Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Rayuan Maut.


__ADS_3

"Ayo cepat," seru Gavin membawa sebuah kotak besar bersama dengan Kelvin.


Mereka dengan cepat masuk saat Raina membuka pintu kamar untuk mereka.


Sejenak mereka terkesima dengan suasana kamar tersebut, Arya benar-benar mempersiapkannya dengan sangat romantis. Mereka bisa mencium aroma kelopak bunga mawar yang begitu semerbak dan suasana yang begitu romantis dengan adanya cahaya lilin yang menerangi kamar tersebut.


Raina menekan saklar lampu agar kamar lebih terang, "Hay cepatlah, nanti kak Arya keburu selesai mandinya," ucap Raina membuyarkan ke terkesima mereka.


"Ayo cepat," ucap Gavin kembali mengangkat kotak tersebut.


"Ini nggak apa-apa nih, kita merusak ini? kamarnya cantik sekali," ucap Ayasa yang tak tega merusak kamar pengantin yang begitu romantis menurutnya.


"Apa kamu nggak ingat, malam pertama mu dengan Dimas? juga dikacaukan kan! kamu nggak mau balas dendam?" ucap Syana.


"Ayo cepat kita mulai," ucap Dimas yang masih ingat betul bagaimana kacaunya malam pertamanya.


Dengan cepat Kelvin, Gavin, Zaky, Syana, Ayasa, Dika dan Dimas mengeluarkan isi yang ada di dalam kotak tersebut, itu adalah lem dan ratusan fotokopi surat perjanjian antara Arya dan Raina yang sudah ditandatangani oleh Arya sendiri.


Bahkan Gavin membuat spanduk besar berisi surat perjanjian tersebut. Saking inginnya ia memperingatkan kakaknya jika ia Sudah menandatangani sebuah surat perjanjian bahwa ia tidak akan memaksa Raina dan menunggu Raina sampai Raina benar-benar siap.


Mereka bekerja sama menempel semua fotocopy surat perjanjian tersebut di dinding dan di lantai. Mereka benar-benar berniat melakukannya, bahkan lampu tidur pun mereka tempeli hasil fotocopy itu.


"Apa ini enggak keterlaluan," ucap Ayasa masih tak tega melihat kamar tersebut menjadi berantakan.


"Udah kalau kamu nggak mau bantuin sana, jangan ngerecokin," ucap Syana yang dengan semangat menempel kertas tersebut pada dinding di atas tempat tidur.


"Kak Arya selesai mandi," ucap Gavin yang mendengar suara percikkan air dari shower telah dimatikan oleh Arya.


Gavin sedang menempel surat perjanjian tersebut pada dinding dan pintu kamar mandi.


Dengan cepat mereka semua meninggalkan kamar itu.


Setelah memastikan semua sudah rapi dan mereka semua sudah keluar, Raina membuka kunci kamar mandi dan dengan cepat Ia berlari ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimut dan berpura-pura tidur.


Arya bersiul sambil menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil, Arya masih memakai handuk yang melilit di pinggangnya, memperlihatkan perut sixpack nya yang begitu menggoda.


Raina semakin menutup matanya saat tak sengaja mengintip dan melihat Arya keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk saja.


Jantungnya sudah berdetak kencang, tangannya sudah dingin. "Semoga saja ide Gavin dan Syana untuk menggagalkan malam pertama ini berhasil." batin Raina, ia belum siap untuk melayani suaminya.


Arya menghentikan langkahnya saat menyadari ada yang aneh dari kamarnya.


Ia melihat setiap sudut ruangan tersebut, "Ini bukan kamarku," batin Arya dengan cepat ia masuk kembali ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya.


Arya memandang sekeliling kamar mandi memastikan kamar mandi tersebut adalah kamar mandi yang sama tempat ia mandi tadi.


"Ini benar kamar mandi yang tadi, Apa aku salah kamar ya," gumam Arya.


Arya perlahan membuka pintu dan kembali melihat kamar tersebut masih sama dengan yang tadi, dengan cepat ia kembali menutupnya.


"Aku pasti salah lihat," ucap Arya kemudian mencoba menarik nafas dan menghembuskannya perlahan berharap kamarnya kembali seperti semula.

__ADS_1


Dengan cepat Arya membuka kamar tersebut dan hasilnya tetap sama.


Arya mencoba berjalan mendekati seseorang yang sedang tidur di ranjang mereka, perlahan Arya berjalan dan saat melihat orang tersebut itu adalah istrinya Raina, berarti ia tak salah kamar.


Arya membulatkan matanya saat Ia baru menyadari jika lembaran tersebut berisi perjanjian yang telah ditandatanganinya, Ia melihat semua tulisan yang ada di kertas tersebut semuanya sama. Bahkan ia melihat spanduk yang ada di sisi ruangan tersebut juga berisi tulisan perjanjian mereka.


"Ini pasti kerjaan Gavin," ucap Arya meremas kertas yang ia pegang.


"Gavin awas kamu ya," batin Arya.


Arya duduk di samping Raina,


"Aku tahu kamu belum tidur," ucap Arya memercikkan air ke wajah Raina dari rambutnya.


Raina terkejut saat tetesan air menerpa wajahnya.


Mau tidak mau ia harus menghentikan kepura-puraannya tertidur.


"Ini kerjaan siapa?" tanya Arya.


Raina menggeleng,


"Gavin kan?" tanya Arya.


Raina mengangguk namun kemudian langsung menggeleng,


"Sudah kuduga, ini pasti kerjaan anak itu. Awas aja besok akan ku balas dia," geram Arya.


"Kamu tega ya sama kakak? kakak ini suami kamu loh sekarang," rayu Arya yang memasang wajah memelas nya.


"Tapi kan Kakak udah janji sama Raina!" ucap Raina.


"Malam ini aja ya, malam berikutnya nggak deh. Kakak akan tepati perjanjian kita," mohon Arya.


"Tapi Kak ...!"


"Boleh ya?"


Raina tak menjawab, ia hanya diam dan menunduk.


"Kakak sangat sayang sama kamu, kakak janji akan selalu membahagiakan kamu," ucap Arya menggenggam tangan Raina dengan memasang wajah yang paling memelas nya.


Samar Raina mengangguk, namun itu sudah membuat hati Arya berbunga-bunga.


"Yes akhirnya dapat juga," batin Arya.


Arya langsung memesan kamar lain. Kamar nya sekarang sungguh sangat berantakan.


Setelah mendapat kamar, mereka pun pindah. Sebelum meninggalkan kamar itu Arya mengambil baju lingerie yang tadi Raina buang.


"Jika aku bisa merayu Raina untuk mendapatkannya malam ini, aku juga pasti bisa untuk memintanya memakai baju pilihan Bundanya ini."kata Arya.

__ADS_1


Dan benar saja, Arya dengan mudah merayu Raina agar mau memakainya.


Raina berjalan menghampiri Arya dengan baju yang sangat seksi tersebut. Raina berusaha menghalangi tubuhnya dengan kedua tangannya.


Walau Ia memakai baju, namun ia merasa tak memakai apa-apa saat ini.


Arya tak membuang-buang waktu lagi dan langsung melakukan malam pertama mereka, Malam yang sangat di nantikan oleh Arya.


Awalnya Raina ingin menolak, namun ia sadar jika sekarang ia adalah seorang istri. Dan salah satu kewajibannya adalah melayani suaminya.


Arya sangat senang saat ia telah benar-benar memiliki wanita yang sangat dicintainya itu seutuhnya, ia memeluk tubuh polos Raina Yang Sudah terlelap dalam pelukannya. Memberikan kecupan Selamat tidur dan ikut tidur sambil memeluk istri tercintanya itu.


Raina terbangun dan merasakan kan sesak di dadanya. Saat membuka mata ternyata suaminya itu tengah memeluknya.


Perlahan Raina mengangkat tangan Arya yang ada di atas dadanya, mencoba turun dari tempat tidur.


Namun rasa perih di area sensitifnya tak bisa ia tahan, namun Ia juga ingin ke kamar mandi.


"Kak, Kak bangun," ucap Raina menggoyang-goyangkan tubuh Arya.


"Hmmm, ada apa?" tanya Arya yang melihat Raina sudah duduk di tepi tempat tidur.


"Aku mau ke kamar mandi," ucap Raina malu, ia menutupi tubuhnya dengan selimut.


Arya langsung berdiri dan mengambil handuk. Memakaikannya kepada istrinya dan mengangkat Raina masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai Arya kembali mengangkat istrinya itu kembali ke tempat tidur dan ia pun kembali tertidur sambil memeluk Raina.


Kegiatan malam tadi sungguh sangat menguras tenaga Arya. Arya langsung tertidur Saat kepalanya menyentuh bantal dan menarik Raina ke pelukannya.


Raina yang tak bisa tidur lagi menatap wajah Arya yang tengah tertidur pulas.


Mengagumi wajah pria tampan yang sudah menjadi suaminya itu.


Raina tak menyangka malam ini ia benar-benar menjadi seorang istri dari pria yang sangat dicintainya, menjadi keluarga dari keluarga yang selama ini diimpikannya.


Raina mencoba untuk tidur kembali namun tetap saja ia tak bisa.


Ingin bangun juga tak bisa selain rasa sakit di area sensitifnya Arya juga memeluk nya dengan sangat erat.


Raina memutuskan untuk memejamkan mata saja dan membalas pelukan suaminya tak kalah eratnya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏💖


Jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian dengan memberi like, vote dan komennya ya 🙏💗


Salam dariku 🙏


Author m anha ❤️😘

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2