Pilihan Ku

Pilihan Ku
Pertemuan Kembali


__ADS_3

Hari pertama Mikaila di kota x.


Zahra menyewa rumah yang cukup besar memiliki 3 kamar,berbeda dengan rumah sebelum hanya ada 2 kamar sehingga Mikaila dan Humaira tidur di kamar yang sama.


Pagi yang indah bagi Mikaila,dia sangat senang berada di kota yang lebih besar lebih ramai pastinya terutama memiliki kamar sendiri,dia bersiap lebih awal untuk bekerja karena di kota ini lalulintas sangat macet memakai pakaian yang sangat pas ditubuh rampingnya sedikit polesan makeup semakin menambah kecantikan wajahnya,kota baru penampilan baru,katanya pada pantulan dirinya di cermin,cantik memuji dirinya sendiri.


Mereka berangkat bekerja bersama-sama,


Zahra jaga membeli mobil untuk mereka berangkat bekerja.


"kaila kamu makin cantik aja,"puji Maira.


"makasih,siapa tau aja ketemu cowok ganteng di tempat baru,"


"genit banget sih kamu kai,"


"kaya ga aja,tu bibir merah banget,"ledeknya pada Maira yang memang memakai makeup yang lumayan menor.


"kalian itu mau kerja atau mau cari cowok sih," tegur Zahra yang sedang menyetir.


"kerja lah mba,tapi siapa tau aja ada yang nyangkut di hati,"seru Maira.


" Masi jauh ya tempatnya?"


"engga ko,kita ke butik Bu Aran dulu,dari sini kita lewatin butik nya.mampir bentar,"


Beberapa menit kemudian mobil mereka memasuki halaman sebuah butik yang sangat besar.


"waw ini butik Bu Aran ka?"tanya Mikaila


"besar banget"sambung Humairah.


"ini butik terbesar di kota ini,"jawab Zahra sambil memarkirkan mobilnya.


Mereka memasuki butik tersebut,Mikaila dan Humaira mengedarkan pandangannya mengagumi butik tersebut.Mikaila seperti melihat sosok Bram di salah satu sudut butik,ia berjalan menuju tempat tersebut ingin memperjelas penglihatan nya namun langkahnya terhenti karena Humaira memanggil nya.


"Mikaila,panggil nya dengan melambaikan tangan,_


"iya,tunggu aku,"balas Mikaila.


Bram seperti mendengar suara Mikaila ia langsung berdiri melangkah cepat ke tempat Mikaila tadi, namun sayangnya Mikaila sudah tak ada di sana.


"ada apa,"Bram tanya Arandita,


"engga apapa ka,kami pamit ke kantor dulu ya,"


"hati hati ya."


Yoga mampir ke butik istrinya karena ada berkas yang tak sengaja terbawa Aran..

__ADS_1


Zahra,Mikaila dan Humaira di persilahkan menunggu di ruangan Arandita.


"kalian sudah lama menunggu,"sapa Aran


"baru aja ko Bu,"


"selamat ya atas butik barunya,"


"makasih Bu,ini juga berkat bantuan dari ibu,"


"kamu memang memiliki kemampuan untuk mencapai ini semua saya hanya sedikit membantu,"


Ya ampun Mikaila kamu makin cantik aja puji Arandita.


kamu mau ga mba jodohkan dengan adik mba?Kata Arandita


"maksudnya,"jawab Mikaila bingung.


Setahunnya adik yang di maksud adalah pak Bram kan.


"iya Abraham siapa lagi.dia adik laki-laki mba satu satunya,"


"bukannya dia dah punya istri ya mba,"keceplosan.


"dia itu duda, istri nya meninggal 8 tahun yang lalu.kami sudah menyerah mencarikannya wanita untuk mendampingi nya.entah wanita seperti apa yang dia cari.dia selalu menolak semua wanita yang kami kenalkan."


Mendengar percakapan mereka Zahra panik,mana mungkin Mikaila yang akan di jodohkan dengan Bram,dia sudah berusaha sejauh ini menjalankan rencananya untuk mendapatkan sosok Abraham,tak ingin perbincangan mereka berlanjut lebih jauh lagi


Di dalam mobil dia melihat Mikaila dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


Mikaila hanya diam selama perjalanan .


"jadi dia seorang duda" batinnya ada perasaan senang di hatinya mengingat ucapan Arandita.


"kamu ga papa kaila,dari tadi senyum-senyum terus,apa kamu mau menerima perjodohan itu ya" ledek Humaira.


"ih apaan sih kamu,"


"udah jangan mimpi deh dia itu bagaikan langit dan bumi dengan kamu,jadi jangan macem-macem kakak bawa kamu kesini untuk bekerja bukan cari jodoh ,"tegas Zahra,ada sedikit rasa kesal di hatinya.


Mikaila hanya diam dan menunduk.tak ada pembicaraan lagi hingga mobil sampai si sebuah butik sederhana.


Sementara di kantor, Bram tidak fokus dengan rapatnya, pikirannya terbagi dengan suara yang tadi di dengarnya di butik kakaknya.


Melihat Bram yang tidak fokus yoga menghentikan rapat ya.


"kita lanjutkan rapatnya 15 menit lagi,"


semua melihat Bram yang sedang memainkan pulpen di tangan.Mereka hanya mengangguk tanpa meninggal kan tempat duduk nya masing masing,15 menit berlalu Bram Masi dalam gaya yang sama semua yang ada di ruang rapat saling berpandangan tak ada yang berani menegur.hingga 10 menit kemudian Yoga yang juga mulai lelah menunggu berdehem cukup keras ,

__ADS_1


Bram melirik Yoga.


"kenapa ?" tanya Bram singkat


"mau di lanjutkan rapatnya atau di tunda dulu? sebentar lagi jam makan siang,"


Bram tak menjawab pertanyaan asistennya itu dia justru menyandarkan kepalanya dan memutar-mutar kursinya.Yoga menghembuskan nafasnya kasar dan meninggalkan ruang rapat di ikuti semua yang ada di ruangan tersebut.ini pertama kalinya seorang Abraham Wijaya bertindak konyol di depan karyawannya...


Jam menunjukkan waktu pulang kantor ,Mikaila pulang ke rumah dan langsung masuk ke kamarnya.


"ka Zahra kenapa si marah sama aku, kan bukan aku yang minta di jodohkan,"Mikaila melemparkan tasnya ke tempat tidur.


semenjak dari butik Wijaya grup Zahra terus saja memarahi Mikaila di butiknya.


"Abraham wijaya" gumamnya dan mengambil ponselnya,ia membuka kembali biodata bram. ".jadi dia duda,"ia tersenyum sambil terus membaca informasi tentang bram.


"pengusaha sukses bahkan di kanca internasional,taksiran kekayaan.haaaa ,"matanya melotot mulutnya terbuka lebar saat melihat deretan angka nol yang tertera di layar ponselnya.


"benar kata ka zahra,aku dan dia bagai langit dan bumi,"diapun ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Tak terasa 3 bulan sudah Mikaila di kota x,hari harinya berjalan dengan sangat bahagia. Mendatangi tempat-tempat yang selama ini hanya di dengarnya dari TV di Kampung halamannya.


Dikediaman Wijaya.


hari ini seperti biasa seluruh keluarga berkumpul kecuali Bram,ia malas datang karena sudah di pastikan dia akan di brondong pertanyaan yang sama.kapan akan memperkenalkan calonnya...


dan benar saja saat ini di meja makan walau tanpa dirinya pembahasan tetap sama perjodohan dirinya.


Arabela dan Isabela tidur di kamar yang sama mereka perang bantal sehingga membuat kamarnya berantakan.


"isya kumu yang beresin ya,"


"ko aku sih kita kan berantakannya bareng,ya bersihiannya juga bareng dong,"


"aku kan tante kamu,,"


"iya Tanta iya,,,tapi aku capek banget nih bersihiannya besok aja ya,"


Walaupun dari keluarga konglomerat mereka di biasakan membersikan kamarnya sendiri.


"gimana kalau kita tidar di kamar om Bram aja,"


"setuju, "Arabela langsung menyambar bantal kesayangannya dan berlari ke kamar Bram yang terletak di sebelah kamarnya di susul Isabela.karna kelelahan Meraka pun langsung tertidur dengan pulas nya....


Saat pagi hari Arabela terbangun dan mendapati ponsel nya lowbet,ia mencari-cari carjer di kamar Bram.ia membuka laci yang ada di dekat tempat tidur..Dan melihat amplop yang tertulis nama Mikaila putri.. matanya memicing dan ia mengambil amplop tersebut.


"Siapa Mikaila gumamnya,"ia membuka amplop tersebut dan matanya langsung di suguhkan dengan foto gadis cantik berhijab yang tersenyum ,ia pun tersenyum jahil.


"hemmm mas Bram siapakah Mikaila ini,".

__ADS_1


bersambung


jangan lupa like dan vote ya 🙏🙏😘


__ADS_2