
Mereka makan malam di kamar hotel, Mikaila makan dengan lahap karena sejak tadi ia memang ia sangat lapar, berbeda dengan Bram yang hanya mengaduk-aduk makanannya sambil terus menatap istrinya ini.
"mas ga suka makanannya,?
ga enak,? mau aku pesankan yang lain mas?"
"ga usah, aku lebih suka makan kamu!"
bluss pipi Mikaila memerah,ia menggigit bibir bawahnya.
"makan ya mas,nanti mas sakit lagi,,"mengalihkan topik.
"ini enak lho,"katanya menyodorkan ayam goreng kesukaan nya.
"masa sih?!"
"ia ini kesukaan aku lho mas,,mas sukanya makan apa?"
"mas sukanya makan kamu.!!"menarik tangan Mikaila membawanya ke pangkuannya.
"Kamu cantik"sambil menelusuri wajah istrinya dengan jari telunjuknya.
Tangan satunya menarik pinggang Mikaila agar lebih mendekat dengannya, telunjuknya kini bermain di bibir mungil Kaila nafasnya mulai berat, ia menarik tengkuk Kaila dan mulai merasakan manisnya bibir yang sedari tadi ia tahan.
Kaila hanya bisa memejamkan matanya menggenggam lengan Bram yang semakin memperdalam ciumannya.
Tanpa melepas ciumannya Bram membawa istrinya itu ke tempat tidur dan memulai aktivitas malamnya, Mikaila hanya bisa meremas punggung Bram saat apa yang selama ini di jaganya telah ia berikan kepada pria yang di cintanya dan telah menjadi suaminya.
Air mata keluar dari sudut matanya dan cairan bening memenuhi hidungnya saat ia merasakan sakit yang luar biasa di area pangkal pahanya..
Mikaila menggigit bibir bawahnya menahan jeritannya saat Bram semakin memperdalam miliknya.
Menyadari hal itu Bram menghentikan aktivitasnya, menghapus air mata yang keluar dari mata istrinya.
"maaf,,"hanya kata itu yang keluar dari bibirnya.
"ga apa-apa mas, ini sudah haknya mas dan kewajiban aku,"tersenyum sambil menghapus air matanya.
"mas lanjutin ya,"yang di jawab anggukkan kepala Mikaila.
Malam panjang pun menjadi malam yang sangat indah bagi ke 2 insan yang memadu indahnya cinta, Bram benar-benar menghilangkan dahaga yang selama ini di tahannya.
Bram mengakhiri aktivitasnya saat melihat istrinya itu kelelahan.
"tidur lah ," katanya sambil mengelus pipi dan mencium kening istrinya.
Tanpa kata lagi Mikaila menutup matanya dan langsung tertidur pulas.
Bram terus menatap wajah cantik istrinya merapikan rambut yang menutupi wajahnya.
"Makasih sayang sudah menjaganya untukku."
Bram merasa senang karena menjadi yang pertama bagi istrinya.
Bram membawa Mikaila kepelukannya,tubuh mungil itu memberi kenyamanan bagi seorang Abraham Wijaya, meraka pun tertidur dengan lelap.
__ADS_1
Saat adzan subuh berkumandang Mikaila terbangun dari tidurnya, ia merasa sesek dan saat membuka mata ia melihat wajah Bram di depannya.Hampir saja ia berteriak saking terkejutnya namun ia dengan cepat mendekap mulut nya.Ia terdiam sesaat mencerna apa yang sebenarnya yang telah terjadi. Ia menutup wajahnya merasa malu saat ingatannya menemukan kejadian yang di alaminya semalam.
Kejadian yang membuatnya tak bisa menahan ******* demi ******* yang keluar dari bibir.
Mikaila kembali menatap wajah pria tampan yang ada di depannya, senyuman terukir di bibirnya melihat Bram yang biasanya berpakaian dangan rambut yang disisir rapi ,kini terlihat sangat berantakan.Ia tersadar dari lamunannya ketika alarm di ponsel Bram berdering.
Mikaila meraih dan mematikannya.
Saat mencoba melangkahkan kakinya ia merasa sakit yang luar biasa di area sensitifnya,
"Aww" ,,,pekik nya tanpa sadar dan langsung duduk kembali di atas kasur.
Bram terbangun mendengar keluhannya dan langsung menghampirinya.
"ada apa sayang??",,tanya Bram khawatir.
Mikaila menggeleng sambil memegangi bagian bawah perut nya.
"sakit,"jawabnya singkat.
"kamu mau kemana,?"
"mau mandi mas,udah subuh,"
Tanpa kata Bram langsung menggendong tubuh polos istri kecilnya itu ke kamar mandi dan mereka mandi bersama.
Tentu saja tidak hanya ritual mandi yang mereka lakukan.
Meraka shalat subuh bersama,setelah shalat mereka berbincang-bincang. Bram bersandar di tempat tidur dan menarik Mikaila ke pelukannya yang masih memakai mukena.
"iya mas ,aku sangat bahagia.mas sendiri?!"tanya nya sambil menatap mata suaminya.
Sebelum menjawab Bram mengecup singkat bibirnya.
"tentu saja mas sangat bahagia.terima kasih sudah hadir dalam hidup mas sayang,mas janji akan membahagiakan dan menjaga kamu."ucapnya mempererat pelukannya.
"kamu mau bulan madu di mana?"
tanyanya lagi.
"kemana aja mas," jawabnya membalas pelukan hangat dari suaminya.
"kita ke Paris mau,?"
"iya mau mas,?jawabnya antusias.Paris adalah tempat yang selama ini ingin ia kunjungi.
Ting satu pesan masuk di ponsel Bram.
"semua kelurga dah nunggu kita untuk sarapan di bawah,Meraka juga akan langsung pulang,"
Semua keluarga Wijaya sudah berkumpul untuk sarapan begitu pula dengan keluarga Mikaila.
Bram dan Mikaila berjalan menuju tempat keluarga besar mereka berkumpul,semua mata tertuju pada mereka dengan senyuman yang mengandung arti berbeda-beda,ada senyum bahagia,haru,dan senyuman jahil.bahkan ada yang mengedipkan mata,menaik turunkan alisnya dan bersiul menggoda Bram dan Mikaila.
Bram berjalan santai membalas senyum mereka berbeda dengan Mikaila,wajahnya sudah memerah layaknya kepiting rebus.
__ADS_1
Mikaila menghampiri ibunya.
"ibu dari tadi datangnya?"
"baru aja sayang.ini tas kamu kemarin ketinggalan di motor kakak kamu,"
"iya Bu, padahal Ade sudah wanti-wanti kakak agar menyimpan tasnya langsung di kamar aja,"
"ponsel Ade mana.?"
"ada sama kakak kamu juga"
"kakaknya mana Bu?"tanya Mikaila sambil celingak-celinguk mencari kakaknya.
"ga tau, tadi katanya mau ke belakang dulu tapi ga tau kemana,"
"ini kakak ipar,makan yang banyak biar bela cepet dapat ponakan,"kata Arabela menaruh makanan di depan Mikaila dengan porsi yang lumayan banyak.
"ini kebanyakan bela."protes Mikaila.
"biar kakak kuat buat baby-nya,"kata Arabela mengedipkan matanya.
"om Isabela request yang kembar dong yang imut dan cantik."
"yang cowok aja,yang cewek dah banyak,"kata ayah ikut menggoda menantunya.
"iya Bram kalau cewek lagi jadinya makin nambah yang nguras dompet,"kata pak Surya tertawa kecil sambil melirik ke 2 anaknya.
Isabela dan Isyana yang dilirik senyum sambil mengangkat 2 jarinya lambang Vis.
"udah ayo makan, kasian mantu ibu pasti semalam ga bisa tidur!"
"kenapa ga bisa tidur,?"tanya Ayasa dengan polosnya.
"aku juga ga bisa tidur ,di kamar aku banyak nyamuknya,"kata Isyana menambahkan.
"iya di kamar Tante Mikaila ada nyamuk besar,"celetuk yoga menimpali omongan anaknya.
"emang iya om?? "tanya Ayasa menatap Bram.
Bram hanya mengangguk karena mulutnya sedari tadi sibuk mengunyah.
"tu nyamuknya kelaparan,"kata Anindita menahan tawanya.
Semua tertawa mendengar ucapan Anindita, namun tidak dengan Mikaila ia semakin menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat memerah mendengar godaan dari keluarganya.
Selesai sarapan meraka langsung balik ke kota X kecuali Bram dan Mikaila.
Bram berencana tinggal selama seminggu di kampung istrinya sebelum membawanya ke rumah baru mereka.
Sambil menunggu rumah yang di sediakan untuk istrinya selesai di renovasi.
Setelah keluarga Wijaya pulang keluarga Mikaila pun kembali ke rumah mereka bersama Bram tentunya.
Bersambung.
__ADS_1