
Pagi hari semua sudah bersiap-siap untuk acara Pernikahan Arya dan Raina yang akan di lakukan hari ini.
Kediaman Abraham Wijaya sudah sangat disibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing, khususnya para wanita sibuk dengan mempercantik penampilan mereka.
Raina sudah mulai dirias, begitu juga dengan yang lainnya, mereka mendatangkan beberapa perias terkenal untuk merias mereka semua.
Semua persiapan akad nikah dan persiapan lainnya sudah beres.
Walau dengan waktu yang singkat, Yoga dan David bisa melakukan yang terbaik untuk acara pernikahan ini.
"Bunda bajuku dimana," teriak Arsy saat tak menemukan baju yang akan dipakainya.
"Sebentar Nak," ucap Mikaila yang juga sibuk mengurus dirinya sendiri.
Mikaila berdandan secantik mungkin, ini adalah pernikahan pertama untuk anaknya. Ia sangat antusias, namun Arsy terus saja mengganggunya.
"Mas bangun dong, acara pernikahannya sebentar lagi loh. kok, kamu masih tidur," ucap Mikaila terus menarik kaki Bram yang masih tertidur pulas.
'Hmmmm," Bram hanya bergumam kemudian tertidur kembali.
"Mas bangun dong, bantuin urus Arsy ya," ucap Mikaila yang kini menarik tangan Bram.
Bram dengan malas akhirnya duduk sambil mengucap matanya.
Matanya masih terasa berat. Mikaila duduk dipangkuan suaminya itu mengecup seluruh wajah bram. "Ayo dong Mas bangun, ini sudah jam berapa.," seru Mikaila.
Bram menarik pinggang istrinya itu dan mendaratkan ciuman di bibir yang sudah menjadi candu nya.
"Mas aku sudah dandan ah," ucap Mikaila setelah berhasil menghentikan perbuatan suaminya, "Ayo Mas bantu Arsy ya, Aku mau lihat Raina dulu."
"Kamu cantik banget sih,," ucap Bram mengecup pipi Mikaila.
Istrinya itu masih sangat cantik Walau sebentar lagi akan memiliki seorang menantu dan mungkin saja ia akan menjadi seorang nenek dalam waktu yang dekat.
"Mas...!"
"Ya sudah, pergilah, Arsy biar aku yang ngurus," ucap Bram.
Mikaila berdiri dari pangkuan Bram dan kembali merapikan penampilannya yang sedikit berantakan karena ulah suaminya itu.
"Mas, Aku keluar dulu ya," ucap Mikaila kemudian keluar dari kamar.
Bram melihat anaknya itu yang mulai belajar merias wajahnya sendiri.
"Kita minta bantuan perias ahli saja ya biar Arsy makin cantik," ucap Bram yang melihat make up anaknya yang sangat berantakan.
"Iya deh Pah," pasrah Arsy yang juga melihat hasil karyanya jauh dari yang diinginkannya.
Bram memanggil 1 perias untuk merias putrinya itu kemudian ia sendiri masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya.
Begitu keluar dari kamar mandi, Bram melihat Arsy sudah tampil dengan sangat cantik, wajahnya semakin mirip dengan bundanya saat ia sudah memakai gaunnya lengkap dengan hijabnya, sentuhan make up tipis dan natural membuat ia semakin cantik.
"Anak Papa cantik sekali," puji Bram saat melihat Arsy yang memang terlihat sangat cantik saat memakai hijab.
"Iya dong Pah, Arsy kan anaknya bunda," ucap Arsy membanggakan kecantikannya yang mirip dengan bundanya.
"Papa boleh minta sesuatu enggak sama Arsy ,? tanya Bram mendekati anak gadisnya itu yang masih asyik menatap pantulannya di cermin besar yang ada di sana.
__ADS_1
"Apa Pah?" tanya Arsy,
"Boleh nggak Arsy dari sekarang mulai belajar memakai hijab," ucap Bram.
'Hmm akan aku pikirkan Pah," ucap Arsy.
"Iya nggak apa-apa, nggak usah dipaksa kalau Arsy memang belum siap!" ucap Bram.
"Iya Pah," jawab Arsy mengangguk.
"Ya sudah, Papa pakai baju dulu ya, Arsy gabung dengan yang lain, Papa siap-siap dulu!" ucap Bram.
"Oke Pah," ucap Arsy kemudian keluar dari kamar dengan penampilannya yang sudah sangat cantik.
Sementara di kamar Raina, Mikaila tersenyum saat melihat kecantikan yang dimiliki oleh calon menantunya itu.
Raina terlihat sangat cantik dengan balutan busana yang dirancang khusus untuknya oleh Arandita dan Syana.
Raina yang melihat tampilannya sangat bahagia. Ia benar-benar telah menjadi seorang pengantin dan sebentar lagi akan menjadi seorang istri.
Bunda Mikaila menghampiri Raina yang sudah siap dengan segala pernak-pernik gaun yang di pakainya.
Make up nya juga sangat cantik, Raina yang sangat jarang memakai riasan ,membuat ia terlihat sangat cantik setalah mendapat sentuhan makeup di wajahnya.
"Bunda bagaimana penampilanku?!" tanya Raina.
"Kamu cantik sekali Sayang, Bunda yakin Arya pasti senang memiliki istri seperti Kamu,"ucap Bunda Mikaila, ingin rasanya ia memeluk dan mencium calon menantunya itu. Namun ia menahan keinginannya itu, takut mengganggu riasan calon menantunya.
Mikaila mengambil cadar yang ada di meja yang juga khusus dirancang sebagai pelengkap gaun pengantinnya.
Mikaila membantu memasangkannya,
Begitu juga dengan Arya, Ia sudah bersiap-siap di kamarnya dibantu oleh Kelvin dan Gavin.
"Wah kakak tampan sekali hari ini," puji Gavin.
"Kamu kemana aja, Selama ini kakak memang tampan," ucap Arya membanggakan dirinya sendiri.
"Tapi kak, bagaimana dengan surat perjanjian itu, apa masih tetap berlaku?!" tanya Gavin.
"Surat perjanjian apa?" tanya Kelvin penasaran.
Gavin tertawa sebelum menjawab pertanyaan saudara kembarnya itu.
"Kak, dimana surat perjanjian itu?!" tanya Gavin.
Arya menunjuk laci yang ada di samping tempat tidurnya.
Kelvin yang penasaran langsung menghampiri laci tersebut dan mengambil sesuatu yang ada di dalam sana.
Kelvin ikut terbahak sesaat setelah membaca surat perjanjian itu, ia tak menyangka jika Raina akan mengajukan surat perjanjian seperti itu sebagai syarat persetujuan untuk segera menikahi kakaknya.
"Ini perjanjiannya serius Kak?, pakai tanda tangan segala lagi?!" tanya Kelvin di sela tertawanya.
"Itu urusan nanti, yang penting dia mau nikah aja dulu," ucap Arya santai kemudian memakai sepatunya.
Ketiga putra Wijaya itu telah siap, mereka terlihat sangat tampan hari ini khususnya Arya. Aura calon pengantin terpancar jelas di wajah tampan nya.
__ADS_1
****
Sementara di sebuah hotel, Zahra dan yang lainnya sudah bersiap-siap.
"Bu, apa sebaiknya Aku tunggu di sini saja ya Bu," ucap Zahra benar-benar tidak berani muncul di acara itu, "Zahra masih takut Bu,"
"Sebaiknya kau juga hadir disana, setidaknya kalau kau sudah hadir di sana Kamu bisa tahu seperti apa reaksi mereka terhadapmu dan tidak terus-terusan merasa ketakutan seperti ini," nasehat Randy.
"Iya Mah, aku yakin mereka semua sudah maafkan Mama. Saat Aku di sana mereka semua bersikap baik dan ramah padaku," ucap Zaky meyakinkan Mama nya.
"Ayo kita berangkat, sebentar lagi acara akadnya akan dimulai. Kita tidak boleh terlambat," ucap Ibu Zahra.
"Ayo Mah, semua pasti baik-baik saja," ucap Zunaira menyemangati Mamanya.
Zahra terdiam sejenak kemudian ia meyakinkan dirinya untuk ikut. Ia tak mungkin terus menghindari mereka, khusus Arandita yang berprofesi sama dengan nya.
Zahra memutuskan untuk menghadiri acara Pernikahan tersebut.
Mereka pun keluar dari hotel dan bergegas menuju ke kediaman Abraham Wijaya.
Begitu juga dengan suasana di panti, sejak pagi mereka semua sudah sibuk akan menghadiri pernikahan kak Raina mereka.
Bram sengaja menyewa bus untuk mereka semua agar memudahkan ibu panti membawa anak-anak.
"Ibu apa kak Raina akan menikah dengan kak Arya?,tanya salah satu anak panti.
"Iya Sayang, kak Raina anak menikah hari ini jadi kita semua harus memberikan ucapan selamat padanya." jawab ibu panti.
"Kenapa kita semua harus pergi?" tanya yang lainnya lagi.
"Kak Raina sudah tidak punya siapa-siapa lagi, sama seperti kalian semua.Kak Raina adalah bagian dari kita. Jadi kita harus datang ke hari bahagianya," jawab ibu panti lagi.
"Ibu, apa jika aku besar nanti, aku juga akan menikah seperti kak Raina?" tanya anak panti lainnya lagi.
"Tentu saja Sayang, Kalian semua pasti akan bahagia saat besar nanti," jelas Ibu panti.
"Ibu, apakah Kak Raina dan Kak Arya masih akan datang kesini setelah mereka menikah?"
"Semoga saja Sayang, mereka itu orang-orang yang sibuk, mereka harus mengatur waktu untuk mengunjungi kita. Tapi Ibu yakin Kak Raina takkan pernah melupakan kita," jelas ibu panti asuhan itu.
Semua anak-anak panti sudah didandani dan berpakaian sangat rapi.
Bram sudah menjadi donatur tetap panti tersebut membuat panti itu tak pernah kekurangan lagi semenjak Bram menjadi donaturnya. Bahkan ibu panti memiliki banyak uang lebih dan membangun panti lain di daerah lainnya.
Para tamu undangan mulai berdatangan memenuhi kediaman Abraham Wijaya.
Hanya ada tamu-tamu khusus dan para kerabat dekat yang diundang dalam acara akad nikah tersebut.
πππππππππππππππ
Terima kasih sudah membaca π
Jangan lupa like dan komen nyaπ€
salam dariku,
Author m anhaπ
__ADS_1
love you all ππ
ππππππππππππ