
Pagi hari Mikaila turun untuk sarapan,
"lho ko turun sih sayang,ibu baru aja ingin bawain kamu sarapan ke kamar,"
"aku sarapan di sini aja Bu,kai juga udah mendingan ko,"
Di meja makan ad ayah,ibu,Nene dan Arabela.Mikaila ikut duduk dan makan bersama mereka.Setelah sarapan mereka mengobrol di ruang keluarga,,Mikaila dan Arabela asyik membicarakan artis Korea idola mereka yang ternyata orang yang sama..tak lama kemudian Bram datang,dengan pakaian santai.celana selutut di padukan dengan kaos hitam favoritnya.Rambut yang sedikit berantakan membuatnya tampak lebih tampan dan lebih muda dari usianya.
"lho Bram kamu ada disini??!" tanya nenek
"kamu tidur dimana?!!!"
"Bram tidur di kamar bawah(kamar tamu)".
"ibu pikir kamu pulang semalam ke rumah kamu,"
"kamu ga ngantor nak,"tanya ayah.
"enggak yah,"
"emangnya kamu tidur jam berapa sampai kesiangan gini bangunnya,,?!Kamu ingat kesehatan kamu juga, jangan karena sibuk kerja kamu ga istirahat yang cukup,"
"iya yah,semalam Bram susah tidur bukan karena pekerjaan tapi hal lain,"
Ia melirik Mikaila dan mengedipkan matanya.
Ibu yang melihat kedipan putranya melempar bantal sofa dan pas mengenai wajah tampan Bram.
"aduh ibu,"protes nya.
"kamu jangan macam-macam ya,belum halal,"
"iya Bram tau bu.rencananya setelah Kaila sembuh Bram akan ke orang tuanya untuk melamarnya,"
"nenek setuju,kamu itu bukan waktunya pacaran lama-lama"
"Iya ibu juga setuju, bagaimana yah,"
"terserah kalian saja,ayah ikut aja,"
"apa aja yang harus di siapkan,nanti Bela bantu,"
"sebaiknya kamu nemenin Kaila belanja seserahan biar nanti kita ga bingung ukuran nya.mumpung orangnya masih disini,"
"ok, siap Bu,"
Mikaila hanya tersenyum dan lagi-lagi Bram mengedipkan matanya saat mata mereka bertemu.
Mikaila merona ia mengingat kejadian semalam yang membuatnya tidak bisa tidur.
Hari-hari Mikaila dengan sangat bahagia.kedekatanya dengan keluarga Wijaya semakin menambah keyakinannya untuk memilih Bram sebagai imamnya.
Kini Mikaila sudah kembali ke kontrakannya.ia sangat senang bisa bertemu lagi dengan sahabatnya.mereka tidur sekamar untuk menghilangkan kerinduan mereka.banyak yang Mikaila ceritakan termasuk keinginan bram melamarnya.
"selamat ya,nyoya Wijaya,"goda Maira.
"makasih ya,"mereka berpelukan.
"kapan rencananya kalian ke kampung?"
__ADS_1
"mas Bram sedang ada pekerjaan yang harus diselesaikan dulu katanya,"
"cie..cie..mas bram.oya kamu dah kabari keluargamu kalau pak Bram mau datang melamar?"
Mikaila menepuk jidatnya,
"Astagfirullahalazim,,aku lupa ngabarin ibu,
makasih ya cantik dah ngingetin,,"
Mikaila langsung menghubungi ibunya dan memberi tahu maksud Bram yang akan melamarnya.
"assalamualaikum Bu,,apa kabar Bu??"
"baik sayang ,kamu apa kabar??! ko baru hubungin ibu sekarang si,!!"
"maaf ya Bu,Kai baru hubungin ibu sekarang,
sebenarnya kau mau bilang, hemmm ada yang mau ngelamar kai Bu,"
"ngelamar,,, siapa nak Randy?!!"
"ih bukan Bu,itu mas Bram,"
"Bram,yang duda itu?"
"iya Bu.!!bagai mana menurut ibu..??!"
"bagaimana dengan Ade sendiri apa sudah yakin memilih dia,dia itu sudah pernah menikah dan ditinggal istrinya karena kematian.berbeda jika perceraian.. kalau Ade siap ibu dan ayah hanya bisa mendoakan.."
"insya Allah Bu Ade sudah yakin dengan pilihan ku,mas Bram orang nya baik,dia juga sayang sama Kai bu,"
"nanti Kai kabarin ya Bu pastinya kapan,"
"ya udah nak.Sudah malam kamu istirahat,besok kan kamu kerja.jangan merepotkan Zahra,"
"iya Bu ,Kai tutup dulu assalamualaikum,"
"waalaikumussalam."
Oagi hari mereka berangkat ke butik bersama-sama dengan mobil Zahra.
Sepanjang perjalanan Humaira terus menggoda Mikaila,Zahra mencengkram stir mobilnya,mendengar percakapan mereka tentang Bram.
Saat tengah merapikan pakaian Mikaila mendapat pesan kalau Meraka akan ke kampung Kaila besok pagi.
"aku harus izin ke kak Zahra sekarang takutnya ,kak Zahra pulang malam lagi,"
Sementara Niken yang mencari tau tentang Mikaila mengetahui kalau ia bekerja di butik Zahra.iapun mengunjungi butik tersebut.
Saat ia baru masuk ia berpapasan dengan Mikaila yang ingin ke ruangan Zahra dan mengikutinya.
"siang kak Zahra,,boleh Kaila masuk??!"
"masuk ,"jawabnya tanpa menolah dari kertas gambarnya.
"kak,Kaila mau minta izin untuk besok,"
"emangnya kamu mau kemana?"terus menggambar.
__ADS_1
"mas Bram mengajak Mikaila ke kampung ka,"
Zahra mengepal tangannya sampai pensil yang di pegangnya patah.
Mikaila sedikit terkejut..
Zahra berjalan mendekati Mikaila,sedangkan Mikaila memundurkan langkahnya melihat tatapan Zahra kepadanya.,dan plak satu tamparan mendarat di pipi mulus Kaila,Zahra menamparnya cukup keras sehingga meninggalkan bekas kemerahan dan sedikit darah yang keluar dari sudut bibirnya.Niken yang melihat adegan itu tersenyum sinis.
"apa sih sebenarnya yang Bram lihat dari kamu ha,"mencengkram dagu kaila.
"kamu itu tidak pantas untuknya,apa jangan-jangan kamu memberi tubuhmu ini ha..plak.." satu tamparan lagi mendarat di pipi Kaila,dan kali ini lebih keras.Mikaila sampai terjatuh ke sofa yang ada dibelakangnya.
"Bram itu hanya milikku,"Zahra semakin tak terkendali,ia bahkan menarik hijab Mikaila.
"ini ga pantas dikenakan perempuan murahan kaya kamu,"
"ampun kak,,"Kaila memohon air matanya sudah membanjiri pipinya.dia sangat ketakutan melihat Zahra dan rasa sakit di pipinya.
"asal kamu tau aku sudah suka dengan Bram sejak 2 tahun lalu,aku bahkan bekerja keras untuk pindah kesini,"kini ia menarik rambut Mikaila cukup keres,
"ahh sakit kak ,,lepasin Kaila,"
"lepasin ,kamu pikir aku akan lepasin kamu setelah kamu menghancurkan semua rencana aku ha.aku ga akan biarin kamu dan Bram bersatu walaupun aku harus menghabisi gadis kecil kaya kamu".
Zahra mengambil vas bunga,ia melemparkannya ke arah Mikaila.untung saja Mikaila berhasil menghindar.
Prang suara pecahan vas terdengar keluar ruangan Zahra.Humaira yang mendengarnya berlari ke ruangan kakaknya . khawatir terjadi sesuatu dengan kakaknya itu,saat membuka pintu ia terkejut melihat keadaan Mikaila.
"Kaila apa yang terjadi ??"tanyanya dan melihat Zahra meminta jawaban.
"kamu jangan ikut campur ini urusan kami berdua.keluar kamu dari sini,"teriaknya pada Humaira.
Mikaila sesegukan,ia memeluk tangan Humaira meminta pertolongan.
"kakak sebenarnya ini ada apa??!"tanyanya lagi memastikan.
"kakak sudah bilang ini bukan urusan kamu,"berjalan mendekati mereka.
Mikaila yang merasa terancam dia langsung kebelakang Humaira meminta perlindungan.
Humaira yang kini mengerti situasinya menghalangi Zahra yang ingin menarik Mikaila.
"kakak sudah gila ya.,,"teriak Humaira.
"diam kamu,"bentak Zahra.
kring kring,ponsel Zahra berdering .mengalihkan perhatiannya.ia melihat siap yang menelfon nya dan itu adalah klien pentingnya.ia menetralkan dirinya menarik nafas dan membuangnya perlahan.
Melihat itu Humaira mengambil hijab Mikaila yang tadi di buang kakaknya dan menarik Mikaila keluar.Zahra hanya melirik,ia tidak bisa mengabaikan kliennya ini.
Setelah menutup telfonnya Sahara berteriak dan menarik rambutnya sendiri,ia frustasi .
"apa yang harus aku lakukan,"gumamnya.
Niken yang sedari tadi melihat dan mendengar apa yang terjadi berjalan dengan anggunnya,dan duduk di sofa.
"Aku bisa membantumu."
bersambung.❤️
__ADS_1
mohon dukungannya dengan like dan votenya.🙏🙏😘