Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Menikmati Hari Libur.


__ADS_3

Pagi ini Arya dan Raina sudah janjian untuk membuat kue yang akan mereka bagikan ke jalanan, Raina ingin membuat sendiri kue seperti biasanya.


Sudah lama ia tak melakukan.


Satu pesan masuk di ponsel Arya,


Raina mengirim daftar belanja untuk bahan-bahan pembuatan kue nya mereka nantinya.


Arya melebarkan matanya saat membaca begitu banyak yang harus ia beli dan banyak diantara bahan tersebut yang tak tahu barang seperti apa itu dan baru mendengar namanya.


"Bagaimana ini," gumam Arya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ada apa kak ?" tanya Gavin menghampiri Arya.


"Apa kau tahu semua bahan-bahan ini?" tanya Arya menyodorkan hp-nya pada Gavin.


Gavin membacanya,


"Ini bahan-bahan untuk membuat kue ya?!" tanya Gavin,


"Iya!"


"Kakak mau buat kue?"


"Rencananya Kakak sama Raina mau buat kue untuk dibagi-bagikan,"


"Kenapa nggak beli aja," usul Gavin,


"Raina ingin membuatnya sendiri, dia kangen katanya buat kue," ucap Arya ,


"Minta Bunda aja yang beliin,"


"Aku nggak mau ngerepotin Bunda, lagian kita membuatnya juga sekarang di Apartemen Raina," ucap Arya.


"Kakak mau ke Apartemen mereka?" tanya Gavin.


"Hhmmm,"


"Baiklah aku ikut ,"ucap Gavin.


Merekapun pergi ke mall membeli apa saja yang diminta Raina ,


Arya mendorong troli dan membaca daftar bahan dan Gavin yang mencarinya.


Ada beberapa bahan yang tak mereka ketahui dan mereka meminta tolong kepada petugas di sana, setelah belanja mereka langsung ke Apartemen.


Raina menunggu Arya sambil menyiapkan peralatan yang akan mereka gunakan


di dapur.


Begitu mendengar suara bel, ia langsung berlari membukanya pintu,


"Hay Gavin," sapa Raina yang melihat Gavin juga datang bersama Arya.


"Gavin aja ni yang di sapa!" celetuk Arya,


"Iya, selamat pagi kak Arya," sapa Raina tersenyum lebar.

__ADS_1


"Kok kak Arya sih,!" protes Arya.


"Terus Raina harus nyapa kakak dengan sebutan apa?" tanya Gavin.


"Bilangnya Seharusnya, selamat pagi sayang," ucap Arya membuat Raina melotot pada Arya.


Gavin tertawa mendengar ucapan kakaknya itu,


"Ga sekalian aja bilangnya selamat pagi papa Arya," ucap Gavin di sela tertawanya.


Natali yang tadinya ingin keluar kamar saat mendengar tawa Gavin menghentikan langkahnya saat melihat Arya juga ada di sana, ia mengurungkan niatnya dan kembali mengunci pintu kamarnya.


"Bagaimana, kalian dapat bahan-bahannya?" tanya Raina melihat barang bawaan Arya dan Gavin.


"Mudah-mudahan aja sih semuanya sama dengan yang kau minta," jawab Arya.


Mereka langsung menuju ke dapur,


"Kita mau membuat apa nih?" tanya Arya menggulung lengan bajunya.


"Kita buat kue yang gampang aja kak?"


"Panggil nya sayang dong, biar enak di dengarnya." bisik Arya.


"Malu ah, ada Gavin,"


"Ngapain malu sih, kalian udah pacaran ya??" tanya Gavin kepo, yang mendengar bisikan mereka.


"Kita ga pacaran, tapi ta'aruf. Kita mau langsung ke penghulu," canda Arya.


Raina memukul lengan Arya,


Raina memeriksa semua bahan yang mereka bawah dan semua lengkap, sama yang ia pesan .


"Kalian pinter juga ya memilih bahanya,"ucap Raina.


"Kalau bahan buat kue sih aku sering bantuin bunda belanja, bunda juga suka buat kue sendiri."ucap Gavin sambil melihat ke sana kemari.


"Kamu cari Natali,?" tanya Raina,


"Iya, Natali mana ya?" tanya Gavin.


"Ada kok, mungkin ada di kamarnya," jawab Raina.


Raina mulai membuat adonan kue bersama Arya,


Gavin merogoh sakunya dan mengambil ponsel mencoba menelepon Natali namun tak diangkat.


"Kenapa nggak diangkat ya?" tanya Gavin.


"Mungkin lagi mandi, tadi kayaknya dia mau mandi!" jawab Raina.


"Oh gitu ya,"


Gavin ikut membuat kue bersama mereka.


Natali bisa mendengar keseruan yang terjadi di dapur, Ingin rasanya ia juga ikut bergabung bersama mereka, namun ia masih takut dengan Arya.

__ADS_1


Natali hanya mendengar mereka dari balik pintu kamarnya .


Tak lama kemudian 1 masuk pesan di ponselnya dari Kelvin,


"Kamu lagi apa?" tanya Kelvin,


"Enggak lagi ngapa-ngapain ! ada apa??" jawab Natali,


"Aku ada di bawah"


"Terus,"


"Turun"


"Ngapain?!"


"Kita ke studio musik, mau?? 5 menit ga datang aku pergi!!" balas Kelvin.


"Iya boleh, Tungguuuuu," jawab Natali.


Natali bergegas mengambil jaket, tas dan memasukkan beberapa keperluannya.


Ia membuka pintu dan melihat mereka masih asyik membuat kue, dengan perlahan Natali keluar dari kamar, berjongkok dan mengendap-endap menuju pintu keluar.


Natali bernafas lega saat tak ada yang melihatnya keluar, ia pun berlari turun ke lantai bawah dan melambaikan tangan saat melihat Kelvin nunggunya di atas motornya.


Natali berlari menghampiri Kelvin, Ia sangat senang, sejak tadi dia merasa bosan di kamar sendirian.


Natali mengatur nafasnya yang ngos-ngosan, ia berlari melewati anak tangga yang jumlahnya puluhan.


Ia tak sabar menunggu pintu lift terbuka dan memutuskan lewat tangga.


"Apakah kak Arya ada di atas ?!" tanya Kelvin melihat mobil Arya terparkir di sana.


"Iya, Gavin juga ada di atas," jawab Natali.


"Kelvin membantu Natali memakai helmnya, membuat natali merasa canggung saat menatap wajah tampan Kelvin.


"Kalau nggak lagi jutek ternyata Kelvin tampan juga ,"batin Natali.


Kevin melajukan motornya menuju studio musik miliknya, ia sengaja melajukan motornya dengan kencang, membuat Natali merasa ketakutan dan memeluk Kelvin dengan erat.


"Kelvin, pelan-pelan aku takut ," teriak Natali, Kelvin hanya tersenyum mendengar teriakan Natali, dan tetap melajukan motornya bahkan menambah kecepatannya membuat Natali menjerit dan semakin mempererat pelukannya, tepatnya pegangannya.


Saat sampai di situ di studio musik, Natali langsung turun dari motor membuka helm dan memukul Kelvin dengan helm, penampilannya sangat berantakan. Hijab nya sudah acak-acakan, untung saja Ia memakai hijab dan helm jika tidak, ia tak tahu bagaimana keadaan rambutnya saat ini.


"Bisa nggak sih kalau bawa motor pelan-pelan sedikit, studio musik ini enggak akan kemana-mana, akan tetap disini walaupun kita sampainya agak lama," cecar Natali,


"Iya maaf, maaf. Aku nggak biasa bawa motor pelan," jawab kelvin santai turun dari motor dan berjalan masuk menuju studionya.


Natali berjalan dibelakangnya sambil terus marah-marah, maki, mengumpat kepada Kelvin.


Kelvin senang mendengar, semua celotehan Natali yang selama ini hilang, itulah natal yang dulu natali yang cerewet dan periang.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤗❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Terima kasih sudah membaca, ayo dong jika sudah membaca klik like ya 🙏🥺 sebagai bentuk Apresiasi kalian kepada karya ini😊 mohon bantuannya ya teman-teman untuk memberi like, vote dan comment sebanyak-banyaknya. 👍🙏

__ADS_1


Mampir juga ke karya terbaru ku "My Papa My Boss" beri dukungan juga 🙏🙏🙏😍ditunggu ya 🤗


Terima kasih Salam dariku💖m anha💖


__ADS_2