Pilihan Ku

Pilihan Ku
Takut.


__ADS_3

Mikaila menjalani masa kehamilannya dengan sangat bahagia,apapun yang ia inginkan akan Bram penuhi walau pun hal yang cukup aneh.Misalnya ia ingin makan es krim Jam 3 subuh,ia ingin Bram memetik mangga Jam 11 malam dan masih banyak lagi keinginan.


Bram juga memanjakannya dengan membelikan barang-barang yang ia sukai.


Kini usia kandungannya sudah memasuki 7 bulan,ia sudah bisa merasakan gerakan bayinya.


"mas,ko dari tadi bayi kita ga gerak ya?"


"masa si sayang,"


"ia mas,aku takut bayi kita kenapa-kenapa,"


Bram mengelus-elus perut Mikaila,


"mungkin dia lagi istirahat sayang,"


"mas kita periksa ke klinik mba Anin yuk,"


"ya udah biar kamu bisa tenang kita periksakan kandungan kamu ya,"


"iya mas,"


Mereka pun berangkat ke klinik mba Anin untuk melakukan pemeriksaan.


"mba gimana bayiku,dari tadi ga gerek gerak?"tanya Kaila cemas.


"bayinya ga apa-apa dek,bayi kalian sangat sehat malah.Berat badan dan semua perkembangan janinnya sangat baik,"


"aku hanya khawatir aja mba,"


"itu wajar,inikan pengalaman pertama kamu,santai aja ya jangan terlalu di pikirin. insya Allah semua akan baik-baik saja sampai persalinan.Pesalinanya kamu bisa kan secara normal?"


"sesar aja mba,"jawab Bram yang sedari tadi hanya mendengar percakapan mereka.


"engga ah mas,aku mau lahiran normal aja,"


"kamu yakin bisa,"


"iya mas, insya Allah.


"iya Bram sebaiknya di coba normal dulu,kalau memang sudah tidak sanggup baru kita lakukan tindakan operasi."kata Anindita.


"ya udah mba,aku ikut yang mana yang terbaik untuk anak dan istriku,"


"iya, percayakan semua sama mba,"


Bram dan Mikaila pamit pulang.


"mas kita beli somay di depan butik Humaira ya mas,aku sekalian mau ketemu dia udah lama kami ga ketemu,"


"iya sayangku,"jawab Bram mengecup punggung tangan Mikaila.


semenjak kehamilan istrinya Bram jarang masuk ke kantor,untung ia bekerja di perusahaan sendiri jadi ga akan ada kata di pecat.


Mereka sampai di depan penjual somay yang di maksud Mikaila.


"mas pesan somaynya,nanti di antar ke butik di depan,"kata Bram memberi uang dan menuju ke arah butik Humaira.


"iya pak,"jawab bapak penjual somay.

__ADS_1


Mereka masuk ke butik dan di sambut teriakan Humaira menghampiri dan memeluk Mikaila.


"kamu ko ga pernah datang ke rumah aku,"protes Kaila,


"maaf sayang,aku sibuk banget".


Mereka mengobrol sambil makan somay,


Bram memilih mengerjakan tugas kantornya sambil sesekali melihat istrinya makan dengan lahap.


Diusia kandungannya sekarang berat badannya naik beberapa kg,membuat badannya sangat berisi di tambah perutnya yang semakin membesar,namun Bram justru sangat suka melihat istrinya itu.Bram bahkan semakin tak tahan apa bila tak menyentuh istrinya.


Saat di kediaman Abraham Wijaya.


Mikaila membersihkan tubuh dan berganti baju,ia selalu mengenakan lingerie walaupun sedang hamil saat akan tidur.


Bram menepuk kasur di dekatnya menyuruh Mikaila berbaring di sana.Dengan patuh ia mendekati sang suami dan masuk ke dekapan hangat dari suaminya.


Bram mulai menciumi leher dan dada istrinya yang begitu menggoda.Tanganya tak tinggal diam ia terus mengusap-usap perut buncit istrinya,dan memulai aktivitas malamnya dengan sangat hati-hati.


Hari ini Mikaila dan mertuanya serta Arabela akan berbelanja kebutuhan bayi, Bram tak bisa memenanginya karena ada urusan kantor yang tak bisa ia lewatkan.


Mikaila hanya duduk dan melihat mertua dan kakak iparnya sibuk membeli banyak keperluan bayi,mereka sangat bersemangat menyambut kelahiran anggota baru keluarga mereka.


Saat pulang Mikaila memutuskan untuk ikut dengan mertuanya,kali ini bi Yanti yang ia lihat ada di rumah itu.


Siapa sebenarnya yang tinggal di sana,mengapa mereka selalu membersihkannya,"batin Kaila.


karena tidak tahan ia pun bertanya kepada mertuanya.


"Bu itu rumah siapa?"tunjuk nya pada rumah tempat ia seringkali melihat pekerja yang bekerja di rumahnya selalu datang ke sana.


"oww,"ucapnya singkat.


Mereka sampai di rumah,


"Bu,aku ke kamar dulu ya,"


"iya sayang,kamu pasti capek kan.Sana istirahat dulu Bram Masi sore datangnya."


Mikaila naik ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya.


"kenapa mereka selalu datang ke sana,"bergumam sendiri.


Sore hari Bram datang menjemput istrinya.


"gimana sayang,semua sudah lengkap?"


"belum mas,masih banyak lagi."


"kalau mas ga lagi sibuk kita belanja keperluan dia lagi,"memegangi perut Mikaila dan merasakan gerakan bayinya.


"sepertinya ia menyapa papanya,"


"sehat sehat ya di dalam sana,jangan menyusahkan bunda mu ok boy,"bisik Bram di perut Kaila.


"Kita pamit pulang sekarang ya sayang,nanti kita kemalaman di jalan lagi,"


Mereka pamit pulang,saat di dijalan pulang Mikaila bertanya

__ADS_1


"mas,tadi aku lihat bi Yanti di rumah lama mas,"menoleh ke arah Bram.


"iya,mas minta mereka tetap ke sana membersihkan rumah itu walau tak ada yang tinggal di sana,"


"kenapa ga disewain aja mas,jadi ada yang urus,"


"ga usah di bahas ya sayang,kamu mau makan apa?"


"kita makannya di rumah aja mas,aku dan minta bi Yanti masakin cumi-cumi,"


"ya udah,kita makanya di rumah aja,"


Saat sampai di rumah Mikaila bisa mencium bau masakan bi Yanti dan langsung membuat perutnya keroncongan.


"mas kita makan dulu yuk,aku dah lapar banget,"


Mereka makan bersama ,Mikaila makan dengan sangat lahap.


"sayang pelan-pelan aja makannya,nanti tersendat,"


"iya mas."


Dikamar.


Mikaila menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil mengusap-usap bulu-bulu halus yang tumbuh di sana.


Bram memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Mikaila.


"mas,lihat deh kaki aku ko kaya bengkak gitu?"


"sakit?"melihat kaka Kaila.


"enggak ko,tapi kalau lama berdiri kadang agak sakit,"


"nanti kita tanya mba Anin"kembali menikmati usapan tangan istrinya ,"


"mas,"


"hemm,"Masi memejamkan matanya.


"aku takut,"


"takut kenapa?"


"kemarin ada teman aku yang melahirkan,"


"terus,"mengusap rambut istri nya.


"dia meninggal mas,"


Bram menghentikan tangannya dan membuka mata menatap mata kecoklatan Mikaila yang juga menatapnya.


"kamu jangan mikir yang macam-macam,mas ga akan biarin kamu kenapa-kenapa.Kamu adalah nyawa mas sayang,jadi jangan pernah berpikir untuk ninggalin mas."


"mas kalau terjadi apa-apa sama aku mas jaga bayi kita baik-baik ya,cari ibu sambung yang baik dan sayang sama dia,"mulai terisak.


"kamu jangan ngomong sembarangan,mas ga suka.Semua akan baik-baik saja percaya sama mas,"membawa Mikaila ke pelukannya dan mengusap lembut perutnya.


Mikaila membalas pelukan Bram dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2