Pilihan Ku

Pilihan Ku
Di rumah Calon Mertua


__ADS_3

Semua berkumpul rumah sakit x Bram menghubungi mereka setelah sampai di rumah sakit.sekarang Mikaila telah di tangani dokter,Bram mondar-mandir di depan pintu ruang perawatan, dia sangat takut akan kehilangan untuk yang kedua.Dokter keluar


"bagaiman keadaan nya,"tanya Bram.


"untung saja anda membawanya tepat waktu hingga nyawanya masih bisa di selamatkan,"


Bram bernafas lega.


"makasih Dokter,"


Mikaila di pindahkan di ruang rawat inap,ia masih belum sadar.


"mas ko bisa si dia tenggelam,?"tanya bela


"mas juga ga tau,tadi hanya di tinggal sebentar.."


"kamu ganti baju dulu dek nanti kamu sakit lagi,"kata Aran menyerahkan pakaian ganti.


"iya mba..."


Mikaila belum sadar juga,semua keluarga meninggalkan rumah sakit kecuali Bram, Humaira dan Zahra.


"kalian pulang saja nanti kalau Kaila sudah sadar aku kabarin"


Zahra dan Humaira pun pulang.


"si*l, bukannya ma*i dia justru dapat perhatian dari keluarga Wijaya,ini ga bener aku harus cari cara lain menyingkirkan gadis kecil itu,"batin Zahra memukul stir mobilnya.


Humaira hanya diam dia khawatir atas kondisi Mikaila.


Di rumah sakit Bram terus menggenggam tangan Mikaila sekali-kali mengecup keningnya.


"kai buka mata kamu,maaf kan mas nggak bisa jaga kamu dengan baik,mas janji ga akan ngulanginnya lagi,"Bram terus terjaga semalam dan terus mengajak Mikaila berbicara.


Pagi harinya Bram tertidur di samping Mikaila,tanyanya masih menggenggam tangan Mikaila dan tangan satunya di jadikan penyangga kepalanya.


Mikaila terbangun dari tidurnya ia menatap wajah Bram yang begitu tampan di matanya, jantungnya terus berdebar kencang setiap berdekatan dengan Bram ,seperti saat ini tanpa sadar ia menyentuh wajah Bram dengan ujung jarinya menelusuri setiap bagian wajah tampan itu.Dari alis , hidung,pipi,dan sekarang Mikaila menyentuh bibir Bram .


Bram yang merasa ada yang menyentuh wajahnya membuka mata.


Mikaila terkejut dan langsung menarik tangan nya.


"Alhamdulillah kamu dah bangun sayang,"kata Bram langsung memencet tombol untuk memanggil dokter.


"makasih ya mas dah nolongin Kaila,"


"mas yang makasih kamu tidak ninggalin mas,kamu tau mas sangat takut kehilanganmu,mas sangat mencintaimu,"kata Bram mengecup punggung tangan Mikaila.


Mikaila senang mendengar kata cinta dari Bram dan panggilan sayang yang Bram ucapkan.


Dokter datang memeriksa kondisi Mikaila, Dokter mengatakan kalau kondisi Mikaila sudah membaik dan sudah boleh pulang sore nanti,namun harus istirahat di rumah dan tetap kontrol.


Bram mengabarkan kepada semua kalau Mikaila sudah di perbolehkan pulang..


"sayang kata ibu untuk sementara waktu kamu tinggal di rumah ibu dulu ya.Zahra dan Humaira kan kerja takutnya nanti kamu butuh sesuatu,aku juga ga tenang ninggalin kamu sendiri di kontrakan kamu.


Merasa ucapan Bram ada benarnya dan dia merasa badannya sangat lemah iapun mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


"aku kabarin Zahra dulu ya,biar mereka ga usah repot-repot jemput kamu"


Lagi lagi Mikaila hanya mengangguk.


"Apa yang sebenar terjadi,apa yang aku lihat kemarin,aku seperti melihat ka Zahra di sana.tapi kalau itu kak Zahra mengapa ia tidak menolongku,"batin Mikaila.


"apa mungkin kak Zahra,,,ga mungkin pasti aku salah lihat"gumamnya.


"ada apa Hem,"tanya Bram,


"ga ko,gimana kak Zahra setuju,"


"walaupun dia ga setuju kamu akan aku bawah ke rumah ibu,setelah kamu benar-benar sembuh aku akan ngelamar kamu ,"


"tapi mas,kita baru saja dekat.kita belum saling mengenal baik buruknya kita,"


"mas cinta sama kamu dan kamu juga mencintai mas itu saja sudah cukup,mas akan berusaha buat kamu bahagia,$


"tapi Kaila dari keluarga sederhana sangat berbeda dengan keluarga mas,Kaila juga ga berpendidikan tinggi.Apa mas ga malu punya istri yang ga kuliah?"


"kamu wanita yang baik,dari keluarga baik-baik itu sudah cukup.Kamu jangan pikir yang macam-macam,"ucap Bram mengelus pipi Mikaila dengan sayangnya.


Mikaila tersenyum,Bram mengecup kening Mikaila cukup lama,membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang.


Di Balik pintu Niken meremas berkas yang di bawanya,ia sangat kesal mengetahui kalau Bram mencintai wanita lain bahkan wanita tersebut jauh di bawahnya,miskin dan tak berpendidikan,pikir Niken.


Niken yang menyangka Bram lah yang sedang sakit,berniat menjenguk dan membawa beberapa berkas-berkas penting yang harus di tandatangani,karena beberapa hari ini ia tidak masuk kantor.


Niken kembali ke kantornya dengan kesal dan rencana jahat yang telah di susunnya,


Keluarga Wijaya sangat senang karena beberapa hari ke depan wanita yang akan menjadi menantu Wijaya akan Tinggal bersama mereka.


Malam hari bram dan Mikaila sampai di kediaman Wijaya.


Mikaila yang sudah pernah ke rumah ini tidak terlalu terkejut dengan kemewahan rumah Wijaya.Namun begitu ia memasuki rumah itu Mikaila sangat takjub,rumah ini bagaikan istana batin Mikaila,pasalnya waktu pertama kali ke rumah ini Mikaila tak sempat masuk ke dalam karena terkena semburan Abraham Wijaya.


Ibu menyambutnya dengan suka cita begitu pula yang lainnya.


*mari ibu antar ke kamar,kamu pasti capek kan,"


"iya Bu ,makasih,"


Mikaila di bawa ke kamar bram,ia melihat foto Bram tergantung disana.


"ini kamarr??!!!! "ucapannya menggantung


"ia ini kamar Bram,selama kamu tinggal di sini kamu tidur disini aja"


"mas Bram tidur di mana?"


"Bram sudah punya rumah sendiri,dia akan tidur dirumahnya.kamu istirahat saja dulu,ibu ambilkan makan malam ya!"


"ga usah Bu,Mikaila turun kebawah aja makan bersama yang lain,"


"ga apapa sayang kamu kan lagi sakit,"


"tapi Bu.....!!"

__ADS_1


"ga ada tapi tapian,selama kamu di sini,anggap ibu sebagai ibu kandung kamu,kalau mau sesuatu bilang aja ga usah malu-malu ya.!"


"iya Bu,Kaila jadi ngerepotin ibu,"


"enggak ko sayang ibu sangat senang kamu disini,ya udah kamu istirahat dulu,ibu ke bawah sebentar,"


"iya Bu,"tersenyum tulus.


"gitu dong,"mengelus kepala Mikaila yang tertutup hijab..


Ibu keluar kamar.


Mikaila ke kamar mandi ingin mencuci mukanya,ia takjub saat masuk kedalam,sangat luas dan sangat lengkap.ini pertama kalinya Mikaila masuk ke kamar mandi yang seperti ini.


Ia memutuskan untuk mandi,karena badannya sudah sangat lengket.


Bram melihat bi Sumi berjalan keluar dari arah kamarnya membawa nampan.


"bibi bawa apa ke kamar saya,"


"ini tuan ,nyoya menyuruh saya bawa makanan untuk non Mikaila ke kamar tuan.


"oww,"jawabnya singkat sambil memainkan ponselnya.


"Mikaila di kamar aku,,"berpikir sejenak seperti ada yang janggal.


Ia menepuk jidatnya


"ya ampun foto Inanti"..Bram berlari menaiki tangga ia takut kalau Mikaila melihat foto Inanti dan Bram yang ada di sana.


Mikaila yang tadinya tidak berniat untuk mandi tak membawa pakaian ganti,ia keluar mengenakan handuk yang memperlihatkan sebagian pahanya dan mengeringkan rambutnya dengan handuk lain.


Bram yang terburu-buru langsung masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu dan langsung berlari masuk menghampiri foto yang ternyata telah di ganti oleh ibunya.ia bernafas lega melihat foto itu hanya fotonya sendiri.


Mikaila yang melihat Bram masuk sangat terkejut,ia mematung.Bagaimana tidak ia hanya memakai handuk,tentu saja juga tanpa hijab yang selama ini menutupi auratnya.


Bram berbalik dan tak kalah terkejutnya dengan apa yang ia lihat,gadis yang ia cintai ada di depannya dengan rambut basahnya dan handuk yang nyaris memperlihatkan seluruh paha mulusnya.kulit yang putih bersih yang selama ini tertutupi terlihat jelas di depan matanya.


Mikaila akan berteriak namun Bram dengan cepat mendekap mulutnya.Ia tak bisa membayangkan kalau Mikaila teriak,dan mereka di pergoki dalam keadaan seperti saat ini..Mikaila hanya memakai handuk.


"jangan terik ok,"tanya Bram.


Mikaila mengangguk karena mulutnya masi di bekap Bram.


"mas ngapain disini ?!! ih keluar sana,sambil memukul-mukul Bram dengan handuk yang dipegangnya.


Mikaila hampir terjatuh,dengan cepat Bram menarik tangan nya dan di sinilah ia sekarang dipelukan Bram dengan handuk yang melorot memperlihatkan seluruh punggungnya,tangannya melingkar di leher Bram,sedangkan tangan Bram memeluk pinggang Mikaila.Suasana kamar hening sesaat.


"maaf ,"hanya itu yang bisa Bram ucapkan.


"mas tutup mata kamu dan keluar dari kamar ini," Suaranya tertahan karena menahan rasa marah,malu,dan perasaan apa lagi tubuhnya tiba tiba memanas.


Bram menutup matanya berjalan keluar dan menutup pintu.Di balik pintu Bram memegang jantungnya yang berdetak sangat kencang membuat ia kesulitan bernafas,ia menggeleng,menarik nafas dan membuangnya secara perlahan menetralkan pikirannya.


bersambung.


jangan lupa like dan vote nya ya makasih 🙏🙏😘👍

__ADS_1


__ADS_2