
Dor,,,,,
Bunyi suara tembakan,
Bram merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.
Bram melihat Sonia yang memegang sanjata mengarahkan senjata tersebut ke arahnya.
Tubuh Bram membeku,"inikah akhir dari hidup ku"batin Bram.
Bram bisa merasakan cairan menetes dari kepalanya,
Bram berbalik ,ia melihat Arya yang juga melihat ke arahnya.
Ingin rasanya ia berteriak menyuruh Arya kembali berlari,namun lehernya terasa tercekik,jangankan mengeluarkan suara nya bernafas saja Bram merasa kesulitan.
Bram berusaha untuk terus membuka mata, melihat untuk yang terakhir kali wajah putra kesayangannya.
Ia tak bisa lagi merasakan tubuhnya,Bram oleng dan tubuhnya jatuh ke laut.
Saat berada di dalam lautan Bram terus berusaha terjaga,ia mengingat wajah-wajah orang yang di kasihnya.
Senyum manis istri tercintanya, wajah ceria Arya,sikap dingin Kelvin dan tingkah lucu Gavin.
Seluruh tubuh Bram terasa sakit namun hatinya jauh lebih sakit menerima kenyataan ia akan meninggalkan keluarganya,ia tak akan bertemu lagi dengan mereka.
Penglihatan Bram semakin buram,ombak yang terus menghantam tubuhnya,cairan merah yang keluar dari luka-lukanya bercampur keruhnya air laut, tubuh Bram jatuh semakin dalam.
Bram menutup matanya dan terus mengingat istri dan anak-anaknya...
"Mikaila, Mikaila, Mikaila, Mikaila, Mikaila"batin Bram terus mengulangi nama istrinya terus berusaha mengingat wajah cantik Mikaila hingga kesadarannya pun hilang.
Tubuh Bram terombang-ambing di laut yang luas, dingin dan menakutkan.
Di rumah sakit,
Mikaila memeluk Arya yang sudah lebih tenang dan sudah tertidur sesekali ia masih sesegukan karena terlalu lama menagis.
Mikaila tak bisa berkata-kata,ia hanya terus mengusap air matanya yang tak henti-hentinya mengalir.ia sekuat tenaga menahan isakannya.
Tak henti-hentinya ia memanjatkan doa agar suaminya di beri keselamatan dan dapat di temukan.
Yoga dan Alex terus mencari keberadaan Bram.Mereka terus menyisir lautan namun Bram tetap tak mereka tamukanya.
Dua Minggu kemudian.
Mikaila duduk di samping putranya,memegang piring yang berisi makanan.
Arya mengalami syok,selama dua minggu ini ia tak mengeluarkan satu katapun,tak setetes air mata yang menetes di matanya.
Arya hanya duduk di tempat tidur sambil terus memeluk foto papanya.pandangannya lurus ke depan.
__ADS_1
Mikaila harus sabar dan tegar demi anak-anak nya, dengan sabar Mikaila menyuapi Arya sedikit demi sedikit.tak jarang Arya hanya minum susu dan jus dalam sehari.
selang infus terus terpasang di tangannya.
Kelvin dan Gavin terkadang ikut membujuk Arya untuk makan dan mengajaknya bermain.
namun Arya hanya menatap meraka tanpa berniat untuk ikut bermain.
Hati ayah dan ibu Mikaila hancur melihat penderitaan anak dan cucunya,begitu juga dengan ayah dan ibu Bram.
Mereka kehilangan anak dan melihat cucu mereka dalam kondisi ini.
Nenek Bram jatuh sakit mendengar kabar cucunya,tubuh tua nya tak mampu menahan kesedihan yang dideritanya.
kondisinya semakin hari kian melemah.
Isabela dengan setia merawat buyutnya itu.
Pak slamat masih dalam kondisi kritis,tak ada perkembangan sama sekali dengan kesehatannya.bi Yanti terus menjaga pak slamat di rumah sakit..
Mereka semua menginap di rumah Bram,,menemani Mikaila dan anak-anaknya.
Mencoba saling menghibur berharap Bram bisa di temukan secepatnya dan dalam keadaan selamat.
Sudah dua minggu pula Yoga dan Alex terus mencari keberadaan Bram.
Tak lupa Yoga juga mencari anak buah Niken hingga ke akar-akarnya.
Banyak relawan yang ikut membantu pencarian Sang Pewaris Wijaya grup itu.
Dikamar.
"bunda papa mana,tanya Gavin polos,"ia belum mengerti apa yang terjadi di keluarganya.Semua selalu bersikap normal saat bersama Kelvin dan Gavin.
"papa lagi kerja ke luar negeri, Gavin doain papa ya biar cepat pulang dan selamat.,"ucap Mikaila tersenyum.
"iya bunda,"ucap Gavin mengangguk membalas senyuman bundanya.
Mereka selalu tidur bersama, Mikaila membawa Arya ke pelukannya mengusap lembut rambutnya dan membacakan dongeng untuk mereka bertiga.
Kelvin mendengarkan dengan tenang Sedangkan Gavin terus protes dengan cerita dongeng yang Mikaila bacakan.Memberi pendapat apa yang di anggapnya lebih benar..
"kamu bisa diam tidak,dari tadi protes terus,"ucap Kelvin berbalik menatap Gavin yang duduk mendengar dongeng bundanya sambil memasukkan potongan demi potongan buah apel ke mulutnya, sedangkan Arya dan Kelvin berbaring di bantal yang sama di samping bundanya.
Kelvin memeluk Arya yang sedang memeluk bunda mereka.
Gavin menutup mulutnya dengan satu tangan dan tangan satunya memegang erat piring buahnya.
"dasar gendut,"ucap Kelvin sangat pelan.
Mikaila tersenyum saat melihat Arya tersenyum mendengar ucapan Kelvin,walau sangat pelan tapi Arya bisa mendengar dengan jelas apa yang adiknya katakan, Kelvin bergumam saat berbalik dan tepat di telinga Arya.
__ADS_1
Gavin benar berhenti memprotes lagi,justru kini ia lah yang terlihat mengantuk.
Gavin memberikan potongan buah apel pada Arya,ia menyodorkan di depan mulut Arya.
Arya menggigit potongan buah apel tersebut sedikit demi sedikit dari tangan Gavin hingga menghabiskan satu potong.
Mikaila mengelus rambut Gavin,Gavin kembali memasukkan potongan terakhir ke mulutnya.
Kelvin yang tadinya ingin makan buah apel juga hanya menghela nafas saat melihat piring yang ada di tangan Gavin sudah kosong.
Gavin menyimpan piring nya dan ikut berbaring di samping Kelvin...
Mereka mendengarkan dongen dan tertidur pulas.
Mikaila merapikan posisi tidur anak-anak nya.
Ia berjalan ke walk in closed untuk mengganti pakaiannya.
Mikaila melihat baju Bram,ia mengambil dan mengusapnya.
Mikaila terduduk di lantai,ia menutup wajahnya dengan baju Bram, menghirup aroma tubuh yang tertinggal di sana.
"mas,dimana kamu sekarang,"Mikaila mulai terisak,ia berusaha memelankan suaranya,tak ingin membangunkan ketiga anak-anaknya yang baru saja tertidur.
Lama Mikaila memeluk baju Bram dan terduduk di lantai, pikir nya melayang mengingat masa-masa bahagia yang mereka lalui bersama,mengingat saat pertama kali ia melihat Bram,saat Bram memintanya untuk menikahinya dan saat Bram mengikatnya dengan ijab Kabul pernikahan.
"aku sangat merindukanmu mas,"batin Mikaila.
Di kota lain Roy langsung bergegas menuju kota X saat mendengar kabar menghilangnya Bram,ia menitipkan Raina dan Natali pada pamannya.
Namun saat di perjalanan Roy mengalami kecelakaan dan ia meninggal dunia....
Alex terus menghubungi nya dan mencari keberadaan Roy, namun tak ada kabar sedikit pun yang ia dapatkan.
Alex kehilangan kontak dengan Roy yang berarti ia kembali kehilangan Raina yang selama ini mereka cari.
Raina melihat anak-anak pesantren belajar,ia dan Natali sudah merasa nyaman tinggal di tempat mereka sekarang,Raina terus menunggu kapan ia akan bertemu Arya.
Mereka pergi dari rumah tampa membawa apapun,Raina hanya membawa boneka yang selalu di peluknya saat tidur.Raina lagi lagi kehilangan satu pemberian Arya,ia lupa membawa tas kecilnya.
Alex pergi ke lokasi terakhir Roy menemukan Raina,rumah tersebut sudah kosong dan berantakan.
Alex melihat tas kecil dan mengambilnya,ia yakin tas tersebut Milik Raina.
Alex melihat foto yang pernah di kirim Bram kepadanya,dan benar saja Raina memakai tas tersebut....
Alex meninggalkan kota tersebut dan kembali fokus pada pencarian Bram.
💔😥😭😭😭🙏✌️
Terimakasih sudah membaca 💗💗
__ADS_1
Like like like like like, vote dan komennya 💗🙏👍