah.
Saat istirahat babak kedua, Arya kembali mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita bercadar tadi , namun dari kerumunan yang ada di sekitar lapangan,ia tak ada di sana, begitu juga di lantai atas tempat ia menyaksikan pertandingannya tadi.
"Dimana dia,apa dia benar-benar sekolah di sina,"gumam Arya.
__ADS_1
"Cari siapa?"tanya Fatih yang mendengar gumaman Arya.
"Bukan siapa-siapa."
Babak kedua juga di menangkan oleh tim Arya.
Pertandingan selesai dan seperti tahun sebelumnya tim Arya keluar menjadi pemenang.
Area berjalan-jalan di area sekolah itu,ia ingin memastikan apakah benar wanita bercadar itu sekolah di sana dan benar saja,ia melihat wanita itu sedang duduk bersama teman-temannya .
Arya tersenyum dan kembali ke mobilnya.
Semua murid dari Wijaya school dan tim basket Arya sudah pulang, Arya masih berada di parkiran di dalam mobilnya. Tak lama kemudian ia melihat Raina menuju parkiran dan mengambil motornya melajukan motornya keluar dari sekolah.
Arya terus mengikuti gadis bercadar tersebut, seperti dugaannya gadis itu menuju ke sekolahnya.
Arya memicingkan matanya saat ia melihat sesuatu tas gadis itu.
Arya ingin memperjelas apa yang di lihat nya, ia pun sedikit mempercepat laju mobilnya dan saat berada di samping motor yang si kendarai Raina, Arya membuka kaca mobil memperjelas penglihatannya dan benar saja itu boneka beruang dan lebih tepatnya gantungan kunci boneka beruang yang sama persis yang pernah ia berikan kepada teman kecilnya.
Arya tersenyum kemudian melajukan mobilnya mendahului Raina ke Wijaya school.
"Semoga saja dia adalah Raina ku,"batin Arya.
Dengan gelisah Arya menunggu Raina di parkiran, "kenapa lama sekali" batin Arya terus melihat ke arah gerbang.
Tak lama kemudian Raina datang dan Natali langsung menghampirinya. Mereka pun langsung pergi dari sana menuju ke toko bunga tempat mereka bekerja, Arya terus mengikuti mereka.
"Jadi setelah sekolah mereka langsung ke sini,"gumam Arya melihat mereka dari kejauhan
Di kantor, Arya terus menghubungkan nama,gantungan kunci, dan mata gadis itu,"apakah dia benar-benar Raina ku ,"gumam Arya,"Aku harus memastikannya.
Arya mengambil kotak musik yang ada di lacinya."Semoga saja itu benar-benar kau,"batin Arya.
Arya bekerja dengan giat,ia secepat mungkin ingin menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan oleh Papanya,selesai kerjaannya selesai,Arya kembali melajukan mobilnya ke toko bunga tempat gadis bercadar itu bekerja.
Arya terus duduk di dalam mobilnya memperhatikan dari jauh, toko bunga Ibu Sari.
Tak lama kemudian ia melihat Raina dan Natali keluar dari toko dan menutup toko tersebut. Arya melihat jam tangannya "Jadi jam segini mereka akan kembali kerumah,"
Arya kembali mengikuti kemana mereka pergi.
Mobil Arya sedikit kesulitan saat memasuki area kos-kosan mereka, jalannya sangat sempit .
Arya memarkirkan mobilnya di tepi jalan, mobilnya sudah tidak sanggup lagi untuk masuk lebih jauh menyusul mereka.
Arya memutuskan untuk pulang,tak mungkin ia berjalan Kaki mencari mereka,,mereka sudah sangat jauh meninggalkannya.
Malam hari Arya menemui Gavin di kamarnya, Ia banyak bertanya masalah Natali,
"Kenapa menanyakan Natali?jangan bilang kakak menyukai nya?"tanya Gavin.
"Tidak, kakak hanya Ingin bertemu dengannya,ada yang ingin kakak tanyakan."ucap Arya."Sekarang tidurlah.
__ADS_1
"Besok aku akan memintanya menemui kakak," ucap Gavin.
Arya kembali ke kamarnya, ia mengambil boneka beruang milik Raina sewaktu kecil,ia bertekad ingin mencari tahu apa benar gadis bercadar yang lihatnya adalah Raina.
"Bersabarlah, kau akan kembali kepada pemilik mu,"ucap Arya pada boneka beruang besar tersebut.
Keesokan harinya di sekolah.
Gavin yang memang satu kelas dengan Natali menghampiri Natali di bangku depan.
"Natali, apa sepulang sekolah kau sibuk?"tanya Gavin.
"Tentu saja, sepulang sekolah aku harus ke toko bunga," ucap Natali.
"Oh iya, aku lupa kamu kerja di toko bunga Ibu Sari kan?" tanya Gavin.
"Darimana kamu tahu?"
"Dari bunda ."jawab Gavin.
"Emangnya kenapa?" tanya Natali
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat !"ucap Gavin.
"Kemana?"tanya Natali.
"Bisa nggak?" tanya balik Gavin.
"Kan aku sudah bilang, aku harus ke toko bunga."jawab Natali.
"Yang mau ketemu sama kamu kak Arya loh," ucap Gavin berdiri dari duduknya.
"Eh tunggu , maksud kamu yang ingin ketemu aku kak Arya , kapten basket kita ?"tanya Natali berbinar .
"Bisa tidak?"
"Bisa, bisa, bisa!"jawab Natali cepat.
"Pekerjaan kamu?"tanya Gavin.
"Tenang nanti aku tanya rain biar dia pergi duluan."
"Sepulang sekolah kamu pulang sama aku ya,"ucap Gavin.
"Oke.
Natalie menelpon Raina agar tak usah menjemputnya ke sekolah dan memintanya lebih dulu ke toko bunga. Natalie sangat senang mengetahui jika Arya mau menemuinya.
🙏🙏🙏🙏🙏💖🙏🙏🙏🙏🙏
Terima kasih sudah membaca,jangan lupa beri like dan komen sebanyak-banyaknya ya. terus dukung karya ini agar lebih baik lagi .
jangan lupa mampir ke karya terbaruku My Papa My Boss. terima kasih ya ditunggu kehadirannya .
__ADS_1
Salam dariku Author m anha.
🙏💖🙏💖🙏💖🙏💖🙏