Pilihan Ku

Pilihan Ku
Memulai dari awal.


__ADS_3

Raina tak bisa tidur,


"kakak Arya aku takut,kak Arya jemput Raina,"batin Raina.


Raina selalu memeluk bonekanya,ia merasa lebih tenang saat bersama boneka beruang nya itu.Ingatanya kembali pada saat-saat dimana ia dan keluarga Arya menghabiskan waktu bersama,ia selalu berharap suatu saat nanti ia akan punya keluarga seperti keluarga Arya.


Raina sangat senang saat ibu panti mengatakan padanya ia akan punya keluarga seperti Arya, bayangan seorang bunda layaknya bunda Mikaila membuat ia tak sabar ingin segera bertemu dengan keluarga barunya.namun kenyataan jauh berbeda, sekarang ia tak tau dimana dirinya berada.


Saat ini ia tak ingin lagi punya keluarga,ia hanya ingin bertemu dengan Arya sahabatnya.


Jessica selalu memakai masker dan topi untuk menutupi Wajahnya saat keluar membeli makanan,ia takut orang-orang yang menyekapnya dulu masih mencari mereka.


"aku harus membawa mereka keluar dari negri ini,tapi kemana.Aku tak mungkin kembali ke negaraku."batin Jessica.


Jessica membeli ponsel.


Jessica menanyakan asal Raina dan mengapa ia bisa sampai di sekap bersama mereka.


Jessica menggunakan penerjemah di ponselnya agar Raina mengerti apa yang di tanyakan nya.


Raina menceritakan semua kisahnya dan mengatakan asal negaranya.


Dengan bantu ponsel Meraka bisa berkomunikasi dengan baik.


"apa kamu ingat nomor ponsel seseorang?"tanya Jessica pada ponsel dan memberinya kepada Raina.


Raina menggeleng.


"baiklah,kita akan ke negaramu,dan mencari seseorang yang kamu kenal,,apa boleh kakak mengambil perhiasan Raina lagi"?melakukan komunikasi lewat penerjemah.


Raina mengambil kotak perhiasannya dan memberikan semuanya pada Jessica.


Mendengar kata pulang Raina sangat senang.


Jessica berusaha keras agar mereka bisa meninggalkan negara itu bagaimana pun caranya.


Sambil mencari cara ia mempelajari bahasa Raina.


Jessica menemui seseorang yang bisa membantu mereka,walau dengan biaya yang mahal dan berbahaya Jessica menerima tawaran itu,mereka keluar dengan cara ilegal.


Setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya mereka tiba di tempat tujuan,di negara asal Raina.


Tapi Raina sama sekali tak mengenali tempat itu, mereka ada di sebuah pelabuhan di kota kecil..


uang mereka sudah habis,,untung saja warga di sana sangat baik pada mereka,memberi makan dan tempat tinggal secara gratis.


Mereka menyesuaikan diri dengan cepat, Jessica bekerja di toko kue pemilik rumah yang mereka tinggali.


Raina merasa bahagia,ia merasa memiliki keluarga, Jessica sangat menyayanginya sama seperti pada Natali.


Mereka memulai kehidupan mereka di sana, melupakan semua yang telah mereka alami


Di kota X.


Arya mulai masuk sekolah,kegiatan sekolah membuat ia melupakan rasa sedihnya,ia memiliki banyak teman baru.


Mikaila selalu mengantar dan menemani Arya,sedangkan Gavin dan Kelvin ikut dengan papanya.

__ADS_1


Hari terus berlalu,Arya sudah kembali ceria, Mikaila sudah tak mengantarkannya lagi,ia sudah bisa pergi ke sekolah di antara oleh Bram.


Bram sengaja memilih sekolah yang searah dengan kantornya,pak slamat akan menjemputnya saat waktunya pulang.


Si kembar kembali membuat Omar di rumah, semakin hari Kelvin dan Gavin semakin tidak akur,mereka selalu saja berkelahi hanya karena hal kecil.


Kelvin yang selalu bersikap tenang dan serius dalam segala hal berbeda dengan Gavin yang selalu membuat apapun menjadi menyenangkan,ia juga sangat senang menjahili saudara kembarnya itu.


Dalam setiap perkelahian Kelvin lah yang selalu menang baik adu fisik atau adu mulut!!!


Gavin akan mengeluh dan melaporkan Kelvin pada bundanya sambil menangis,meski dia sendiri yang memulainya.


Di kamar,


Mikaila membantu Arya mengerjakan tugas rumahnya dikamar Arya,sedangkan Bram menemani anak kembarnya agar tak menggangu Arya belajar.


Bram bersandar di sandaran tempat tidur dan mengajar Kelvin nama-nama huruf dari ponselnya,sedangkan Gavin lebih suka melompat-lompat di kasur.


"Gavin jangan lompat-lompat,"tegur Kelvin merasa terganggu.


Gavin langsung duduk mendengar ucapan Kelvin, namun tak lama kemudian ia kembali melompat-lompat kegirangan sambil bernyanyi lagu anak-anak.


Kelvin yang merasa terganggu mengambil bantal dan melempar Gavin,membuat Gavin jatuh tersungkur, untungnya masih di atas kasur.


Mulut Gavin bergetar menahan tangisnya,Bram menggendong nya dan membawa ke pangkuannya,


"Kalvin ga boleh gitu sama adik kamu,ayo minta maaf,"ucap Bram.


"maaf ya,makanya kalau kakak bicara di dengarkan jangan nakal,"ucap Kelvin mengusap air mata Gavin.


Bram melanjutkan memutar Vidio yang memperkenalkan huruf dan angka.


Gavin awal ikut memperhatikan, namun lama-kelamaan ia bosan.


Tangannya tidak tenang ingin memindahkan ke Vidio lain.Bram terus menahan tangan Gavin saat akan menyentuh layar ponsel,namun Gavin tetap berusaha menyentuk layar ponsel papanya, Kelvin yang gemes melihat kelakuan saudara kembarnya itu langsung mendaratkan cubitannya di tangan Gavin,membuat Gavin menagis kencang dan memanggil bundanya.


"kakak, bunda lihat Ade dulu ya,"ucap Mikaila mendengar suara tangisan Gavin.


Arya mengangguk dan melanjutkan mengerjakan tugas-tugas nya.


"kenapa Ade nangis,"tanya Mikaila membawa Gavin kepelukannya.


"sakit bunda,"ucap Gavin memperlihatkan bekas cubitan Kelvin.


"tukang mengadu,"ledek Kelvin.


Bram hanya mengacak-acak rambut kedua anaknya dan duduk di dekat Mikaila.


Gavin yang melihat ponsel papanya tergeletak di kasur langsung menghampiri dan memutar film kartun kesukaannya,Kelvin ikut melihat apa saja yang Gavin putar.


"Mas apa belum ada kabar dari Raina,"tanya Mikaila.


"belum,mereka masih terus mencari."jawab Bram.


"aku harap Raina baik baik saja dimana pun ia berada."ucap Mikaila.


Arya yang mendengar kata Raina langsung mendekati bundanya.

__ADS_1


"ada apa dengan Raina bunda,apa sesuatu terjadi pada nya?"tanya Arya mulai khawatir.


"papa masih terus mencarinya sayang,kita berdoa semoga Raina baik-baik saja dan bisa bermain bersama kakak lagi ya,"ucap Mikaila mengelus rambut putranya.


"papa apa yang terjadi pada Raina,"tanya Arya mulai berkaca-kaca.


Bram mengambil kotak musik milik Raina,


"ini kotak musik milik Raina kan papa"?tanya Arya melihat kotak musik yang di bawa papanya


"ia ini milik Raina,papa hanya menemukan ini saat mencarinya."jawab Bram memberikan kotak itu pada Arya.


"ada apa dengan Raina,?"Arya terus menanyakan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


"Raina di cilik orang jahat,tapi kakak tenaga aja,papa sudah menyuruh orang mencarinya,dan papa yakin Raina baik-baik saja.Ia bersama orang baik sekarang.kotak ini papa temukan di tempat Raina di sembunyikan,dan sebelum papa bertemu dengan nya ada orang baik yang menyelamatkan Raina terlebih dahulu."jawab Bram,ia tak ingin berbohong kepada Arya,dan Arya berhak tau keadaan Raina.


Arya menangis sambil memeluk kotak musik Raina, Mikaila memeluk Arya,mencoba menenangkannya.


Bram hanya bisa menepuk-nepuk punggung Arya.


"TUUUT.."


Tiba-tiba suara kentut membuyarkan suasana sedih di kamar itu.


Bram , Mikaila dan Arya langsung berbalik menatap sikembar yang ada di belakang mereka.


Gavin refleksi menunjuk Kelvin yang sedang menutup hidungnya.


Merasa di tuduh oleh Gavin, Kelvin melotot kepada Gavin.


Gavin langsung menyembunyikan wajahnya di balik selimut.


Bram dengan susah payah menahan tawanya melihat kelakuan putra bungsunya itu,ia tak mungkin tertawa saat anak sulungnya sedang bersedih.


Arya memukul pantat Gavin yang tak tertutup selimut.


Bram tak tahan lagi,ia tertawa terbahak bahak dan langsung menggigit pantat Gavin,membuat Gavin ikut tertawa karena kegelian.


Arya menghapus air matanya dan tersenyum melihat papa dan adiknya.


Mikaila mencium kening Arya dan membawanya ke pelukannya, Mikaila memanggil Kelvin dan memeluknya juga.


"Semoga kebahagiaan selalu bersama keluarga ku,"doa Mikaila dari lubuk hati nya.


Arya



Raina



Terimakasih sudah membaca 💗


Semoga menghibur.


jangan lupa like, vote dan komennya.

__ADS_1


__ADS_2