
Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, tua dan muda, miskin Dan kaya setiap pasangan pasti pernah merasakan yang namanya kerikil-kerikil rumah tangga.
Pahit manisnya suatu hubungan, pasang surut kebahagiaan, semua itu pasti akan kita lalui.
Masalah bisa datang dari mana saja, bisa dari luar atau dari dalam rumah itu sendiri.
Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, tergantung bagaimana cara kita menyikapinya.
Usia pasangan tak menjamin kebahagiaan, terkadang pasangan usia matang juga mengalami yang namanya kegagalan rumah tangga. Pernikahan di usia muda bisa jadi mereka lebih bahagian, ataupun sebaliknya.
Kejujuran, saling percaya dan saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing bisa membuat keutuhan rumah tangga menjadi lebih kuat.
Mensyukuri jodoh yang dipilihkan Sang Pencipta untuk kita,
Bersyukur kata kunci yang paling mujarab untuk menjalani hidup lebih bahagia.
Arya masih terbilang sangat mudah untuk usia menikah, tapi itu hanya usianya, kepribadian dan sikap Arya sangatlah dewasa.
Ibu dan Mikaila terus merayu, membujuk Bram agar menyetujui pernikahan putra sulungnya itu.
Dari merayu dan mengancam Sudah mereka keluarkan.
Bram memijat pelipisnya menghadapi 2 wanita istimewa di hidupnya ini, sungguh sangat membuatnya hilang akal.
"Baiklah aku akan pikirkan dulu," ucap Bram
akhirnya.
"Jangan dipikirkan lagi ya mas, itu hanya akan membuang-buang waktu," ucap Mikaila bergelantungan di tangan Bram, menggoyang-goyangkan lengan suaminya itu dengan sangat manja.
"Buang-buang waktu gimana maksud kamu ?" tanya Bram menatap istrinya yang begitu menggemaskan hari ini.
"Iya aja ya Mas," Mikaila memberikan wajah imutnya kepada suaminya itu.
"Kamu itu jangan durhaka sama Ibu, Ibu ini yang sudah melahirkan kamu.," ucap Ibu.
"Kok jadi Bram yang durhaka Bu?" tanya Bram tak mengerti arah pembicaraan ibunya.
"Ia karena kamu menolak keinginan ibu," ucap Ibu ketus memalingkan wajah dari putranya itu.
"Beri Bram waktu Bu, ini keputusan penting,"
"Jangan buang-buang waktu Mas, aku udah nggak sabar pengen gendong bayi lagi," ucap Mikaila memanyunkan bibirnya.
"Kalau masalahnya kamu ingin menggendong bayi, Mas juga bisa memberikan bayi padamu!"
Dengan cepat Mikaila menggeleng mendengar jawaban suaminya.
"Iya, kalau yang itu ibu juga setuju, kamu sudah semakin tua mumpung usia kamu masih bisa, kamu hamil aja lagi. Arsy juga sudah besar kan," ucap Ibu beralih pada Mikaila.
__ADS_1
"Nggak ah Bu, nggak mau lagi. Kita kan lagi ngebahas Arya dan Raina, kok jadi aku yang di suruh hamil lagi si Bu," protes Mikaila.
Ibu kembali pada tujuan awalnya,
"Bram kamu tinggal bilang iya aja susah banget sih nak, ih kamu ini ,"kesel ibu.
"Ya udah Bu, Iya. Aku setuju," ucap Bram akhirnya.
Ibu dan Mikaila bersorak gembira mendengar kata persetujuan dari Bram. Mereka berdua langsung keluar dari kamar itu tak mendengarkan lagi Bram yang terus memanggilnya.
Bram ingin meneruskan ucapannya namun ibu dan Mikaila sudah pergi dari kamar itu.
Ibu dan Mikaila langsung membahas persiapan pernikahan dari catering, W O dan tanggal pernikahan.
Mereka juga langsung menginfokan di grup keluarga mereka, semua menyambut dengan gembira.
****
Sementara di kantor Arya merasa sangat pusing memikirkan masalah Zaky dan juga lamarannya pada Raina, kedua masalah itu membuatnya menjadi lupa akan Gavin.
Biasanya ia akan memeriksa tiap minggu hasil pekerjaan adiknya itu, mengoreksi jika ada kesalahan dalam pekerjaannya. Namun tidak dengan minggu ini, Arya benar-benar banyak masalah dalam minggu ini.
Membuat Gavin selamat dari kesalahan besar yang diperbuatnya.
Dua hari lalu Gavin memiliki janji rapat penting di sebuah Restoran dengan klien penting mereka, salah satu investor terbesar di perusahaannya.
Gavin awalnya hanya ingin berkenalan, dan melancarkan beberapa rayuan mautnya
Namun karena meresa nyaman dan nyabumbung, Gavin sampai lupa akan janjinya.
Gavin baru ingat setelah 3 jam setelah janji yang sudah disepakati.
Gavin dengan cepat mendatangi Restoran tersebut Namun investor luar negeri itu sudah tak ada di sana, Iya sudah menghadiri rapat nya yang lain dengan perusahaan lain tentu nya.
Masih banyak hal yang harus dihadirinya daripada menunggu Gavin selama 3 jam.
Hanya asisten nya saja yang menunggu kedatangan Gavin, ia hanya ingin menyampaikan bahwa bos mereka membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaan Gavin lalu ikut pergi dari ruangan itu.
Menunggu hingga 3 jam bukanlah waktu yang sebentar bagi seorang seperti mereka.
Gavin mengacak-acak rambutnya, investor besar mereka pergi dan kontrak baru lepas dari tangan nya.
Itu adalah kontrak yang susah payah didapatkan Kakaknya Arya.
Arya harus bolak-balik keluar negeri waktu itu agar bisa menandatangani kontrak tersebut.
Sepertinya kesalahan Gavin kali ini sungguh sangat besar.
"Aku harus cepat menyelesaikannya sebelum kak Arya tahu masalah ini," tekad Gavin.
__ADS_1
Keesokan harinya Gavin berencana akan keluar negeri untuk menemui investor tersebut.
Malam hari Gavin meminta izin kepada bundanya, ia tak ingin memberitahu Papa dan Arya tentang kepergiannya kali ini.
Bunda menyetujui permintaan Gavin dengan Syarat dia harus membawakan rendang kesukaan kakaknya Kelvin.
Gavin sebenarnya tak ingin menemui Kelvin juga, Iya tak ingin jika Kelvin juga mengetahui jika dirinya berada di luar negeri dan telah berbuat kesalahan di perusahaan mereka.
Jika ia mengetahui mereka baru saja kehilangan kontrak besar perusahaan mereka, mungkin Kelvin akan langsung membuangnya ke lantai dasar.
Gavin pergi pagi-pagi buta sebelum ada yang bangun.
Mikaila sengaja melewatkan sarapannya, ia tak ingin ditanya mengenai Gavin. Ia sudah berjanji kepada Gavin tak akan memberitahu Papa dan kakaknya.
Arya ke kantor setelah sarapan, Ia hanya berpikir jika Gavin belum bangun sehingga tak ikut sarapan, dan terlambat pergi ke kantor.
Begitu juga dengan Bram, Ia berpikir mungkin saja Gavin banyak pekerjaan malam tadi sehingga ia telat bangun.
Setelah perjalanan beberapa jam akhirnya Gavin tiba di negeri di mana tempat Kelvin menuntut ilmu.
Gavin tak ingin membuang-buang waktunya, ia langsung menghampiri Perusahaan yang telah membatalkan kerjasama dengan mereka.
Gavin sudah mempersiapkan nya sebelum pergi, menyusun proposal dan terus berlatih untuk membujuk agar mereka mau bekerjasama kembali dengan perusahaannya.
Gavin baru bernafas lega saat investor itu kembali menerima kontrak kerjasama mereka.
Walau Ia mendapat peringatan jika mereka kembali melakukan hal yang sama ia tidak akan memberikan kesempatan kedua kepada perusahaan mereka lagi.
"Bapak tenang saja, saya akan melakukan yang terbaik untuk kerja sama kita ini," ucap Gavin dan mereka pun saling berjabat tangan.
Setelah pekerjaannya selesai barulah Gavin pergi ke Apartemen Kelvin, tanpa memberitahu terlebih dahulu saudara kembarnya itu jika dirinya akan datang ke Apartemen.
Hari sudah mulai gelap, Gavin ingin menghubungi Kelvin, ingin menanyakan ia ada di Apartemen nya atau tidak, namun baterai HPnya sudah habis.
"Pasti dia ada di Apartemen nya," gumam Gavin menaiki lift menuju lantai Apartemen Kelvin.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberi
💗 LIKE, VOTE, KOMENNYA 💗
Salam dariku
Author m anha ❤️
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
__ADS_1