
Ayasa terbangun saat malam hari,ia melihat Dimas yang tidur dengan nyenyak.Perlahan ia bangun dan mengambil ponselnya.
Ayasa menelepon tantenya Anindita
"Halo Tante ,"ucap Ayasa saat mendengar suara tantenya .
"Ada apa sayang,?" tanya Anindita ,"kamu sudah sakit ,"tebak Anindita yang melihat sekarang masih jam 1 malam dan Ayasa menelfon nya.
"Iya tante ,perut ku terasa sedikit mulas sudah sejam ini sakitnya," jawab Ayasa.
"Sudah berapa kali kontraksinya?"tanya Anin. "Ini sudah 4 kalinya," jawab Ayasa,
"Sekitar berapa lama jaraknya sakit nya sayang?" tanya Anindita memastikan.
"Enggak tahu tante, mungkin 20-30 menit ,"ucap Ayasa mengira-ngira,
" Itu belum waktunya, kamu bisa tahan-tahan dulu ya,jika sakitnya sudah semakin sering kamu telepon tante lagi atau kamu bangunin aja Mama kamu," saran Anindita,
"Iya Tante Ayasa bangunin mama aja, aku takut," ucapnya matikan teleponnya .
Ayasa perlahan turun dari tempat tidur, ia menelpon mamanya,
"Halo mah,"ucap Ayasa.
"Ada apa sayang,ko nelpon?" tanya Aran yang baru bangun .
"Mama keluar ya aku ada di depan kamar mama ."Aran pun membuka pintu dan melihat anaknya.
"Ada apa sayang ?"tanya Aran .
"Mama perut aku sakit," ucapnya sedikit berbisik ia tak mau papanya mendengarnya .
"Sakit Mah,,"rintihan Ayasa saat sakitnya datang.
"Kita ke kamar tamu aja ya sayang, takut nya nanti Papa kamu bangun,ini belum waktu,kita kerumah sakit saat pagi aja ya,"ucap Aran mengajak anaknya tidur kamar tamu.
"Tidurlah dulu," ucap Aran mengusap-usap perut putrinya.
Ayasa tertidur, Aran pun ikut tertidur namun 20 menit kemudian Ayasa kembali merasakan sakit,ia membangunkan mamanya,
"Sakit lagi mah, sakit sekali,"Ayasa genggam erat tangan mamanya, Aran mengambil minyak kayu putih dan membalurkan nya di seluruh perut Ayasa.
Tak lama kemudian sakitnya hilang lagi.Ayasa kembali tidur lagi.
Aran sudah 2 kali melahirkan,ia tau kalau Ini belum waktunya ia membawa Ayasa kerumah sakit,di tambah Sekarang masih tengah malam..
Ia pun kembali tertidur ,begitu seterusnya mereka akan bangun saat sakitnya datang dan tidur saat sudah hilang.
Pagi hari Dimas terbangun dan tak melihat istrinya di sampingnya,begitu juga dengan Yoga.
__ADS_1
"Ayasa kemana!"gumam Dimas, Dimas keluar kamar cari Ayasa dengan wajah bantalnya, begitu juga dengan Yoga.Istrinya juga tak ada disampingnya,mereka berdua mencari istri mereka masing-masing dengan penampilan yang masih berantakan.
"Apa papa lihat Ayasa?" tanya Dimas saat bertemu Yoga.
"Enggak, aku juga lagi cari mamanya," jawab Yoga .
"Pada kemana ya pagi-pagi,"ucap Dimas.
Sayup-sayup terdengar suara rintihan Ayasa dari kamar tamu, Dimas dan Yoga langsung berlari ke kemar tamu,
"Ada apa ini,ada apa?" tanya Yoga panik melihat anaknya menangis .
"Sepertinya Ayasa akan melahirkan,"ucap Aran.
"Apa lahir kan,"ucap Yoga dan Dimas bersamaan.
Dimas dan Yoga menghampiri Ayasa ,,
"Mana yang sakit sayang,"tanya Yoga.
"Papa perut aku sakit,"ucap Ayasa terisak,membuat Dimas dan Yoga semakin panik.
"Mas ambil tas di kamar, aku sudah menyiapkan pakaian untuk dibawa ke rumah sakit, Dimas ambil mobil kita harus bawa Ayasa sekarang ke rumah sakit Aku sudah menelpon ke Anin,iya sudah menunggu disana," Ucap Aran yang ikut panik karena suami dan menantunya panik ditambah Ayasa yang terus menangis.
Yoga berlari mengambil tas begitu juga dengan Dimas ia berlari mengambil kunci mobil tanpa mempedulikan jika mereka masih menggunakan pakaian tidur mereka.
Begitu sampai di rumah sakit mereka langsung berlari masuk ke rumah sakit dan menghampiri Anindita yang sudah menunggu di ruang bersalin .
"Ayasa mana?" tanya Anindita yang melihat mereka berdua berlari.
Tanpa mereka sadari Arandita dan ibu yang akan melahirkan mereka tinggalkan.
"Dimas di mana istri kamu?"tanya Anin.
"pah Ayasa mana?"tanya balik Dimas pada mertuanya.
"Bukannya tadi mereka ada sama kamu dimas?"tanya Yoga.
Keduanya saling melihat dan baru menyadari kebodohannya karena terlalu Panik.
"Kalian ini apa-apaan sih, untuk apa kalian ke sini tanpa membawa Ayasa yang akan melahirkan," ucapan Anindita memaki kebodohan dua pria di depannya.
Ia mengambil ponsel dan menelepon Aran. "Halo kalian di mana," tanya Anindita.
"Ini kak,kami baru akan berangkat, menunggu Mas Yoga sama Dimas."ucap Aran.
"Cepat kerumah sakit sekarang, suami dan menantu kamu itu sudah ada di rumah sakit," ucap Anin .
"Di rumah sakit...? ngapain mereka di rumah sakit?" tanya Aran.
__ADS_1
"Sudah jangan tanya lagi, kamu bawa anak kamu ke sini cepat ."ucap Anin melihat Yoga dan Dimas dengan tatapan membunuhnya.
Ayasa dibantu oleh asisten rumah tangganya turun ke bawah , Anin mengemudi mobil sendiri ke rumah sakit , Ayasa langsung dibawa ke ruang persalinan.
"Ketubannya sudah pecah Mba,"ucap Aran.
Anin memeriksa Ayasa,"Sepertinya bayinya akan lahir.Ayasa sayang dorong dengan kuat ya,"ucap Anin memberi arahan kepada Ayasa.
"Sayang kamu pasti bisa," ucap Arandita.
"Ibu sakit ,Tante sakit,"keluhan Ayasa.
"Sayang dorong yang kuat ya,kasihan baik kamu kalau kelamaan di dalam," Anindita menuntun Ayasa dengan sabar, sementara Yoga dan Dimas terus berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang persalinan dengan baju tidur nya,,membuat mereka jadi pusat perhatian di sana.
"Papa sakit," teriak Ayasa merintih kesakitan,Yoga yang mendengar anaknya memanggil-manggil dirinya langsung masuk. "Kamu ngapain masuk ke sini," ucap Arandita.
"Saya mau temani anak saya ,"ucap Yoga.
"Sayang anak papa, kamu pasti bisa," ucap Yoga.
Yoga memegang tangan Ayasa begitu juga Dimas .Dimas juga ikut masuk dan memegang sebelah tangan Ayasa.
"Ayo sayang kamu pasti bisa," Dimas juga menyemangati Ayasa.
Dengan sekuat tenaga Ayasa terus mendorong bayinya,"Saya tarik nafas,buang, tarik nafas.Jika sudah sakit dorong sekuat-kuatnya, Ayasa melakukan apa yang diarahkan oleh Anindita.Bukan hanya Ayasa Tapi Yoga dan Dimas juga ikut melakukannya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan bayi, Anindita meletakkan baik laki-laki di dada Ayasa.Semua terharu melihatnya terutama Yoga, dia tak bisa menahan air matanya saat melihat cucu pertama dari Putri kesayangannya.
Beberapa bulan kemudian Dimas membawa bayi kecilnya itu ke kantor, Ayasa sedang pergi untuk membeli beberapa keperluan putra mereka. Dias Juan Prasetya, nama yang dipilih Yoga untuk cucu laki-lakinya.
Yoga menghampiri Dimas yang menggendong Dias.
"Ayasa mana?"tanya Yoga.
"Dia pergi berbelanja keperluan Dias, nanti juga kesini pa," ucap Dimas.
Yuga langsung mengambil Dias ke gendongannya dan memberikan setumpuk berkas pekerjaannya kepada Dimas.
"Kerjakan sama itu ,Dias biar aku yang urus," ucap Yoga..
"Iya pah,"pasrah Dimas.
πππππππ
Hay hay semuanya ini Bonus buat kalian karena sudah mampir ke karya terbaru ku
"My Papa My Boss" terima kasih ya yang sudah mampir dan yang belum sempat mampir jangan lupa mampir yaππππ beri like dan komen kalian sebanyak-banyaknya π€π€terima kasih.
Salam dariku Author m anhaππππ love you all.
__ADS_1