
Saat makan malam suasana yang biasanya meriah kini sunyi senyap hanya suara sendok dan piring yang terdengar.
Arabela hanya berani melihat tingkah 2 pasang suami istri di hadapannya, tak berani mengeluarkan suara sedikitpun.
Mikaila yang sudah makan langsung naik ke kamarnya di susul oleh ibu.
"Ayah dimarahin ibu juga ya?"tanya Bram yang melihat ibu dan istrinya sudah masuk ke kamar masing-masing.
"iya,bahkan ayah di suruh tidur di kamar tamu,"ucap ayah melihat kamar istrinya sudah tertutup.
"mas di marahin juga?"tanya Arabela.
"sama,mas juga disuruh tidur di luar."
"Ayah sama mas juga sih,ko bisa sampai Arya jatuh ke kolam."kesel Arabela.
"Arya baru aja duduk di dekat mas,mas pikir dia masih duduk di sana."alasan Bram.
"Ayah ga akan pernah maafin diri sendiri jika terjadi sesuatu pada Arya.Ayah benar-benar takut saat melihat Arya lemas tadi.Bayangan saat kehilangan Tasya kembali Ayah rasakan."
Ayah membuka kacamata yang selama ini bertengger di hidungnya.Menghapus air mata yang keluar dari pelupuk matanya saat mengingat almarhum cucunya.
"sudah lah,wajar kalau mereka marah.lagian kita sudah lama tidak tidur bersama,"tertawa sambil memakai kembali kacamata.
Bram dan Ayahnya masuk ke kamar tamu,Meraka kembali membahas pekerjaan sebelum tidur sampai larut malam.
Minggu pagi Keluarga Anindita dan Arandita datang,mereka memang selalu datang Minggu pagi, namun karena Bram punya 3 balita ia memutuskan untuk datang lebih awal.
Ayasa dan Syana langsung bermain bersama si kembar.
"Mah Ayah mana?"tanya Aran.
"masih tidur di kamar tamu,"
"jam segini tumben sekali ayah masih tidur,"
"kok di kamar tamu Bu?"tanya Anin.
"iya mba,Ayah dan mas Bram lagi di hukum,mereka tidur di kamar tamu,"jawab Arabela duduk di dekat Isabela.
"Dihukum?"tanya Isabela.
"iya,,kemarin Arya jatuh di kolam dan yang di minta jagain ya Ayah dan mas Bram."jawab Bela.
"terus Arya gimana,"tanya Anin panik.
"nggak apa-apa mba,untungnya ada kakak ipar yang melihat jadi ga terlalu lama di dalam kolam renang."
Mikaila yang mendengar para kakak ipar nya datang turun ke bawah.
"Arya sayang,dia ga kenapa-kenapa kan?"tanya Anin.
"Arya kaya masih ketakutan deh mba,tadi aja dia ga mau mandi.Takut air katanya."
"kayanya dia trauma deh Tante."kata Isabela yang memang mengambil jurusan spesialisasi anak.
"sini di gendong sama Tante ya"Anin ingin mengambil Arya,Namum Arya semakin mengeratkan pelukannya.
"Coba dekatkan ke kolam renang tante,"ucap
Isabela .
Baru beberapa langkah Mikaila mendekat ke kolam renang Arya sudah menagis.
"Harus segera di tangani Tante takutnya dia menjadi fobia ."
__ADS_1
"terus gimana caranya,"tanya Kaila.
"Arya berenang sama kakak ya,"rayu Isabela.
"Atut tata,"Arya kembali menangis dan kali ini semakin keras.
Bram yang mendengar suara tangis anaknya keluar kamar dengan wajah bantalnya.
"Kenapa anak papa nangis?"menggendong Arya.
"Atut papa,"menunjuk kolam renang.
"Arya kayanya trauma sama kolam renang deh om"ucap Isabela.
"kita lihat ikan ya,"
"nda au,Atut"kembali menangis.
"jangan takut kan apa papa,"ucap Bram berjalan ke arah kolam renang yang membuat Arya semakin menangis dan mengeratkan pelukannya.
"unda Atut,"teriak Arya ingin di ambil bundanya.
"kita duduk di sini aja ya,"Bram duduk di kursi yang ada di pinggir kolam renang.
Arya mulai berhenti menangis namun masih sesegukan.
"Wah ikannya manggil Arya tu,mau berenang bareng ga sama ikannya.sama kakak yuk"bujuk Isabela.
"Arya hanya menggeleng tanpa melepas pelukannya.
Tak lama kemudian David datang dan bergabung bersama mereka semua.
Isabela menjelaskan apa dampak jika trauma Arya di biarkan.Sebagai seorang dokter dan sedang melanjutkan mengambil spesialisasi anak Isabela sudah banyak belajar tentang kondisi anak.
"Arya kita tangkap ikan yuk,"ajak David memperlihatkan cara menangkap ikan dengan jaring.
"tangkap ikannya papa gendong ya,"
Arya kembali menggeleng dan meminta pindah ke pangkuan ibunya.
Bram masuk mengambil si kembar dan memakaikan pelampung.
"Arya kita tangkap ikannya sama Ade"Bram turun ke kolam remang bersama Kelvin dan Gavin yang memakai pelampung.
Ayasa dan Syana juga ikut turun ke kolam renang,mereka berenang ke sana kenari.Meraka sudah sangat pintar berenang.
Ayasa mencipratkan air ke wajah Kelvin,membuat Gavin tertawa di ikuti tawa Kelvin.
Arya ikut tertawa melihat adiknya itu tertawa.
Arabela dan Isabela ikut turun ke kolam untuk memegangi si kembar,agar Bram membujuk Arya.
Bram menggendong Arya dan perlahan turun ke kolam renang,awalnya Arya takut namun mendengar tawa adik-adiknya takutnya sedikit berkurang.
Arya masih terlihat ketakutan dan memegang erat-erat leher papanya.
Ayasa mengambil 2 jaringan kecil dan embar.
Ia dan Syana menangkap ikan yang ada di kolam dan memasukkannya ke dalam ember yang berisi air.
kegiatan Ayasa dan Syana mencuri perhatian Arya,ia tertawa riang saat ikan yang di tangkap Syana melompat kembali ke kolam.
"Arya mau tangkap ikan?Tanya Bram
Arya mengangguk.
"bunda ambilkan jaring dan ember juga buat Arya,"
__ADS_1
Mikaila dengan cepat mengambilkan apa yang di minta Bram.Dan ikut turun ke kolam.
Mikaila memegang Arya dan Bram menangkap ikan,setelah tertangkap Bram memberikan jaringannya kepada Arya.
Arya dengan antusias memasukkan ikan itu ke dalam ember.
Melihat bundanya masuk ke kolam Gavin meronta ingin bersama bundanya.
Bram kembali mengambil Arya saat Gavin ingin di temenin bundanya.
Bram berenang ke sana-kemari mengejar ikan ikan dengan Arya di atas punggungnya .
Ayasa dan Syana juga berenang mengikuti Bram sambil menggoda Arya.
Arya sangat senang dan tertawa riang,begitu juga dengan twin G.
Setelah merasa lelah dan semua ikan-ikan itu sudah berpindah tempat di akuarium yang baru saja di pesan oleh ayah Bram,mereka menyudahi permainan menangkap ikan nya.
Arya sudah tak takut lagi dengan kolam renang.
Bram membawa keluarga kecilnya ke kamar untuk bersih-bersih.Begitu juga dengan yang lainnya,Meraka ke kamar masing-masing mengganti pakaian yang sudah basah.
Anindita melihat David duduk sendiri di ruang keluarga,
"kamu David kan?"tanya Anindita.
"iya mba,"
"saya kakak tertuanya bela,"
"saya dengar kamu bekerja di perusahaan keluarga Wijaya ya?"
"iya mba,saya baru di terima di sana."
"kamu ga berencana serius sama Arabela?,maksud mba kalian ga berencana melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius?"
"iya mba,kami memang berencana untuk ke sana,"
"ga baik pacaran lama-lama."
"iya mba,"
Arabela datang dan menghampiri mereka.
"kalian ngobrol aja,mba mau lihat Syana dulu,"
"iya mba,"jawab mereka kompak.
"kak Anin bilang apa?"tanya Arabela.
"mba Anin minta aku halalin kamu sayang."
"terus kamu jawab apa,"
"ya rencananya emang mau ke sana kan,kamu aja yang belum siap."
"kita jalanin kaya gini aja dulu ya sayang,aku juga Masi ingin kerja,"
"terserah kamu aja sayang."
David merasakan kasih sayang dan kehangatan di rumah ini, sangat berbeda dengan keluarganya.
Semakin menambah keyakinannya untuk menjadikan Arabela wanita terakhir di hidupnya.
Terimakasih ,,,
jangan lupa like nya ya.
__ADS_1
🙏🙏💗🙏🙏